Tak Terduga

Tak Terduga
Berharap


__ADS_3

"Kamu harus pandai bersembunyi, atau Rio akan menemukanmu, sekarang pergilah," kata mama Rio lirih melepas pelukannya, aku mengangguk, lalu buru-buru keluar dari gerbang rumah, sembari memanggil kendaraan yang masih beroprasi di sebuah aplikasi,


Setelah mobilnya datang aku cepat-cepat masuk ke jok belakang, supirnya sudah tau tujuanku yaitu Kost Amazing Grace Kelapa Gading Jakarta Utara, sesampainya di tempat kost aku memesan tiket kereta cepat jakarta-bandung untuk keberangkatan besok pagi di internet.


Keesokan harinya aku buru-buru berangkat ke stasiun kereta cepat, kereta berangkat sesuai jadwal. Di bandung aku membeli sebuah apartemen kecil untuk ku tinggali selama berada di bandung, dan beberapa hari ini aku melamar pekerjaan di beberapa perusaha'an, akhirnya aku di trima di sebuah perusahaan korea yang bercabang di indonesia.


Dan sudah beberapa minggu aku bekerja di perusahaan itu, dan mama Rio secara rutin mengirimiku foto perkembangan Ricky padaku, membuatku bernafas lega, walaupun aku tak bisa berada di samping Ricky.. tapi setidaknya aku masih bisa melihat perkembangannya lewat foto atau video yang mama Rio kirimkan secara diam-diam. Berkat itu aku bisa bekerja dengan semangat di tempat kerjaku. mama Rio tak pernah membahas Rio padaku, karna dia tau aku takkan menyukainya, aku berharap Rio takkan pernah menemukanku, aku berharap kita takkan pernah bertemu lagi meskipun aku mati dan hidup kembali.


"Apa yang kau lamunkan? prinan-mu sudah selesai tuh," kata teman kerjaku tiba-tiba, membuatku kaget.


"Oh," seruku, mengambil kertas yang sudah ku prin.


"Boleh aku minta nomer teleponmu?" tanya teman kerjaku yang aku lupa namanya.


"Maaf, sebenarnya aku sudah punya suami," jawabku beralasan, dan itu adalah alasan yang selalu aku katakan pada cowok-cowok yang berusaha mendekatiku, dan setelah aku mengatakan itu, cowok-cowok tak lagi berani mendekatiku, hatiku banyak terluka dan aku masih trauma, hatiku sudah ada pemiliknya, dan orang lain tak akan ada yang bisa masuk ke dalamnya.


Beberapa bulan bekerja di perusahan'an itu, atasanku mengatakan akan memindahkanku ke perusahaan cabang yang berada di Korea, karna kerjaku bagus dan bahasa Koreaku juga bagus, jadi katanya aku akan lebih berguna jika di tempatkan di perusahaan cabang yang berada di Korea, aku mengiyakan permintaan bosku untuk di pindahkan ke perusahaan cabang yang berada di Korea, karna dalam hati, aku berharap bisa melihat Taejun walau hanya dari kejauhan, dan aku juga punya alasan bagus saat nanti ada orang yang ku kenal bertanya mengapa berada di korea.


Aku akan berangkat ke korea besok, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak karna gugup, apakah aku mengambil keputusan yang benar? entahlah.

__ADS_1


Keesokan harinya aku berangkat ke korea bersama orang yang mengantarkanku, orang yang di utus oleh perusahaan, orang itu sangat baik, dia bahkan membantuku mencari kontrakan yang bagus di dekat perusahaan cabang tempatku bekerja, berkat dia aku mendapat kontrakan yang bagus harga terjangkau dan juga dekat dengan perusahaan.


Setelah menyelesaikan tugasnya, dia pamit pergi, aku mengeluarkan barang-barangku dari koper, rumah kontrakannya bagus ada dapur kecil dan juga kamar mandi yang bersih, ruang tamu kecil, dan satu kamar lengkap dengan kasur, lemari dan juga kursi dan meja kecil, di dapur, ku lihat juga lengkap, ada kulkas, alat penanak nasi, makrowef, rak-rak.. semuanya lengkap. Malamnya aku pergi keluar untuk belanja camilan di mini market terdekat, aku akan belanja bahan makanan besok saja setelah pulang kerja, aku berjalan dengan perasaan senang karna mini marketnya sangat dekat dengan kontrakanku, sesampainya di mini market aku beli beberapa camilan, roti, selai, mentega, dan bibimbab juga, susu karton, minuman kaleng, dan juga beberapa air mineral, aku membeli jus botol juga, aku melihat makanan siap saji yang sudah tinggal satu, aku beli gak ya?


