Tak Terduga

Tak Terduga
di culik


__ADS_3

Saat jam istirahat Bogum menyuruhku ke atap lebih dulu, aku membawa gitar baruku ke atap bersamaku, sedangkan Bogum membeli makanan untuk kita berdua, di atap sambil menunggu Bogum aku memainkan gitarku,


"Jessica!" panggil Bogum, aku menoleh, aku terkejut saat menoleh karna bukan hanya Bogum yang datang tapi Taejun dan juga Hyuna, dan aku ingat Taejun pernah bilang ingin mendengarku menyanyi secara langsung, apa karna itu dia juga kemari?,


"Jessica nyanyikan lagu untuk kami," pinta Bogum,


"Baiklah.. lagu apa yang ingin kamu dengar?" tanyaku,


"Lagu ben yang judulnya 180 degree, aku sangat ingin kau menyanyikan lagu itu," pinta bogum,


"Baiklah," kataku tersenyum, lalu mulai memetik senar gitar baruku, mulai memainkan nadanya yang begitu melow.. aku mulai menyayikan awal lagunya dengan teramat lembut, lalu nada lagunya mulai naik, saat sampai di bagian reff mereka terpana mendengar suaraku yang melengking tinggi, lagu ini banyak nada tingginya dan aku sangat menyukainya karna lagunya sangat cocok dengan vokal ku yang power full.. lalu aku mengakhiri lagu nya dengan teramat mendalam penuh perasaan,


"Waaah," semua bertepuk tangan, Bogum menatap ku penuh cinta, dan Taejun expresinya sulit di tebak, wajahnya terlihat sendu,


"Jessica suaramu sangat bagus, kenapa tidak ikut kontes menyanyi saja? aku yakin kau pasti akan menang," kata Hyuna memujiku,

__ADS_1


"Kau berlebihan, tapi terima kasih Hyuna," kataku tersenyum,


"Aku mau reqwest, nyanyikan lagu Charlie Puth untuk ku yang judulnya Attantion," pinta Hyuna,


"Jadi kau suka Charlie Puth,? aku juga suka, ayo kita nyanyi Attantion bersama," kataku, lalu mulai memainkan gitarku, aku begitu exaited karna lagu ini sangat bagus dan aku sangat menyukainya, kami menyanyikan nya bersama sama, kami begitu menikmati lagunya karna lagunya sangat enak, setelah lagu selesai semua bertepuk tangan sambil tertawa bahagia,


"Jessica kau sangat hebat, dan bahasa inggrismu sangat bagus," kata Hyuna padaku,


"Terima kasih Hyuna, kau juga hebat," kataku, setelah lelah menyanyi nyanyi, kami makan bersama,


"Ini sangat menyenangkan, jika nanti aku selesai kuliah dan punya usaha sendiri aku akan menikahimu," kata Bogum, aku terbatuk karna kaget, Taejun juga terkejut sampai sampai dia memuncratkan susu yang di minumnya, hanya Hyuna yang tak tampak terkejut, aku menatap Bogum, dia menatap ku tersenyum.. benarkah Bogum ingin menikahiku? jantungku berdetak tak karuan, rasanya aku sangat bahagia dia mengatakan hal itu, sampai-sampai aku tersipu malu,


"Bel sudah bunyi, ayo kita ke kelas," kataku beralasan saat mendengar bunyi bel, buru buru bangun dan pergi, aku berjalan terburu buru sampai-sampai aku tersandung kakiku sendiri, untungnya Bogum berhasil menangkap ku sebelum aku jatuh terjerembap,


"Jessica hati hatilah, aku tak mau kau sampai terluka," kata Bogum kawatir, aku mengangguk malu-malu,

__ADS_1


"Ehem ehem," sirdir Hyuna, Bogum langsung melepas pegangannya padaku, lalu kami berempat pergi ke kelas,


***********


Saat pulang sekolah, aku ikut motor Bogum lagi untuk pulang, aku memeluk erat pinggang Bogum saat motor mulai melaju, aku sangat bahagia saat mengingat apa yang Bogum katakan tadi di atap sekolah, setelah sampai di depan rumah, aku turun dari motor, Bogum memelukku lalu mengecup dahiku sebelum akhirnya dia pergi, setelah itu Taejun datang dengan mobilnya, pak supir memarkir mobilnya di depan rumah, lalu Taejun turun dari mobil menghampiriku,


