
Eps. 38
Setelah melewati proses pengecekan di sebuah rumah sakit, akhirnya hasilnyapun sudah keluar. Dan apa yang dikatakan Rohman ternyata memang benar tanpa rekayasa. Rohman dinyatakan mandul karena suatu faktor tertentu.
Kali ini Chika benar benar malu. Dia masih tidak percaya dengan semua ini. Namun dia tetap kekeh ingin menikah dengannya. Dia memohon padanya untuk tetap melanjutkan pernikahannya.
Rohman menolaknya, mengingat kelakuan Chika yang sering tidur dengan beberapa pria. Membuat dirinya merasa jijik dan tidak mau lagi berurusan dengan Chika.
Kemudian Rohman berpamitan dengan keluarga Chika. Lalu pergi meninggalkan Chika yang tengah menangis tersedu. Rohman pun tidak perduli dengan keadaannya.
Tangis Chika semakin menjadi. Keluarganya berusaha menenangkan. Karena tak kuasa menerima kenyataan, akhirnya Chika tak sadarkan diri.
Setelah kejadian itu, Rohman mulai sering banyak diam. Dia sering murung dan jarang berbicara. Dia malu pada keluarganya tentang gagalnya pernikahan Rohman. Namun keluarganya tetap memberi semangat agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.
Suatu ketika Andry mendatangi rumah Rohman dan ingin bertemu dengannya. Mereka akhirnya mengobrol empat mata. Andry turut bersedih akan keadaan Rohman. Walaupun dulu sempat dendam padanya. Karena Rohman pernah menjalin kasih dengan Chika saat Andry masih menjadi kekasih Chika. Namun dendam itu sudah terkubur dalam. Dia ingin berdamai dengan keadan.
Ternyata maksud dari kedatangan Andry adalah menceritakan tentang keadaanku sekarang. Di mana diriku yang saat ini sedang koma dan dalam keadaan hamil. Dan yang lebih menyayat hati adalah, calon suamiku meninggal dunia saat dia akan melamarku. Dia adalah Jimmy, cinta di masa laluku.
Kina hanya tinggal namanya saja yang tersisa. Tak sanggup lagi aku jika harus mengingat semua moment indah bersamanya. Dia sudah pergi jauh dan tidak akan pernah kembali lagi.
Setelah Andry menceritakan semuanya, Rohman tampak shock. Dia juga bercerita sebenarnya sudah lama menyukaiku. Namun saat itu posisi dia ada Chika. Jadi terpaksa dia memendam semuanya. Hingga waktu yang akan menyatukan nanti.
Selama aku koma, hampir setiap hari dia selalu menemaniku. Bahkan dia juga rela tidur di rumah sakit demi menunggu aku sadar. Dan pada akhirnya keajaiban itu ada. Aku terbangun dari koma. Dan yang ada di sampingku saat itu adalah Rohman.
Kini aku sudah mengetahui semua cerita antara Rohman dan Chika. Jadi tidak ada penghalang lagi diantara kita untuk melangkah ke depan.
__ADS_1
Jika aku sudah benar benar siap, Rohman akan memperkenalkan aku pada keluarganya. Aku hanya mampu mengiyakan saja.
********
Saat ini aku merasa benar benar sudah sehat. Aku memutuskan ke Resto tempatku bekerja. Niatnya hari ini juga aku akan menemui manager. Karena aku ingin mengundurkan diri.
Tepat pukul sepuluh pagi, aku memesan ojek online untuk mengantarkan aku ke Resto. Tak butuh waktu lama, karena jarak yang tak begitu jauh juga dari kostku.
Setelah sampai tujuan, aku membayar dan bergegas masuk ke dalam. Aku bertemu teman temanku. Mereka semua ramah menyapaku dan menanyakan kabarku.
Sayang sekali aku tidak bertemu sahabatku, Andry dan Rere. Karena mereka berdua dapat sift siang. Akupun tak mempermalahkan, karena bisa mampir kapan saja ke rumahnya.
Tak mau membuang waktu terlalu lama, aku segera menemui manager. Aku berbicara apa adanya, jika aku akan berhenti bekerja.
"Saya turut prihatin dengan keadaan kamu. Tapi apa kamu yakin mau risagn?"
