
"Bagaimana jika kita menjodohkan anak-anak kita Pak?" tanya Danu menanggapi pertanyaan Rafael.
Seketika Rafael terkesiap mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Danu padanya. Ayana menoleh ke arah suaminya yang juga bersamaan menoleh ke arahnya. Mereka saling menatap, seolah berbicara melalui tatapan mata mereka.
"Maksud saya kita menjodohkan putra saya Kenzo dengan putri Bapak, Adelia," sambung kembali Danu sambil terkekeh menatap Rafael yang terlihat sedang kebingungan saat ini.
Sontak saja Adelia dan Adelio saling menatap. Mereka terkejut mendapati kebenaran dari pikiran mereka. Sedangkan Kenzo, dia tersenyum tipis, seolah memperlihatkan kesenangan dalam hatinya.
"Mmm... Saya rasa itu terserah mereka berdua saja. Biar anak-anak kita saja yang memutuskannya," ujar Rafael dengan senyum sungkannya.
"Iya, lebih baik seperti itu. Mereka jadi bisa lebih akrab dan bisa mengenal satu sama lain," timpal Danu dengan semangatnya.
Rafael dan Ayana tersenyum kaku. Mereka tidak bisa menolak ataupun menyetujuinya. Bagi mereka sebagai orang tua, mereka hanya menginginkan kebahagiaan anak-anak mereka. Tentunya mereka tidak ingin kedua anak mereka tertekan karena terpaksa menuruti keinginan kedua orang tuanya.
Kenzo, pemuda tampan itu menatap takjub pada Adelia yang beradu pandang dengannya. Sepertinya mereka berdua sama-sama saling tertarik. Semua itu tidak lepas dari perhatian Adelio. Dia tersenyum tipis melihat ekspresi mereka berdua.
Sepertinya hari-hari Adelia akan lebih seru. Jika seperti ini, aku harus lebih ekstra menjaganya, Adelio berkata dalam hatinya sambil tersenyum tipis.
"Permisi Tuan, Nyonya," ucap seorang waiter sambil meletakkan beberapa piring di atas meja tersebut.
"Silahkan dinikmati," sambung waiter tersebut setelah meletakkan semua makanan yang telah disajikan untuk mereka.
"Ayo, silahkan dimakan," ujar Danu setelah waiter meninggalkan meja mereka.
Mereka semua pun segera memakan makanan yang sudah tersaji di hadapan mereka. Kenzo menahan senyumnya melihat Adelia yang makan tanpa malu-malu. Gadis cantik itu makan seperti biasanya, tanpa menjaga image nya sebagai seorang gadis di hadapan laki-laki yang baru saja dikenalnya.
Dia lain dari semua gadis yang aku temui. Dia tidak berpura-pura dan tidak berusaha mengambil perhatian dariku, tentu saja dia sangat cantik di antara semuanya. Sepertinya aku sudah mulai tertarik padanya, Kenzo berkata dalam hatinya.
Adelio segera menyeka ujung bibir Adelia ketika ada sisa bumbu makanan yang menempel di sana. Adelia tersenyum lebar pada saudara kembarnya itu dan berkata,
__ADS_1
"Thanks, My Boy."
"You're welcome, My Princess," tukas Adelio sambil tersenyum pada saudara kembarnya.
Kenzo terkesiap melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Dalam hatinya berkata,
Apa karena mereka saudara kembar, jadi mereka sedekat itu? Bisakah aku ada di antara mereka?
"Sepertinya anak-anak Pak Rafael sangat dekat dan saling menyayangi. Saya sangat jarang bertemu dengan saudara yang seperti ini. Biasanya kebanyakan dari mereka itu suka bertengkar dan saling meminta perhatian dari kedua orang tuanya. Oh iya, satu lagi, biasanya mereka tidak mau disamakan," ujar Danu yang melihat kedekatan antara Adelia dan Adelio.
"Mereka berdua beda Pak. Adelio adalah kakak yang sangat perhatian pada Adelia. Dia juga merasa bertanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan adiknya. Kami berdua sangat merasa beruntung memiliki mereka yang tidak pernah sekali pun bertengkar ataupun memperebutkan sesuatu," tutur Rafael sambil tersenyum bangga membicarakan tentang anak kembarnya.
Adelia dan Adelio saling menatap. Mereka berdua tersenyum dengan binar kebahagiaan yang terpancar pada wajah mereka.
Sungguh pemandangan yang indah. Sepertinya keluarga seperti inilah yang aku inginkan untuk kedepannya, Kenzo kembali berkata dalam hatinya sambil tersenyum tipis melihat kedua saudara kembar yang ada di hadapannya.
