Terjebak Cinta Tukang Cuci Piring

Terjebak Cinta Tukang Cuci Piring
Tekad Arzan


__ADS_3

Diantara deretan teman laki-lakinya, Yudis menjadi orang yang paling tahu seperti apa keadaan Arzan pasca kepergian orang-orang tersayangnya.


Kehilangan ayah saat dirinya belum siap menjadi seorang pemimpin perusahaan besar, membuat Arzan harus berusaha keras untuk menjaga keadaan perusahaan agar tetap stabil sepeninggal sang ayah.


Dia harus rela kehilangan banyak waktu dengan keluarga yang baru seumur jagung dibinanya. Setelah pernikahannya dengan Mitha dia harus meninggalkan wanita yang dicintainya karena alasan menuntaskan pendidikannya di luar negeri.


Di saat waktunya tiba untuk kembali, harapannya besar untuk dapat menumpahkan setiap kerinduan yang diciptakan oleh jarak di antara mereka dengan selalu bersama, namun sayang harapannya hanya menjadi sebatas ekspektasi.


Nyatanya Arzan harus kembali menerima kenyataan yang tak sesuai harapannya, sang ayah pergi meninggalkannya dan meninggalkan tanggung jawab besar yang harus dipikulnya. Lagi-lagi, dia harus rela kehilangan waktu kebersamaannya dengan wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Keadaan perusahaan mengharuskannya sering meninggalkan Mitha.


Namun Yudis tahu, jika cinta laki-laki itu sangatlah besar, semua kebutuhan Mitha selalu dipastikan terpenuhi. Setiap ada kesempatan untuk memanjakan wanitanya itu selalu dia maksimalkan.


Tak ada yang meragukan bagaimana cinta Arzan untuk Mitha, sehingga ketika takdir kematian memisahkan mereka Arzan berubah seratus delapan puluh derajat. Sepertinya rasa kehilangannya jauh lebih besar dibanding saat kepergian ayahnya.


Tidak ada lagi senyum atau pun kehangatan sikap yang Arzan tunjukkan. Semua yang mengenalnya terdampak perubahan sikapnya yang berubah menjadi dingin dan terkesan kejam. Arga adalah orang yang merasakan dampak paling besar saat itu, termasuk Yudis sang dokter keluarga yang turut menjadi saksi bagaimana perubahan hidup Arzan saat itu.


Hanya pada mami dan putrinya Arzan bisa berubah lembut dan bersikap hangat. Selain kepada mereka berdua, Arzan kembali bersikap dingin dan tidak peduli terutama pada makhluk yang namanya perempuan.


Sudah sering rekan bisnisnya memperkenalkan wanita padanya karena mereka tahu jika Arzan adalah seorang duda beranak satu. Tapi dari sekian banyak wanita yang pernah dikenalkan padanya, tidak ada satupun yang mampu membuka pintu hatinya, hanya ada Mitha di hati dan pikirannya.


Tapi hari ini, selama pemeriksaan singkat terhadap Tiara dilakukan Yudis. Dia bisa melihat dari tatapan mata Arzan pada wanita yang sudah dinikahinya itu bertapa dalam cinta yang dia miliki untuk wanita itu.

__ADS_1


Yudis bahagia melihat perubahan Arzan saat ini. Inilah yang sudah lama mereka nantikan, sahabat mereka yang selalu tersenyum dan penuh kasih kini perlahan mulai kembali.


"Aku penasaran, apa sebenarnya keistimewaan yang dimiliki gadis ini hingga mampu mencairkan es batu ini" gumam Yudis dalam hatinya, dia mencuri-curi pandang ke arah Tiara yang duduk berdampingan dengan Arzan, laki-laki itu tidak sedikitpun membiarkan istrinya jauh darinya.


Bahkan saat pemeriksaan oleh dokter Yudis berlangsung Arzan enggan jauh dari Tiara, dia memastikan jika Yudis tidak melanggar aturan yang dibuatnya ketika memeriksa Tiara.


Dengan seenaknya Arzan membuat peraturan jika Yudis tidak boleh menyentuh Tiara, dia hanya membolehkan area tangan Tiara yang boleh diperiksa itu pun harus dengan memakai sarung tangan.


