
"Aku tidak mau ke kantor polisi," kataku pada Taejun menatapnya dengan mata berkaca-kaca, Taejun mengangguk,
"Baiklah kau tak perlu ke kantor polisi jika tak mau, aku dan sopirku akan mengurus semua, kau istirahat saja, kau tidak perlu sekolah dulu hari ini, aku akan memintakan izin untuk-mu," kata Taejun menyarankan,
"Tidak, aku tidak mau, lebih baik aku sekolah dari pada sendirian disini," kataku menatap Taejun ketakutan, Taejun menatap ku berpikir sebentar, lalu melirik supirnya,
"Aku yang akan mengurusnya di kantor polisi, setelah mengantar kalian ke sekolah," kata supir Taejun, Taejun mengangguk,
"Baiklah, ayo kita ke sekolah," kata Taejun, aku menghembuskan nafas lega, Taejun menuntunku masuk ke dalam mobil, kami pun berangkat ke sekolah, di dalam mobil aku berusaha menenangkan diriku dari sedu sedanku, sesampainya di sekolah, aku melihat Bogum sedang menungguku di depan sekolah, aku cepat-cepat turun dari mobil lari menghampirinya dan langsung memeluknya,
"Jessica ada apa? kenapa kau menangis," tanya Bogum merasa cemas, "Apa Taejun menyakitimu?" tanya Bogum lagi, aku menggeleng tak mampu menghentikan sedu sedanku, dia mengusap usap punggungku menangkanku,
"Lalu kau kenapa?" tanya Bogum terdengar semakin cemas, akupun menceritakan semua pada Bogum dengan suara tersendat-sendat,
"Brengsek! akan ku hajar dia," geram Bogum merasa sangat marah, aku berusaha menangkan dia, karna aku takut dia akan menghampiri Jihun di kantor polisi dan membuat keributan di sana, aku menariknya ke dalam sekolah berasalan bahwa kita sudah hampir terlambat, akhirnya dia menurut padaku dan masuk ke dalam kelas, di dalam kelas, teman Taejun yang kemaren mengejek aku dan Bogum kembali mengejek kami saat melihat Bogum merangkul pundakku saat masuk ke dalam kelas, aku meminta Bogum untuk tidak menghiraukan ejekannya, menariknya untuk duduk ke bangku, aku menggenggam tangan Bogum, lalu meletakkan kepalaku di bahu Bogum, mengabaikan ejekan mereka yang semakin menjadi jadi, saat guru datang aku menegakkan dudukku dan mereka berhenti mengoceh, saat jam istirahat aku dan Bogum menghindar dari anak anak yang berkomentar jahat pada kami, agar kami tak perlu mendengar ocehan mereka, di jam ke 2 kami sengaja masuk kelas setelah guru masuk, agar kami tak perlu beradu argumen dengan mereka yang tak menyukai kami,
__ADS_1
Aku merasa sangat lega saat akhirnya pulang sekolah karna terlalu banyak orang yang ingin aku hindari di sekolah, sekarang perasaan ku sudah lebih tenang berkat Bogum, tapi setelah jauh dari Bogum aku merasa sedih lagi, aku duduk murung di dalam mobil menyandarkan kepalaku ke pintu mobil saat di perjalanan pulang,
"Apakah kau baik-baik saja? apakah kau perlu ke rumah sakit? kau terlihat pucat," tanya Taejun terdengar kawatir,
"Tidak Taejun, aku baik-baik saja " jawabku tanpa menoleh padanya, dan aku baru ingat bahwa aku belum mengucapkan terima kasih pada Taejun dan juga supirnya karna sudah menolongku, aku menoleh pada Taejun, dia sedang menatapku,
"Taejun terima kasih sudah menolongku, seharusnya aku mengatakannya dari tadi, maaf," kataku bersungguh sungguh,
"Sama-sama," kata Taejun tersenyum, tumben banget Taejun tersenyum padaku? Taejun tampan banget saat tersenyum, seharusnya dia lebih banyak tersenyum, aku menoleh ke depan,
"Sama-sama nona, anda tak perlu segan padaku, jika perlu bantuan katakan saja padaku," kata pak sopir, lalu kulihat kami melewati kafe tante Yura tanpa berhenti,
