
Setelah agak lama berkendara, Bogum berhenti, ternyata kita akan double date di taman hiburan, wah... ini pasti akan sangat menyenangkan,
Kami berempatkan pun masuk ke dalam taman hiburan, aku mulai mengoceh pada Bogum bertanya ini itu saking bahagianya, Bogum sama bahagianya denganku, Hyuna juga terlihat senang tapi tidak se exaited aku, dan Taejun dia... expresinya terlihat biasa saja, Bogum membelikanku bandana berbentuk hewan, lalu memakai kannya padaku, lalu dia sendiri juga memakainya, aku menertawainya.
"Kau sangat manis, bandana itu sangat cocok dengan bajumu, wah... bagaimana bisa kau sangat cantik begini..," pujinya lalu dia mencubiti ke dua pipiku, Hyuna juga minta di belikan bandana itu pada Taejun, kami berempat bersenang senang dengan mencoba berbagai wahana, seperti naik roller couster, rumah hantu, nonton film 3 dimensi, naik kora kora dan banyak lainnya, kita juga makan makan dan tertawa bersama, membuat kami berempat jadi lebih dekat, aku tak menyangka akan sedekat ini dengan Hyuna, aku dan Hyuna ke kamar mandi bareng, setelah selesai kami keluar dari kamar mandi, aku berjalan di belakang Hyuna saat tiba tiba saja seseorang menarik lenganku dan membekap mulutku, ternyata orang itu Jihun, mataku membelalak kaget, Jihun membuka bekapan tangannya dari mulutku setelah melihat Hyuna sudah pergi jauh, aku mendorongnya hendak lari, tapi Jihun langsung mencengkram lenganku, mendorongku ke tembok, aku berusaha berontak tapi ke 2 tangan Jihun malah mencengkram erat ke 2 lenganku, mengankat lenganku ke atas di ke 2 sisi kepalaku, menekannya ke tembok,
"Jihun lepaskan," teriakku,
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu.. apa harus menungguku melakukan hal sejauh itu.. baru aku bisa bertemu denganmu," kata Jihun tersenyum mengerikan,
"Apa maksudmu? apa jangan jangan memang kamu yang meletakkan kamera itu di kamar ku? dan menyebarkan videoku? " tanyaku tak percaya,
"Kau sangat pintar," kata Jihun meng iyakan, "Tapi percuma saja kau melaporkan aku kepolisi, polisi itu tak akan menemukan bukti apa apa yang akan mengarah padaku," katanya, aku menatapnya ngeri,
"Kau brengsek," makiku,
"Kau tau, kau sangat sexi, aku bahkan tak bisa tidur karna menghayal tentang dirimu setelah melihat mu hanya mengenakan bikini berwarna hitam itu, sayang sekali aku tak bisa memasang kamera satunya di kamar mandi," kata Jihun, melihatku dari atas ke bawah, aku menatapnya jijik,
__ADS_1
"Tolong...!" teriakku, Jihun langsung membungkam teriakanku dengan menciumku, aku mencoba melepas ciuman itu dengan memalingkan wajah, tapi Jihun malah menciumi leherku,
"jangan..," jeritku, aku berpikir akan melepaskan diri dengan kekuatanku, masak bodoh dengan tentang merahasiakan kekuatanku, Jihun tiba tiba berhenti saat mendengar seseorang mendekat ke tempat kami berada, dia melirik ke arah suara itu, lalu melirikku, akhirnya dia melepaskan cengkraman tangannya dan langsung pergi, aku bernafas lega, bersyukur karna tak perlu menggunakan kekuatanku, suara itu mendekat ternyata beberapa orang yang tak ku kenal, mereka berjalan melewati ku, ke arah Jihun pergi, aku buru buru pergi dari sana, aku melihat hyuna yang sedang celingak celinguk, dia pasti sedang mencariku karna aku tiba tiba menghilang, aku menghirup nafas dalam dalam mengusap air mataku, berusaha menenangkan perasaanku yang kacau balau, lalu menghampirinya.
