
"Taejun.. aku sungguh mencintaimu.. apa yang harus aku lakukan agar membuatmu percaya padaku... " kataku lirih, menatapnya merasa sedih,
"Entahlah," kata Taejun acuh tak acuh,
"Baiklah, ayo kita lakukan sekarang, hubungan suami istri itu, jika dengan melakukan itu membuatmu percaya padaku," kataku akhirnya,
"Sudahlah, tidak perlu jika kamu mau melakukan itu hanya karna terpaksa," singgung Taejun dingin, kata-katanya menyakiti hatiku,
"Taukah kau betapa sulitnya aku mengatakan semua ini? tapi teganya kau mengatakan itu padaku, selama ini aku menghindari melakukan hubungan suami istri denganmu karna aku belum siap, aku begitu gugup karna ini pertama kalinya buatku.. tapi ku lihat sepertinya kau tidak merasa gugup sama sekali.. apa jangan-jangan kau sudah pernah melakukan sexx sebelumnya?" kataku kesal,
"Ini juga pertama kali buatku, teganya kau mencurigaiku seperti itu," kata Taejun terlihat kecewa,
"Memang tidak enak rasanya di curigai untuk hal yang tidak kita lakukan.. aku juga merasakan hal itu, kau selalu mencurigai dan meragukan perasa'anku padamu," sindirku, Taejun menghembuskan nafas sedih, dia menunduk merasa menyesal,
"Maaf," kata Taejun merasa bersalah, "Tapi Jessa kamu tidak perlu gugup.. memang apa yang kau kawatirkan hingga membuatmu merasa gugup untuk melakukannya... " tanya Taejun melirikku, aku mendesah frustasi, kalo bicara dengan Taejun memang harus di jabarkan secara terperinci,
"Karna ku dengar, saat melakukan itu untuk pertama kali akan terasa sakit... " jelasku wajahku merah padam, sungguh tak dapat di percaya aku mengatakan hal itu pada Taejun, Taejun tersenyum menatapku,
__ADS_1
"Rasa sakitnya hanya di awal saja.. setelah itu tidak akan sakit lagi, aku janji padamu," bujuk Taejun,
"Memangnya kamu tau apa, kamu kan cowok, lagi pula kamu juga tidak pernah melakukannya, dasar sok tau," kataku memutar bola mata,
"Aku akan melakukannya pelan pelan, agar tidak membuatmu merasa sakit," bujuknya berusaha meyakinkanku, aku menatap Taejun gugup, Taejun terlihat berharap,
"Baiklah," kataku, rasanya dadaku bergemuruh, jantungku langsung berdetak tak karuan saat kata itu terucap dari mulutku, Taejun tiba-tiba juga merasa gugup tapi dia terlihat bersemangat, aku bingung tidak tau harus mulai dari mana, Taejun menggenggam tanganku lalu menarikku padanya, dengan lembut Taejun mencium bibirku, melumatnya, aku balas mencium bibirnya seirama, sedangkan kedua tangan Taejun membuka kancing bajuku lalu melepasnya, melemparnya ke sembarang arah, Taejun menghentikan ciumannya lalu membuka baju , celana jins dan juga celana dalamnya hingga membuatnya telanjang bulat, aku menelan ludah gugup, aku juga membuka celana jinsku, menyisakan bra dan CDku, aku sedikit kaget karna tiba-tiba Taejun menggendongku membawaku ke kasur lalu membaringkanku di atas kasur, kami saling menatap, nafas kami saling memburu, lalu Taejun naik ke atas kasur merangsek ke atas tubuhku menindih tubuhku pelan, dengan lembut Taejun mengecup bibirku melumatnya pelan, aku membalas ciumannya seirama, aku berbalik menindih Taejun ******* bibirnya, Taejun meraba punggungku lalu melepas kaitan braku, Taejun berbalik kembali menindihku lalu dengan cekatan melepas braku melemparnya ke sembarang arah, bibir Taejun beralih menciumi leherku, aku mendesah pelan, bibir Taejun terus turun ke bawah menciumi bahu.. tulang selangka dan juga payu daraku, aku meremas bahu Taejun tak mampu menahan eranganku, Taejun meremas pelan kedua payudaraku aku mendesah, Taejun menggeser ke bawah tubuhku lalu dengan perlahan membuka CDku melepasnya lalu melemparnya ke sembarang arah, lalu perlahan kembali naik ke atas tubuhku mengangkat pahaku melebarkan kakiku, Taejun mengarahkan kemaluannya ke arah kemaluanku mendorongnya masuk lalu Taejun menghentakkan tubuhnya pelan, aku mengerang menahan rasa sakit dan perih, Taejun terus menghentakkan tubuhnya di atas tubuhku, eranganku seirama dengan hentakan yang Taejun lakukan, hentakan itu semakin cepat dan dalam, perasa'anku campur aduk, rasanya memang nikmat tapi dalam waktu bersama'an juga terasa sakit, aku tak mengerti mengapa dua rasa yang berlawanan arah ini bisa di rasakan dalam waktu bersama'an,
