
Usia pernikahan ku dengan Mas Rendy sudah berjalan selama satu setengah tahun. Dan kini kami berdua sudah dikaruniai seorang putri cantik benama Nayla. Kini putri kami sudah berusia enam bulan. Alhamdulillah kami hidup sangat bahagia dan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Mas Rendy dan Ibu Mertua yang sangat sayang padaku. Mereka selalu saja memberikan aku kebahagiaan. Sungguh aku tidak ingin moment seperti ini hilang dari hidupku. Aku ingin selamanya seperti ini.
Tak hanya itu, selama kami berumah tangga usaha yang kami jalankan masing masing sangat berkembang pesat. Bahkan aku danas Rendy bisa membuka cabang di kota ini.
Ya, aku membuka toko roti dan salon. Semua sudah karyawan yang menghandle usahaku. Aku yang sibuk dengan keluargaku terkadang hanya datang sebentar untuk mengecek saja. Tak jarang terkadang Ibu Mertua juga turut serta membantu aku untuk mengecek salon atau pun toko kue. Karena memang aku harus fokus pada Nayla.
Salon di kota kelahiranku dikelola adik ku, yang kebetulan dia juga sudah mahir dalam urusan salon. Karena dia pernah beberapa kali aku ajarkan. Supaya salon di Salatiga tetap bisa berjalan.
Sedangkan Mas Rendy membuka usaha angkringan dan ada beberapa cabang. Alhamdulillah usaha Mas Rendy juga selalu ramai pengunjung. Karena desain tempatnya yang dibuat sangat menarik, sehingga daya tarik para pembeli sangat banyak. Tempatnya sangat asik untuk nongkrong dengan suasana alam yang sangat syahdu. Dan angkringan ini juga buka sampai larut.
Hari hariku aku lalui dengan kebahagiaan. Aku hanya berharap jika kebahagiaan ini tidak akan pernah sirna. Dan aku juga sudah bisa melupakan masa lalu yang begitu suram. Di mana aku sering melakukan dosa. Menyesal, yang pasti ada kata itu. Dan aku juga berharap semoga tidak akan terulang kembali. Karena itu juga bukan kemauan aku.
**********
Tiba tiba saja aku teringat akan ke dua sahabatku yang ada di kota Semarang. Aku merasa jika aku sedang merindukan mereka. Apakah mungkin mereka masih ingat denganku. Ingin sekali aku menghubunginya, namun aku lupa jika ponselku yang dulu sudah tidak ada.
__ADS_1
Lalu aku berinisiatif untuk membuka akun media sosial. Aku ingin mencari Rere dan Andry. Ingin sekali menanyakan kabar mereka. Semoga saja mereka baik baik saja.
Setelah aku menemukan akun sosial media milik Rere dan aku scrol berandanya, betapa terkejutnya aku. Terdapat sebuah postingan foto pernikahan. Dan aku memperhatikan baik baik, jika foto yang ada di beranda Rere adalah Andry sebagai pengantin laki lakinya. Sedangkan penganting perempuannya adalah Rere. Dalam hatiku penuh dengan pertanyaan, apakah mereka berdua sudah menikah?
Jika memang iya, aku turut bahagia sekali. Karena mereka berdua menikah dan aku juga tidak menyangka. Memang jodoh itu tidak akan ke mana. Karena akan bersatu dengan sendirinya.
Iseng iseng aku kirimkan sebuah pesan melalui akun facebook. Kebetulan aku berteman dengannya. Namun saat aku menikah dengan Mas Rendy semua foto foto ku dengan Mas Rohman aku hapus. Tidak hanya itu, aku juga mengganti foto profile dengan foto wanita bercadar. Dan nama akun ku pun juga aku ganti. Itu aku lakukan karena untuk menghindari hal hal yang tidak aku inginkan. Dan setelah itu aku tidak pernah lagi membuka facebook. Walaupun buka, aku hanya sebentar dan hanya melihat lihat saja. Tidak pernah lagi aku upload foto diriku dan keluarga ku. Karena menurut aku tidak semestinya semua harus di beritahukan di sosial media. Ya inilah diriku yang sekarang, karena lebih sering sibuk dengan keluarga dan usaha.
[Assalammualaikum, Rere. Apa kabar? Masih ingatkah kamu dengan aku, sahabat lama kamu Lissa?]
