Tak Terduga

Tak Terduga
pria gay


__ADS_3

"Jessica, ikut denganku ke ruang kerja, aku ingin membahas perjodohanmu dengan Rio," kata si brengsek itu setelah selesai makan, David melirikku terlihat sedih dan cemas, aku berusaha tersenyum padanya menenangkannya,


"Baiklah," kataku kaku, lalu aku beranjak mengikutinya ke ruang kerjanya,


"Aku sudah menerima perjodohan ini, jadi sebaiknya kau menurut saja," kata si brengsek itu sesampainya di ruang kerjanya, terlihat tegas tak bisa di tawar tawar,


"Kau gila! kamukan tau aku sudah menikah, bagaimana kalo dari pihak pria sampai tau, mereka tidak akan tinggal diam," kataku berapi-api, si brengsek terkekeh,


"Walaupun mereka tau, mereka tak akan mempermasalahkannya, karna ini hanya pernikahan bisnis, hanya untuk menutupi scandal anaknya," kata si btengsek santai.


"Scandal? scandal apa?" tanyaku kesal,


"Anaknya gay (cowok penyuka sesama jenis), dan rumornya sudah mulai menyebar, untuk menutupi scandal anaknya, maka ayahnya memutuskan segera akan menikahkan Rio dengan seorang gadis, dan keputusan akhirnya Rio akan di nikahkan denganmu, jadi kamu tidak perlu kawatir.. ini bukan pernikahan sungguhan, bertahanlah setidaknya setahun atau 2 tahun dalam pernikahan ini, setelah itu jika kamu ingin bercerai tidak jadi masalah," jelas si brengsek panjang lebar, aku menganga tak percaya, dia akan menikahkanku dengan pria gay? wah... bukan main! dadaku bergemuruh saking marahnya, ok Jessa.. tarik nafas, ambil sisi positifnya, setidaknya ini bukan pernikahan sungguhan, dan karna pria yang akan menikahiku seorang gay, maka pria bernama Rio itu tidak akan menyentuhku, atau menyetubuhiku,


"Kau pasti dapat untung banyak dari pernikahan ini, aku akan menerima pernikahan ini, tapi dengan satu syarat, kau harus mengabulkan permintaanku," kataku menatapnya dingin, si brengsek itu mengangkat satu alisnya.


"Jadi kamu mau negosiasi denganku.. baiklah, katakan apa perminta'anmu," kata si brengsek itu ingin tau.


"Jangan pernah mengancamku dengan keselamatan keluarga kecilku di korea, jangan ikut sertakan mereka dalam masalah kita, dan suruh semua anak buahmu yang ada di Korea untuk pulang ke Indonesia, jangan pernah mengawasi mereka lagi," kataku menatapnya tajam, si brengsek terdiam cukup lama.


"Baiklah, aku setuju," kata si brengsek akhirnya menyetujui, baiklah, selama keluarga kecilku di korea aman tidak masalah, aku akan menjalani penderita'an ini, sambil mengumpulkan bukti-bukti kejahatannya, dan dengan segera menjebloskannya ke dalam penjara.


"Ngomong-ngomong pernikahan dan resepsi pernikahanmu akan di adakan 3 hari lagi, jadi bersiap siaplah, lakukan tugasmu dengan baik," kata si brengsek tersenyum licik.


"Apa? secepat itu?" tanyaku tak percaya.

__ADS_1


"Apa bedanya cepat atau gak, itu hanya pernikahan palsu, cuma formalitas, kau hanya harus menjaga sikap saja saat jadi istri Rio, jangan sampai membuat masalah," kata si brengsek, membuatku tak mampu berkata-kata, dia benar-benar iblis! yeah.. kurasa memang gak ada bedanya, aku hanya harus berpura-pura jadi nyonya Rio Dewanto, maaf kan aku Taejun.. kau berhak meludahiku.


**********


Karna pernikahannya di adakan secara mendadak, mereka melakukan persiapan pernikahannya dengan sangat terburu buru, dan besok aku akan bertemu Rio Dewanto untuk pertama kali di butik untuk fitting baju pengantin, semalaman aku bergerak kesana kemari di atas kasur karna tidak bisa tidur, karna beberapa hari lagi aku akan tinggal serumah dengan orang asing, memikirkannya saja sudah membuatku bergidik, dan David terlihat sedih seharian ini saat tau aku menyetujui pernikahan ini, otakku sampai lelah memikirkan semua ini.


Ke'esokan harinya sesuai jadwal, supir mengantarku ke butik tempat aku akan melakukan fitting baju pengantin, sesampainya di butik salah satu penjaga toko mempersilahkanku menuju ruangan yang sudah di pesan, di ruangan itu sudah menunggu seorang pria tinggi tegap berjas hitam tengah duduk di sofa panjang, dan seperti yang kak Harry katakan dia memang tampan dan keren, pria bernama Rio itu tersenyum saat menoleh padaku, aku mendengus jika wanita-wanita melihatnya tak akan ada yang menyangka kalo dia adalah seorang gay.


