
"Kau saja yang antarkan pesanannya ke meja itu," kataku pada Jimin,
"Baiklah," kata Jimin menatapku bingung, "Tapi kenapa kamu terlihat kesal? ada apa? " tanya Jimin,
"Aku tidak suka pria itu, dia terus menatapku," jawabku kesal,
"Dia menatapmu karna kamu cantik," kata Jimin tersenyum, apa Jimin harus mengatakannya padaku secara terang terangan komentar yang sangat mencolok itu, membuat pipiku jadi panas saja!
"Kau tidak lihat wanita yang duduk di depannya, wanita itu marah karna pria itu terus menatapku, aku yakin wanita itu pasti pacarnya, sudah punya pacar tapi masih melirik cewek lain," crocosku,
"Mungkin pria itu tidak akan bereaksi berlebihan seperti itu jika wanita yang di lihatnya tidak secantik dirimu," kata Jimin tersenyum manis padaku, sekali lagi berhasil membuat pipiku merah padam, dia benar benar pandai bicara, seperti seorang playboy saja,
"Memangnya aku secantik itu," dengusku asal bicara,
"Memangnya kau tidak sadar, kau itu sangat cantik? kau tau.. beberapa pelanggan pria bahkan diam diam memperhatikan mu tadi," kata Jimin memberitahuku, aku menggeleng gelengkan kepala tak percaya, dia berlebihan,
"Mungkin kau salah anggap," kataku menertawainya,
"Percayalah padaku, itu kenyataan nya," kata Jimin meyakinkanku.
"Aku tak ingin membahasnya," elakku.
"Baiklah jika itu mau mu," kata Jimin menyerah, semua pria sama saja entah dia orang Indonesia ataupun orang korea.. tak bisa melihat wanita cantik, matanya langsung bereaksi, aku menghembuskan nafas belum apa apa aku sudah rindu mama..
Sorenya park bogum mengajakku jalan dengannya sepulang kerja,
"Entahlah.. " jawabku, sebenarnya aku sangat ingin jalan jalan malam, dan park Bogum dia cowok yang bisa di percaya karna aku sudah mengenalnya begitu pula dengan tante Yura dia sangat mengenal Park Bogum dengan sangat baik,
"Ayolah.., " ajaknya menatapku sok manis,
__ADS_1
"Kurasa aku harus tanya tante Yura dulu nanti setelah jam pulang kerja," tukasku.
"Baiklah," kata Bogum tersenyum lalu pergi mengantarkan makanan ke meja pelanggan, aku duduk di kursi depan konter mengembuskan nafas panjang, seseorang menepuk bahuku, aku menoleh ternya kak Heseok,
"Ini," kata kak Heseok memberikan egg tart padaku,
"Terima kasih," kataku, lalu memakan egg tart nya, emmm enak banget,
"Apa kau akan pergi dengan bogum malam ini? " tanya kak Heseok, aku terkejut mendengar pertanyaannya, apa dia mendengar pembicaraanku dengan Bogum? lalu kenapa dia bertanya? apa maksudnya?
"Aku belum tau, aku akan tanyakan dulu pada tante Yura," jawabku, aneh, dia bukan tipe orang yang suka mengurusi urusan orang lain,
"Hmm," respon kak Heseok mengangguk anggukkan kepalanya lalu kembali ke dalam konter,
*******
"Emmm tante," kataku ragu ragu saat jam pulang kerja,
"Sebenarnya.. " kataku merasa takut, tante menunggu,
" Bos, boleh tidak aku mengajak jessica jalan jalan malam ini?" kata Bogum, memotong percakapanku dengan tante Yura, aku menelan air liur kawatir, tante Yura menatapku, aku menunduk gugup,
"Kau mau mengajak Jessica jalan jalan ke mana? " tanya tante pada Bogum,
"Tidak jauh jauh hanya di sekitar daerah sini, kami akan jalan jalan dengan berjalan kaki, tenang saja setelah jalan jalan aku akan langsung mengantarnya pulang," jawab Bogum menjelaskan,
"Baiklah, tapi jangan pulang terlalu malam, dan Jessica kau harus telfon aku jika kau sudah pulang," kata tante Yura, aku mengangguk,
"Terima kasih bos," kata Bogum tersenyum,
__ADS_1
Setelah ganti baju dengan baju yang lebih hangat aku menghampiri Bogum yang sudah menungguku di ujung tangga,
"Ayo," ajakku melewatinya, Bogum berjalan di sampingku lalu menggandeng tanganku,
"Kau tak perlu menggandeng tanganku aku tidak akan jatuh," keluhku menarik tanganku, lalu memasukkan kedua tanganku ke saku jaket,
"Yaampun.. sikapmu dingin banget," protes Bogum,
"Untuk apa gandengan, lagi pula kita tidak pacaran," kataku beralasan,
"Kalo begitu jadilah pacarku," kata Bogum, aku menatapnya tak percaya, gampang sekali dia mengatakan hal semacam itu,
"Apa kau bercanda," kataku menggeleng gelengkan kepala,
"Aku serius," katanya bersungguh sungguh.
