Terjebak Cinta Masa Lalu

Terjebak Cinta Masa Lalu
Terjebak Cinta Masa Lalu


__ADS_3

Eps. 50


Tak ada jawaban dari perempuan itu. Dia tetap berdiri mematung dan menatapku. Sepertinya aku benar benar mengenali perempuan ini.


Lalu dia melepas kacamata dan masker yg menutupi wajahnya. Betapa terkejutnya aku setelah mengetahui siapa dia sebenarnya.


Chika.'


Aku fikir dia akan berhenti untuk mengusik kehidupanku. Ternyata aku salah besar. Dia sangat nekat untuk menyekapku. Bahkan aku juga tidak tahu sekarang aku berada di mana.


Tak hanya itu, dua pria penjaga juga melepaskan maskernya. Dan lagi lagi aku dibuat terkejut. Untuk kali ini aku betul betul shock berat. Seseorang yang menjadi sahabatku ternyata bersekongkol dengan Chika. Astaga, ada apa ini sebenarnya.


"An.. Andry?"


"Ma.. Maaf, Cha. Aku terpaksa melakukan ini."


"Aku nggak menyangka kamu bisa setega ini."


"Aku minta maaf, Cha. Ini juga bukan kemauan aku."


"Dan kamu Chika, kenapa terus terusan mengusik hidupku? Sebenarnya apa mau kamu? Aku tidak pernah sedikitpun mengusik hidupmu. Tapi kenapa kamu tega denganku. Apa salahku padamu?"


"Hahahaha.... Kamu masih bertanya apa salahmu?"


"Ya aku bertanya apa salahku. Selama ini aku tidak merasa berbuat salah padamu."


"Jangan kamu berlagak bodoh. Yang jelas semua ini ada sangkut pautnya dengan Rohman."


"Astaga, Chika."


"Kenapa? Kamu pikir aku tidak tahu hubungan kamu dengan Rohman?"


"Bukannya kamu sudah tidak ada apa apa dengan Rohman?"


"Ya, betul sekali apa yang kamu katakan. Aku memang sudah tidak ada hubungan apa apa dengan Rohman."

__ADS_1


"Lalu apa yang membuatku menyekap aku seperti ini?"


"Asal jamu tahu, jika aku tidak bisa mendapatkan Rohman. Maka tidak ada orang lain yang bisa mendapatkannya juga. Termasuk kamu Lissa."


"Chik, jika kamu ingin kembali dengan Rohman, silahkan. Aku sama sekali tidak keberatan dan tidak akan menghalanginya. Tapi toling lepaskan aku."


"Tidak mudah untuk aku kembali pada Rohman. Maka lebih baik aku melenyapkan kamu."


"Astaga Chik, aku akan menuruti apa mau kamu. Tapi tolong lepaskan aku. Aku masih punya keluarga yang membutuhkan aku."


"Hahahahah, apa kamu benar benar akan menuruti mauku?"


"Jika aku sanggup akan aku turuti."


"Baiklah, jika begitu menikahlah dengan Andry."


Aku dan Andry saling beradu pandang. Dari tatapan matanya, aku seperti melihat jika dia sedang tertekan. Mungkinkah dia sedang diancam atau ada sesuatu yang lain.


Aku tidak mungkin menikah dengan Andry. Dia sahabatku dan diantara kuta tidak saling memiliki rasa cinta. Apa jadinya pernikahan tanoa didasari rasa cinta.


Tidak, ini tidak boleh terjadi. Aku harus menolaknya. Andry sahabat terbaikku. Aku harus menolaknya. Jika dia menginginkan Rohman, aku akan melepasnya Tapi tidak untuk menikah dengab Andry.


"Ya, aku sangat tahu dia sahabatmu. Bagaimana, apa kamu setuju?"


"Maaf untuk itu aku tidak bisa. Jika kamu inginkan Rohman, ambilah. Aku akan iklas melepasnya. Tapi untuk menikah dengan Andry aku benar benar tidak bisa."


"Oh, tinggi sekali omongan kamu. Jangan pernah menyesal jika kamu menolak tawaranku."


Chika mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah minuman dan sebuah bungkusan kecil dibuka. Entah bubuk apa yang dia keluarkan. Lalu membuka tutup dan mencampurkan bubuk itu ke dalam minuman.


"Apa kamu tahu apa yang aku campurkan, Lissa?"


"Apa itu Chik, tolong jangan macam macam."


"Apa kamu pernah dengar nama sianida?"

__ADS_1


"Jangan bilang kalau kamu mencampurkan sianida ke dalam minuman itu, Chika."


