Ternyata Mereka Duo Luar Biasa

Ternyata Mereka Duo Luar Biasa
Bab 93 Misi


__ADS_3

"Halo, Adelio, apa Adelia menghubungimu?" tanya Kenzo dengan cemasnya.


Adelia? Bukankah dia sedang menunggumu sejak tadi? Tunggu, apa jangan-jangan kamu gak nemuin dia? balas tanya Adelio dengan tegasnya dari seberang sana.


"Aku sudah sampai sejak tadi, tapi aku gak nemuin dia di mana pun. Bahkan security kantornya mengatakan jika Adelia sudah keluar dari kantor sejak tadi. Aku juga sudah menghubunginya berkali-kali, tapi dia tidak menjawabnya. Aku berpikir dia marah padaku, karena terlalu lama menungguku. Jadi, aku menghubungimu untuk menanyakan keberadaannya," tutur Kenzo sambil melihat ke semua arah, mencoba menemukan sosok Adelia.


Sial! Kenapa kamu bisa kehilangan dia?! Bukannya sudah aku bilang, jika utamakan Adelia di antara hal lainnya! Sekarang kamu harus cari dia, dan aku juga akan mencarinya!


Setelah mengatakan hal itu, Adelio dengan sepihak mengakhiri panggilan telepon tersebut, sehingga membuat Kenzo merasa sangat bersalah saat ini. Dia kembali berusaha mencari Adelia dengan mengendarai mobilnya, menyusuri semua jalan yang ada di sekitar kantor tersebut.


...****************...


Di tempat lain, Adelio merasa sangat frustasi setelah mendapat telepon dari Kenzo. Bahkan di restoran mewah tempatnya berada saat ini, tidak membuat Adelio merasa sungkan membentak Kenzo ketika berbicara di telepon dengannya.


"Ada apa Adelio? Kenapa kamu terlihat sangat marah seperti itu?" tanya seorang perempuan cantik yang sedang duduk di hadapannya.


Adelio menatap perempuan itu, dan menghela nafasnya. Kemudian dia berkata,


"Kenzo tidak menemukan Adelia. Dia tidak bertemu dengannya."


"Lalu, kenapa kamu bisa secemas itu? Dia sudah dewasa, bisa jaga diri. Jadi lebih baik sekarang kita lanjutkan mengobrol sambil makan seperti tadi," ucap perempuan cantik tersebut sambil tersenyum manis pada Adelio.


"Maaf, aku tidak bisa. Sekarang juga aku harus pergi untuk mencari Adelia," tukas Adelio seraya beranjak dari duduknya.


"Kamu akan pergi begitu saja meninggalkan aku sendirian di sini? Hanya demi mencari adikmu yang sudah dewasa itu?" tanya Perempuan tersebut untuk menghentikan kepergian Adelio dari restoran tersebut.


Adelio kembali menghela nafasnya. Kedua tangannya mengepal erat, dan menatap perempuan itu dengan sangat intens, seraya berkata,


"Rania, Adelia adalah saudara kembarku, adik yang paling dekat dan paling aku sayang. Dia segala-galanya bagiku. Dia menjadi prioritasku saat ini, selain pekerjaan dan kedua orang tuaku."

__ADS_1


"Bagaimana dengan kita?" tanya Rania dengan cepatnya.


"Hubungan kita? Bahkan kita saja belum memulainya. Kita baru berkenalan dengan tujuan untuk bisa lebih dekat lagi. Jadi, jangan sampai aku berpikiran buruk padamu, karena menghalangiku untuk mencari Adelia," ujar Adelio dengan tegasnya.


"Tunggu! Apa kamu menyalahkan aku karena hilangnya Adelia?" tanya Rania yang mencoba menghentikan kembali Adelio pergi meninggalkannya.


Adelio kembali menatap Rania, dan dengan kesalnya dia berkata,


"Rania, sudahlah. Jika kamu begini terus, aku pasti akan menyalahkan kamu. Asal kamu tahu saja, harusnya aku yang menjemput Adelia tadi, bukannya aku berada di sini bersamamu. Dan sekarang, Adelia hilang entah ke mana. Jadi, tidak salah, bukan, jika aku menyalahkan kamu?"


Setelah mengatakan hal itu, Adelio segera bergegas meninggalkan tempat itu. Bahkan dia berlari keluar dari restoran menuju parkiran mobilnya.


"Jika bukan karena orang tuamu dan orang tuaku yang memaksaku untuk bertemu denganmu tadi, pasti aku tidak akan kehilangan Adelia. Sialan! Apa yang terjadi pada adikku?!"


