Terjebak Cinta Masa Lalu

Terjebak Cinta Masa Lalu
Terjebak Cinta Masa Lalu


__ADS_3

Eps. 72


Aku berpisah dengan Rohman di depan parkiran Cafe. Sedangkan Chika langsung aku antarkan pulang. Karena memang keinginan dia. Dalam mobil aku dan Chika saling diam. Karena dia sibuk sendiri dengan ponselnya.


Aku memang merasa aneh dengannya. Kenapa sehabis bertemu Rohman tadi dia jadi lebih sering bermain ponsel. Padahal tidak biasanya dia seperti ini.


Jika kami sedang jalan bersama, dia lebih sering berbincang dan sesekali bercanda denganku. Namun tidak untuk saat ini. Dia lebih fokus ke layar ponselnya sembari mengetik pesan dan senyum senyum dengan sendirinya.


"Chika, kamu kenapa sih. Kok habis dari cafe tadi kamu jadi agak cuek sama aku. Apa karena habis bertemu dengan Rohman kamu jadi seperti ini."


"Ih, apa sih sayang. Aku biasa aja, kok. Mungkin perasaan kamu saja kali."


"Ya sudah, kalau aku salah."


"Oh ya, sayang. Ngomong ngomong kamu temenan sama Rohman sudah lama?"


"Ya lumayan, sih. Dia sahabat aku, dari awal aku kerja di Resto sampai sekarang."


"Kalau boleh tau, dia orangnya gimana sih sayang?"


"Maksud kamu apa, Chika? Kenapa tiba tiba saja kamu menanyakan tentang Rohman?"


"Ehm, anu sayang. Mmm, maksudnya anu itu aku mau kenalin dia sama teman aku. Gitu maksud aku, sayang. Kamu jangan salah faham."


"Oh, gitu. Ya kalau menurut aku dia baik selama ini berteman sama aku. Tapi nggak tahu juga kalau sama yang lain."


"Ehm, gitu ya sayang. Tapi dia lumayan ganteng juga, ya."


"Ya, yang jelas lebih ganteng dari aku. Lebih gagah juga dari aku."

__ADS_1


"Kok kamu ngomongnya gitu sih, sayang."


"Kan aku bicara apa adanya. Di mana salahnya coba?"


Chika terdiam dan sedikit salah tingkah. Dia seolah sedang menyembunyikan sesuatu. Tak ada lagi obrolan antara kami berdua. Mungkin dia marah karena ucapanku tadi. Tapi aku tidak perduli. Aku merasa tidak melakukan suatu kesalahan. Jadi aku bersikap biasa saja.


Tak terasa mobil sudah sampai di depan rumah Chika. Aku segera menyuruhnya untuk turun dan masuk ke rumah. Mengingat hari sudah lumayan gelap.


"Sudah sampai, cepat turun dan segera masuk ke rumah kamu."


"Kamu ngusir aku, sayang?"


"Nggak ada yang ngusir. Kan ini sudah sampai di rumah kamu. Terus aku harus gimana kalau nggak nyuruh kamu turun."


"Ya, ya kan biasanya kamu mampir dulu ke rumah."


"Sudah malam, masih ada waktu kan lain hari."


Aku pergi berlalu meninggalkan halaman rumah Chika. Niatnya nanti sesampai di rumah aku akan menyadap nomor Chika. Kebetulan aku juga sedikit mengerti tentang IT. Mungkin ada cara sadap nomor tanpa jarak jauh tanpa menyentuh ponsel target.


Selama perjalanan fikiranku tidak karuan. Aku masih teringat akan kejadian ketika di Cafe tadi. Saat aku ke toilet, Chika dan Rohman sangat mesra sekali. Ah, tidak bisa ku bayangkan jika mereka ada apa apa di belakang aku.


Akhirnya aku sampai juga di rumah. Aku segera mencari tahu cara sadap wa jarak jauh tanpa menyentuh hp targed. Setelah aku telusuri melalui google dan akhirnya ketemu juga.


Berulang kali aku coba cara tersebut, akhirnya berhasil juga. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya aku dapat mengetahui semuanya. Dengan siapa saja dia mengirim pesan selama ini.