"Ya, tepat sekali. Dan aku ingin kamu meminumnya."


"Jangan main main kamu, Chik. Kita ini sama sama perempuan. Aku sedang hamil, begitu juga dengan kamu."


"Aku tidak perduli tentang kehamilan. Yang aku inginkan kamu minum minuman ini."


Saat aku sedang berdebat dengan Chika, dengan diam diam Andry mengambil ponsel Chika dari dalam tas yang diletakkan di meja. Dengan dibantu penjaga yang satunya bernama Rio, Andry berhasil merekam kejadian yang sangat tragis ini. Dengan cepat dia mengirim vidio ke nomer Rohman. Dia juga meminta tolong untuk lapor polisi. Tidak lupa Andry juga mengirim lokasi.


[Bro, ini aku Andry. Tolong kamu lapor polisi. Lissa dalam bahaya. Plis, kamu cepat kemari, tidak ada waktu untuk menjelaskan.]


Mungkin ponsel Andry diambil oleh Chika sehingga dia harus sembunyi sembunyi menggunakan ponsel Chika. Saat Chika berusaha memberiku minuman yang sudah bercampur sianida, aku reflek menendang kakinya. Lalu dua terjatuh dan minuman beracun itu tumpah.


Pada saat itu jua Chika tampak marah. Dia bangkit lalu menamparku. Aku tak sanggup untuk membalasnya karena kondisi tanganku yang terikat.


Begitu juga dengan Andry, dia tampak akan menolongku, namun pada saat itu pula niatnya dia urungkan. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya. Aku merasakan perih pipi ini karena tamparan Chika. Hingga sudut bibir mengeluarkan darah segar.


Tak sampai di situ, Chika bahkan mengeluarkan sebuah pisau kecil. Lalu mengarahkannya padaku seolah ingin menghujamkannya padaku. Namun lagi lagi kakiku reflek menendangnya lagi, hingga dia terjatuh dalam keadaan terduduk untuk kedua kali.


Tanpa fikir panjang, Andry bergegas menolongku. Dia berusaha untuk melepaskan ikatan tanganku. Sedangkan satu penjaga yang tadi bersama Andry tak bisa berbuat banyak. Karena tiba tiba dia merasakan sesak nafas.


Belum juga lepas ikatan tanganku, Chika sudah bangkit dan berdiri. Dia mengambil sebuah kayu yang ada di sampingnya. Saat akan memukul Andry, Rio bangkit dan sekuat tenaga mendorong Chika. Mereka berdua jatuh bersamaan. Untuk ketiga kalinya Chika terjatuh lagi.


Dan akhirnya ikatan tanganku berhasil dilepaskan. Andry berusaha menuntunku karena keadaanku yang lumayan lemah karena seharian disekap dan belum makan sama sekali.


Namun saat aku dan Andry berusaha kabur, kami teringat akan Rio. Aku menyuruh Andry untuk membantu Rio yang tengah tergeletak lemas dengan memegangi dadanya.


Dan pada saat itu juga Chika bangkit lagi. Dia sudah membawa kayu balok di tangannya. Namun saat akan memukul Andry dan Rio, tiba tiba Chika menjerit histeris. Dia merasakan sakit pada perutnya


Tak hanya itu, darah segar menembus celananya. Entah apa yang terjadi padanya aku tidak perduli. Yang aku fikirkan saat ini hanya ingin kabur dari tempat ini. Saat aku akan melangkah, pandangaku tiba tiba buram. Kepalaku mendadak pusing, dan badanku terasa gemetar.


Rasanya sangat tidak tahan, hingga membuatku ungin terjatuh. Namun tiba tiba seseorang memelukku, hingga aku jatuh di pelukjan seseorang.


Meskipun setengah sadar, aku bisa tahu siapa yang sedang memelukku sekarang. Dari aroma tubuhnnya, dan pelukkan hangat yang pernah aku rasakan sebelummya. Dia adalah Rohman, calon suamiku.

__ADS_1


Meskipun mataku terpejam, aku masih bisa mendengar. Ada beberapa suara derap langkah yang mendekat pada kami. Aku tidak tahu lagi apa yang terjadi. Aku sudah tidak sadarkan diri.


Ada beberapa anggota Polisi, keluarga mas Rohman, Rere, dan warga sekitar yang masuk untuk membantu kami. Ternyata semalam aku disekap di sebuah rumah kosong yang letaknya lumayan jauh dari rumah penduduk. Tapi untungnya kami semua selamat dan akhirnya kami dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.


__ADS_2