"Jessica, kamu kemana aja sih, kenapa tiba tiba menghilang?" tanya Hyuna kesal,
"Maaf kan aku hyuna, kurasa tadi aku tersesat, ayo kita balik ke Bogum dan Taejun," ajak ku, Hyuna memutar bola matanya, lalu mulai berjalan aku mengikutinya, sambil berpikir bagaimana caraku menceritakan pada orang orang yang ku sayangi tentang hal menjijikkan yang sudah terjadi padaku,
Aku melanjutkan double datenya tak se exaited sebelumnya, selain ke taman hiburan, kami juga ke tempat tempat lainnya, setelah hari mulai sore, kami pulang karna Bogum harus bekerja, aku ingin menceritakan semuanya pada Bogum saat kami berkendara untuk pulang, tapi takut mengganggu konsentrasinya karna dia sedang berkendara, aku meminta Bogum untuk main ke rumah tante besok, Bogum meng iyakan, setelah mengantarku ke rumah tante, Bogum langsung pergi ke kafe, aku duduk di ruang tamu, menunggu Taejun datang dari mengantar Hyuna, setelah menunggu cukup lama akhirnya Taejun datang,
"Taejun," panggilku, Taejun berjalan menghampiriku ke ruang tamu,
"Bukan karna Hyuna, tapi karna Jihun.. Taejun aku takut," kataku, menatap Taejun dengan mata berkaca kaca,
"Kamu bertemu Jihun?" tanya Taejun kaget, aku mengangguk, lalu menunduk tak mampu menatap mata Taejun, Taejun jongkok di depan ku menggenggam ke 2 tanganku, menatap wajahku yang menunduk,
"Dia menyakitimu?" tanya Taejun marah saat melihat memar di ke 2 pergelangan tanganku, air mataku mengalir tanpa bisa ku cegah, menangis sesenggukan, Taejun duduk di sebelahku, memelukku menepuk nepuk punggungku mencoba menenangkanku,
__ADS_1
"Taejun, ternyata memang Jihun yang memasang kamera itu, dan meng uploadnya di chat sekolah, dia mengakuinya," kataku memberitahu, "Dia juga mencium paksa aku," akuiku terbata bata menangis sesenggukan, aku bisa merasakan deru nafas Taejun yang memburu karna marah,
"Maaf kan aku Jessica, padahal sudah ada aku dan Bogum di sana, tapi kami tak mampu melindungimu," kata Taejun terdengar menyesal, aku menggeleng tak mampu berkata kata lagi.
"Kau istirahatlah dulu ke kamarmu, kau terlihat lelah dan pucat," saran Taejun, aku mengangguk, Taejun menuntunku ke kamar, membaringkanku ke kasur lalu menyelimutiku dengan selimut, setelah Taejun keluar dari kamar aku memejamkan mata mencoba untuk tidur, mencoba melupakan kejadian tadi siang,
Ketokan di pintu membangunkan ku, aku melihat jam ternyata sudah jam 21:24, aku berusaha bangun tapi rasanya badanku lemas sekali,
"Sayang ini tante," kata tante,
"Masuklah tante," sahutku dengan suara serak, pintu terbuka, tante langsung menghampiriku, saat melihatku tergolek lemas di atas kasur, tante menyentuh dahiku,
"Sayang kau demam tinggi, ayo kita ke rumah sakit," kata tante panik, aku menggengam lengan tante,
"Aku ingin di rumah saja, aku tidak apa apa tante, aku hanya banyak pikiran," kataku lemas,
"Kau masih sangat muda, tapi kau sudah harus menjalini hidup dengan banyak hal buruk," kata tante menatapku sedih, "Aku melaporkan Jihun lagi ke polisi, karna sudah menyerangmu, dia sudah tidak bisa mengelak lagi kali ini, karna ke beradaan nya terekam kamera saat menarik mu di depan kamar mandi, dia sudah mendapat peringatan dari polisi untuk tidak mendekatimu, kali ini dia benar benar akan di hukum," kata tante memberitahuku, berita itu membuatku sedikit lebih lega,
__ADS_1
"Tante aku sudah menyuruh Bogum kesini besok, karna aku ingin mengatakan apa yang terjadi padaku hari ini, bisakah tante saja yang menceritakan nya pada Bogum, aku tak sanggup menceritakan sendiri padanya," pintaku,
"Baiklah sayang, kau tidurlah jangan terlalu banyak pikiran, tapi sebelum itu kau harus di periksa dulu, aku akan menelfon dokter untuk datang kesini," kata tante, aku mengangguk lemah,