"Wah... pasti semua ini tidak lepas dari didikan baik seorang ibu. Apa benar begitu Pak Rafael?"
"Benar sekali Pak. Itulah pentingnya mencari istri yang baik dalam segala hal. Luar dan dalamnya harus benar-benar cantik," timpal Rafael sambil terkekeh membenarkan ucapan Danu yang bertujuan untuk memuji Ayana.
Lagi-lagi Danu memuji keluarga Atmaja. Bahkan dia tidak sungkan memuji Ayana di depan Sonya dan Rafael. Berbeda dengan Rafael yang tidak pernah memuji wanita lain, apalagi di hadapan Ayana. Selain dia menjaga perasaan Ayana, dia juga tidak mau melakukannya. Baginya Ayana segalanya, dia tidak pernah menemukan wanita sehebat istrinya itu. Bahkan Ruby, mantan pacarnya itu kalah jauh dari Ayana.
Malangnya Sonya yang tidak mendapatkan pujian dari siapa pun. Bahkan Danu, suaminya lebih sering memuji Ayana. Hanya saja Sonya tahu akan maksud dari sikap suaminya. Mereka ingin menyatukan anak-anak mereka, sehingga pujian pun tak henti-hentinya diberikan Danu pada keluarga Atmaja.
"Sepertinya saya tidak salah menginginkan Adelia untuk menjadi menantu saya. Karena dia terlahir dari ibu yang hebat dan besar di lingkungan keluarga yang tentunya juga sangat hebat dalam segala hal," puji Danu kembali pada keluarga Atmaja, khusunya pada Adelia.
Uhuuuk...
Adelia tersedak mendengar perkataan Danu yang menyebut namanya. Bahkan dia tidak mengira jika Danu, dengan terang-terangan mengatakan keinginannya untuk menjadikan Adelia sebagai menantunya.
__ADS_1
Dengan cekatan Kenzo memberikan tisu pada Adelia. Sedangkan Adelio, dia memberikan segelas air putih pada saudara kembarnya. Tangan kedua pemuda tampan itu sama-sama mengarah pada Adelia. Gadis cantik itu merasa sungkan dan salah tingkah, karena kini dia menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di meja itu.
"Terima kasih," ucap Adelia sambil menerima tisu uang diberikan oleh Kenzo padanya.
Setelah itu Adelio membantu Adelia untuk meminumkan segelas air putih padanya. Memang sangat perhatian dan romantis sekali Adelio pada adiknya, sehingga banyak yang mengira mereka adalah sepasang kekasih.
"Adelia kenapa? Apa rasa makanannya tidak sesuai?" tanya Sonya yang berusaha dekat dengan Adelia.
"Tidak Tante, rasa makanannya semuanya enak. Entah mengapa, tiba-tiba saya tersedak. Maaf telah mengacaukan acara makan malam ini," jawab Adelia dengan sungkan dan tersenyum kaku pada Sonya, serta Danu yang ada di sebelah istrinya.
"Senyum kamu manis sekali. Pantas saja Kenzo betah lihatin kamu melulu dari tadi," ujar Sonya sambil terkekeh meledek putranya.
Seketika Kenzo salah tingkah mendengar namanya disebut oleh mamanya. Dia tersenyum kikuk, tidak bisa berkata apa-apa, karena memang benar yang dikatakan oleh Sonya. Rupanya sedari tadi Sonya memperhatikan putranya. Oleh sebab itu, Sonya semakin yakin untuk menjodohkan Kenzo dengan Adelia. Dia berusaha agar Adelia bisa lebih dekat dengannya dan dengan Kenzo, sebagai calon suaminya.
Kasian sekali kamu, Sayang. Sepertinya kamu gak bisa lepas dari perjodohan ini.
Pesan tersebut dikirimkan oleh Adelio pada saudara kembarnya. Tidak lama setelah itu Adelia membalas pesan tersebut.
Kenzo tidak buruk juga. Dari segi penampilan, sopan santun dan asal-usul keluarganya, tidak ada yang cacat sama sekali.
Adelio menghela nafasnya melihat pesan balasan dari saudara kembarnya. Kemudian dia kembali membalas pesan tersebut.
Yakin? Lalu, bagaimana dengan Arion?
Masih banyak waktu. Lagi pula hubunganku dengan Arion hanya trial selama satu bulan. Jika aku gak ada rasa cinta sama dia, bukankah aku bisa memutuskannya?
Balasan dari Adelia membuat Adelio menggelengkan kepalanya. Jari tangannya pun bergerak dengan cepat untuk membalas pesan dari saudara kembarnya yang cantik itu.
Dasar bodoh! Putuskan sekarang juga, jika kamu gak yakin akan hubungan kalian!
__ADS_1