Terjebak Cinta Masa Lalu

Terjebak Cinta Masa Lalu
Terjebak Cinta Masa Lalu


__ADS_3

Eps. 57


Semuanya sudah tenang. Mas Rohman mulai berjabat tangan dengan penghulu untuk proses ijab kabul. Hanya dengan satu kali ucapan, sudah disambut dengan 'kata sah' dari penghulu dan saksi serta yang lainnya. Dengan mengucap Alhamdulillah, semuanya berdoa atas lancarnya proses ijab kabul ini.


Bahkan, aku meneteskan air mata setelah dinyatakan sah sebagai istri mas Rohman. Ku cium punggung tangan mas Rohman sebagai seorang istri. Pun mas Rohman mencium kening aku. Aku menangis haru karena sudah menjadi istri mas Rohman.


Aku mencium punggung tangan orang tuaku dan orang tua mas Rohman sebagai bentuk baktiku kepada anak ibu dan anak menantu. Begitu pula sebaliknya, mas Rohman juga melakukan hal yang sama.


Aku dan mas Rohman tersenyum bahagia sekali. Sangat tidak menyangka, setelah beberapa kali sempat gagal dan musibah selalu datang, akhirnya aku bisa merasakan kebahagiaan ini.


Acara berikutnya yaitu foto bersama. Keluarga kami bergantian foto bersama untuk dijadikan moment yang sangat indah. Kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama. Tidak lupa aku juga memberikan makanan untuk para tetangga sebagai bentuk syukuran atas pernikahan aku dengan mas Rohman.


Setelah semuanya selesai, aku akan diboyong ke rumah mas Rohman, tepatnya di kota Semarang. Karena acara resepsi akan diadakan di sana. Dan aku juga akan menetap di sana karena ikut dengan suamiku.


Aku berpamitan kepada semua keluargaku dan para tetangga yang hadir di acara ijab kabulku. Ku peluk ibu ku, rasa sedih telah melanda hatiku. Tak kuasa aku menahan air mata. Dan akhirnya buliran bening menetes dari sudut mata.


"Bu, untuk acara resepsi besok hari Minggu biar dijemput sama saudara kami ya. Mungkin pagi sudah tiba di sini." Ucap ibu mas Rohman memberi tahu ibuku untuk acara resepsi lusa.


"Oh ya bu, terimakasih. Maaf sudah merepotkan ibu dan sekeluarga." Jawab ibuku kepada besan, mereka saling tersenyum.


"Sama sekali tidak merepotkan, bu. Kita sudah jadi besan sekarang."


"Iya bu, saya sangat berterimakasih karena Rohman sudah mau menerima Lissa apa adanya."


"Asalkan anak kita bahagia, kenapa tidak."

__ADS_1


Betapa bahagianya melihat ibu dan ibu mertua saling tersenyum. Semoga saja mertua dan iparku benar benar baik padaku. Tidak hanya di depan ku saja, semoga di belakang ju baik. Harapan semua menantu mendapatkan mertua yang baik. Aku tidak ingin seperti di sinetron sinetron di tv. Mertua hanya baik di depan saja.


'Astagfirullah.' Apa yang aku fikirkan?, ya Allah ampuni aku.'


Semuanya sudah siap dan akan pulang ke Semarang. Aku sudah masuk ke mobil, dan duduk bersama mas Rohman yang sekarang menjadi suamiku. Mobil melaju meninggalkan halaman rumahku. Aku melambaikan tangan kepada semua keluargaku. Aku memandang mereka semua, dengan mata berkaca kaca.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam. Dan akhirnya kami semua tiba di rumah orang tua mas Rohman.


"Sayang, sementara tinggal di sini dulu ya. Nanti kalau acara resepsi selesai, baru kita pindah ke rumahku."


Aku baru ingat jika mas Rohman sudah memiliki rumah sendiri. Itu artinya nanti aku dan mas Rohman akan tinggal sendiri dan tidak jadi satu dengan orang tua mas Rohman. Jika aku pribadi sangat senang dengan keputusan ini. Mungkin mandiri itu jauh lebih baik.


"Iya mas. Terserah kamu saja, aku ngikut."


