Tak Terduga

Tak Terduga
menginginkan pengakuan


__ADS_3

"Dan suaramu itu mengingatkan aku pada seseorang yang pernah ku temui," kata Ga In memberitahu.


"Benarkah? dengan siapa? mantan pacarmu?" tanyaku mengejek.


"Bukan.. sebenarnya aku tidak mengenal wanita itu.. wanita itu menolongku saat aku sedang di gebuki preman suruhan kakak tiriku," jawab Ga In membuatku mengumpat dalam hati, tak salah lagi wanita yang dia maksud itu pasti aku, semoga saja dia tidak curiga bahwa wanita yang menolongnya waktu itu adalah aku, bisa-bisa panjang urusannya kalo sampai ketahuan, karna waktu itu aku menggunakan kekuatanku yang tidak biasa untuk membantunya, dan dia melihat semuanya bahwa aku punya kelebihan.


"Benarkah?" kataku berusaha bersikap biasa-biasa saja.


"Iya, setelah itu aku berusaha mencarinya tapi aku tidak bisa menemukan keberada'annya, karna aku tidak tau namanya.. bahkan aku tak sempat melihat wajahnya, karna dia menutupi wajahnya dengan mengenakan topi dan masker," lanjut Ga In bercerita, kenapa dia mencariku?.


"Tapi untuk apa kau mencarinya?" tanyaku ingin tau.


"Karna aku ingin berterima kasih, saat itu aku tidak berterima kasih dengan benar padanya.. dan terutama aku ingin lebih mengenalnya.. tapi sayangnya dia menghilang tanpa jejak, sebenarnya aku sudah sedikit melupakannya.. tapi saat pertama kali aku mendengar suaramu saat kau memperkenalkan diri di waktu orientasi aku tiba-tiba teringat pada wanita itu.. karna suaramu benar-benar mirip dengannya, dan saat itu aku memang berharap bahwa wanita itu adalah kau," jawab Ga In panjang lebar, oh sial.. kenapa dia harus ingat suaraku sih!! lagian kejadiannya kan udah cukup lama.. kenapa dia masih ingat.


"Apakah suaranya semerdu aku," kataku bercanda pura pura tertawa, agar dia tidak mencurigaiku,


"Entahlah.. akan ku cari tahu jika aku bisa bertemu lagi dengannya," canda Ga In ikut tertawa, bus berhenti aku menoleh keluar,


"Ini perhentian busku, aku akan turun disini," kataku langsung berdiri.


"Akan ku antarkan kau sampai rumahmu," kata Ga In ikut berdiri.

__ADS_1


"Tidak, tidak! tidak perlu, lagi pula perhentian busmu bukan di sini kan!" kataku menolak, lalu buru buru turun dari bus, aku melambai pada Ga In yang menatapku bingung dari balik kaca bus yg kembali melaju, apa aku sudah menyinggung perasaannya? ah... terserahlah, setelah busnya menjauh akupun pulang ke rumah,


Sesampainya di rumah aku mengajak kak Taerang mengobrol denganku, untuk menanyakan sesuatu padanya mumpung Taejun belum pulang ke rumah.


"Kak boleh aku menanyakan sesuatu padamu?" tanyaku.


"Ya, tanyakan apa saja," kata kakak.


"Kak sebenarnya... " kataku ragu ragu sambil memainkan jariku,


"Apa? aku jadi penasaran.. tanyakan saja kenapa ragu ragu gitu," kata kak Taerang tersenyum, aku menggigit bibir lalu menarik nafas gugup.


"Sebenarnya.. a apa alasan Taejun menikahiku?" tanyaku terbata bata menunduk malu, kak Taerang tertawa terbahak bahak, membuatku mengangkat wajah menatapnya bingung.


"Tentu saja karna Taejun mencintaimu, memang alasan apa lagi," kata kak Taerang tersenyum, apa? Taejun mencintaiku? aku tak sanggup menahan senyumku saking bahagianya, benarkah Taejun mencintaiku, jantungku berdetak tak karuan.


"Kakak yakin?? bukannya karna Taejun ingin menolongku saja?" tanyaku ingin memperjelas.


"Menolongmu tentu saja itu salah satu alasan Taejun menikahimu, tapi alasan terbesarnya tentu saja karna Taejun mencintaimu.. pertanya'anmu itu konyol Jessa.. kamu itu benar-benar tidak tau apa cuma pura pura tidak tau... " jawab kak Taerang menggeleng gelengkan kepala sambil tertawa, aku memutar bola mataku.


