Ternyata Mereka Duo Luar Biasa

Ternyata Mereka Duo Luar Biasa
Bab 46 Jawaban


__ADS_3

Bibir Adelia melengkung ke atas melihat sosok laki-laki yang sedang berdiri di hadapannya dan tersenyum padanya, seraya berkata,


"Kenzo?!"


Adelio melihat Adelia dan Kenzo secara bergantian. Dia tersenyum melihat mereka berdua yang terlihat malu-malu dan saling menyukai. Dalam hatinya berkata,


Sepertinya hari ini harus diselesaikan. Aku punya firasat yang buruk akan hal ini.


Kenzo melangkah menghampiri Adelia. Dia berdiri tepat di sebelahnya dan berkata,


"Lio, biar aku antar Lia berangkat bekerja."


Adelio menoleh ke arah Adelia, seolah bertanya padanya melalui tatapan matanya. Kemudian dia berkata,


"Silahkan, jika Adelia mau berangkat bersamamu."


"Bagaimana Adelia? Apa kamu bersedia?" tanya Adelio dengan tatapan menyelidik pada adiknya.


"Lia berangkat bersama dengan Kenzo saja, Kak," jawab Adelia dengan malu-malu.


"Ok, berangkatlah bersama Kenzo. Hati-hati ya," tukas Adelio sambil mengusap lembut rambut adiknya.


Kenzo mengulurkan tangan kanannya di depan Adelia, dan gadis cantik itu pun menerima uluran tangannya. Mereka berjalan bersama, masuk ke dalam mobil milik Kenzo.


Adelio pun segera masuk ke dalam mobilnya. Hatinya merasa tidak tenang. Dia mengikuti mobil Kenzo di belakangnya, sama seperti saat dia mengikuti Adelia, ketika menjaganya.


Di dalam mobil, Adelia dan Kenzo saling bertanya tentang pribadi mereka, dengan alasan untuk lebih saling mengenal.


"Adelia, Sayang. Apa kamu sudah mempunyai jawabannya?" tanya Kenzo sambil mengemudikan mobilnya.


"Jawaban? Jawaban apa?" tanya Adelia sambil mengernyitkan dahinya.


"Semalam, Mama dan Papa menghubungi orang tuamu. Mereka menantikan jawaban tentang perjodohan kita. Jika kamu menerimanya, mereka ingin kita bertunangan secepatnya. Bagaimana? Apa kamu sudah menjawabnya?" tanya Kenzo kembali padanya.


Adelia menundukkan kepalanya. Dia merasa sangat bersalah pada Kenzo dan juga kedua orang tuanya. Kemudian dia berkata,


"Aku sudah memutuskan, tapi aku belum menjawabnya."


Tiba-tiba Kenzo mengerem mobilnya, hingga mobil tersebut mendadak berhenti. Beruntungnya jalanan tersebut daerah yang sedikit sepi, sehingga tidak ada kendaraan yang berada di belakangnya, kecuali Adelio yang menjaga jaram dengan aman di belakang mereka.


Adelia terkejut ketika mobil tersebut tiba-tiba berhenti mendadak. Bahkan tubuhnya terpental ke depan. Beruntungnya dia memakai sabuk pengaman, sehingga dahinya tidak membentur dashboard mobil tersebut.

__ADS_1


"Maaf, Sayang. Apa ada yang terluka?" tanya Kenzo cemas, sambil memegang bahu Adelia.


"Gak ada yang sakit. Kenapa berhenti mendadak sekali Ken?" tanya Adelia sambil memegang dadanya.


"Maaf. Aku hanya ingin tahu, kenapa kamu gak jawab pertanyaan dari kedua orang tuaku? Apa keputusanmu itu menolak perjodohan kita?" tanya Kenzo dengan tatapan penuh kekhawatiran.


Adelia menghela nafasnya. Dia menatap Kenzo dan berkata,


"Bukan seperti itu Ken. Aku hanya ingin meminta sedikit waktu saja. Percayalah, aku akan menjawab secepatnya."


"Secepatnya? Kapan itu? Lalu, apa kamu akan menerima perjodohan kita?" tanya Kenzo kembali.


Perlahan Adelia menganggukkan kepalanya. Dia tersenyum malu-malu dan berkata,


"Iya, aku mau, tapi aku minta waktu sebelum menjawabnya."


"Kenapa minta waktu? Jika kamu setuju, kenapa gak langsung saja dijawab?" tanya Kenzo kembali menyelidik.


Adelia kembali menghela nafasnya. Dia menatap mata Kenzo, seolah membuatnya untuk mempercayainya dan berkata,


"Sebentar saja Ken. Hanya sebentar saja. Kamu bisa menunggu kan?"


