Terjebak Cinta Masa Lalu

Terjebak Cinta Masa Lalu
Terjebak Cinta Masa Lalu


__ADS_3

Eps. 37


(Arman dan Chika)


Sore ini Rohman mengirimkan pesan untukku. Dia akan menemuiku sore nanti guna menepati janjinya. Yaitu menceritakan tentang hubungan dia dengan Chika.


Tak sabar aku ingin mendengarkan ceritanya. Rasa penasaranku sangat amat tinggi. Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka. Aku hanya bisa berharap, apapun yang terjdi semoga aku tidak sangkut pautnya.


Mengingat waktu yang sudah siang, aku memesan makanan lewat aplikasi ojek online. Karena memang perut audah terasa sangat lapar. Sambil menunggu aku membaca novel lewat aplikasi.


Tak butuh waktu lama, sebuah pesan masuk. Ternyata dari driver ojek online. Aku bergegas keluar kost untuk menghampirinya.


********


Aku terbangun dari tidurku, ternyata hari sudah menjelang sore. Ku perhatikan jam dinding ternyata sudah pukul 15.30. Dan aku juga baru ingat jika pukul 16.00 Rohman akan datang.


Segera ku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuh ini terasa kembali segar karena guyuran air. Tak butuh waktu lama aku berada di kamar mandi. Karena mengingat waktu yang sudah mepet. Dan Rohman sebentar lagi akan datang.


Ku kenakan pakaian serapi mungkin. Dengan sedikit makeup agar wajah tidak pucat. Tidak lupa aku semprotkan sedikit parfum agar harum.


Pukul empat kurang lima menit seseorang mengetuk pintu kamar kostku. Aku bergegas untuk membukanya. Ternyata yang datang adalah Rohman.


Senyum manis yang khas dengan lesung pipinya membuatku semakin jatuh hati padanya. Aku segera mempersilahkan dia masuk. Kami duduk berhadapan di lantai yang hanya beralaskan karpet tipis.


Sebelum aku mendengarkan ceritanya, ku berikan dia sebotol minuman. Agar tenggorokan tidak kering ketika bercerita nanti.


"Ini, mas minumnya."


"Terimakasih, non."


"Iya, kamu dari rumah apa dari mana?"


"Aku tadi pulang kerja istirahat sebentar di rumah. Habis itu aku langsung ke sini. Karena aku ingin menepati janjiku sama kamu."


"Iya, aku juga tau kok."


Setelah perbincangan yang cukup panjang, akhirnya Rohman mulai bercerita. Ku tatap netranya yang sayu tampak kesedihan yang mendalam. Akupun mulai mendengarkan dia bercerita.

__ADS_1


Rohman dan Chika memang sudah berencana akan menikah bulan ini. Namun takdir berkata lain. Telah terjadi sesuatu antar keduanya. Hingga pernikahan dibatalkan oleh keluarga Rohman.


Pagi ini terlihat sangat cerah. Sebuah tenda pernikahan telah terpasang. Dekorasinya sangat amat mewah dan cantik.


Terlihat seorang perempuan dengan mengenakan kebaya putih. Dia tampak begitu anggun dan cantik. Berjalan menghampiri calon mempelai pria yang sudah menunggu dari tadi.


Kedua calon pengantin sudah duduk berdampingan. Sebuah acara sakral akan segera dimulai. Tampak penghulu juga sudah siap di hadapan pengantin.


Saat penghulu dan pengantin pria berjabat tangan dan hendak mengucap ijab kabul, seseorang datang dan mencegah untuk melanjutkan. Karena ada suatu hal yang akan disampaikan. Dan ini menyangkut pengantin wanita.


"Saudara Rohman, apakah anda sudah siap."


"Sudah, pak."


"Baik bisa dimulai sekarang, silahkan jabat tangan saya dan ikuti kata kata saya."


"Saya terima nikah dan kawinnya..."


"Tunggu, tolong jangan dilanjutkan terlebih dahulu." Andry datang dan menghentikan acara ini. Semua orang melihat ke arah Andry dengan keheranan.


"Maaf ada apa ya?"


Sang penghulu tampak menganggukkan kepala. Dan Andry mulai menceritakan tentang apa terjadi dengan Chika.


