
"Jadi kamu beneran masih perawan ya?" tanya Taejun tersenyum,
"Apa maksudmu bertanya seperti itu? jadi kamu mengira aku sudah tidak perawan!" kataku menatapnya galak,
"Hey bukan itu ya maksudku," kata Taejun terkekeh,
"Dasar menyebalkan!" kataku betek, "Turunkan aku, aku akan jalan sendiri," pintaku merasa kesal,
"Jangan ngambek gitu dong, diamlah jangan bergerak, aku akan membawamu ke kamar mandi," kata Taejun tersenyum, aku memutar bola mata, Taejun membawaku ke kamar mandi lalu meletakkanku dengan sangat hati hati ke bak mandi, air hangatnya membuatku rilex, Taejun membantuku mandi, setelah mandi Taejun mengambilkan handuk untukku, lalu hendak menggendongku lagi tapi aku menolak, karna aku ingin berusaha berjalan sendiri, karna kalo tidak bisa-bisa aku gak bakalan bisa ke kampus hari ini, dengan hati hati aku berjalan pelan, memang masih agak perih dan sakit tapi udah mendingan aku masih bisa jalan sendiri, walau nantinya jalanku tidak akan secepat biasanya, kira-kira akan bertahan berapa lama rasa sakitnya? seharikah? atau dua hari? menyebalkan! aku memakai mini dress berwarna biru tua lalu memadu padankan dengan jaket kulit hitam, karna gak mungkin hari ini aku pakai celana jins, bisa-bisa tambah sakit, lalu aku memakai syal tipis untuk menutupi bekas cuppang yang ada di leherku,
"Jessa, kenapa pakai baju itu.. aku gak suka melihatmu tampil terlalu cantik di depan orang-orang.. pakai yang biasa saja," keluh Taejun cerewet,
"Memangnya siapa yang membuatku tidak bisa memakai celana jins?" kataku galak, Taejun mengerti, terlihat tidak enak,
"Oh, jadi jika memakai celana jins akan membuatmu tambah sakit ya," tanya Taejun,
"Tentu saja.. memangnya masih perlu di tanya," jawabku kesal,
"Baiklah, kalo begitu pakailah apa saja yang membuatmu merasa nyaman," kata Taejun tersenyum, "Tapi kenapa hari ini kamu selalu marah marah padaku," tanya Taejun heran,
"Karna di salah satu area intimku sangat sakit sekarang.. makannya aku cepat tempramen.. apa kamu masih mau bertanya siapa yang sudah membuat area intimku sakit?" kataku kesal,
"Hmm tidak," kata Taejun nyengir, dan dia malah nyengir, rasanya ingin sekali ku jitak kepala mesumnya itu, setelah Taejun selesai mandi dan siap-siap, kami berdua keluar untuk sarapan, setelah sarapan aku Taejun dan kak Taerang berangkat kuliah,
"Jessa ada apa dengan cara berjalanmu itu?" tanya kak Taerang menatapku heran, wajahku langsung merah padam, apa sejelas itu perbeda'an jalanku? sampai-sampai kak Taerang menyadarinya? kak Taerang menyipitkan mata tampak mengerti,
"Kau lembur ya semalam, sekarangkan cuacanya gak dingin..kenapa pakai syal," kata kak Taerang mengejekku habis habisan, aku tersenyum kaku, kak Taerang benar-benar keterlaluan.. bisa-bisanya mengejekku seperti itu, untungnya kampus kami beda arah, jadi aku tak perlu mendengar ejekan kak Taerang sepanjang perjalanan ke kampus,
__ADS_1
**********
"Apa kamu mau aku gendong?" tanya Taejun merasa bersalah, saat kami turun dari bus,
"Kau bercanda? tidak perlu," kataku ketus, Taejun cemberut mendengar perkata'anku yang ketus,
"Nuna," panggil Baek Hyun dari kejauhan melambai padaku sesampainya di kampus, aku tersenyum juga melambai padanya, dia lari menghampiriku,
"Wah.. nuna kau cantik sekali hari ini," kata Baek Hyun berdecak kagum,
"Memangnya kemaren-kemaren aku gak cantik," kataku bercanda,
"Nuna selalu cantik.. tapi hari ini terlihat tambah cantik," pujinya tersenyum,
