
"Lihatlah, mereka bergandengan tangan, apa mungkin mereka sedang pacaran," kata seseorang menduga-duga,
"Ya, kami memang sudah pacaran, jadi buat cowok-cowok jangan ganggu pacarku," kata Bogum membuatku malu setengah mati,
"Hu....." seru para cowok merasa kecewa, apa Bogum harus mengatakan-nya di depan anak-anak? ah... terserahlah! setidaknya sekarang cowok-cowok di sekolah ini tidak akan mengganggu-ku lagi, guru masuk ke dalam kelas semua anak-anak berhenti mengobrol,
*******
Tak hanya di sekolah bahkan Bogum mengatakannya (mengumumkannya) juga di tempat kerja, dia bilang pada tante dan juga pada semua pegawai di kafe, dia benar-benar berlebihan... dan aku juga tak bisa mencegahnya mengatakan semua, aku tak mungkin memintanya merahasia kan hubungan kami karna itu pasti tidak adil untuk Bogum, tapi alhasil, sekarang Jimin malah marah padaku,
*********
"Jessica, ayo kita kencan setelah pulang kerja," ajak Bogum bersemangat,
"Bogum.. aku harus belajar.. " keluhku,
"Sebentar saja, kau kan bisa belajar sehabis kencan, please.... " rengeknya, seharusnya kan wanita yang suka merengek tapi kenapa malah kebalikannya, dia menatapku dengan wajah imutnya, dia sudah dewasa tapi kelakuannya seperti anak kecil,
"Baiklah," kataku setuju, tak mampu menolaknya, dia tersenyum lebar memamerkan lesung pipinya, lalu dia pergi setelah mencium pipiku,
"Hei," protesku, menggeleng-gelengkan kepala tersenyum sendiri, tapi anehnya aku tidak marah padanya walau dia menciumku, mungkin karna sekarang dia pacarku atau mungkin.. memang aku juga menyukainya, entahlah.. aku tidak mengerti,
********
"Pakailah baju yang bagus, karna aku akan mengajakmu makan di lestoran yang mahal," kata Bogum memberi tahu sehabis pulang kerja,
"Kenapa makan di lestoran mahal.. itu hanya buang-buang uang, " protesku,
"Soalnya inikan kencan pertama kita setelah berpacaran.. anggap saja ini perayaan ok," katanya tersenyum,
__ADS_1
"Baiklah terserah kamu, lagi pula itu kan uang-mu," kataku mengiyakan agar tidak perlu berdebat, lalu masuk ke dalam kamar untuk ganti baju, aku memakai dres berwarna merah tua, salah satu baju yang ku bawa dari Indonesia, dres-nya tanpa lengan, mengembang di bagian pinggang, panjangnya di atas lutut, lalu aku memakai mantel buluku yang berwarna hitam yang panjangnya di bawah lutut, aku menggerai rambutku, merapikannya, lalu aku memakai make-up, lirikan sekilas ke kaca, baiklah aku sudah siap bepergian, aku menghampiri Bogum yang sudah menungguku di luar, Bogum menoleh saat mendengar kedatanganku,
"Wow, kau sangat cantik Jessica," kata Bogum terpesona,
"Memangnya aku pernah jellek?" candaku,
"Tidak," kata Bogum, lalu kami sama-sama tertawa,
*********
Kami sedang di trotoar menunggu taxi lewat, apa bajuku yang ku pakai terlihat berlebihan? rasanya aneh berada di pinggir jalan dengan baju seperti ini,
"Maaf Jessica, seharusnya aku menyewakan mobil untukmu," kata Bogum terlihat menyesal, menyadari ketidak nyamananku,
"Kamu bicara apasih! aku tidak apa apa kok," kataku, menyemangatinya, Bogum melambaikan tangan pada taxi yang lewat di depan kami, tapi taxinya tak berhenti ternyata ada penumpang di dalamnya, lalu aku melihat busway berhenti di perhentian bus yang berada tak jauh dari kami,
"Bogum kita naik busway saja," ajakku pada Bogum,
"Aku tidak masalah, ayolah .. aku ingin naik busway.. hem," pintaku mengedip ngedipkan mata, mencoba merayunya, Bogum mengerjap terlihat malu-malu,
"Baiklah.. aku tidak akan bisa menolak jika kamu melakukan hal semacam itu padaku," keluh Bogum, lalu dia menggandeng tangan-ku, membawaku naik ke dalam busway, di dalam busway aku jadi pusat perhatian, entah kenapa mungkin karna pakaianku, aku menghela nafas, sudah ku duga ini akan terjadi,
*******
Sesampainya di lestoran mewah itu, Bogum memesankan-ku steak, setelah makan steak dan pencuci mulutnya, Bogum mengajakku ke taman dekat lestoran itu, kami berjalan di sepanjang trotoar sambil bergandengan tangan, untuk pergi ke taman itu, di tengah perjalanan kami berpapasan dengan Taejun dan dua teman cowoknya, mereka sedang keluar dari toko to serba,
"Bukankah itu Bogum dan pacarnya, wah... lihatlah pacarnya cantik sekali," kata salah satu teman Taejun pada ke duanya, "Kalian sedang kencan ya? " tanyanya pada kami, saat kami berjalan mendekati mereka, Taejun menatap kami terlihat tak suka, aku tidak memperdulikannya, karna setahuku Taejun orangnya memang seperti itu,
"Ya, kami sedang kencan," jawab Bogum membenarkan,
__ADS_1
"Sudahlah, tak usah mengurusi mereka, ayo kita pergi," kata Taejun pada temen-temennya, terlihat sangat marah, kenapa dia sangat marah? memangnya kami ada salah padanya? dasar aneh, aku dan Bogum berjalan di belakang mereka, mau ke mana mereka? apa mereka juga akan ke taman?