"Apa sebaiknya kita pulang saja? " tanyaku berhenti berjalan, Bogum ikut berhenti.
"Tidak tidak, jangan seperti ini.. baiklah aku gak akan membahas itu, ayo kita jalan lagi," ajaknya buru buru, aku memutar bola mata lalu mengikutinya.
Ternyata Bogum mengajakku ke daerah saat aku belanja tadi pagi, wah.. kalo di pikir pikir bahasa Koreaku sudah lumayan.. padahal tadi pagi aku masih kesulitan memahami omongan orang, tapi sekarang aku sudah lumayan paham bahkan tanpa bantuan kamus padahal aku belajar baru 2 hari, yeah walaupun kalo menjawab omongan orang aku masih meng mix nya dengan bhs inggris, kami terus berjalan melewati pertokoan, menyeberangi jalan waah disini sangat ramai saat malam, kami juga melewati pertokoan di gedung gedung ini, lalu berbelok dari gedung dan wow.. lampu lampu kecil bersinar di atas basar, banyak sekali orang berjalan sambil makan makan, banyak sekali orang berjualan makanan seperti pedagang kaki lima tertata rapi di sisi kiri dan kanan,
"Jika ada makanan yang menarik perhatianmu, katakan saja padaku, aku akan mengtraktir mu malam ini," kata Bogum tersenyum padaku, aku juga tersenyum, aku sangat bersemangat sampai sampai aku berjalan menandak nandak, aku membeli beberapa makanan yang menarik perhatianku di beberapa penjual yang berbeda beda, menyenangkan sekali membeli jajanan seperti ini dan di makan sambil berjalan, walaupun jajanan jajanan ini pertama kali ku coba dan terasa asing di lidahku, tapi makanan ini enak dan cocok di lidahku.
"Apa itu yang mereka lihat? sampai mengerubutinya? " tanyaku pada Bogum, saat aku melihat orang mengerubuti sesuatu yang sepertinya sesuatu yang menarik, aku mendengar lagu bit yang asik banget dari arah sana,
"Kau mau lihat? " tanya Bogum, belum aku menjawab dia sudah menarik lenganku melewati krumunan orang orang, dan akhirnya aku melihatnya, ternyata orang orang ini sedang melihat beberapa anak muda yang sedang melakukan dance di depan publik dengan diiringi musik, mereka sangat pandai menari, mereka juga berpenampilan seperti boyband, aku suka sekali nyanyian dan tarian, aku jadi ingat dulu waktu sekolah sd aku pernah tampil menari di acara sekolah, dan aku sangat menyukai musik, karna hanya mendengar musik yang bisa kulakukan saat sendirian di rumah sedangkan mama masih belum pulang dari kerjanya, dan aku juga tidak di perbolehkan menggunakan sosial media apapun oleh mama, hanya nonton tv atau mendengar musik,
Setelah menonton dance, aku juga menonton kelompok anak muda yg lainnya yang sedang bernyanyi, tak hanya 1, 2 dan 3 kelompok saja yang saling unjuk kemampuan mereka.. tapi ada banyak, aku jadi bingung mau lihat yang mana lagi, bahkan ada juga yang bernyanyi sambil bermain gitar, ada yang nyanyi solo, ada yang duet, ada yg nari ber 2, ber3, ber5, ber7, ber9 seru pokoknya,
__ADS_1
"Apa ada yang mau berpartisipasi, dan maju untuk bernyanyi? " tanya salah seorang kelompok yang sedang ku tonton, tak ada yang mengajukan diri, orang itu melihat ke arahku, tidak! jangan sampai menunjukku, aku mundur 2 langkah, tapi dia malah menghampiriku, mati aku.