
"Benarkah? di mana?" tanyaku exaited, Taejun tersenyum melihat reaksiku,
"Aku melihatnya di hp mama, jadi aku bertanya sama mama, siapa wanita di foto itu, karna kau tau.. kau cantik sekali, jadi aku penasaran.. dan mama cerita semua tentang dirimu padaku. Aku bahkan sempat mendengar suaramu di telfon sebelum kita bertemu, dan yang lebih mengejutkannya lagi, kau jauh lebih cantik saat bertemu langsung dari pada yang di foto, sampai aku gak bisa mengontrol perasa'anku, hingga aku harus menjauhimu, aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya pada wanita, aku merasa kau membuatku seperti cowok brengsek, karna sudah membuatku menyukaimu padahal aku sudah punya pacar, itu pengalaman pertama buatku.. menyukai wanita lain saat aku masih punya pacar, kadang aku merasa bersalah pada Hyuna," jawab Taejun panjang lebar, tersenyum mengenang masa lalu.. aku menatapnya tak menyangka, tapi dalam hati merasa sangat bahagia mendengar pengakuannya.
"Ya, kau memang cowok brengsek, memang seharusnya kau merasa bersalah pada Hyuna," kataku menyetujui, mengejeknya,
"Dan saat tau kau pacaran dengan Boogum, aku begitu cemburu dan marah.. hingga aku bersikap ketus padamu, untuk melampiaskan kemarahanku setiap ada kesempatan," kata Taejun memberi tahu, aku mendengus tak percaya,
"Jadi karna itu kau bersikap ketus padaku," sahutku bertanya tanya,
"Yeah, dan di sekolah setiap hari kau bermesra'an dengan Boogum di depan mataku, kau pikir aku tahan melihatnya, entah mengapa setiap melihatmu bersama Bogum, aku begitu marah.. aku lebih suka saat kita berada di rumah tanpa ada Bogum di antara kita, dan aku sangat senang saat kau akhirnya pindah dan tinggal di rumahku," ungkap Taejun,
__ADS_1
"Pantas saja aku merasa sikapmu itu plinplan, kadang baik padaku, kadang ketus padaku.. jadi keberada'an Bogum yang mempengaruhinya," kataku akhirnya mengerti, alasan sikap Taejun yang plinplan waktu itu,
"Yeah karna semenjak kelas 1 SMA aku dan Bogum selalu bersaing maupun itu masalah cewek atau pelajaran, sebenarnya aku tidak membencinya, malahan aku merasa bersalah padanya karna setiap wanita yang di sukainya aku juga menyukainya, sepertinya tipe kami sama, dan yang membuatku tambah merasa bersalah pada Bogum, setiap wanita yang kami sukai pasti lebih memilihku," kata Taejun tersenyum menyesal,
"Jadi bukan hanya Hyuna yang kau pacari saat SMA?" tanyaku tak percaya,
"Tentu saja bukan hanya Hyuna, ada lagi beberapa sebelum Hyuna, karna seingatku.. hubunganku tak pernah bertahan lama saat pacaran," jawab Taejun santai, wah... benar benar gak bisa di percaya,
"Tapi bagaimana wanita wanita itu bisa lebih memilihmu, padahal kamu kan gak pernah menyatakan cintamu terlebih dahulu," tanyaku bingung,
"Oh itu.. aku tau dari kak Taerang," jawabku enggan, Taejun memutar bola matanya,
__ADS_1
"Sudah ku duga," kata Taejun,
"Jadi?" tanyaku lagi masih menunggu pertanya'anku yang masih belum terjawab,
"Aku mengungkapkan cinta dengan tingkah laku dan tindakan, sehingga wanita yang ku taksir mengerti aku menyukainya, walau aku tidak mengatakannya dengan kata kata, jadi walau Bogum mengungkapkan cintanya dengan kata-kata pada mereka..entah mengapa wanita wanita itu malah mengungkapkan cintanya lebih dulu padaku dan lebih memilihku, setelah itu baru aku juga mengungkap perasa'anku dengan kata-kata pada mereka, agar membuat mereka tambah yakin kalo aku mencintai mereka, bahkan pernah sekali pacar Bogum mutusin Bogum, karna dia ingin jadi pacarku," jawab Taejun menjelaskan,
"Dasar licik," kataku menyipitkan mata,
"Hei, akukan gak memaksa mereka untuk memilihku.. tapi mereka sendiri yang mau, manusia kan gak bisa mengontrol arah perasa'an mereka," kata Taejun tertawa mencoba membela diri, "Tapi kau satu satunya wanita yang tidak peka peka, meski ku beri kode," lanjut Taejun berdecak, aku memutar bola mata,
