
"Jessica kau ikutlah aku hari ini bertemu dengan klien penting," kata si brengsek itu tiba-tiba,
"Apa??" dengusku, apa dia ingin memanfaatkan-ku lagi untuk melakukan hal yang salah? apa kedua anaknya yang lain tau dia sudah melakukan hal yang melanggar hukum? kurasa kedua anaknya tidak tau...
"Aku gak perlu telfon ke Koreakan, agar kamu mau ikut?" sindir si brengsek itu tersenyum, mengancamku secara halus, pasti karna ada David makannya dia tidak mengancamku secara terang terangan, David melirik aku dan papanya bingung,
"Baiklah," kataku pura-pura tersenyum,
"Kalo begitu kita berangkat sekarang," kata si brengsek itu beranjak dari kursinya lalu berjalan melewatiku, aku menahan amarahku, aku melambai pada David yang sedang tersenyum padaku, lalu David balas melambai, aku berbalik berjalan mengikuti si brengsek itu ke luar rumah, si brengsek menyuruhku masuk ke mobil, supirnya membukakan pintu mobilnya untukku, dengan enggan aku masuk ke dalam mobil, si brengsek juga masuk ke dalam mobil, lalu mobilnya berangkat entah akan ke mana, hal buruk apa lagi yang akan di suruhnya untuk aku lakukan?,
"Aku akan bertemu musuh bebuyutanku, untuk transaksi berlian, jadi tugasmu adalah untuk melindungiku jika musuhku itu nantinya akan berhianat dan berniat membunuhku, mengerti," jelas si brengsek itu padaku, aku mendengus tersenyum, kenapa juga aku harus melindunginya? malah bagus jika dia terbunuh... aku jadi tidak perlu repot repot mencari bukti untuk memenjarakannya,
"Aku mengerti apa yang kau pikirkan saat ini... tapi perlu kau tau, jika aku sampai terbunuh, orang suruhanku yang ada di korea pasti akan langsung tau, dan aku sudah memerintahkan mereka untuk membunuh seluruh keluarga kecilmu di korea jika aku sampai terbunuh, jadi kau patuh saja dan lindungi aku," ancam si brengsek itu, menatapku,
"Brengsek! dasar iblis," umpatku padanya,
"Ya, kau boleh menganggapku iblis jika itu membuatmu senang," kata si brengsek itu tertawa, aku menatapnya jijik, aku menahan amarahku sepanjang perjalanan,
************
__ADS_1
Mobil berhenti, mungkin kita sudah sampai di tempat tujuan.. aku melihat ke luar jendela mobil, tempatnya sangat sepi hanya ada bangunan kontruksi yg terbengkalai selebihnya sawah-sawah dan lapangan kosong, dan tempat ini terlihat jauh dari pemukiman, si brengsek itu turun dari mobil, aku ikut turun, langsung ada dua orang yang menyambut kami, kedua wajah orang itu terlihat sangar,
"Ikuti kami," kata salah satu dari kedua orang itu, mereka berdua sama-sama memegang senjata (pistol) , dan anehnya si brengsek itu tidak membawa pengawal lainnya.. hanya aku tanpa senjata pula! apa si brengsek itu sudah gila? apa dia sepercaya itu dengan kekuatan ku? bagai mana kalo aku gak bisa menanganinya? dan gagal melindunginya? bisa-bisa keluargaku di korea ikut terbunuh karena ini, wah... ini benar-benar gila!,
Mereka menuntun kami masuk ke bangunan terbengkalai itu, di sana sudah menunggu seorang pria botak dengan beberapa pengawal lainnya, total semua pengawalnya ada enam orang, gawat! apakah hari ini aku akan benar-benar mati, si brengsek itu jika ingin mati..mati saja sendiri kenapa bawa-bawa aku sih!.