Adelio mengomel dan mengumpat sepanjang jalan saat mengemudikan mobilnya. Tidak hanya itu saja, matanya pun mencari sosok Adelia di sepanjang jalan yang dilewatinya. Dalan pikirannya saat ini hanya ada Adelia. Kekhawatirannya pada saudara kembarnya, semakin menyesakkan dadanya. Dia merasa jika Adelia saat ini sedang dalam bahaya.


Tiba-tiba saja Adelio menghentikan mobilnya di tepi jalan yang dilewatinya. Tangannya memegang dadanya, dan terlihat sangat kesakitan. Bahkan dia mencengkeram erat baju yang menutupi dadanya.


Tiba-tiba dia teringat akan Adelia, saudara kembarnya yang sedang dicarinya, seraya berkata,


"Adelia!"


"Pasti dia sedang dalam bahaya. Aku harus bisa mencari tahu, di mana dia berada," ucap Adelio seraya mengambil ponsel dari dalam sakunya.


Dia mencari tahu tentang lokasi GPS pada ponsel Adelia. Dahinya mengernyit ketika tidak menemukan di mana letak keberadaan Adelia saat ini.


"Sial! Kenapa HP nya gak aktif?" umpat Adelio dengan kesalnya.


Jari tangan Adelio masih saja sibuk mencari keberadaan saudara kembarnya. Dia berusaha keras untuk menemukan adik kesayangannya. Beruntungnya dia memasang GPS pada semua barang pribadi milik Adelia, sehingga kini dia bisa mencari letak barang itu berada. Matanya membola dan berkata,

__ADS_1


"Apa? Gak mungkin. Adelia gak mungkin pergi sendiri sejauh ini. Pasti ada orang yang membawanya pergi. Aku sangat yakin."


"Akan memakan waktu yang sangat lama jika aku ke sana sekarang. Bahkan dengan kecepatan tinggi pun, aku merasa gak yakin," gumam Adelio sambil memasang GPS tersebut untuk memandunya saat mengemudi.


Sekelebat dia teringat akan salah satu misi dari temannya yang saat ini sedang bertugas di daerah tersebut. Dengan cepat dia menghubungi temannya itu, dan memberikan titik lokasi keberadaan Adelia saat ini, pada temannya.


"Aku percayakan keselamatan adikku padamu," ucap Adelio dengan sungguh-sungguh pada temannya di seberang sana.


Tenang saja, Lio. Aku pasti akan menyelamatkan adikmu. Doakan agar aku bisa datang tepat waktu untuk menyelamatkannya, tutur seorang laki-laki dengan penuh wibawa yang berbicara melalui telepon dengan Adelio.


Setelah panggilan telepon itu berakhir, Adelio segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia benar-benar tidak mau menyia-nyiakan waktu. Dia sangat berharap bisa datang tepat waktu untuk menyelamatkan Adelia. Dalam hatinya selalu berdoa di sepanjang perjalanannya untuk keselamatan adiknya.


Begitu pula dengan seorang laki-laki yang merupakan rekan kerja dari Adelio. Dia kini mempunyai tugas tambahan selain misinya untuk membekuk sarang dari penjualan barang haram yang merusak generasi bangsa.


Bibir laki-laki tersebut melengkung ke atas, tatkala melihat GPS yang dikirimkan oleh Adelio. Kemudian dia berkata,


"Kamu sangat beruntung, Lio. Aku bisa dengan cepat menolong adikmu sekarang. Ayo, kita selesaikan tugas ini dengan cepat. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui."


Tangannya menekan sesuatu yang ada di telinganya, dan berkata,


"Aku akan mulai sekarang. Cepatlah kalian bersiap-siap, dan jangan sampai terlambat, karena di dalam ada seorang perempuan yang harus kita selamatkan. Dia adalah adik dari Adelio.


...****************...


Teriakan Adelia membuat Arion semakin tertantang. Dia menyeringai dan semakin erat memegang kedua tangan gadis yang sangat diinginkannya.


"Ayolah, Sayang. Aku sangat menginginkanmu," ucap Arion dengan tatapan lapar pada Adelia.


"Jangan mimpi!" seru Adelia, setelah itu dia meludahi wajah Arion, dan menatapnya dengan tatapan kebencian.

__ADS_1


"Kurang ajar kamu!" seru Arion dengan kemarahannya yang terpancar dari matanya.


__ADS_2