Ternyata Mereka Duo Luar Biasa

Ternyata Mereka Duo Luar Biasa
Bab 14 Iri dan Cemburu


__ADS_3

Pertanyaan Adelia ketika Adelio menanyakan Arion pada saat mengantarnya hanya dijawab senyuman oleh Adelio. Dia hanya menjawab dalam hatinya. Suatu rencana yang hanya diketahui oleh Adelio untuk melindungi saudara kembarnya.


Rasa penasaran Adelia tentang itu pun tidak bisa memaksa Adelio untuk mengatakannya.


"Morning My Princess kesayangan...," seru Adelio sambil berjalan mendekati Adelia yang sedang duduk di kursi makan.


Seperti biasanya, Adelia tidak menoleh ke arah sumber suara. Dia tetap saja meneruskan kegiatannya, meminum susu UHT coklat kesukaannya.


Adelio mencium pipi saudara kembarnya itu ketika sudah berada di dekatnya. Kemudian dia mencium pipi mama dan papanya.


"Nanti berangkatnya sama Kakak aja," tukas Adelio ketika sudah duduk di kursi makan dekat Adelia.


"Enggak mau ah. Nanti Kakak gak bisa jemput lagi kayak malam itu," ujar Adelia sambil mengerucutkan bibirnya.


"Bisa. Pasti nanti Kakak jemput," ucap Adelio setelah meneguk kopinya.


Ayana meletakkan sendok dan garpunya. Kemudian dia menatap kedua anak kembarnya secara bergantian dan berkata,


"Kalian berdua kerja terus, kapan kita liburannya? Weekend kemarin malah di rumah aja karena Adelio ada kerjaan."


"Lebih baik Mama sama Papa liburan sendiri saja berdua. Sudah saatnya Mama sama Papa honeymoon lagi," tutur Adelio setelah menelan makanannya.


Seketika bibir Rafael melengkung ke atas. Dia merasakan energinya kembali penuh mendengar perkataan dari putranya. Dia menoleh ke samping, di mana istri tercintanya yang cantik itu sedang duduk dengan memegang sendoknya, bersiap untuk menyendok makanannya.


"Sepertinya itu ide yang bagus. Kita liburan berdua saja yuk Sayang," ucap Rafael dengan mata yang berbinar menatap istri cantiknya itu.


Ayana menoleh ke arah suaminya yang sedang menatapnya dengan penuh harap. Dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya menyetujui ajakan suaminya. Tak bisa dipungkiri jika dia juga menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan suaminya.

__ADS_1


Binar kebahagiaan terlihat jelas pada wajah Rafael. Dengan riangnya dia berkata,


"Yes! Papa akan segera mengatur schedule untuk liburan kita. Mama persiapkan saja semuanya agar sewaktu-waktu kita bisa langsung berangkat."


Adelia dan Adelio terkekeh melihat tingkah papanya yang layaknya seorang bocah mendapatkan hadiah dari orang tuanya. Mereka berdua saling menatap seolah saling memberitahukan kebahagiaan mereka saat ini.


Adelio memberikan telapak tangannya di hadapan Adelia dan Adelia menyambutnya dengan menepukkan telapak tangannya pada telapak tangan saudara kembarnya itu. Mereka melakukan tos sebagai lambang keberhasilan mereka membuat kedua orang tua mereka bahagia.


"Pakailah celana. Kita akan membawa si Fastan untuk pagi ini," bisik Adelio di telinga saudara kembarnya.


"A-apa?" tanya Adelia dengan mata yang terbelalak mendengar perintah kakaknya.


"Ada apa Lia?" tanya Ayana dengan dahinya yang mengernyit menatap penuh tanya pada putrinya.


Adelia menatap tajam pada saudara kembarnya. Dia merasa kakaknya sedang mempermainkannya saat ini. Pasalnya seragam kerjanya merupakan setelan rok pendek yang memang harus duduk menyilang apabila menaiki motor. Sama seperti ketika dia menaiki motor Arion saat mengantarnya pulang malam itu. Apa lagi Fastan si motor kesayangan Adelio merupakan jenis motor sport, sehingga Adelia kesusahan jika harus duduk menyamping.


"Ini Ma, Kakak menyuruhku memakai celana karena si Fastan yang akan mengantar kami," adu Adelia pada mamanya dengan sedikit kesal.


