Terjebak Cinta Masa Lalu

Terjebak Cinta Masa Lalu
Terjebak Cinta Masa Lalu


__ADS_3

Eps. 74


Tiga bulan sudah aku tidak bertemu dengan Chika. Pernah aku menghubungi dia, namun tak kunjung di balas. Lewat beberapa hari baru dia balas pesanku. Katanya dia sehabis kuliah, lanjut kerja sambilan hingga malam.Hingga tidaka ada waktu sama sekali untuk bertemu denganku. Semakin tidak beres saja kelakuan dia.


Hari hariku sudah biasa ku jalani tanpa Chika. Aku sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Rasa cintaku padanya sebenarnya masih saja. Hanya saja aku menyayangkan kelakuan dia. Kenapa dia tega sekali berbuat demikian padaku. Apakah dia tidak memikirkan perasaanku.


Namun dengan demikian aku dengan mudah bisa melupakan Chika. Aku harus bertemu dengannya dan menanyakan akan perihal hubunganku dengannya. Jika dia sudah tidak mau lagi denganku, aku tidak bisa memaksa. Dan aku juga ingin berpisah secara baik baik tanpa adanya permusuhan nantinya.


Lima bulan berlalu, aku sama sekali tidak bertemu dengan Chika. Sudah lama juga aku tidak menyadap nomor Chika. Tapi ya sudahlah itu nanti urusan gampang. Yang terpenting aku harus bertemu dengan Chika terlebih dahulu.


Aku menghubungi dia, namun sayang sekali nomornya tidak aktif. Kebetulan ini hari Minggu, aku libur kerja. Jadi aku ada waktu luang untuk mengunjungi rumah Chika.


Tepat pukul lima sore, aku bersiap siap untuk ke rumah Chika. Sekalian akan mengajak dia makan malam. Karena aku juga sangat merindukan saat makan bersama dengannya. Semoga saja dia di rumah dan sudah pulang kerja part time.


Aku sengaja memakai kendaraan milik adikku lagi. Kendaraan melaju dengan kecepatan sedang. Selang lima belas menit, aku sudah memasuki komplek tempat Chika tinggal.


Namun seratus meter sebelum sampai rumahnya, aku melihat Chika keluar dengan dijemput seorang laki laki. Dan aku juga tahu kalau laki laki itu adalah Rohman. Lagi lagi dia berpelukan dengan sangat mesra sekali.


Mereka melaju melealwatimu begitu saja. Tanpa sadar aku memotretnya lagi untuk aku jadikan bukti. Tapi aku heran, kenapa nomor whatsap Chika tidak aktif. Apakah dia ganti nomor atau aku yang diblock.


Sudahlah aku tak terlalu memperdulikannya. Aku bergegas putar balik dan mengikuti mereka berdua. Aku hanya ingin tahu saja mereka akan pergi ke mana. Dan aku ada niat untuk melabraknya saat mereka sedang berduaan. Aku ingin tahu bagaimana reaksi mereka saat aku datang.


Lumayan lama juga mereka berjalan. Hingga akhirnya kendaraan mereka berbelok di suatu tempat yang membuat aku tercengang. Hotel mewah yang lokasinya lumayan jauh dari rumah mereka.


Dalam hatiku bertanya tanya, mau apa mereka datang ke sini. Fikiranku jadi tidak karuan. Apakah mereka akan melakukan suatu dosa. Astaga, kenapa aku jadi mikir yang macam macam.


'Sabar Rendy, kita tunggu saja beberapa saat. Jika tidak sabar langsung saja temui mereka.' Kataku dalam hati.


Aku semakin gelisah dan tidak karuan. Semakin kacau saja perasaan ini. Sudah setengah jam aku menunggu di sini. Karena aku tidak sabar, aku memutuskan untuk masuk dan menemuinya.


Dengan modal nekat, semoga ini bisa menjawab semuanya. Aku masuk menuju resepsionis dan bertemu pagawai hotel. Aku menunjukkan foto Chika dan Rohman. Dan aku beralasan jika aku ini adalah temannya dan sudah janjian akan bertemu di sini.

__ADS_1


"Sore mbak, maaf apa teman saya yang ini ada di hotel ini?"


"Saya sudah janjian mau bertemu di sini, tapi nomornya tidak dapat dihubungi. Soalnya sudah setengah jam saya nunggu di luar belum ada tanda tanda teman saya datang."


