Ternyata Mereka Duo Luar Biasa

Ternyata Mereka Duo Luar Biasa
Bab 11 Sepasang Kekasih


__ADS_3

Adelia menoleh ke arah kakaknya, dia tersenyum lebar menampakkan deretan giginya. Setelah itu dia berkata,


"Aku sedang mencari sesuatu."


"Apa?" tanya Adelio sambil mengernyitkan dahinya.


"Kali aja ada barang cewek yang tertinggal di sini," jawab Adelia sambil kembali tersenyum lebar di akhir kalimatnya.


"Ada. Coba saja cari, pasti ketemu," tukas Adelio sambil tersenyum dan fokus pada kemudinya.


Adelia menyipitkan matanya, menatap saudara kembarnya itu dengan penuh tanya seraya berkata,


"Beneran?"


Adelio tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan yang diajukan saudara kembarnya padanya.


Dengan gencarnya Adelia segera mencari-cari barang perempuan yang ada di dalam mobil tersebut. Dia mengernyitkan dahinya ketika menemukan sebuah scrunchie warna hitam polos.


"Ini punyaku kan Kak?" tanya Adelia sambil menunjukkan scrunchie yang ada di tangannya.


Tanpa menoleh ke arah Adelia yang ada di sampingnya, Adelio tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Itu kan barang perempuan," jawab Adelio sambil fokus pada kemudi dan jalanan yang ada di depannya.


"Isss Kakak! Maksud Lia barang perempuan, pacar Kak Lio," ujar Adelia dengan menatap kesal pada saudara kembarnya.


Adelio terkekeh mendengar kekesalan adiknya. Kemudian dia berkata,


"Kan kamu perempuan juga. Lagi pula jika aku punya pacar, pasti kamu akan aku kenalkan. Begitu pula denganmu. Jika kamu memiliki pacar atau pun sedang dekat dengan seseorang, kasih tau Kakak. Mengerti?"


"Iya... Iya... Lia ngerti. Lagi pula selama ini juga begitu," jawab Adelia sambil mengerucutkan bibirnya.


Tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh Adelio berhenti. Sang kakak melepas sabuk pengamannya dan berkata,


"Kamu jangan keluar dulu, biar Kakak ambilkan payung terlebih dahulu."


"Siap Kakakku tersayang," ujar Adelia sambil melepaskan sabuk pengamannya.


Selang beberapa detik, pintu mobil Adelia terbuka. Berdirilah seorang laki-laki tampan dengan memegang payung dan mengulurkan tangannya pada Adelia seraya berkata,


"Ayo Princess, aku antar."


Adelia tersenyum serta menerima uluran tangan pemuda tampan tersebut dan berkata,


"Thank you my Boy."

__ADS_1


Mereka berdua berjalan dengan menggunakan satu payung. Tangan Adelio merangkul pundak Adelia agar tubuhnya merapat padanya dan terhindar dari air hujan.


Tawa mereka begitu riang, hingga mengalihkan perhatian banyak orang untuk melihat ke arah mereka. Semua mengira mereka pasangan kekasih karena begitu romantis, apa lagi di bawah hujan seperti sekarang ini. Mereka merasa iri dengan kedua saudara kembar yang membuat semua orang salah sangka.


Tak terkecuali Arion. Seketika dia menoleh ke arah sumber suara ketika mendengar tawa kakak adik tersebut yang terdengar sangat riang. Dia menghela nafasnya melihat kedekatan saudara kembar itu yang layaknya sepasang kekasih.


"Mereka seperti sepasang kekasih. Sangat romantis dan dekat sekali. Apa bisa aku berada diposisi itu menggantikan kakaknya?" tanya Arion lirih dengan menatap iri pada kedua saudara kembar itu.


Adelia dan Adelio berlari kecil ketika akan sampai teras kantor tersebut. Tawa mereka mengiringi langkah kaki mereka berdua. Tentu saja semuanya bertambah kagum pada saudara kembar yang berparas tampan dan cantik itu. Adelia dan Adelio benar-benar dibuat iri oleh mereka berdua yang dikira pasangan kekasih oleh mereka semua.


Adelio merapikan pakaian Adelia. Dia membersihkan pakaian Adelia dengan mengibas-ngibaskan bagian yang basah karena terkena sedikit air hujan.


"Cantik bener My Princess kesayangan. Aku berangkat kerja dulu ya. Hati-hati jangan sampai digondol orang," ucap Adelio sambil terkekeh merapikan rambut Adelia.


Adelia tersenyum. Dia memeluk tubuh kakaknya dengan erat seraya berkata,


"Hati-hati My Boy. Jangan sampai ada perempuan ganjen atau tante-tante yang menculik kamu."


Adelio membalas pelukan Adelia. Dia memeluknya dengan erat seraya berkata,


"Bagaimana dong, aku mempunyai daya tarik yang selalu membuat para perempuan selalu menempel padaku."


Adelia mengurai pelukannya. Dia menatap kesal pada saudara kembarnya itu dan berkata,


"Dih, anda terlalu percaya diri Tuan."