"Coba difikirkan dulu, kamu bisa saja pindah bagian di kasir. Karena saya lihat kinerja kamu itu bagus."
"Iya mbak. Tapi maaf sekali, ini sudah saya putuskan matang matang."
"Ya sudah jika itu terbaik buat kamu, saya bisa apa. Semoga kamu sehat selalu. Satu hal lagi, jika kamu ingin kembali bekerja lagi di sini, silahkan tempat ini selalu terbuka buat kamu."
"Baik mba, saya sangat berterimakasih atas semuanya. Dan saya juga minta maaf apabila selama saya bekerja di sini masih ada kekurangan."
"Saya suka cara kerja kamu. Tapi ya sudahlah, ini gaji kamu bulan kemarin yang belum kamu ambil. Dan ini, ada sedikit pesangon semoga bermanfaat buag kamu."
__ADS_1
"Baik mbak, sekali lagi terimakasih banyak. Kalau begitu saya pamit ya mbak."
Aku berjabat tangan dan cipika cipiki dengan mbak Yola. Manager di Resto tempat aku bekerja selama ini. Yola, wanita dengan tekstur tubuh tinggi langsing berambut panjang dan berwajah ayu. Dia masih saudara sepupunya Jimmy.
Dia sangat baik dan ramah pada semua karyawan resto tanpa membedakan. Usianya cukup matang yang menginjak angka 32 tahun, namun belum juga menikah.
Usai dari ruangan manager, aku menemui temanku satu bersatu. Aku berpamitan pada semua teman kerjaku tanpa terkecuali.
Rasanya sangat sedih sekali jika berpisah dengan teman temanku. Tapi mau bagaimana lagi. Ini sudah menjadi keputusanku. Dan semua sudah aku fikirkan sebelum bertindak.
Bukan tanpa sebab aku memutuskan hubungan kerja. Namun aku ingin istirahat sebentar agar fikiran tenang. Aku juga tidak ingin kembali teringat Jimmy jika terus bekerja di sini. Karena bisa mengganggu fikiranku.
Aku masih memiliki tabungan. Setidaknya bisa untuk kebutuhanku selama satu bulan. Mengingat saat ini aku sedang hamil muda, jadi aku memilih bersantai di kost. Sambil berfikir untuk kedepannya bagaimana.
Karena akan sulit mencari pekerjaan jika dalam keadaan hamil. Namun disisi lain aku juga tidak mau kandunganku kenapa kenapa. Dan akupun mulai memutar otak. Bagaimana aku bisa menghasilkan uang sendiri. Sementara keadaanku sedang hamil.
Aku membuka sosial mediaku yang sudah lama tidak aku buka. Aku scrol beranda dan akhirnya netraku berhenti melihat sebuah grup. Grup kumpulan para penulis hebat yang bisa disebut author.
Aku mencoba bergabung, dan di situ banyak sekali tulisan tulisan para author yang ceritanya sangat menarik. Aku membaca satu persatu judul, dan dalam benakku mulai muncul sebuah ide.
Aku mencoba iseng menulis satu buah cerita yang menceritakan tentang perjalanan cintaku. Aku menulis apa adanya, karena ini hanya mencoba saja untuk menghilangkan suntuk.
Akhirnya selesai, dan tulisan itu aku kirim ke grup penulis yang baru aku gabung. Satu persatu like dan koment mulai muncul. Aku sangat bahagia, ada orang yang menyukai dan membaca tulisanku.
Ku letakkan ponsel lalu aku bergegas melaksanakan kewajiban sholat duhur. Setelah itu lanjut aku makan siang. Kebetulan tadi waktu pulang dari Resto aku mampir membeli nasi bungkus.
__ADS_1
Tidak seperti biasa, aku mahan dengan lahapnya seperti orang yang kelaparan. Bahkan sekarang aku juga sering sekali merasa lapar. Ya aku maklum karena aku sedang berbadan dua. Jadi butuh asupan gizi dua kali lipat.
Usai makan aku kembali mengambil ponsel dan membuka sosial media. Ada beberapa pemberitahuan. Dan akupun sangat terkejut saat melihat tulisan yang aku posting. Baru setengah jam sudah tembus lima ratus like dan banyak koment.