Ternyata Mereka Duo Luar Biasa

Ternyata Mereka Duo Luar Biasa
Bab 62 Salah Paham


__ADS_3

"Berhentilah mengejar Adelia dan berhenti mengganggunya. Hormati keputusannya. Jika aku tahu kamu masih mengganggunya, akan aku pastikan kamu menerima akibatnya," tutur Adelio sambil menyeringai memperingatkan Arion yang sedang menatapnya.


Tatapan mata Arion memperlihatkan segalanya. Kebenciannya pada Adelio terlihat sangat jelas dari matanya. Adelio hanya menyeringai melihatnya. Dia tahu jika ada kebencian yang terlihat dari mata Arion saat ini.


Namun, dia hanya melihatnya saja, tanpa berusaha menenangkan ataupun memperingatkannya kembali. Bagi Adelio, peringatannya untuk Arion tadi, berlaku seterusnya untuknya.


Tanpa mengatakan apa pun, Adelio meninggalkan Arion yang masih terlihat kesal dan emosi padanya. Dia berjalan santai menuju mobilnya. Sedangkan Adelia sudah masuk ke dalam mobil Kenzo dan sudah bersiap untuk meninggalkan tempat itu.


Arion hendak melangkahkan kakinya untuk mengejar Adelia, tapi Mia bergerak cepat menghentikannya. Dia menghadang Arion, seraya berkata,


"Sebaiknya kamu jangan mengejar dia. Hormati juga privasinya."


Arion menghela nafasnya. Dia menatap Mia dengan tatapan tidak suka dan berkata,


"Minggir, aku tidak ada urusan dengan kamu!"


Mia tetap tidak beranjak dari tempatnya saat ini. Dia dengan beraninya menghadang Arion yang badannya lebih besar darinya.


Merasa dihalangi dan diganggu oleh Mia, Arion segera menyingkirkan badan Mia sehingga tubuh Mia yang kecil bisa dengan mudahnya disingkirkan oleh Arion.


Tubuh Mia yang kecil itu, tidak kuat menahan serangan Arion yang mendadak, sehingga tubuhnya terhuyung dan sudah bisa dipastikan jika dirinya akan jatuh di permukaan tanah.


Namun, ada tangan yang menahan tubuh Mia agar tidak jatuh ke permukaan tanah. Tangan kekar itu menahan tubuhnya untuk menyelamatkannya agar tidak terjatuh.


Seketika mata Mia yang terpejam, kembali terbuka, karena merasakan tubuhnya yang melayang dan tidak merasakan sakit, layaknya dia sedang terjatuh.


"Kamu?!" celetuk Mia yang terkejut ketika melihat wajah seorang pemuda saat matanya terbuka.


Pemuda tersebut membantu Mia berdiri tegak dan berkata,


"Masuklah ke dalam mobil. Aku akan mengantarkan kamu pulang."


Setelah mengatakan hal itu pada Mia, pemuda tersebut menatap Arion dengan tatapan tegas dan berkata,

__ADS_1


"Kasar sekali kamu pada perempuan! Inilah sebabnya aku tidak bisa percaya padamu!"


Suara pemuda tersebut sangat tegas dan berwibawa, sehingga membuat Arion terkesiap dan menghentikan gerakannya.


"Lio! Ayo kita cepat pergi dari sini!" seru Kenzo dari dalam mobilnya.


Tanpa mengatakan apa pun, Adelio menarik tangan Mia dan membawanya masuk ke dalam mobilnya. Mia hanya terperangah dan menurut. Dia duduk di kursi sebelah pengemudi yang berarti dia duduk di sebelah Kenzo.


Gadis yang merupakan sahabat dari Adelia itu, kini memandang iba pada Adelio. Tatapan memujanya, kini berganti menjadi iba, mengingat Adelia saat ini sedang bersama dengan Kenzo.


Terlebih lagi, wajah Adelio terlihat sangat kesal saat ini. Hal itu tidak luput dari perhatian Mia. Gadis itu menghela nafasnya dan bertanya,


"Adelia dijodohkan ya?"