[Sebelumnya aku ucapkan selamat atas pernikahan kamu dengan Andry. Aku turut bahagia sekali. Aku tidak menyangka jika kalian berdua ternyata berjodoh. Semoga langgeng sampai maut memisahkan, ya. Dan semoga lekas diberi momongan.]
[Waalaikusalam, Lissa. Alhamdulillah aku baik baik saja dengan Andry. Kamu apa kabar? Semoga sehat selalu ya.]
[Kamu ke mana saja, say? Aku nyariin kamu, ternyata akun kamu ganti nama dan foto. Maaf aku benar benar tidak tahu jika ini akun kamu. Aku udah berusaha hubungin kamu lewat whatsap tapi nomor kamu sudah tidak aktif. Dan alhamdulillah akhirnya kamu hubungin aku.]
Aku menceritakan semua perjalanan hidupku setelah ditinggal oleh Mas Rohman. Dari A sampai denga Z, di kehidupan ku yang sekarang. Rere pun terkejut dengan ceritaku tanpa ada yang aku buat buat. Dia sangat iba dengan hidupku ulu dan dia juga minta maaf karena dulu tidak tahu menahu soal itu. Namun sekararang dia sangat bahagia mengetahui aku yang sudah hidup bahagia. Dan Rere juga mengucapkan selamat atas kehidupanku yang sekarang.
__ADS_1
Percakapan kami tak sampai di sini. Rere meminta nomor ponselku dan lalu melakukan panggilan vidio call. Karena dia ingin sekali melihat putri kecilku. Dan kami saling bercanda melalu panggilan vidio call. Tak hanya itu, Mas Rendy dan Andry juga turut hadir di vidio call tersebut.
Dan kami berinisiatif untuk bertemu. Sekalian Mas Rendy akan mengunjungi makam ayahnya. Karena dulu dimakamkan di kota Semarang saat ayahnya meninggal.
Seketika aku teringat akan Mas Rohman. Aku juga berniat untuk mengunjungi makamnya dan mengirim doa. Karena bagaimana pun dulu kami pernah menikah. Walaupun kini Mas Rohman sudah pergi jauh, namun pernah ada dalam hatiku.
Kami mengatur jadwal pertemuan dan meminta ijin pada Ibu. Ibu Rita mengijinkan, namun beliau tidak dapat ikut karena ada urusan lain. Kami berdua tidak mempermasalahkan itu. Dan aku juga meminta ijin pada Mas Rendy jika ingin mengunjungi makan Mas Rohman. Dia juga tidak keberatan dan mengijinkannya. Alhamdulillah dia suami ku yang sangat pengertian dan baik sekali padaku. Beruntung sekali aku memilikinya. Dia bahkan sangat royal padaku. Selalu memberi tanpa aku minta. Apalagi urusan uang, dia tidak pernah perhitungan. Semua dia berikan padaku.
Tak hanya Mas Rendy, Ibu Mertua ku pun demikian. Beliau sangat royal juga padaku. Tak jarang beliau memberikan aku perhiasan dan uang yang jumlahnya sangat tidak sedikit. Aku sudah sering menolak, namun Ibu sering sedih jika pemberiannya aku tolak. Padahal aku sendiri juga punya penghasilan dan uang nafkah dari Mas Rendy itu lebih dari kata cukup.
**********
Hari ini adalah hari di mana aku dan Mas Rendy akan menuju kota Semarang. Nayla aku titikan dulu ke tempat keluargaku. Kebetulan kami melewatinya dan mampir untuk menengok ibu. Karena tidak mungkin aku mengajak Nayla ke makam. Takut jika kenapa kenapa kata orang dulu pamali.
Alhamdulillah aku dan suamiku sudah berada di kota Semarang. Kami menuju makam ayah dulu lalu ke makam Mas Rohman. Kami sama mengirimkan doa untuk almarhum. Setelah itu kami berdua menuju sebuah masjid untuk mebersihkan diri lalu melaksanakan sholat duhur.
Kini aku, Mas Rendy, Rere dan Andry sudah berkumpul di sebuah cafe. Kami melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Hingga tak kuasa aku dan Rere sempat meneteskan air mata. Alhamdulillah, kini kami sudah sama sama hidup bahagia.
__ADS_1
TAMAT.
***********