"Terima kasih," kataku mencubit pipinya gemas, Taejun terlihat betek,
"Jangan ikut campur.. dasar anak kecil," kata Taejun lalu melewati Baek Hyun masuk ke gedung kampus sembari mengacak rambut Baek Hyun, Baek Hyun mengeluh karna Taejun merusak tatanan rambutnya, kami berdua mengikuti Taejun masuk ke dalam kelas, kami mengobrol santai sambil menunggu dosen datang, lalu Ga In datang dan menghampiri kami,
"Guys pelaku yang jatuhin vas bunga sudah ketemu," kata Ga In memberitahu,
"Siapa?" tanyaku dan Taejun berbarengan, belum Ga In menjawab dosen sudah ke buru datang,
"Nanti aku kasih tau saat jam istirahat," kata Ga In pada kami, buru-buru duduk,
**********
Saat jam makan siang kami berempat (aku, Taejun, Ga In, Baek Hyun) pergi ke belakang salah satu gedung kampus untuk membicarakan masalah pelaku vas bunga yang sengaja di jatuhkan itu,
__ADS_1
"Apakah pelakunya salah satu di antara tiga orang yang kita curigai?" tanya Taejun ingin tau,
"Ya, kau benar," kata Ga In membenarkan,
"Siapa?" tanya Taejun penasaran, begitu pula dengan aku dan Baek Hyun,
"Park Ji Woon, senior yang pernah berkelahi denganmu," jawab Ga In pada Taejun,
"Apa? jadi dia pelakunya? apa dia melakukan itu hanya karna aku lebih membela Taejun dari pada dia waktu itu?" tanyaku tak percaya merasa kesal,
"Sudah ku kira, dia memang brengsek," dengus Taejun,
"Tapi kak, bagaimana kamu tau senior Park Ji Woon yang melakukannya? kamu yakin," tanya Baek Hyun ingin memastikan, sebenarnya Taejun dan Ga In merasa enggan mengikut sertakan Baek Hyun dalam membahas masalah ini, tapi aku merasa tak masalah yang penting kita hati hati jangan sampai membahas masalah kelebihanku di depan baek Hyun,
"Tentu saja aku yakin, dan aku punya bukti rekamannya, kalian tau.. sejak aku mencurigai mereka bertiga, diam diam aku menempelkan alat perekam di tas mereka bertiga yang langsung terhubung dengan hpku, untuk mencari tahu siapa pelaku sebenarnya di antara mereka bertiga, " jawab Ga In memberitahu, Ga In benar-benar berusaha sangat keras untuk membantuku, dia sungguh baik, kurasa karna dia anak orang kaya, gampang saja buat dia membeli alat semacam itu,
"Terima kasih Ga In sudah banyak membantuku," kataku tersenyum,
"Ini tidak ada apa-apanya bila di bandingkan dengan apa yang sudah kamu lakukan untukku dulu," kata Ga In tersenyum, Taejun terlihat tidak suka melihat kedekatan kita, tapi dia berusaha untuk tidak memperlihatkannya,
"Mana rekamannya aku ingin dengar," pinta Taejun, Ga In merogoh tasnya mengambil hpnya,
"Cara bicaranya tidak terlalu jelas karna sepertinya dia sedang mabuk, tapi masih bisa di mengerti, senior itu sepertinya bicara pada teman-temannya tapi teman-temannya terdengar tak mengerti dengan apa yang di ocehkannya, untungnya teman-temannya menganggap dia hanya bicara omong kosong," jelas Ga In sambil memutar rekamannya, dan ternyata benar, senior itu benar-benar mengatakannya dalam rekaman itu, sungguh tak menyangka, hanya gara-gara aku lebih membela Taejun dia sampai tega melakukan hal sekeji itu padaku, apa dia punya masalah dengan tempramennya? membuatku ngeri saja,
"Kita harus melabraknya agar dia tidak mengulanginya lagi," kata Taejun terlihat marah,
"Aku setuju," kata Ga In, aku dan Baek Hyun mengangguk juga setuju,
__ADS_1
"Sehabis pulang kuliah kita harus mengajaknya bicara dengan kita," kata Taejun, terlihat tidak sabar,