"Mau ke mana kalian? " tanya teman Taejun saat kami berjalan di belakang mereka, dia bertanya sambil berjalan tanpa menoleh pada kami,
"Kami mau pergi ke taman, kalo kalian mau ke mana? " jawab Bogum balik bertanya,
"Kami mau ke perhentian busway, di dekat taman," jawab teman Taejun, kami berpisah di pertiga'an jalan, kami ke taman sedangkan mereka keperhentian busway, tamannya luas dan nyaman, tapi tak terlalu banyak orang, hanya pemuda pemudi yang juga sedang pacaran.. ku lihat ada yang berciuman, tiba-tiba saja aku merasa gugup, kenapa Bogum mengajakku kesini? kami duduk di kursi taman lalu Bogum mengeluarkan sesuatu dari sakunya, kotak berwarna merah, Bogum membuka kotaknya lalu menunjukkannya padaku, ternyata sebuah kalung,
"Ini untukmu," kata Bogum, menatapku,
"Bogum.. kau tak perlu repot-repot membelikanku kalung," kataku merasa tak enak,
"Aku tak merasa repot, aku memang ingin memberimu kalung ini," kata Bogum, lalu memakaikan kalungnya padaku. Bogum menggenggam ke dua tanganku,
"Aku beruntung bisa jadi pacarmu, Jessica aku sangat mencintaimu," kata Bogum terlihat bersungguh-sungguh, kami saling menatap, tatapan mata Bogum begitu dalam hingga membuatku salah tingkah, aku buru-buru memalingkan wajahku, tapi bogum mencegahku berpaling darinya dengan merengkuh wajahku dengan kedua tangannya, tatapan mata kami saling bertemu, aku membeku, dengan amat perlahan Bogum mendekatkan wajahnya ke wajahku, saat bibir Bogum hampir menyentuh bibirku, aku buru-buru memalingkan wajah, Bogum membeku langsung melepaskan ke dua tangannya dari wajahku, apa aku sudah melukai perasa'an Bogum?,
"Bogum.. maafkan aku.. aku tidak bermaksud menyakiti hatimu, hanya saja aku merasa belum siap," jelasku menggenggam ke dua tangannya, menyesali tindakanku,
"Tidak apa-apa Jessica jika memang kamu belum siap, hanya saja aku kepikiran perkata'an jimin, katanya kamu dan jimin sudah pernah berciuman," kata Bogum menunduk, terlihat sedih, aku mengutuk diriku sendiri ke neraka yang paling dalam karna sudah membuat Bogum sedih seperti ini, padahal dia sudah sangat baik padaku, tapi Jimin... dia benar-benar kekanak-kanakan, sebenarnya apa yang sudah dia katakan pada Bogum? untunglah aku dan Jimin tidak akan sering bertemu jadi aku tak perlu sering melihat wajah kecewanya, kita hanya akan ketemu saat pergantian jam kerja, atau kalau tidak aku akan merasa tidak enak padanya,
"Itu tidak seperti yang kau pikirkan... Jimin menciumku tanpa izin dariku," jelasku,
"Apa? jadi maksudmu dia memaksamu? " tanya Bogum marah,
"Bukan seperti itu.. tidak seperti itu juga, ah.. gak taulah! aku gak mau membahasnya," kataku tak suka,
"Baiklah, maaf sudah membuatmu tidak nyaman dengan pertanyaanku, tapi kamu juga tidak mau kucium, itu berarti hatimu belum sepenuhnya menerimaku," kata Bogum mengerucutkan bibir, aku merasa bersalah padanya, "Tapi tidak apa-apa aku akan berusaha lebih keras lagi agar hatimu bisa menerimaku sepenuhnya," lanjut Bogum kembali ceria, apa yang harus ku lakukan pada Bogum? rasanya aku tak tega jika sampai menyakiti hatinya lagi, aku tak sanggup,
********
__ADS_1
Bogum mengantarku pulang sampai kafe, lalu dia pulang setelah melihatku masuk ke dalam, aneh, tapi sepertinya tadi aku melihat Jihun di gang saat perjalanan pulang, tapi saat aku mundur untuk melihatnya lagi dia tidak ada, apa aku salah lihat ya? sudahlah, untuk apa ku pikirkan, aku membersihkan diri, setelah itu belajar sebentar lalu pergi tidur.