Semua pesan masuk di ponselku dan ku baca satu persatu. Aku sangat terkejut dan sangat tidak menyangka. Ternyata seperti ini kelakuan Chika selama ini di belakang aku. Aku kira dia gadis polos dan baik. Namun ternyata aku salah, dia bersikap baik dan polos hanya di depanku saja.


Satu persatu pesan aku baca. Dan tak jarang sekali ada beberapa pesan dia yang menjurus ke hal yang tidak senonoh. Selain itu, ada juga pesan yang dia meminta sejumlah uang pada seseorang.

__ADS_1


Sungguh sangat menjijikkan sekali pesan pesannya. Aku sangat tidak menyangka, ternyata seperti ini kelakuan Chika. Apakah mungkin dia itu wanita murahan yang mau jalan dengan siapa saja.


Dan pesan terakhir yang aku baca,dengan nomor yang tidak asing. Ya aku tahu itu nomor Rohman sahabat aku. Bagaimana mungkin mereka bisa saling bertukar nomor ponsel.


Pesan dari Rohman sudah ku baca semuanya. Ternyata Chika adalah adik kelas Rohman ketika di SMA dulum. Dan Rohman pun sempat naksir dengannya.


Tidak hanya itu saja, Rohman juga mengajak Chika jalan besok. Dan kebetulan besok adalah malam Minggu. Aku akan mencoba untuk mengajaknya jalan. Dan aku akan tahu jawaban dia apa.


Jika dia menolak, berarti dia jalan dengan Rohman. Tapi jika dia mengiyakan, berarti dia lebih memilhku. Baik, aku akan diam saja untuk saat ini. Namun jika kamu keterlaluan dan berani berbuat yang tidak tidak. Maka aku akan meninggalkan dia begitu saja.


Rasanya kepala ini mendadak pusing. Mata ini juga sangat berat sekali untuk terjaga. Aku pustuskan untuk istirahat sejenak. Karena mengingat hari juga sudah laru. Dan besok aku juga harus berangkat kerja.


Awal kerja di tempat kerja baru aku tidak boleh terlambat dan harus semangat. Apalagi aku diterima sebagai HRD. yah, walaupun hanya di sebuah pabrik. Namun itu jauh lebih baik dari pada di Resto. Mungkin gaji aku bisa dua kali lipatnya.


Impian aku lusa ingin sekali membuka usaha sebuah bengkel dari hasil tabungan kerja aku selama ini. Namun itu semua belum cukup. Makanya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan lain. Yang gajinya lebih besar dari sebelumnya. Semoga saja apa yang aku impikan selama ini tercapai.


*********


Malam telah berganti pagi. Aku terbangun dari tidur, dan ku perhatikan jam dinding ternyata sudah pukul setengah lima pagi. Aku segera bangkit dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Kemudian aku melaksanakan sholat subuh.


Usai sholat, aku merebahkan diri di kasur sambil bermain ponsel. Ku buka aplikasi facebook dan melihat lihat beranda. Sebuah status muncul dengan nama akun Nurrohman.


Ya, aku tahu jika itu adalah akun dari Rohman. Ku baca status dia yang sedikit alay menurut aku. Atau mungkin hanya aku yang merasa baper dengan statusnya. Karena selama ini Rohman sama sekali tidak pernah membuat status yang alay.


'Dipisahkan oleh jarak, dipertemukan oleh takdir Tuhan, dan mungkin nanti akan dipersatukan oleh waktu.'


Ku lihat sebuah tanda love di status itu dengan nama akun Chieka. Dan aku pun juga tahu itu akun Chika. Apa maksud dari semua ini.


Selama ini Chika sama sekali tidak pernah koment ataupun like status aku di fb. Apalagi sampai kirim tanda love. Tapi kenapa dengan Rohman dia seperti itu.

__ADS_1


Aku masih berusaha sabar dan berfikir positif. Aku lebih baik diam dan mencari kebenaran. Aku tipe orang yang tidak suka mencari keributan. Jika ada masalah, aku lebih suka diselesaikan secara baik baik. Tidak dengan menggunakan emosi. Itulah prinsip hidup aku. Semarah apapu aku dengan seseorang, aku masih bisa menahan diri untuk tidak arogan.


__ADS_2