Tak Terduga

Tak Terduga
Kenapa sikapnya aneh?


__ADS_3

Sesampainya di rumah, aku buru buru masuk ke dalam, ternyata Rio sedang menungguku di ruang tamu. aku menghampirinya.


"Jessica, kau dari mana saja, kenapa hpmu gak bisa di hubungi," tanya Rio terlihat kawatir.


"Maaf Rio, tadi aku ke suatu tempat sebentar setelah dari rumah papa, soalnya ada perlu," jawabku menjelaskan.


"Kemana?" tanya Rio ingin tau.


"Aku tadi menemui Taejun, dia suamiku aku pernah cerita padamu sebelumnya, dia datang dari korea untuk mengunjungiku," jawabku bicara jujur.


"Apa?" seru Rio terlihat tidak suka, kenapa Rio terlihat tidak suka? apa dia takut akan menjadi gunjingan lagi jika seseorang sampai melihat aku bertemu dengan pria lain setelah menikah dengannya?.


"Tenanglah Rio, aku akan sangat berhati hati saat bertemu dengan suamiku, aku tidak akan membuat namamu tercemar karna aku," jelasku menenangkan Rio. Rio tampak terlihat kesal mendengar penjelasanku.


"Jadi kau berencana akan menemui suamimu lagi?" tanya Rio menatapku tajam, aku tidak mengerti apa maksud Rio menanyakan hal itu.


"Tentu saja, Taejun sudah jauh jauh mengunjungiku dari korea, jadi tidak mungkin aku mengabaikannya," jawabku bingung.


"Jika lain kali kamu ingin bertemu suamimu, pastikan kau izin dulu padaku," kata Rio tampak marah, kenapa dia marah.


"Kenapa?" tanyaku, heran. Rio diam menatapku kesal. aku juga menatapnya, menunggu jawaban.


"Tentu saja karna kamu istriku sekarang, semua orang yang ku kenal pasti akan memperhatikanmu, aku tidak mau sampai ada masalah, aku tidak peduli siapa suami pertamamu, yang jelas di mata masyarakat kau adalah istriku, jadi kau harus menjaga nama baikku." jawab Rio panjang lebar.


"Baiklah, lain aku akan minta izin darimu, tenang saja," sahutku kaku. Rio terlihat lebih tenang.


"Bagus, apa kau sudah makan malam?" tanya Rio.


"Aku sudah makan malam tadi bersama Taejun," jawabku, Rio kembali tampak kesal. "Kenapa? kau belum makan malam? apa kau menungguku pulang untuk makan malam bersama?" dugaku bertanya tanya.

__ADS_1


"Ya kau benar," jawab Rio kesal.


"Tapi aku sudah makan, seharusnya kau tidak perlu menungguku," keluhku merasa tidak enak.


"Kalau kau sudah makan kau tidak perlu makan, kau temani saja aku makan, aku tidak suka makan sendirian," sahut Rio dingin, aku memutar bola mataku, ada apa dengannya? kenapa sikapnya jadi aneh begini sekarang.


"Baiklah," kataku kesal, karna tak ingin berdebat dengannya. Akupun ikut duduk di meja makan menemani Rio makan malam, setelah menemani Rio makan aku langsung masuk ke kamar merasa kesal, aku memeriksa alat pengintaiku, tapi aku tidak mendapatkan apapun. aku harus cepat cepat mencari cara memasukkan ahli pembuka berangkas profesiol ke rumah si brengsek itu, aduh... tapi bagaimana caranya aku memasukkan orang ke sana tanpa ada seorangpun yang tau, besok aku akan ke rumah si brengsek itu dan mengajak Rio ikut bersamaku, lalu aku akan memeriksa semua jalur keluar masuk dari rumah itu. Aku menelfon ke rumah si brengsek itu lalu meminta pelayan untuk memberitahu si brengsek itu, bahwa besok aku akan berkunjung bersama suamiku ke rumahnya, setelah menelfon aku membersihkan diri lalu pergi tidur.


Keesokan harinya setelah sarapan aku memberitahu Rio bahwa aku ingin berkunjung ke rumah papa bersamanya, Rio setuju tampak senang, kamipun pergi mengunjungi rumah si brengsek itu.


Sesampainya di rumah si brengsek, si brengsek menyambut kami secara berlebihan, aku memutar bola mata, mereka berdua membicarakan tentang bisnis, membosankan.


"Aku ke belakang dulu," kataku pada mereka berdua, mereka mengangguk, lalu sesuai dengan rencanaku, aku berkeliling rumah ini, memeriksa semua pintu keluar masuk rumah ini.


Setelah mengobrol, ku lihat mereka berdua beralih bermain catur. siangnya kami makan siang bersama, setelah itu aku dan Rio pulang setelah berpamitan.