"Bro, maaf sebelumnya. Bukan aku iri, dendam, atau masih cinta sama Chika. Tapi aku cuma mau kasih tau rahasia besar soal dia. Biar kamu tahu siapa dia sebenarnya."


Gelagat Chika tampak tidak tenang. Dia sangat panik dengan kedatangan Andry berikut disusul dengan tantenya dan Rere. Dia kemudian berdiri dan hendaj mengusirnya.


"Kamu mau apa? Tolong jangan ganggu acaraku dan pergi dari sini!" Bentak Chika berbicara penuh emosi.


"Bro, Chika bukan wanita baik baik. Aku tahu dia sedang hamil. Tapi asal kamu tau, anak yang ada di kandungannya itu adalah anak dari banyak laki laki." Sontak semua orang terkejut dengan penuturan Andry.


"Jaga bicaramu, jangan sembarangan!" Bantah Chika yang mencari pembenaran.


"Heh, wanita murahan. Kamu pikir selama ini aku tidak tahu kelakuan kamu yang sering jalan sama suami saya. Kamu keluar masuk hotel dengan suami saya. Hingga suami saya lupa dengan tanggung jawabnya menafkahi saya sebagai istrinya." Tantenya Andry mulai angkat bicara.


"Tante siapa, jangan nuduh saya sembarangan."

__ADS_1


"Udahlah Chika kamu nggak usah ngeles. Kita ada bukti kok." Rere mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan kelakuan Chika.


Semua orang tampak shock. Dan wajah Chika tampak memerah karena malu. Sontak dia tetap tidak mau kalah dan tetap mencari pembelaan.


"Gara gara kamu, rumah tangga saya jadi hancur. Dasar perempuan nggak tahu diri, murahan sekali kamu. Hanya demi uang rela kamu jual tubuhmu ke banyak laki laki."


"Bro, aku nggak menghalangi kamu nikah sama dia. Tapi coba kamu pikir pikir lagi."


Rohman tampak bingung dengan keadaan ini. Dia harus melanjutkan atau menghentikan acara ini.


"Sayang, kita tetap jadi menikah kan? Kamu jangan dengerin omongan mereka. Itu hanya akal akalan biar kita nggak jadi menikah." Chika tampak merengek dan memelas.


"Sayang, ingat ini anak kamu. Kamu nggak lupa kan kalau kita pernah tidur bareng?"


"Ya aku ingat itu. Tapi aku juga baru ingat jika aku itu mandul. Aku tidak bisa punya anak. Jadi mungkin memang itu bukan anak aku."


Chika tampak emosi dan menampar pipi Rohman. Orang tua Rohman segera menengahi pertengkaran mereka. Chika tidak terima dengan perlakuan Rohman. Dia sangat malu begitupun dengan keluarganya.


"Mohon maaf, karena saya ada jadwal untuk menikahkan lagi jadi saya harus permisi."


Para tamu undanganpun juga membubarkan diri. Tampak orang orang berbisik tentang yang punya hajad.


"Aku nggak terima kamu giniin. Kamu udah nidurin aku, tolong tanggung jawab sayang. Ini anakmu."


"Maaf aku nggak bisa menikahimu untuk saat ini. Karena aku ragu dengan bayi yang ada di perut kamu itu."


"Kamu tega bikin keluargaku malu dihadapan banyak orang sayang?"


"Malu? Harusnya kamu yang malu dengan tingkah lakumu."


"Kita tetap harus menikah, bayi ini harus punya bapak."


"Kalau begitu kita ke rumah sakit, dan aku akan cek jika aku benar benar mandul."


Seketika wajah Chika kembali tegang. Dia tetap kekeh meminta untuk dinikahi oleh Rohman.


"Kita ke rumah sakit sekarang."

__ADS_1


Seluruh anggota dari mempelai pria dan wanita menuju rumah sakit untuk sebuah kebenaran. Terlihat Chika tampak cemas. Dia berfikir bagaimana jika Rohman benar benar mandul. Lalu dia harus meminta pertanggung jawaban pada siapa.


Sementara orang orang yang pernah tidur dengannya kini menghilang dan tidak mau bertanggung jawab. Dan sasaran terakhir adalah Rohman untuk menikahi dirinya. Namun semua itu terancam gagal. Karena Andry telah membogkar kedoknya.


__ADS_2