Tak Terduga

Tak Terduga
Perkenalan


__ADS_3

 


Sepanjang perjalanan dalam pesawat aku duduk dengan perasaan resah, gugup, cemas semuanya campur aduk.


 


"Benarkah aku akan baik baik saja di korea? apa tidak apa apa meninggalkan mama sendirian di indonesia?." pikirku merasa cemas.


 


Sesampainya di bandara korea, aku melihat kesana ke mari, menunggu orang yang katanya akan langsung mengenaliku, aku menunggu cukup lama sampai akhirnya seorang wanita menghampiriku.


 


"Jessica?" tanya wanita itu, aku mengangguk tersenyum, wanita itu juga tersenyum ramah, dia pasti teman mama yang bernama kim yura,


"Namaku Kim Yura, panggil saja aku tante Yura ok," kata tante Yura dengan logat inggris yang kaku, sambil menyodorkan tangannya, aku menerima jabatan tangannya, tante yura terlihat seumuran mama dan seperti kebenyakan orang korea tante Yura putih mata agak sipit hidung mini malis mulut mungil.. dan rambut pendeknya di cat berwarna coklat, tante Yura lebih pendek dariku yang tinggi badanku 168.

__ADS_1


 


Sepanjang perjalanan di dalam mobil, kami mengobrol santai, tante Yura menceritakan awal pertemuannya dengan mama, mama menyewa kamar yang ada di atas kafe milik ibu tante Yura, karna tante yura sering membantu ibunya di kafe, mama dan tante Yurapun juga sering bertemu, saat itu mama dan tante Yura sama sama sedang hamil muda, tante Yura menghentikan ceritanya wajahnya terlihat sangat sedih hingga aku juga merasa sedih, aku bertanya tanya mengapa tante Yura sedih, ternyata ibu tante Yura sudah meninggal 3 thn yang lalu, sedangkan ayahnya dia tak pernah lagi bertemu setelah perceraian ayah dan ibunya saat dia masih berumur 7 thn, tante Yura juga tidak memiliki saudara karna dia anak tunggal, tante Yura ternyata seorang diri tapi untungnya dia mempunyai suami yang sangat mencintainya, dia sangat bahagia dengan keluarga kecilnya, awalnya tante Yura tinggal dengan mertuanya tapi setelah anak lelakinya yang bernama Kim Taejun lahir mereka pindah membeli rumah mereka sendiri bersama keluarga kecilnya, yang terdiri dari suami tante Yura, idik ipar lelaki tante Yura, anak lelaki tante Yura, dan juga asisten rumah tangga tante Yura.


"Ok kita sudah sampai," kata tante Yura, aku menoleh keluar kaca jendela, ternyata kita sudah sampai depan sebuah kafe, tante Yura keluar dari mobilnya aku ikut keluar, tante Yura mengeluarkan koperku dari bagasi mobilnya, kafenya hmmm seperti kebanyakan kafe pada umumnya bangunan di domonasi oleh kaca, sedikit tumbuh tumbuhan di depan kafe dan tempat parkir kecil dan... kurasa disini lingkungan perumahan, dan bukan seperti jalanan yang kita lewati sebelumnya yang sepertinya jalan utama karna di sepanjang jalan banyak sekali toko toko dan kafe kafe.


"Ayo," ajak tante Yura, aku mengikutinya, ternyata kafenya lagi buka, aku bisa melihat beberapa orang dari luar kaca, tante membing bingku ke samping kafe, ku lihat agak ke belakang ada tangga dari besi yang mengapit ke dinding kafe, kami menaiki tangga itu, aku merasa senang walau kamar yg akan ku tempati dan kafenya menyatu tapi pintu masuknya berbeda.. aku tidak akan terganggu dengan masalah privasi syukurlah.. tante Yura membukakan pintunya.


"Beristirahatlah dulu, ini kunci kamarnya bila perlu sesuatu aku ada di kafe," suruh tante Yura menyerahkan kunci kamarnya padaku, aku mengangguk tersenyum, setelah tante Yura pergi aku masuk ke dalam merasa penasaran dan.. well aku menyukainya, ada satu ranjang kecil berseprai bunga bunga, satu meja belajar lengkap dengan kursinya, lemari pakayan, kulkas, dapur kecil lengkap dengan penanak nasi (megic com) dan pemanas makanan (make rowave) dan beberapa peralatan memasak dan peralatan makan, bak cuci piring.. rak rak, lengkap semuanya, kamar mandinya gak terlalu besar tapi lumayan nyaman dan bersih, aku membongkar koperku, lalu menata barangku di lemari dan meja, setelah itu aku mandi, mengeringkan rambutku, lalu ke kasur untuk istirahat sebentar.


"Hai tante," sapaku, tante berbalik,


"Oh hai jessica," sahut tante tersenyum.


"Aku ingin bantu bantu," kataku,


"Pasti mama mu yang menyuruh, sebenarnya kamu tidak perlu repot repot sayang," kata tante Yura.

__ADS_1


"Aku tidak merasa di repotkan kok tante, lagi pula aku akan merasa bosan bila tidak ada kegiatan," keluhku, tante yura tersenyum.


"Baiklah, sini ku perkenalkan dulu pada para pegawaiku, ini Jung Heseok di bagian penyajian minuman dan desert," tunjuk tante Yura pada seorang pria yang berdiri di dalam konter minuman, di sebelahnya ada etalase yang di penuhi kue kue yang di tata rapi, pria itu cukup tinggi, putih tentu saja dan umurnya hampir 30 an kurasa orang nya maskulin, pria itu menoleh lalu tersenyum.


"Jung Heseok perkenalkan ini jessica yang pernah kuceritakan, dia yang akan menempati kamar di atas, dan Jessica ini Jung Heseok," kata tante Yura memperkenalkan kami, kami saling bersalaman dan saling menyapa.


"Ku harap kamu akan betah," harap Heseok.


"Terima kasih," kataku tersenyum, ternyata dia pandai bahasa inggris, tante Yura menarikku ke dapur kafe.


" Dan yang ini Min Jin Seok dia shef di bagian menu makanan dan satunya ibu sin dia asisten dapur," lanjut tante Yura memper kenalkan mereka, Min Jin Seok seorang pria mungkin umurnya 40 an ke atas, perawakannya agak berisi, ibu Sin seorang wanita paruh baya, dia agak pendek dan juga gemuk, tante Yura berbicara pada mereka dengan bahasa korea yang tidak ku mengerti, itu berarti mulai malam ini aku benar benar harus belajar bahasa korea, setelah tante Yura menjelaskan pada mereka, mereka menyalamiku dan tersenyum ramah padaku, lalu tante Yura menarikku keluar dari dapur.


"Dan yang itu, Park Bogum, dia di bagian pelayanan dia pekerja part time (per waktu/ pekerja paruh waktu) dia bekerja di waktu sore sampai malam hari, sedangkan di waktu siang sampai sore lain lagi, namanya Park Jimin," pria itu masih muda mungkin seumuran denganku 17 thn mungkin lebih tua sedikit, badannya lumayan tinggi, wajahnya bulat kekanakan dan gaya rambutnya terlihat keren.


"Park Bogum," panggil tante Yura menyuruhnya kemari, dia cepat cepat menghampiri kami, dia menatapku lalu melirik tante Yura, tante yura menjelaskan dengan bhs korea, Park Bogum tersenyum lalu menyalami ku, aku ikut tersenyum.


 

__ADS_1


__ADS_2