"Nak, apa tidak sebaiknya kalian di sini dulu sampai nanti kamu lahiran. Ibu hanya takut nanti ada apa apa. Tapi jika kalian tidak berkenan, ya tidak masalah. ibu hanya saja memberikan saran, bukan maksud untuk mengaturkalian."


"Bu, aku dan Lissa akan tinggal di rumahku saja. Ibu tenang saja, nanti kami akan sering sering ke sini untuk jenguk ibu."


"Ya sudah, apapun keputusan kalian yang terpenting kalian bahagia ibu juga ikut bahagia. Pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk kalian. Kapan pun kalian pulang, ibu tetap akan menyambut kalian. Dan kamu nak Lissa, jangan pernah sungkan jika sedang berada di rumah ini. Karena kamu sekarang sudah menjadi bagian dar keluarga ini."


"InsyaAllah tidak, bu. Lissa senang kok ada di sini. Ibu sekeluarga baik sekali sama Lissa. Lissa sangat beruntung dan bahagia sekali rasanya."


"Ya sudah, kalau begitu kalian masuk dulu. Lebih baik istirahat dulu."


Aku dan mas Rohman masuk ke dalam kamar. Mas Rohman membawakan tas yang aku bawa dari rumah. Dan isinya hanya beberapa pakaian saja. Sengaja aku tidak bawa banyak banyak. Karena nanti jika aku menginao di rumah ibu, tidak perlu membawa baju ganti. Lagian barang barangku yang ada di kost juga masih banyak. Mungkin aku akan meminta tolong untuk membereskannya dan dibawa ke mari.

__ADS_1


Aku melepas kebayaku, dan aku ganti dengan baju harian. Riasan makeup mulai aku bersihkan. Sementara mas Rohman menata baju bajuku dan dimasukkan ke dalam almarinya.


"Mas, aku boleh minta tolong nggak?"


"Ada apa, sayang? Pakai acara minta tolong segala. Aku ini suami kamu."


"Mmm, barang barang ku yang di kost masih banyak. Lusa jika kita sudah ada waktu longgar, bisa minta tolong di bereskan dan di bawa ke rumah?"


"Iya sayang, nanti jika kita sudah pindah rumah akan aku bersekan barang barang kamu yang ada di kost."


"Makasih ya, mas."


Iya, sayang."


Tanpa basa basi mas Rohman menyambar bibirku. Kami saling beradu bibir. Untuk kali ini aku membalasnya karena aku tidak mau suamiku tidak merasakan nikmat.


Baru juga masuk kamar, kami sudah melakukan adegan panas. Aku tidak akan pernah menolak, karena aku sudah sah menjadi istri mas Rohman. Kapan pun dia meminta, aku akan siap melayaninya.


Mungkin kurang lebih selama satu jam kami bergelut di atas kasur. Keringat membasahi tubuh. Nafas tersengal dan sangat lelah sekali. Mas Rohman melakukannya dua kali dengan durasi yang lumayan lama menurut aku. Dia cukup kuat dan perkasa sekali.


Mas Rohman merebahkan tubuh di sampingku. Ku tatap langit langit dinding di kamar ini. Tiba tiba terlintas nama Jimmy dalam fikiranku. 'Astaga', kenapa selalu ada seseorang fi mada lalu yang mengganggu fikiranku. Ada apa dengan isi kepalaku ini. Saat aku sedang bahagia dengan seseorang yang aku sayang, kenapa bayangan di masa lalu selalu muncul.


Ku lihat mas Rohman sudah tertidur dengan keadaan tanpa sehelai benang pun. Mungkin dia sangat kelelahan karena aktivitas barusan.


Aku segera menutup tubuhnya dengan selimut. Lalu aku beranjak dari tempat tidur kemudian mengenakan pakaianku. Dan aku pun menuju kamar mandi.

__ADS_1


Tak kudapati keluarga mas Rohman di ruang tamu. Tampak sepi sekali, apakah semuanya sedang pergi atau sedang istirahat. Akupun taj memperdulikannya, dan segera menuju kamar mandi untuk buang air kecil dan membersihkan muka. Rasanya sangat lengket sekali jika tidak segera dibersihkan.


__ADS_2