Melihat wajah cantik Adelia dan tatapan mata Adelia yang menyiratkan kejujuran, hati Kenzo luluh dengan sendirinya. Dia menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Iya, aku janji," ucap Adelia sambil tersenyum pada Kenzo.


Kenzo pun tersenyum manis padanya. Tangannya mengusap lembut pipi Adelia, seolah ingin mendaratkan ciumannya pada pipi tersebut.


Namun, dengan sekuat tenaga dia menyingkirkan keinginannya itu. Tangannya kembali memegang kemudi dan melajukan mobil tersebut menuju kantor Adelia.


Sesampainya di kantor tersebut, mobil yang dikendarai oleh Kenzo mengantarkan Adelia hingga ke depan pintu kantornya. Kenzo membukakan pintu mobil tersebut, dan membantunya untuk keluar dari mobil, sama persis dengan apa yang dilakukan oleh Adelio pada saudara kembarnya.


Uluran tangan Kenzo disambut hangat oleh Adelia. Mereka saling melempar senyum, seolah sama-sama senang dan menaruh hati.


"Nanti sore, aku akan menjemputmu," tutur Kenzo sambil mencium punggung tangan gadis cantik yang akan bertunangan dengannya.


Adelia mengangguk dan terlihat jelas binar kebahagiaan dari wajahnya. Dia benar-benar sangat bahagia saat ini, sehingga kebahagiaan itu tidak bisa disembunyikannya.


"Adelia."


Tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang tidak asing di indera pendengaran Adelia. Bahkan matanya terbelalak sempurna melihat sosok laki-laki yang telah menyapanya.

__ADS_1


"Arion?!" celetuk Adelia dengan mata yang terbelalak melihat ke arahnya.


Sontak saja kedatangan Arion dan ekspresi wajah dari Adelia, membuat Kenzo semakin bertanya-tanya. Dalam hatinya pun dia berkata,


Sepertinya aku harus mencari tahu tentang mereka berdua.


"Baru sampai, Sa--"


Belum lengkap Arion mengatakan panggilan sayangnya pada Adelia, secepat kilat Adelia menyahuti ucapan Arion.


"Masih di sini? Bukannya kamu masuk malam kemarin?" tanya Adelia dengan cepatnya.


"Aku akan pulang, tapi menunggu ka--"


"Princess, Sayang... Apa dompet Kakak ada di dalam tas kamu?"


Tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang sangat mereka kenal. Adelio, dia datang untuk menyelamatkan keadaan di antara mereka bertiga.


"Sepertinya gak ada Kak. Apa Kak Lio yakin jika dompet Kakak ada di tas Lia?" tanya Adelia sambil mengobrak-abrik isi tasnya.


"Coba kamu lihat sekali lagi," jawab Adelia sambil mengerlingkan sebelah matanya pada saudara kembarnya itu.


Adelia kembali melihat isi dalam tasnya dan mencari-cari dompet milik Adelio. Sayangnya dompet itu tidak ditemukannya.


"Gak ada Kak. Apa Kak Lio gak salah ingat?" tanya Adelia sambil menatap serius ke arah kakaknya.


"Mungkin juga. Sudahlah, biar nanti Kak Lio cari lagi di rumah," jawab Adelio sambil tersenyum tipis pada saudara kembarnya.


Adelio menoleh ke arah Kenzo, kemudian dia berkata,


"Ken, bisa kita bicara sebentar? Kita akan meneruskan omongan kita yang kemarin."


Dahi Kenzo mengernyit. Bahkan dia menatap Adelio seolah tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Adelio padanya. Melihat ekspresi wajah Kenzo, Adelio segera menarik tangannya dan membawanya pergi dengan paksa, seraya berkata,


"Pinjami aku uang Ken. Nanti pasti aku akan membayarnya."


Kenzo tidak memiliki alasan lain. Dia menuruti keinginan Adelio dan pergi meninggalkan Adelia yang masih berdiri bersama dengan Arion. Bahkan dia sengaja menghela nafasnya dengan kerasnya, agar Adelio mengetahuinya.


"Ken, ada yang ingin aku bicarakan. Apa kamu bisa mendengarkan terlebih dahulu, tanpa harus memotongnya?" tanya Adelio sambil menatap tegas pada Kenzo.


"Ada apa? Apa ada yang terjadi dengan Adelia?" tanya Kenzo yang ekspresi wajahnya menjadi cemas dan khawatir.

__ADS_1


"Lebih baik kita cari tempat dulu untuk berbicara. Apa kamu mau mengikuti keinginanku?"


__ADS_2