"Ayahmu sangat baik padaku, aku menyukainya," kata Rio saat dalam perjalanan pulang,


*******


"Rio turunkan aku di sini," pintaku pada Rio, saat sudah mau sampai ke rumah. Rio menghentikan mobilnya.


"Kenapa? memangnya kamu mau kemana?," tanya Rio ingin tau.


"Aku ada janji dengan Taejun," jawabku, Rio tampak kesal, aku membuka pintu mobil hendak keluar,


"Jangan pergi," kata Rio tiba tiba, aku menoleh padanya, menatapnya bingung.


"Kenapa?" tanyaku heran, Rio tampak bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


"Maksudku jangan pergi ke tempat yang mungkin ada orang yang aku kenal," jawab Rio salah tingkah. ada apa dengannya?.


"Baiklah, jangan kawatir aku tidak akan menyusahkanmu," kataku lalu berbalik hendak keluar dari mobil, tapi Rio menahanku, memegangi lenganku.


"Ada apa,?" tanyaku menatapnya heran.


"Apa kau akan pulang sebelum makan malam?" tanya Rio menatapku berharap.


"Mungkin tidak, jadi jangan menungguku untuk makan malam," jawabku, Rio tampak kecewa.


"Boleh aku pergi?" tanyaku. Rio mengangguk tapi tak melepas cengkraman tangannya dari lenganku.


"Kalo begitu lepaskan lenganku... " kataku menatap tangannya yang mencengkram lenganku.


"Oh maaf," kata Rio buru buru melepas lenganku, aku langsung keluar dari mobil, lalu menyetop taxi dan pergi meninggalkan Rio dan mobilnya, ada apa dengan Rio kenapa sikapnya aneh banget?. Aku menggelengkan kepalaku berusaha untuk tidak memikirkannya.


Sesampainya di rumah Taejun, aku tersenyum karna ternyata Taejun sudah menungguku di depan rumahnya, lalu tersenyum setelah melihatku turun dari taxi, aku langsung menghambur padanya dan memeluknya merasa sangat senang, Taejun memelukku dengan erat.


Sesuai janjiku kemarin aku mengajak Taejun berkeliling jakarta mengajaknya jalan jalan kesana kemari sambil memakai topi dan masker wajah, kami sangat bahagia begitu menikmati momen indah ini.


Setelah hari mulai gelap, Taejun membeli beberapa makanan untuk di bawa pulang, agar bisa makan malam di rumahnya bersamaku. kami sangat menikmati makan malamnya saling menyuapi dan bercanda, menghabiskan semua menu makan malamnya. Setelah selesai makan aku membantu Taejun membersihkan meja makan dan mencuci piring bersama, aku memuncratkan air pada Taejun sehabis cuci piring menjailinya sambil tertawa, alhasil kemeja Taejun jadi basah karna ulahku.


"Awas kau ya," ancam Taejun tersenyum padaku, aku tertawa lalu buru buru kabur menjauhinya, Taejun mengejarku, aku mengelilingi meja sambil tertawa agar Taejun tak berhasil menangkapku, Taejun terus mengejarku ikut mengelilingi meja berusaha menangkapku, setelah beberapa putaran meja aku menjerit tertawa karna akhirnya Taejun berhasil menangkapku, memelukku dengan erat dari belakang sambil menciumi bahu dan juga pipiku. aku melepas pelukan Taejun lalu berbalik menatapnya, kami saling menatap mengungkapkan perasaan masing masing lewat mata tanpa kata kata, lalu dengan perlahan Taejun mendekatkan wajahnya dan melum4t bibirku lembut, kami saling melum4t bibir dengan penuh semangat, penuh gairah, kami berjalan terhuyung huyung sambil berciuman menuju kamar Taejun, sembari saling melepas pakaian masing masing, Taejun membaringkanku di atas kasur, lalu menindih tubuhku pelan kembali melum4t bibirku dengan ganas, kami bercinta dengan penuh gairah selama 2 jam tanpa berhenti, hingga membuatku amat kelelahan, wah.. kemampuan dan gaya Taejun dalam melakukan sex semakin meningkat saja, bagaimana dia bisa tau semua itu? apa dia mempelajarinya dari internet?.


Setelah berbaring sebentar untuk istirahat dan menormalkan kembali deru nafas kami yang memburu, aku bangun lalu turun dari kasur kembali mengenakan bajuku yang berserakan di lantai.


"Apa kau sudah mau pulang?" tanya Taejun juga kembali mengenakan bajunya yang berserakan di lantai.


"Ya, karna ini sudah larut sekali, aku tidak mau membuat masalah untuk Rio," sahutku, keluar dari kamar, lalu mengambil tasku yang yang tergeletak di sofa.

__ADS_1


"Aku akan mengantarmu pulang," kata Taejun mengikutiku keluar rumah.


__ADS_2