"Dan aku sangat benci sa'at kau tak memandangku seperti pria, tapi hanya memandangku seperti saudara, ku pikir aku bisa mendapatkan hatimu.. karna pada awalnya ku lihat kau memacari Bogum hanya karna terpaksa, kau tidak terlihat mencintainya.. tapi setelah lama berlalu ku lihat perasa'anmu telah berubah, kau terlihat benar-benar mencintai Bogum.. jadi aku berusaha merelakanmu untuk Bogum karna ku lihat kalian benar-benar saling mencintai, aku berusaha mengabaikanmu tapi kamu selalu terlibat masalah dan aku gak bisa gak peduli padamu, karna aku tidak suka saat melihatmu sedih dan terpuruk, karna itu juga menyakiti perasa'anku, setiap hari aku berharap kau putus dengan Bogum, tapi harapanku itu rasanya sangat mustahil.. lalu aku mendengar kabar bahwa Bogum meninggal, aku sangat terkejut dan tak menyangka, aku memang ingin kamu putus hubungan dengan Bogum tapi bukan dengan cara seperti ini.. aku benar-benar merasa bersalah pada Bogum karna sempat punya pikiran seperti itu,, dan hatiku juga hancur saat melihatmu begitu hancur saat kehilangan Bogum.. dan kau semakin terpuruk dan menyalahkan diri sendiri saat tau bahwa Jihunlah yang sudah membunuh Bogum dan fakta bahwa Jihun juga belum tertangkap oleh polisi.. dan setelah akhirnya Jihun tertangkap oleh polisi.. kau mulai sedikit bangkit, dan mulai iklas menjalani harimu meski kau tidak terlihat bahagia, tapi yang membuatku bersyukur.. kau menolak semua pria yang coba mendekatimu, aku sangat senang saat kau bersikap ketus pada semua cowok itu, dan saat keada'anmu sudah jauh mulai membaik, lagi lagi kau harus terpuruk sekali lagi saat mendengar kematian mamamu, kau bahkan ingin kembali ke Indonesia waktu itu, aku tau aku egois.. tapi aku bersyukur karna kau tidak bisa kembali ke Indonesia karna beberapa alasan, lalu tiba-tiba mama malah ingin menikahkanmu cepat-cepat karna beberapa alasan, aku begitu kelabakan karna aku sungguh tidak ingin kehilanganmu sekali lagi, mama dan papa bahkan sudah ingin mencarikan calon suami untukmu.. pikiranku di penuhi dengan cara bagai mana caranya menghalangi pernikahanmu, lalu tanpa di sangka sangka kak Taerang mengajukan diri untuk menikahimu.. aku menganga tak percaya, lalu aku berfikir dari pada kak Taerang yang menikahimu, kenapa tidak aku saja? lalu aku juga mengajukan diri untuk menikahimu, papa dan mama awalnya terkejut karna kita mengajukan diri untuk menikahimu, lalu mereka menanyakan alasan mengapa kita ingin mengajukan diri untuk menikahimu.. lalu aku langsung mengatakan karna aku mencintaimu, semua terkejut dengan pengakuanku.. aku memaksa mama papa dan kak Taerang untuk menyetujuinya.. dan akhirnya mereka setuju, aku begitu bahagia karna tak menyangka akulah yang akan menikahimu, setiap hari aku berharap kau akan jadi pacarku tapi yang terjadi malah jauh lebih baik.. kau akhirnya akan jadi istriku.. tapi aku masih harap harap cemas saat mama menanyakan kau mau menikahiku apa gak, dan aku sangat bahagia saat kau menyetujuinya.. yeah walaupun aku tau kau terpaksa menyetujuinya, dan bahkan mama membahas tentang kuliah dan kehamilanmu.. dan itu membuatku sangat bahagia.. bahkan aku belum berpikir sejauh itu, kau nantinya akan hamil anakku.. pikiran itu membuatku sangat bahagia sampai-sampai membuatku ingin terbang, dan setelah wisuda hanya kebahagian yang kurasakan, kebahagia'an melimpah yang tak pernah kurasakan sebelumnya, bagai mana bahagianya aku saat melihat betapa cantiknya dirimu saat mencoba baju pengantin.. saat akhirnya kau sah jadi istriku.. dan juga saat bulan madu itu, kau memakai baju tidur sexi untuk pertama kalinya di hadapanku, aku berusaha mengendalikan diriku sekuat tenaga karna saat itu aku begitu menginginkanmu, kau bersikap acuh tak acuh padaku.. jadi aku tak berani mendekatimu bahkan bicarapun tak berani, kau tidur memunggungiku benar-benar bersikap tak peduli padaku, ku lihat kau sudah tidur sedangkan aku tidak bisa tidur, bagaimana bisa tidur.. kau bayangkan saja.. kau tidur di sampingku dengan baju sexi itu, lalu tiba-tiba kau berbalik ke arahku, aku menatap wajahmu yang terlelap tidur, itu terasa seperti mimpi kau tidur satu ranjang denganku. Aku mengecek apa kamu benar-benar sudah terlelap tidur, lalu perlahan aku menarikmu dan membawamu kepelukanku," cerita Taejun panjang lebar, wah... begitu banyak yang tidak ku ketahui, aku tak menyangka Taejun sudah menyukaiku sejak pertama kali kita bertemu, benar-benar tak terduga,
__ADS_1
"Tunggu, jadi memang kau ya, yang memelukku waktu itu, tapi kau malah bilang aku sendiri yang merangsek kepelukanmu," kataku mengkritiknya, Taejun tertawa keras,
"Sebenarnya waktu itu aku tidak hanya memelukmu, tapi aku juga menciummu," kata Taejun terkekeh,