"Apakah kamu akan membelinya?" tanya seorang cowok tiba-tiba menunjuk ke arah makanan siap saji yang sedang ku pegang, membuatku kaget saja.


"Tidak, beli saja jika kau mau," kataku meletakkan kembali makanan siap saji itu ke rak, lalu aku pergi ke tempat kasir membawa keranjang belanjaanku, cowok yang tadi berdiri di sampingku, aku mengabaikannya, menunggu penjaga kasir menotal belanjaanku, setelah membayar belanjaanku, aku langsung keluar dari mini market itu.


"Apa kau tinggal di daerah sini?" tanya cowok yang tadi, menyusulku berjalan di sampingku, aku benci bicara dengan orang asing karna pengalaman burukku di masa lalu. Aku mengabaikan pertanyaannya berjalan lebih cepat. Cowok itu mendengus di belakangku, aku tak perduli meskipun dia menganggapku cewek sombong. Aku langsung berbelok masuk ke area rumah kontrakanku, dan yang membuatku bingung cowok itu juga masuk ke area rumah kontrakanku juga, apa dia juga tinggal di salah satu rumah kontrakan yang ada di sini? aku mengikutinya masuk ke dalam lift, memunggunginya.


"Ternyata kamu mengontrak tempat tinggal di sini juga? senang bisa bertetangga denganmu," kata cowok itu dengan senyum mengejek, lalu berjalan keluar dari lift mendahuluiku, wah... benar-benar kekanak-kanakan, menyebalkan! dan yang lebih menyebalkannya lagi, pintu rumahnya dekat dengan pintu rumahku, cowok itu melirikku lalu mengedip jail padaku saat hendak membuka pintu rumahnya, aku memutar bola mataku, mengabaikannya, terus berjalan melewatinya, lalu aku membuka pintu rumahku yang berada tepat di samping pintu rumah cowok itu, aku langsung masuk ke dalam rumah. Aku memasukkan semua belanjaanku ke dalam kulkas, aku makan 2 bimbab lalu minum air mineral, sebelum akhirnya beranjak tidur.


"Permisi.. selamat pagi," sapaku pada rekan kerja baruku, 2 pria yang sedang duduk di meja kerjanya sontak langsung menoleh padaku, aku kaget karna salah satu pria itu adalah cowok menyebalkan tadi malam yang bertetangga denganku. Cowok menyebalkan itu tersenyum mengejek, huh! kenapa aku harus bertemu dengannya lagi sih, bertetangga dengannya saja sudah membuatku kesal, dan sekarang dia rekan kerjaku juga? perfect.


"Pagi... " kata pria yang satunya, langsung berdiri menghampiriku, "Kamu pasti karyawan pindahan dari indonesia, senang bisa jadi rekan kerja, namaku Lee Ji Hyun, ketua tim di bagian marketing," kata Pak Lee Ji Hyun memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya, Pak Ji Hyun masih muda mungkin umurnya tak jauh beda dariku yang berumur 20 tahun, mungkin Pak Ji Hyun umurnya 25? atau 27 mungkin.. orangnya maskulin, tinggi tegap dan juga berkarisma, dia pasti jadi cowok idaman di perusahaan ini.


Aku tersenyum, "Namaku Jessica," kataku menerima uluran tangannya.


"Hi, namaku Oh Se-hun, kita bertemu lagi, ku rasa kita jodoh," sambung cowok menyebalkan yang bernama Oh Se-hun itu, tersenyum mengejek, aku mendengus sebel, jodoh apanya?

__ADS_1


"Kalian udah saling ketemu?" tanya pak Ji hyun ingin tau.


"Tida..." kataku hendak menjawab.


"Kita tetangga," jawab Se-hun mendahuluiku, melirikku tersenyum jail, kenapa pakek di beritahu segala sih! kalo kita tetangga'an? nyebelin banget sih dia! padahal aku ingin pura-pura tak mengenalnya.


"Wah.. jadi kalian bertetangga, bagaimana kalo sehabis kerja kita berdua main ke rumahmu?" tanya pak Ji Hyun tersenyum.


"Apa,?" kataku menganga, kita baru saja kenal, dan mereka mau bertamu ke rumahku?


Jessica



Oh Se-hun



Lee Ji Hyun

__ADS_1



__ADS_2