Adelia berusaha melepaskan tangan kakaknya dari hidungnya. Setelah itu dia mendorong pelan tubuh Adelio seraya berkata,


"Sudah, pergi sana. Nanti telat, aku yang disalahin."


Adelio pun melambaikan tangannya dan beranjak pergi meninggalkan Adelia dengan menggunakan payung yang sama menuju mobilnya.


Arion hanya bisa menatap Adelia dengan tatapan sendu dan terlihat jelas di matanya keinginan untuk memiliki gadis cantik yang bernama Adelia itu.


"Cieee dianterin pacar," sindir Mia yang berdiri di dekat pintu, menyambut kedatangan Adelia.


Adelia terkekeh mendengar sambutan dari sahabatnya yang masih belum mengetahui kebenaran tentang hubungannya dengan Adelio.


Adelia merangkul pundak Mia, mengajaknya untuk berjalan bersama dan berkata,


"Gimana? Ganteng kan?"


"Banget. Seandainya saja dia bukan pacar kamu, pasti aku akan bertekad untuk menjadikannya menjadi pacarku," jawab Mia dengan mata yang berbinar.


Adelia tertawa mendengar jawaban dari sahabatnya itu. Kemudian dia berkata,

__ADS_1


"Kamu mau? Kalau mau, aku akan kenalkan padamu."


"Hah?! Kamu ikhlas Lia jika pacarmu yang ganteng itu nanti dekat denganku dan lebih memilihku menjadi pacarnya?" tanya Mia dengan ekspresi kagetnya.


Adelia tersenyum dan menganggukkan kepalanya seraya berkata,


"Ikhlas Mia. Kamu kan sahabat baikku. Kamu juga baik dan gak macem-macem. Aku senang jika memang benar kalian berjodoh."


Setelah mengatakan itu, Adelia melepaskan tangannya dari pundak Mia dan meninggalkan Mia masuk ke dalam ruangannya.


Mia menatap sendu pada punggung Adelia dan berkata,


"Apa dia marah denganku ya? Pasti dia marah dan tersinggung dengan ucapanku. Dasar mulutku gak bisa direm."


Mia memukul-mukul lirih pada bibirnya. Dia menyalahkan mulutnya yang selalu saja keceplosan mengatakan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu.


Adelia terkekeh dalam ruangannya. Tiba-tiba saja ada suara notifikasi pesan yang menghentikan kekehan Adelia.


Diambilnya ponsel dalam tasnya yang sudah diletakkan di atas meja. Dahinya mengkerut melihat nama Arion yang tertera pada layar ponselnya sebagai pengirim pesan tersebut.


Selamat pagi Adelia. Sepertinya kamu sudah tidak membutuhkan payung dariku. Selamat beraktivitas. Maaf jika pesanku mengganggumu.


"Apa tadi dia menungguku dan menyiapkan payung untukku?" tanya Adelia ketika membaca pesan dari Arion.


Adelia membalas pesan Arion dan berusaha tanpa menyinggung perasaannya.


Terima kasih Arion. Selamat beraktivitas juga untukmu.


Setelah membalas pesan Arion, Adelia meletakkan ponselnya di atas meja dan segera kembali pada aktivitasnya. Dengan semangatnya pagi ini dia mengerjakan semua pekerjaannya seolah energinya sudah terisi penuh pagi ini.


Waktu berjalan dengan cepatnya. Kini jam menunjukkan waktu pulang untuk seluruh pekerja di kantor tersebut. Tiba-tiba terdengar suara dering telepon dari ponsel Adelia.


Maaf ya Sayang, Kakak gak bisa jemput sekarang. Kakak sedang bertugas dan gak bisa ditinggal. Lebih baik kamu minta jemput Papa saja sekalian Papa pulang dari kantor.


Suara Adelio yang tergesa-gesa itu membuat Adelia sedikit kecewa. Akan tetapi dia tidak bisa memaksa kakaknya untuk selalu bisa menjemputnya.


"Oke Kakakku Sayang. Kakak gak usah khawatir, Lia sudah dewasa, Lia bisa pulang sendiri. Kakak kerja yang baik dan selalu hati-hati ya Kak," tutur Adelia yang diselimuti rasa sedikit kecewa pada kakaknya.


Hati-hati ya Princess kesayangan Kakak. Langsung pulang dan jangan mampir ke mana pun. Ingat, Kakak selalu tau kamu di mana, gertak Adelio yang bermaksud memperingatkan saudara kembarnya.


"Ck! Cerewet sekali si hacker satu ini. Sudahlah, Lia tutup teleponnya. Lia mau pulang dulu sekarang," tukas Adelia menyudahi panggilan telepon dari kakaknya.


Adelia keluar dari ruangannya dan menggerutu mengingat semua pesan kakaknya yang terdengar seperti menggertaknya.


Dia berdiri di depan kantornya seolah sedang menunggu seseorang. Tangan dan penglihatannya tidak lepas dari ponselnya.

__ADS_1


"Sedang menunggu seseorang ya?"


__ADS_2