"Pakai celana saja, Sayang. Rok mu taruh saja di tas buat ganti nanti," tutur Ayana menengahi perdebatan kedua anak kembarnya itu.


Adelia menghela nafasnya mendengar mamanya yang seolah membela Adelio. Kemudian dia berkata,


"Bukannya begitu Ma, Mama kan tau Lia gak suka yang ribet-ribet. Mendingan kita jalan-jalan sama si Fastan aja seperti biasanya saat libur nanti, jangan sekarang."


Adelio beranjak dari duduknya dan menarik tangan saudara kembarnya itu seraya berkata,


"Ayolah cepat ganti. Gak usah banyak bicara."

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Adelia keluar dari dalam kamarnya dengan menggunakan celana skiny jeans yang sangat pas di badannya.


Mereka berpamitan pada Ayana dan Rafael, setelah itu mereka berangkat menggunakan Fastan, motor sport warna hitam kesayangan Adelio yang biasanya mereka berdua gunakan saat berkelana menyusuri jalanan menuju tempat yang indah untuk menghilangkan penat.


Adelia melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Adelio dengan sangat erat, sehingga bagian depan tubuh Adelia menempel dengan sangat erat pada punggung Adelio.


Sepanjang perjalanan banyak sekali pasang mata yang menatap pada mereka. Semuanya mengira jika mereka berdua merupakan sepasang kekasih yang sangat membuat iri semua orang yang melihatnya.


Seperti saat ini, semua mata yang ada di luar kantor Adelia menatap ke arah mereka. Tak terkecuali Arion yang sedang berada di parkiran. Sebelum dia pulang dari tugas malamnya, dia sengaja menunggu kedatangan Adelia. Dia ingin melihat wajah cantik Adelia dan ingin berbicara dengannya meskipun hanya sekedar menyapanya saja.


Arion menatap ke arah Adelia dan Adelio. Dia merasa iri dengan Adelio yang sedang melepas helm yang digunakan oleh Adelia. Apalagi saat ini Adelia dan Adelio sedang tertawa dan terlihat sangat bahagia. Canda tawa saudara kembar itu sangat membuat iri dan cemburu orang-orang yang melihatnya. Tak terkecuali Arion. Dia sangat iri pada Adelio.


"Apa aku harus mengganti motorku dengan motor sport seperti itu? Pasti sangat mahal. Tapi sepertinya Adelia sangat suka. Apa dia memang seperti perempuan lain yang suka dengan motor jenis seperti itu?" tanya Arion dengan tatapan iri pada Adelio.


Setelah Adelia masuk ke dalam kantor, Adelio segera meninggalkan tempat tersebut. Disusul dengan Arion yang meninggalkan tempat itu dengan perasaan sedih akan nasib perasaannya pada Adelia.


Mia, sahabat Adelia pun tak henti-hentinya menggodanya. Tak henti-hentinya dia memuji Adelio yang dikiranya pacar dari Adelia. Bahkan semua pujian Mia sangat terkesan memuja dan menyukai Adelio.


Adelia hanya tersenyum geli mendengarnya. Dalam hatinya menertawakan Mia yang salah mengira hubungan kakak beradik itu. Adelia sangat menikmati kesalahpahaman Mia pada mereka. Dia ingin tahu sejauh mana sahabatnya itu mengagumi Adelio, saudara kembarnya yang banyak mematahkan hati perempuan karena tidak pernah menerima perasaan cinta mereka.


Hari-hari berikutnya Arion hanya bisa menatap Adelia tanpa berbicara seperti sebelumnya. Rasa tidak percaya diri Arion semakin besar tatkala melihat Adelio yang sangat keren dan jauh darinya.


Saat makan siang tiba, Arion sedang sibuk dengan motornya. Tiba-tiba saja motor kesayangannya itu tidak bisa dinyalakan mesinnya.


"Arion, sedang apa? Sepertinya lagi sibuk banget," sapa seorang perempuan yang suaranya terdengar sangat indah di telinga Arion.


Seketika Arion dengan cepatnya menoleh ke arah sumber suara. Tanpa sadar bibirnya melengkung ke atas ketika melihat seorang perempuan cantik sedang berdiri di dekatnya dan tersenyum manis padanya.

__ADS_1


Seperti orang yang sedang terhipnotis, Arion pun tanpa sadar bertanya,


"Haruskah aku mengganti motorku dengan motor sport seperti milik kakakmu?"


__ADS_2