Terjebak Cinta Masa Lalu

Terjebak Cinta Masa Lalu
Terjebak Cinta Masa Lalu


__ADS_3

Eps. 73


Tepat pukul tujuh pagi aku bergegas berangkat kerja. Aku sengaja menggunakan kendaraan roda dua milik adikku. Karena kendaraanku sedang ada di bengkel. Jika menggunakan mobil aku takut terlambat. Karena jika pagi hari seperti ini dapat dipastikan jalanan padat karena jam orang orang berangkat kerja.


Aku sengaja melewati jalan tikus yang jarang sekali aku lewat. Entah mengapa hati ini mengajakku untuk melewati jalan ini. Dan aku juga merasakan sesuatu akan terjadi padaku. Karena aku merasakan gelisah sekali.


Aku melaju dengan kecepatan sedang. Setelah Setelah melewati pertigaan, aku melihat seseorang yang mungkin aku kenal. Dari postur tubuhnya sepertinya sangat tidak asing. Semoga saja dugaanku tidak benar dan aku salah lihat.


Di depanku ada sepasang muda mudi mengendarai roda dua. Dari postur tubuh perempuan yang dibonceng mirip sekali dengan Chika. Mulai dari rambutnya, perawakan tubuh, baju, celana, dan juga tasnya sangat mirip seperti milik Chika.


Aku semakin penasaran dan ingin memastikan apakah itu benar Chika. Tapi dia dengan siapa, dan kenapa sangat mesra sekali. Membonceng sambil berpelukan sepsrti itu.


Tunggu, sepertinya motor itu juga tidak asing buat aku. Motor matik putih dengam sedikit modifikasi dengan plat sekian. Terdapat stiker di slebornya. Ya, aku tahu itu kendaraan milik siapa. Karena aku pernah meminjam kendaraan tersebut. Rohman, ya kendaraan itu milik Rohman.


Jantungku semakin berdebar tak karuan. Aku semakin memantapkan hati untuk melihat dwngan jarak dekat. Ku lajukan kendaraan dengan lebih cepat dan mendahuinya. Saat berpapasan, aku menyempatkan untuk menoleh sebentar. Dan aku sungguh tak percaya dengan apa yang aku lihat hari ini.


Itu benar Chika dan Rohman sedang berboncengan dengan sangat mesra. Tega sekali mereka berkhianat di belakangku. Padahal rencana tahun ini aku akan melamar Chika. Tapi setelah melihat ini, niat aku urungkan. Ternyata Chika menghianati aku.


Untung saja aku memakai kendaraan dan helm milik adikku. Jadi mereka tidak akan mengenali aku. Dan juga jaket yang aku pakai ini juga baru. Mereka tidak akan tahu siapa aku.


Aku sengaja mempercepat laju kendaraan. Lalu aku berhenti di depan dan mengeluarkan ponsel. Sambil menunggu mereka lewat, karena aku akan memotretnya sebagai bukti nanti untuk membongkar perselingkuhan mereka.


Akhirnya yang ditunggu datang juga. Aku bersikap santai agar mereka tidak curiga padaku. Saat mereka lewat aku segera memotretnya beberapa kali. Untung saja kendaraan Rohman melaju dengan pelan. Jadi pengambilan gambar sangat sempurna dan tidak ngeblur.


Aku kembali memasukkan ponsel ke dalam saku. Lalu aku tancap gas dengan kecepatan tinggi agar lekas sampai tujuan. Walaupun perbuatan mereka sangat menyakiti hatiku, aku tetap berusaha tenang.


Tidak lama aku pasti akan membongkar semuanya. Aku akan bongkar dengan cara baik baik. Karena aku bukan tipe orang yang mudah terpancing emosi dan aku tidak arogan.


Setelah sekian lama perjalanan, akhirnya aku tiba tempat kerjaku yang baru. Aku berkenalan dengan rekan kerjaku satu persatu. Dan aku juga diajari sistem kerja ku dengan seseorang Alhamdulillah pekerjaaan hari ini berjalan dengan baik.

__ADS_1


**********


Sore ini aku sudah berada di rumah. Aku istirahat sebentar sambil bermain main ponsel. Seharian ini tidaka ada komunikasi antara aku dan Chika. Aku tak begitu memperdulikannya. Karena aku sudah tau semuanya.