"Kakak tau dari mana kalo Taejun mencintaiku, memangnya kakak pernah dengar Taejun bilang begitu," kataku ingin tau, kak Taerang mengangguk,

__ADS_1


" Iya dia bilang sendiri waktu itu, pas mama dan papa berencana mencarikan calon suami untukmu.. kau tau, awalnya aku yang mengajukan diri untuk menikahimu," kata kak Taerang ragu ragu melirikku, terlihat penasaran dengan reaksiku,


"Benarkah?" tanyaku pura-pura tidak tau, padahal sebenarnya aku sudah tau,


"Dan alasanku ingin menikahimu karna aku mencintaimu," kata kak Taerang memberitahu, aku kaget mendengarnya, karna kalo itu aku belum tau.. yang benar saja.. kak Taerang mencintaiku? aku berdehem merasa tidak enak.


"Tapi tenang saja.. aku sudah move on, aku sudah merelakanmu untuk Taejun, dan aku berharap kalian berdua bahagia," kata kak Taerang buru buru menjelaskan, aku menghembuskan nafas lega, syukurlah, atau kalo tidak aku akan merasa bersalah pada kak Taerang,


"Terima kasih kak," kataku tersenyum, kak Taerang juga mengangguk tersenyum,


"Dan kurasa sepertinya Taejun sudah lama mencintaimu.. dia bahkan berani mengakui perasa'annya terhadapmu di depan aku, mama dan juga papa.. wah... waktu itu semua orang merasa terkejut mendengar pengakuannya, dan dia bersikeras untuk menikahimu, akhirnya aku mengalah, papa dan mamapun akhirnya juga menyetujui keputusannya," cerita kak Taerang padaku, aku tersenyum bahagia, masih tidak menyangka bahwa Taejun ternyata benar benar mencintaiku.


"Tapi kak kenapa Taejun tidak pernah bilang bahwa dia mencintaiku, sekalipun dia tidak pernah mengungkapkan perasa'annya padaku," tanyaku bingung.


"Dia memang seperti itu.. ego dan gengsinya sangat besar.. dulu pun saat dia punya pacar di SMP maupun SMA, pasti si wanitanya dulu yang menyatakan cinta padanya, dia tak pernah menyatakan cinta terlebih dahulu pada wanita.. dia akan bersikap manis dan romantis serta perhatian pada wanita yang dia cintai seperti memberi kode agar wanita itu tau dia mencintainya, tapi dia tak pernah mau menyatakan cinta terlebih dahulu pada wanita," jawab kak Taerang menjelaskan, apa? yang benar saja.. apa Taejun berharap aku yang akan menyatakan cinta padanya terlebih dahulu? jangan harap! akan ku pastikan dia yang akan menyatakan cinta terlebih dahulu, lihat saja nanti.


Seperti biasa setelah makan malam bersama dan mengobrol sebentar dengan keluarga aku dan Taejun masuk ke kamar, aku bersikap biasa biasa saja, seolah olah aku belum mengetahui perasaan Taejun yang sebenarnya padaku, aku naik ke atas kasur tidur memunggunginya, Taejun menarikku ke dalam pelukannya, jantungku berdetak kencang, aku berusaha tenang, aku melepas pelukan Taejun dan mengambil guling lalu memberikannya pada Taejun,


"Mulai malam ini, peluklah guling itu jangan memelukku," kataku dingin.


"Kenapa? apa sekarang kamu marah? karna tadi aku tidak pulang denganmu?" tanya taejun bingung, dan dia sama sekali tidak menyinggung tentang ciuman itu, membuatku kesal saja.

__ADS_1


"Tidak bukan karna itu, tapi karna kita bukan sepasang kekasih, kita hanya terikat pernikahan tapi kamu tidak mencintaiku, kau menikahiku hanya karna ingin melindungiku dan suatu saat kita pasti akan bercerai.. kau akan menikahi wanita lain yang kau cintai dan akupun akan menikahi pria lain," jawabku memancingnya, Taejun terlihat sangat marah saat mendengar kalimat terakhirku.


"Apa kau berniat menyelingkuhiku?" tanya Taejun marah,


__ADS_2