"Taejun," desahku, "Sakit," rengekku, nafasku terengah engah,
"Tahanlah Jessa, sebentar lagi selesai," kata Taejun terus menghentakkan tubuhnya mendesak tubuhku, aku melenguh, menggigiti bibirku hingga sakit, aku mengerang cukup nyaring saat hentakan terkhir, karna terasa sangat sakit, Taejun membungkam eranganku dengan ciuman setelah mengeluarkan kemaluannya dari dalam kemaluanku, Taejun ******* ganas bibirku, tangan dan bibirnya menyapu seluruh tubuhku, lalu dengan lembut Taejun kembali mencium bibirku, aku memeluk tubuhnya erat semakin merapatkan tubuhnya pada tubuhku, setelah cukup lelah Taejun berbaring di sampingku, nafasnya terengah engah, aku merangsek kepelukan Taejun, meletakkan kepalaku di dada bidangnya, Taejun memelukku erat menciumi rambut dan juga dahiku, aku memejamkan mata merasa lelah, Taejun mengelus elus punggungku yang terbuka, lalu menutupi tubuh kami yang telanjang dengan selimut,
Ke'esokan harinya, aku terbangun karna Taejun yang terus menciumi pipi dan juga bahuku,
"Taejun.. hentikan," keluhku merengek, aku membuka mata, dan Taejun sedang menatapku tersenyum, wajahnya terlihat sangat bahagia,
"Pagi," kata Taejun lembut mengelus wajahku,
__ADS_1
"Pagi," balaska tersenyum, aku berusaha duduk, aku meringis saat merasakan sakit dan perih di bagian pangkal paha dan ke maluanku, Taejun terlihat kawatir melihatku kesakitan,
"Apakah sakit?" tanya Taejun kawatir, aku memutar bola mataku,
"Katanya kamu akan melakukannya pelan-pelan agar tidak membuatku merasa sakit, tapi apa yang kau lakukan tadi malam? kau membuat seluruh tubuhku sakit, bahkan saat ku bilang sakit.. kau tetap meneruskannya, dasar egois," keluhku cemberut,
"Maaf Jessa.. maaf ya, memang saat pertama kali melakukannya akan terasa sakit, tapi saat melakukannya untuk kedua kali tidak akan sakit lagi... " kata Taejun mencoba menjelaskan, merasa bersalah,
"Apa? kedua kalinya? kau pikir aku akan mau melakukannya lagi dalam waktu dekat ini, setelah kau membuatku sakit seperti ini.. tidak! aku tidak mau, sebagai hukuman karna sudah membuatku sakit seperti ini kau tidak boleh meniduriku atau menciumku selama satu minggu ini," kataku betek,
"Apa? kenapa hukumannya harus itu.. itu terlalu berat untukku... " keluh Taejun,
"Jadi sekarang kamu mau membantahku, setelah tadi malam aku menurut saja padamu," kataku menyindirnya,
"Bukannya begitu... " kata Taejun, aku memplototinya, "Baiklah, baiklah.. aku terima hukumannya, lagi pula setelah satu minggu aku bisa melakukannya lagi," kata Taejun melirikku nakal, aku menganga menatapnya tak percaya dengan apa yang di katakannya, aku mendengus kesal hendak turun dari kasur lagi-lagi aku meringis karna sakit,
"Tunggu dulu di sini, aku akan hangatkan airnya di bath tap kamar mandi, mungkin dengan mandi air hangat dapat meredakan rasa sakitnya," kata Taejun cepat-cepat masuk ke kamar mandi, beberapa detik kemudian dia keluar, lalu mengangkat tubuhku dari kasur menggendongku, saat selimutnya ikut terangkat, aku dan Taejun tak sengaja melihat bercak merah di seprei putih itu, aku jadi salah tingkah wajahku memerah,
__ADS_1
"Jadi kamu beneran masih perawan ya," kata Taejun tersenyum,