Jika dia mengirim pesan akan aku balas. Tapi aku tidak akan mengirim pesan terlebih dahulu. Mengingat kelakuan dia padaku, memang sangat sakit. Tapi apa boleh buat, aku lebih baik diam saja.


Hati ini ingin sekali membalas perbuatannya. Namun selalu aku tahan. Karena aku tidak pernah punya sifat untuk menyakiti hati wanita. Mengingat ibuku juga adalah seorang wanita. Jadi aku harus memperlakukan wanita dengan baik. Walaupun sebenarnya aku sendiri juga dlsedang meraakan sakit hati yang teramat dalam sekali.


Aku iseng mengintip akun facebook milik Chika. Dan dia membuat story yang mungkin bisa dikatakan jika dia sedang bahagia. 'Terimakasih untuk waktunya hari ini. Aku sangat senang sekali.'


Aku tahu jika status itu untuk Rohman. Namun apalah dayaku yang hanya bisa menonton saja. Kepalaku sedikit pusing karena mengingat mereka. Lebih baik aku menonton film saja di yout*be. Mungkin bisa menghilangkan setres dan sakit kepala ini.


Sebuath film komedi membuat aku tertawa lepas. Aku sangat terhibur sekali, hingga lupa jika aku sedang sakit hati. Pusing di kepala juga mendadak hilang.


Setelah semuanya aku rasa sudah lebih baik, aku memutuskan untuk mandi. Mengingat hari yang sebentar lagi berganti gelap. Saat aku beranjak, sebuah notif pesan masuk melalui whatsap.


[Sayang, kamu sedang apa?]


[Aku kangen sama kamu. Seharian nggak ketemu.] Rasanya tidak ingin membalas, namun aku harus tetap bersikap baik padanya.


[Aku baru mau mandi]


[Kamu seharian ke mana?]


[Aku sibuk sayang, aku ke kampus pagi pagi sekali. Terus siangnya aku bantuin temen.]


[Lumayan sekarang dapat kerja sambilan, sayang. Lumayan kan buat tambah tambah jajan.]


[Maaf mungkin aku akan sibuk ke depannya, sayang.] Pandai sekali aktingnya. Padahal aku sudah tau semua kebusukannya. Baiklah, permainan akan aku mulai.

__ADS_1


[Oh, ya nggak apa apa Chika. Vaguslah kamu dapat kerja sambilan. Kamu bisa mandiri tanpa bergantung sama orang tua kamu.]


[Iya dong, sayang. Kan memang harusnya aku begitu. Soalnya kasian orang tuaku cari uang. Mereka juga sudah tua.]


[Emangnya kamu kerja apa sih, Chika?]


[Aku bantu bantu di rumah makan milik orang tua teman aku, sayang.]


[Oh gitu. Ya sudah kamu jaga kesehatan, ya.]


[Iya sayang, kamu juga harus jaga kesehatan.]


[Oh ya sayang, bagaiman di tempat kerja kamu yang baru? Apa semua baik baik saja, dan kamu betah di situ.?]


[Untuk saat ini semua berjalan baik. Semoga saja sampai seterusnya.]


[Iya sayang, amin.]


[Ya sudah, kalau begitu aku pamit dulu mau mandi. Sebentar lagi mau magrib.]


[Iya, sayang.]


Tak ku balas lagi pesan dari Chika. Sungguh pandai sekali dia membuat drama. Tapi sayang, dia kurang pandai memainkan drama tersebut. Aku hanya mampu tertawa getir menanggapinya.


Aku segera bangkut untuk menuju kamar mandi. Ku basuh seluruh anggota tubuhku ini dengan air dingin. Rasanya sangat segar sekali walaupun hari sudah akan gelap. Ya, itu karena di kota ini sangat panas hawanya. Jadi mandi dengan air dingin pun tidak berasa dingin.


Usai mandi, aku bersiap menunggu azan magrib. Sembari menunggu, aku memainkan ponselku. Rasanya hati ini ingin sekali mengintip aku sosial media milik Rohman.


Mumpung masih ada waktu, aku membuka akun IGnya. Dan lagi lagi dia mengunggah sebuah story sedang menggenggam tangan seseorang. Dengan caption 'Cepat atau lambat kita akan segera bersatu. Jika ada sesuatu yang menghalangi, aku akan menyingkirkannya.'

__ADS_1


__ADS_2