"Jadi kamu kah yang akan menjadi istriku... " kata Rio beranjak menghampiriku.


"Yeah.. kurasa begitu," sahutku enggan, Rio memperhatikanku dengan seksama membuatku tidak nyaman.


"Cantik, tidak malu maluinlah jika di bawa ke pesta," kata Rio membuatku kesal.


"Rio Dewanto," kata Rio menyodorkan tangannya padaku.


"Jessa? bukannya Jessica, kudengar namamu Jessica," kata Rio mengejekku.


"Sama saja, kau boleh manggilku yang mana saja," kataku ketus, Rio terkekeh melihat reaksiku.


"Apakah kamu punya pacar?" tanya Rio ingin tau.


"Haruskah aku menjawabnya, tak bisakah kita langsung fitting baju saja," keluhku dingin.


"Tidak perlu terburu-buru, karna aku bos.. aku punya banyak waktu," kata Rio menyeringai, aku memutar bola mata, "Tapi dari reaksimu tadi, kurasa kau memang sudah punya pacar," kata Rio tersenyum, dasar aneh! yeah.. setidaknya dia tidak kejam seperti bayanganku, dia tipe orang yang asik, aku diam tak menanggapinya.

__ADS_1


"Baiklah, kurasa kau sudah tidak sabar ingin menyelesaikan fitting baju ini, ayo kita selesaikan fitting bajunya," kata Rio akhirnya, aku dan Rio masuk ke ruang ganti masing-masing, aku memakai salah satu baju pengantin yang sudah di pilihkan untukku, baju pengantinnya langsung pas di tubuhku karna tubuhku proposional, tidak perlu ada pengepasan lagi, pemilik butiknya memintaku untuk memperlihatkan baju pengantinnya pada Rio, kenapa juga harus di perlihatkan pada Rio, dengan enggan aku keluar dari ruang ganti.


"Bagaimana menurutmu? apa aku pilih yang ini saja," tanyaku enggan pada Rio.


"Itu bagus, kau terlihat cantik," puji Rio, "Kalo setelan jasku menurutmu gimana, apakah akan cocok dengan baju pengantinmu," tanya Rio minta pendapatku,


"Ya menurutku bagus, kurasa cocok-cocok saja," jawabku.


"Baiklah, kita ambil yang ini," kata Rio pada pemilik butiknya, kita kembali masuk ke ruang ganti untuk melepas baju pengantinnya.


"Temani aku makan siang," pinta Rio saat kita keluar dari butik.


"Kenapa aku harus menemanimu makan siang," keluhku.


"Tentu saja untuk membohongi publik, untuk mematahkan rumor tentang aku yang sedang beredar, agar mereka tak lagi curiga bahwa seleraku menyimpang," jelas Rio tersenyum, bisa-bisanya dia tersenyum saat membahas rumor tentang seleranya yang menyimpang, dasar aneh!.


"Baiklah, kurasa aku ada di sini memang untuk itu," sahutku menyetujui.


"Kita naik mobilku saja," pinta Rio membukakan pintu mobilnya untukku, dengan enggan aku masuk ke dalam mobilnya, lalu dia sendiri juga masuk ke dalam mobil, kami pergi ke beberapa tempat, belanja dan juga makan siang, pergi ke tempat-tempat yang kebanyakan orang mengenal Rio, agar saat mereka melihat Rio jalan denganku mereka tidak akan lagi berfikir bahwa selera Rio menyimpang, Rio berusaha sebisa mungkin agar banyak orang yang mengenalnya melihat kami yang sedang jalan bareng, kurasa itulah misi Rio, setelah selesai melakukan semua itu, Rio mengantarku pulang, belum sampai di rumah, Rio malah menghentikan mobilnya di jalan yang sepi, aku melihat kesekeliling dan tak sengaja melihat pemuda yang sedang duduk di atas sepeda motornya dan tak di sangka-sangka Rio malah memanggil pemuda itu untuk masuk ke dalam mobilnya, kurasa mereka sudah janjian sebelumnya, pemuda itu langsung masuk ke jok belakang lalu Rio turun dari jok pengemudi dan masuk ke jok belakang, dan tak di sangka-sangka mereka malah berciuman, mulutku menganga lebar saking syoknya saat melihat mereka berciuman dari kaca depan mobil, aku mendengus kesal, bisa-bisanya dia melakukan hal menjijikkan itu saat aku ada di sini, dasar gila!.


"Memang harus ya, kamu melakukan hal itu di depan mataku," kataku merasa sangat kesal.


jessica


__ADS_1


rio dewanto



__ADS_2