"Apakah kau sebahagia itu? kau terlihat sangat mencintainya, tak lagi seperti dulu saat baru pacaran, saat itu kau sama sekali tidak terlihat mencintainya, perasaanmu cepat sekali berubah," komentar Taejun sambil melewatiku masuk melewati gerbang rumah, saat aku hendak masuk, sebuah mobil tiba tiba berhenti di depanku lalu 2 orang turun dari mobil itu dengan wajah tertutup, 2 orang itu tiba tiba memegangiku menyeretku masuk ke dalam mobil, aku berteriak, lalu seseorang membekap mulutku dengan sapu tangan, tiba tiba kepalaku terasa pening penglihatanku mengabur, dan hal terakhir yang kulihat dari kaca sepion mobil yang sedang melaju adalah Taejun dan pak sopir yang sedang berlari mengejar mobil ini, setelah itu semua gelap gulita aku tak sadarkan diri,


Kepalaku rasanya berat sekali, aku mencoba membuka mataku perlahan, aku kaget bukan kepalang saat melihat Jihun ada di atas tubuhku di ke 2 sisi kakiku, dan dia sedang membuka kancing seragamku, sedangkan jaket hitam ku sudah tergeletak di bawah jok mobil,


"Apa yang kau lakukan!" jeritku, aku langsung menepis tangan Jihun yang hendak membuka kancing terakhir seragamku hingga bajuku tersingkap dan memperlihatkan braku, aku berusaha bangun dan mendorong dadanya, tapi Jihun malah mendorong bahuku hingga aku kembali terbaring di jok,


"Setidaknya aku harus melakukan ini, jika nantinya aku harus masuk penjara, agar aku tidak merasa menyesal," kata Jihun tersenyum mengerikan, ke 2 tangan Jihun masuk ke dalam rokku mencoba menarik celana dalam ku, karna panik tanpa sengaja aku menggunakan kekuatanku dengan menghempaskan tubuh Jihun hingga Jihun membentur pintu mobil, lalu jatuh ke bawah jok, expresi Jihun terlihat syok,


"Kau? sebenarnya apa yang kau lakukan? hingga membuatku terhempas tanpa kau dorong? tanganmu bahkan tak menyentuh ku.. apa kau benar benar melakukan itu?" tanya Jihun tak percaya, sambil memegangi bahunya meringis kesakitan, masak bodoh dengan merahasiakan kekuatanku, aku tak mau mengorbankan diri sendiri hanya untuk menyembunyikan kekuatanku ini.. mama pasti juga tak ingin aku melakukan hal itu, aku kembali mengancingkan kancing kancing bajuku, Jihun hendak bangun, aku mengendalikan aliran darahnya membuat Jihun tak bisa bergerak, aku mengambil jaket ku lalu buru buru keluar dari mobil, 2 orang yang berjaga di luar mobil langsung berdiri dari duduknya saat melihatku keluar dari mobil, aku cepat cepat kabur, lari sekencang kencangnya, Jihun teriak pada ke 2 orang itu agar mengejarku, aku tak tau sekarang aku berada di mana, aku keluar dari area pabrik yang terbengkalai itu, di mana ini? tempat ini jauh dari pemukiman penduduk, aku terus lari tanpa tau kemana arah lariku, mereka bertiga tepat di belakangku, mengejarku, aku mempercepat lariku, aku menghembuskan nafas lega saat melihat jalan raya walau tak begitu banyak mobil yang lewat hanya beberapa saja, aku langsung menghambur ke tengah jalan dan menyetop mobil pertama yang berjalan ke arahku, mobil berwarna silver itu berhenti, aku buru buru pergi ke sisi mobil, mengetok pintu mobilnya, pemilik mobil silver itu membuka kaca pintu mobilnya,

__ADS_1


"Tolong bantu aku, seseorang sedang mengejarku," pintaku memohon, dengan wajah putus asa pada pria pemilik mobil silver itu, pria itu membuka pintu mobilnya,


"Masuklah," kata pria itu, aku buru-buru masuk lalu menutup pintunya,


__ADS_2