"Dasar bucin!" geram, Yudis hanya bisa memaki dalam hati mendengar aturan gila yang ditetapkan keluarga pasien terhadap dokter.


"Jangan memakiku!" melihat raut wajah Yudis saat memeriksa Tiara, Arzan seolah bisa menebak jika temannya itu saat ini sedang memakinya.


"Haha....mana berani saya memaki tuan muda" ujar Yudis dengan mengandung nada sindiran sekaligus kaget karena merasa ketahuan sedang memaki temannya itu.


"Semoga kebahagiaan selalu membersamaimu, sobat" do'a tulus Yudis untuk Arzan, dalam hatinya.


☘️☘️☘️


"Mas aku ...." Tiara menghentikan ucapannya saat melihat Arzan tengah menghubungi seseorang, saat ini dia tengah menghabiskan buah potong yang disediakan khusus untuknya.


"Segera kumpulkan direktur dan manajer semua divisi" titah Arzan tegas, suara sang penguasanya kembali terdengar membuat bulu kuduk Tiara berdiri, entah menghubungi siapa.

__ADS_1


"Aku akan memberi tahu mereka semua tentang kita, setelah ini biarkan Arga yang mengurusnya" Arzan kembali berkata lembut, membuat Tiara lega mendengarnya, benar-benar dua sisi berbeda yang Tiara temukan dalam diri Arzan.


"Tapi Mas, kamu kan...."


"Jangan berbicara lagi tentang yang sudah berlalu, mulai sekarang mari kita melangkah ke depan bersama" ucapan Tiara terjeda, Arzan seolah bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh istrinya itu.


"Kamu enggak malu, Mas?" entah keberanian dari mana, tiba-tiba pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutnya.


"Maksud kamu?" Arzan menghentikan gerakannya yang sedang mengusap lembut pipi wanita yang telah berhasil mencairkan hatinya itu.


"Aku hanya orang biasa, ayahku bahkan seorang koruptor dan menjadi narapidana saat ini. Sedangkan kamu...."


"Ssstttt, aku tidak menikah dengan ayahmu. Sudahlah, jangan hiraukan itu. Aku tidak peduli. Jangan pikirkan tentang apa yang akan orang katakan, jika hal itu hanya membuatmu resah abaikan saja" ucap Arzan lembut, bahkan telunjuk yang tadinya menempel di bibir yang sudah menjadi candunya itu kini beralih menyusurinya.


Cup....tidak dapat menahan diri, Arzan langsung mendaratkan kecupan di bibir Tiara. Tak ada respon dari Tiara, dia masih menatap ragu pada laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu. Hal itu tentu saja membuat Arzan kembali melancarkan aksinya. Kali ini bahkan bukan sekedar kecupan, namun meningkat menjadi aksi yang penuh gairah.


"Bagaimana jika kabar ini mempengaruhi reputasi mas sebagai pengusaha besar? bagaimana bisa seorang pengusaha besar, pemilik El-Malik Grup menikahi pengasuh putrinya sendiri...." Tiara akhirnya mengungkapkan isi hatinya, selepas ciuman panas mereka berakhir.


Sungguh Tiara tidak ingin membuat suaminya berada dalam posisi yang tidak aman, apalagi mengingat jika sang ayah masih berstatus sebagai narapidana.


Perihal dirinya yang tidak diketahui oleh khalayak, tidak masalah bagi Tiara. Mendapatkan limpahan cinta dari Arzan, mertua dan putri sambungnya itu sudah cukup untuknya saat ini.

__ADS_1


"Jangan khawatirkan itu, aku sudah memikirkan semuanya" jawab Arzan lembut, dia pun membawa istrinya ke dalam dekapannya. Arzan tahu betapa besar beban yang di tanggung istrinya itu selama ini. Tekadnya bulat untuk melindungi wanita dalam dekapannya itu. Hatinya sudah jatuh sejatuh jatuhnya pada pesona mantan pengasuh putrinya itu.


"Aku mencintaimu, tetaplah di sampingku" ucap Arzan lembut, kecupan pun didaratkan berkali-kali di puncak kepala Tiara yang berlapis hijab itu.


__ADS_2