
"Apa kau berniat menyelingkuhiku?" tanya Taejun marah.
"Jika kita sudah bercerai itu bukan selingkuh namanya," kataku menekankan.
"Aku tak akan pernah menceraikanmu," kata Taejun berapi api,
"Kenapa tidak mau? lagi pula kamu kan gak mencintaiku.. jadi mulai sekarang kita tidak perlu bersikap seperti sepasang suami istri.. kita bersikap biasa saja layaknya seorang teman," debatku terus memancingnya, berharap dia mengakui cintanya padaku.
"Kenapa aku harus melakukan itu.. apa semua ini karna Ga In?" tuduh Taejun kesal, benar benar tidak peka, membuat kesal saja.
"Kenapa Ga In bisa di bawa-bawa dalam masalah ini... " keluhku merasa frustasi.
"Karna aku tau.. tadi kamu pulang dengan Ga In kan," katanya marah, kenapa dia bisa tau? bukankah dia pergi duluan karna mau pergi ke suatu tempat?.
"Iya aku memang pulang dengan Ga In tadi.. karna kita di jurusan bus yang sama, semua ini tak ada hubungannya dengan Ga In, masalahnya karna kamu tidak mencintaiku.. ok," jelasku, terus memancingnya, tapi Taejun tidak peka peka.
"Tapi aku sudah terbiasa tidur sambil memelukmu," rengek Taejun membuatku frustasi.. jangankan hanya pelukan.. apapun akan aku berikan asalkan kau mengakui perasa'anmu padaku...
"Mulai sekarang biasakan tidur tanpa memelukku," kataku kesal, merasa kecewa, lalu kembali tidur, dan mematikan lampu tidurnya, Taejun berguling kesana kemari terdengar gelisah, aku mengabaikannya.
Ke'esokan paginya saat terbangun di pagi hari aku terkejut karna mendapati Taejun duduk di atas laci dan dia sedang menatapku, apa dia sudah lama menatapku seperti itu? sebenarnya apa yang ada dalam pikirannya.
"Apa?" tanyaku, tapi dia hanya diam.. aku memutar bola mata lalu bangun dari kasur, tapi Taejun mendorong bahuku dengan ke dua tangannya tak mengizinkan aku bangun dari kasur, lalu dia duduk di kasur di sampingku.
"Apa kamu bersikap seperti ini karna kemaren aku menciummu tanpa izin?" tanya Taejun menatapku, jadi akhirnya dia membahas ciuman itu.. baguslah.
__ADS_1
"Apa alasanmu menciumku kemaren?" tanyaku balik bertanya, menatapnya menunggu jawaban.
"Itu.. itu karna... " kata Taejun terbata bata, tak mampu menyelesaikan kalimatnya, apa egonya dan gengsinya setinggi itu? hingga menyatakan cinta saja dia tidak mampu?.
"Apa? karna apa?" tanyaku merasa frustasi, menuntut jawaban, Taejun membeku expresinya langsung berubah gugup.
"Itu karna.. aku tak sengaja, aku minta maaf," kata Taejun buru buru, dia menunduk, juga terlihat frustasi, apa? bisa bisanya dia bilang bahwa ciuman itu ketidak sengaja'an.. jadi dia akan bersikap keras kepala seperti ini? baiklah, aku akan bersikap lebih keras kepala darinya, aku mencoba mengenyahkan air mata yang menggenangi mataku, merasa benar benar kecewa.
"Baiklah, jika itu memang ketidak sengaja'an, jangan pernah ulangi lagi, dan mulai sekarang jangan pernah bersikap seolah olah kau adalah suamiku," kataku dingin, lalu bangun,
"Minggir," kataku mendorong dadanya agar menjauh dariku, lalu aku masuk ke kamar mandi, menutup pintunya dengan suara nyaring, di dalam kamar mandi aku menangis sejadi jadinya dengan tangan membekap mulut, mengapa rasanya sakit sekali? kenapa? ada apa dengan dia? apa dia merasa sangat malu karna jatuh cinta padaku? apa cintanya padaku itu terasa sangat memalukan? hingga dia tak mampu mengatakannya? apa harus aku seorang cewek? yang harus menyatakan cinta lebih dulu padanya? jahat sekali.. teganya dia membuatku sedih seperti ini.