"Ternyata kau sungguh-sungguh tidak membawa satu pengawalpun seperti yang ku minta, kurasa kau benar-benar putus asa, apakah keuangan perusaha'anmu seterpuruk itu, kau tau.. aku bisa saja membunuhmu disini.. tapi kelihatannya kau sangat percaya diri," kata pria botak yang tinggi tegap itu tersenyum,
"Tentu saja, tapi tidakkah kau pikir kau terlalu banyak membawa pengawal? kau tidak akan menipukukan," sahut si brengsek itu menyeringai,
"Kita lihat saja nanti," kata si botak mengerling, "Periksa koper yang di bawa gadis itu," kata si botak pada salah satu pengawalnya, aku cepat-cepat membuka kopernya memperlihatkan isi dari kopernya pada pengawal itu, pengawal itu mengecek isi kopernya lalu mengangguk pada si botak,
"Kau bercanda? setengahnya? tidak bisa, kau harus membayar penuh sesuai yang ku minta," kata si brengsek menolak,
"Kau berani membantahku, saat kau kesini tanpa pengawal? cari mati ya?" kata si botak menyeringai,
"Aku kesini bukan cari mati, tapi cari uang," sahut si brengsek terkekeh, si botak terlihat kesal,
"Urus dia," kata si botak pada pengawalnya, 2 pengawalnya langsung mengangakat pistol mereka mengarahkan pistol mereka pada kami, aku buru-buru mengendalikan aliran darah mereka sebelum mereka benar-benar menembakkan senjatanya pada kami, aku mengendalikan tangan mereka membuat tangan mereka melempar senjata mereka sendiri jauh-jauh, mereka menatapku terlihat kebingungan, karna tangan mereka bergerak tidak sesuai keinginan mereka, semua pengawal mulai bereaksi, dengan konsentrasi penuh aku berusaha membuat mereka tidak bisa bergerak dari posisi mereka masing-masing, begitu pula dengan si botak,
__ADS_1
"Ambil semua senjata yang mereka pegang," printahku pada si brengsek, si brengsek langsung melakukan yang ku perintahkan, what? dia benar-benar menuruti perintahku, asik juga bisa merintah merintah dia, tapi si brengsek tak hanya menyita senjata-senjata mereka tapi juga koper berisi uang milik si botak itu, aku hendak menyerahkan koper berisi berlian yang ku bawa pada mereka tapi si brengsek itu langsung mencegahku,
"Tidak perlu menyerahkan berliannya padanya, uangnya hanya setengah dari perjanjian," kata si brengsek,
"Lalu kenapa kau mengambil uangnya," sindirku mengkritiknya,
"Ini bayaran karna dia sudah berniat menipuku," kata si brengsek tanpa rasa bersalah sedikitpun,
"Jadi kau ingin merampok uangnya," debatku,
"Sudahlah tidak usah menceramahiku, seolah olah kau tidak tau aku saja, ini bukan pertama kalinya kau melihatku melakukan kejahatan," sahut si brengsek itu mengerling padaku,
"Ayo cepat kita pulang, urusan kita sudah selesai di sini," kata si brengsek padaku, aku hanya menatapnya tak percaya, lalu mengikutinya lari ke luar, semua pengawal si botak langsung mengejar kami setelah aliran darah mereka tak lagi ku kendalikan, saat aku dan si brengsek hendak masuk ke mobil semua pengawal si botak lari menyerbu, aku langsung menghempaskan mereka semua ke belakang dengan pengendalian angin/tekanan udara, lalu kami buru-buru masuk ke mobil dan kabur dari tempat itu, wah... baru kali ini aku bersekongkol dengan perampok, dan yang lebih mengerikan perampoknya adalah papaku sendiri, bisa-bisanya dia mengikut sertakan anak perempuannya dalam aksi perampokannya, dan dia membuatku mengekpos kekuatanku di depan musuh bebuyutannya? si brengsek terkekeh setelah jauh dari tempat itu, aku menatapnya kesal dan marah, jika bukan karna keluarga kecilku di korea.. mungkin aku sudah mencekik lehernya, aku harus cepat-cepat menjebloskannya ke penjara agar aku tidak terlibat semakin jauh dengannya,
"Ternyata kau lebih berguna dari pada 10 pengawal," kata si brengsek terkagum kagum, aku melengos merasa muak melihat wajahnya, rasanya aku ingin muntah,
"Perkiraanku tidak salah, kau memang sangat berguna," lanjutnya terkekeh, aku sama sekali tak merespon perkata'annya saking marahnya, si brengsek itu mengantarku pulang ke rumah lalu dia sendiri pergi lagi entah kemana, setelah memberiku kartu ATM, sebenarnya aku tidak ingin menggunakan uang haram darinya tapi aku harus membeli sesuatu seperti alat penyadap suara dan beberapa camera tersembunyi, dan juga alat pelacak, pokoknya hal-hal semacam itu, karna aku harus buru-buru mendapatkan bukti untuk menjebloskannya ke dalam penjara, untuk awalnya.. apakah aku harus menggeledah tempat kerjanya yang ada di rumah?,
"Kak," kata seseorang menepuk pundakku dari belakang membuatku terkejut, sontak aku menoleh ke belakang, ternyata temannya David, Iqbal sama Reza,
__ADS_1
"Oh hai," kataku,