"Pak kafenya terlewat," kataku memberitahu,
"Ibu Yura, memerintahkanku, untuk membawa anda ke rumah ibu Yura, karna anda akan tinggal di rumah ibu Yura sekarang, barang barang anda sudah ada di sana," jelas supir itu,
__ADS_1
"Apa? kenapa? aku tidak mau merepotkan tante Yura, tolong hentikan mobilnya pak, aku mau turun di sini," kataku memohon,
"Nona anda tidak aman bila tinggal di sana sendirian, karna Jihun dia sudah tidak di tahan di kantor polisi, dia tidak di penjara, dia hanya di beri peringatan agar tidak berada di dekat anda dalam radius 3 meter, dan tak boleh membuat anda merasa terganggu.. memang jika dia melanggar itu anda bisa langsung melaporkannya ke polisi dan dia akan langsung di tahan, jadi lebih baik tidak menunggunya melanggar peringatan, itu terlalu beresiko, lagi pula jika dia di tahan akan berapa lama? paling cuma sebentar, dia anak orang kaya jadi orang tuanya pasti akan menyuap polisi," jelas sopir itu panjang lebar, membuatku tak mampu membantahnya, ku rasa aku memang tidak akan aman tinggal di sana sendirian.. lagi pula aku tidak tau apa yang ada dalam pikiran Jihun.. apa dia psikopat? aku belum memberitahu siapapun jika Jihun selama ini mengintai tempat tinggalku bahkan Jihun pernah menggedor gedor pintu kamarku di tengah malam, aku bisa saja melawannya dengan kekuatanku tapi aku tak bisa menunjukkan ke kuatanku padanya, itu hanya akan menimbulkan masalah baru, sudah cukup papa dan kroni-kroninya saja yang tau tentang kekuatanku, karna kalo sampai seseorang tau kekuatanku mama pasti akan memindahkanku lagi, aku tidak mau, jadi kurasa ini memang jalan satu satunya, tinggal di rumah tante Yura, sudah di pastikan aku tidak akan merasa nyaman tinggal di rumah tante Yura, mobil berhenti aku melihat keluar jendela ternyata sudah sampai, kawasannya seperti rumah elit, apa mungkin gak ada garasi di rumah rumah sekitar sini.. karna kebanyakan mobilnya di parkir di luar rumah mereka, aku turun dari mobil lalu mengikuti Taejun masuk lewat gerbang selebar 2 pintu, dan sisanya tembok tinggi mengelilingi rumah, kami melewati halama rumah yang hijau karna banyak sekali tumbuh tumbuhan, rumput hijaunya mengapit jalan yang terbuat dari marmer yang langsung menuju ke depan teras rumah, rumahnya bagus tapi model rumahnya tak seperti model model rumah di indonesia, kami memasuki rumah itu, tante Yura langsung menghampiriku dan memelukku saat melihatku masuk ke dalam rumah, tante Yura terlihat sangat kawatir, aku beruntung memiliki tante Yura disini,
"Jessica sayang, kau baik baik saja kan?" tanya tante Yura menggenggam kedua tanganku,
"Tante Yura tidak usah kawatir, aku baik baik saja," kataku menenangkan tante Yura, tentu saja Taejun dan supirnya mengatan semua pada tante Yura apa yang terjadi padaku tadi pagi, karna di korea aku dalam pengawasan tante Yura,
"Syukurlah sayang kau baik-baik saja, aku tidak tau apa yang harus tante katakan pada mamamu jika hal buruk sampai menimpamu, jadi tante mohon kamu mau tinggal di rumah tante ok," pinta tante Yura padaku,
"Baiklah tante," kataku mengangguk, aku tak ingin membuat mama dan tante Yura kawatir,
"Ayo tante antarkan ke kamar barumu, kamu istirahat saja dulu, kamu tak perlu ke kafe dulu," kata tante Yura, aku mengangguk, tante Yura mengantarku ke kamar baruku yang sekarang ada di rumah tante Yura,
"Ini kamarmu," kata tante membuka sebuah pintu kamar,
__ADS_1