Kami berangkat ke kampus dengan saling berdiam diri, sesampainya di kampus aku langsung masuk ke kelas, dan saat melihat Ga In aku langsung duduk di sampingnya,
"Hai Jessa," sapa Ga In tersenyum,
"Apa kau ada acara nanti malam?" tanya Ga In.
"Kenapa?" tanyaku, sambil melihat Rin Ah yang masuk ke dalam kelas, lalu cemberut saat melihatku dan Ga In akrab mengobrol, ah.. masak bodohlah! lagi pula Ga In dan Rin Ah kan gak pacaran.. kenapa aku harus merasa tidak enak.
"Aku ingin mengajakmu nonton," jawab Ga In ragu ragu,
"Tapi kenapa kau mengajakku?" tanyaku basa basi.
"Karna aku ingin pergi denganmu," jawab Ga In, terlihat sedikit gugup.
__ADS_1
"Ok," jawabku tersenyum, aku merasa Taejun yang duduk di sebelah bangkuku langsung menoleh padaku, sebenarnya aku merasa tidak enak karna rasanya aku menggunakan Ga In seperti alat pancingan, memanfaatkannya,
"Benarkah? kau benar benar mau?" tanya Ga In kegirangan merasa tak percaya, aku mengangguk tersenyum, ku dengar Taejun membanting tasnya ke atas meja dengan sengaja, aku mengabaikannya,
"Wah.. kalian mau nonton bareng ya.. Taejun gimana kalo kita juga nonton? mau kan pergi denganku," sahut Soo Hyeon yang duduk di belakang kita, menyentuh bahu Taejun, rasanya ingin ku patahkan tangannya itu karna berani menyentuh bahu Taejun, Soo Hyeon benar-benar pandai memanfa'atkan situasi.
"Baiklah ayo kita juga nonton," kata Taejun menyetujui lalu melirikku terlihat marah, aku mendengus marah benar benar merasa kesal, jadi Taejun akan memanfa'at kan Soo Hyeon untuk membuatku marah?? tapi bagai mana kalo Taejun akhirnya nanti akan benar benar meninggalkanku, dan jatuh ke pelukan Soo Hyeon, memikirkannya saja sudah membuatku sedih, aku takkan sanggup melihat Taejun bersama dengan wanita lain.
"Kamu seriusan mau?" tanya Soo Hyeon pada Taejun kegirangan,
"Yeah," jawab Taejun enggan.
"Yeyyy.. Ga In gimana kalo kita nonton bareng berempat? pasti seru, kamu mau kan?" tanya Soo Hyeon pada Ga In.
"Hmm gimana ya, tapi masalahnya aku ingin nonton berdua saja sama Jessa," sahut Ga In ragu ragu.
"Sepertinya akan lebih menyenangkan jika kita bisa nonton berempat," sambung Taejun pada Ga In lalu Taejun menatapku tajam.
"Ku kurasa mereka benar Ga in, gimana kalo kita nonton berempat saja, lebih banyak orang pasti lebih menyenangkan," pintaku pada Ga In, karna sebenarnya aku juga gak akan suka jika Taejun harus nonton berdua saja dengan Soo Hyeon, Ga In terlihat tidak senang dengan perminta'anku.
"Baiklah, karna kamu yang meminta," kata Ga In akhirnya setuju, aku tersenyum padanya, dia juga tersenyum padaku,
"Aku akan mengantarmu pulang nanti, sekalian menunggu mu berganti pakaian," kata Ga In, apa? dia mau mengantarku pulang? aku melirik Taejun sekilas, Taejun memplototiku.
"Aku tidak perlu berganti pakaian, kita langsung berangkat saja setelah selesai kuliah, biar gak terlalu malam.. karna aku gak bisa pulang terlalu malam," kataku beralasan, tertawa kaku,
__ADS_1
"Hmm baiklah gak masalah," kata Ga In tersenyum,
#Mohon dukungannya dengan like dan vote, dan juga tinggalkan komen untuk memberi saran.. terima kasih, mohon dukungannya ya! 🙏🙏🙏#