"Oh, tamu ini baru saja chek in. Biar diantar rekan saya ke kamarnya."


"Baik mbak, terimakasih."


Aku diantarkan karyawan hotel ke kamar tempat Chika dan Rohman Chek in. Dan sesampainya di depan kamar, aku mengucapkan terimakasih dan tidak lupa memberi tips. Dengan begitu dia segera pergi, agar tidak curiga denganku.


Aku harus menyiapkan mental untuk melihat apa yang akan aku hadapi nanti. Apapun itu, entah baik ataupun buruk aku harus menerimanya. Dan satu hal lagi, aku tidak akan terpancung emosi. Karena itu bukan sifat aku.


'Tok..tok..tok..'


Ku ketuk pintu kamar sebanyak tiga kali. Namun belum ada jawaban dari dalam kamar.


'Tok..tok..tok..'


Ku ketuk lagi pintu kamarnya. Namun lagi lagi hasilnya nihil. Aku pura pura saja menyamar sebagai pegawai hotel. Dan aku mencoba mengetuknya sekali lagi.


Tak lama terdengar suara kunci diputar, dan pintu terbuka. Aku segera mendorong pintu agar terbuka lebar. Dan betapa terkejutnya aku melihat pemandangan yang sangat menjijikkan ini.


Melihat Rohman yang hanya mengenakan celana boxer saja dan bertelanjang dada. Sedangkan Chika yang tengah berada di kasur dengan berselimut putih. Aku langsung saja menghampiri Chika dan membuka selimutnya.


Sungguh miris sekali melihat ini semua. Entah dosa apa yang aku perbuat selama ini. Hingga harus menerima rasa sakit hati yang begitu mendalam ini.


Ku dapati Chika tanpa selembar pakaian pun. Dan mereka berdua tampak salah tingkah dan tegang dengan kedatanganku.


Aku tidak bisa marah karena memang ini sifatku. Aku berusaha tegar untuk menghadapinya. Aku bicara baik baik dengan mereka berdua. Apa maunya dan kenapa tega denganku berbuat seperti ini.


"Jadi ini jawaban kamu setelah sekian lama bilang sibuk karena part time dan tidak pernah menghubungi aku lagi."

__ADS_1


"Kamu kenapa tega sama aku, Chika?"


"Apa aku pernah melakukan kesalahan, sehingga kamu seperti ini."


"Kalau kamu sudah tidak menginginkan aku lagi, semua bisa dibicarakan. Jangan seperti ini kamu menyakiti orang."


"Asal kamu tahu, niatnya tahun ini aku akan melamar kamu. Tapi niat itu aku urungkan setelah semuanya terbongkar."


"Dan kamu bro, kamu sahabatku. Kalau kamu suka sama Chika, kenapa tidak bilang saja sama aku."


"Kita bisa bicara baik baik. Bukan malah seperti ini."


"Selama aku sama Chika, aku tidak pernah tidur dengannya."


"Dari awal aku sudah curiga sama kalian berdua. Dan aku berinisiatif untuk menyadap whatsap Chika."


"Dan aku mengetahui semuanya. Namun aku masih bersikap tenang dan sabar. Karena belum saatnya aku membongkar semua."


"Dan satu hal lagi, orang sabar itu pasti ada batasanya. Ingat ya, setiap perbuatan itu ada karmanya."


"Aku tidak menyumpahi kalian yang jelek jelak. Tapi aku yakin karma itu pasti ada kok."


"Aku juga tidak akan marah pada kalian. Karena percuma juga marah. Hanya buang buang tenaga saja."


"Semoga kalian bahagia. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi."


"Dan buat kamu bro, satu hal yang ingin aku ucapkan. Waspada saja sama orang yang sedang bersama kamu saat ini."


"Karena kamu belum tau dia sebenarnya. Selidiki dahulu dia, sebelum melangkah jauh."


"Aku hanya ingin menyelamatkan kamu saja. Tidak ada maksud lain."

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu aku pamit dulu. Selamat bersenang senang dan selamat menikmati."


Aku pergi berlalu begitu saja. Tidak ada satu patah katapun yang kekuar dari mulut mereka. Mungkinkah mereka berdua merasa bersalah. Tapi aku tidak perduli lagi. Masih banyak wanita yang jauh lebih baik lagi di dunia ini.


__ADS_2