Sontak saja Adelio menoleh ke arah Mia, dan dengan santainya dia menjawab,


"Iya, benar. Kenapa?"


Mia kembali menghela nafasnya. Dia menatap intens mata Adelio dan berkata,


Adelio mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Mia yang menurutnya sedang salah paham padanya. Dia menahan senyumnya dan berkata dalam hatinya,


Jadi dia mengira jika aku dan Adelia ada hubungan, tapi Adelia dijodohkan dengan Kenzo. Lucu juga gadis ini. Dia juga berani menghadang Arion agar tidak mengejar Adelia. Ah, benar juga. Aku baru ingat jika semua orang mengira aku dan Adelia berpacaran.


Adelio tersenyum tipis melihat wajah Mia yang menyiratkan kekhawatirannya. Dalam hatinya kembali berkata,


Sepertinya gadis ini lucu juga. Pasti reaksinya akan lebih lucu lagi, jika aku tetap berpura-pura menjadi pacar Adelia.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Adelio sambil menatap Mia dengan penuh tanda tanya.


"Kenapa kamu masih belum mengerti juga? Adelia dan laki-laki tadi, sudah pasti akan menikah. Jadi, lebih baik kamu mengalah saja. Jauhi Adelia sekarang, atau kamu akan merasakan sakit hati yang lebih banyak lagi," jawab Mia disertai dengan helaan nafasnya.


Adelio berusaha keras menahan tawanya. Sekuat tenaga dia menetralkan wajahnya dan menahan tawanya agar tidak lepas saat ini. Dia menatap lekat pada gadis yang ada di hadapannya itu dan berkata dalam hatinya,

__ADS_1


Gadis yang menarik. Sepertinya kekesalanku pada Arion akan hilang saat ini.


"Sayangnya aku gak bisa jauh dari Adelia," ujar Adelio sambil tersenyum tipis pada Mia.


"Ck! Perempuan di bumi ini masih banyak. Bukan cuma Adelia saja. Jika kamu gak mau sakit hati, kamu harus bisa move on dari dia, tapi jika kamu maunya merasakan sakit hati terus menerus, silahkan saja berada di dekat dia. Aku jamin, kamu akan terus-terusan sakit hati dan frustasi saat itu juga," tutur Mia dengan kesalnya.


Lagi-lagi Adelio menahan tawanya mendengar perkataan dari Mia. Akan tetapi, ada suara klakson dari mobil Kenzo yang membuat Adelio menyahuti perkataan gadis itu.


Klakson yang ditujukan oleh Kenzo pada Adelio, menandakan bahwa mobil Kenzo telah bergerak meninggalkan tempat tersebut. Bukan hanya itu saja, klakson tersebut bermaksud untuk mengajak Adelio agar secepatnya mengemudikan mobilnya, karena Arion sedang berjalan menghampiri mobil Kenzo yang di dalamnya terdapat Adelia.


Adelio pun segera melajukan mobilnya mengikuti mobil Kenzo dengan kecepatan sedang di belakangnya. Mia masih saja menatap Adelio dengan memperlihatkan wajah kesalnya. Tentu saja hal itu dapat dirasakan oleh Adelio.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa kamu masih menunggu jawaban dariku?" tanya Adelio sambil mengemudikan mobilnya.


"Siapa yang sedang menatapmu? Anda terlalu percaya diri, Tuan," jawab Mia dengan kesalnya.


"Gak usah berkelit. Aku bisa melihatnya," ujar Adelio sambil menyeringai dan fokus pada jalanan yang ada di depannya.


"Siapa bilang aku sedang menatapmu? Mataku memang begini, kadang suka melihat ke arah lain," tukas Mia yang terdengar sewot saat ini.


"Kamu juling?" tanya Adelio sambil menahan tawanya.


"Iya. Aku juling. Puas? Ada masalah denganmu jika aku juling?" tanya Mia dengan kesalnya.


Seketika terdengar tawa dari Adelio. Dia sudah tidak bisa menahan tawanya. Gadis yang berstatus sebagai sahabat saudara kembarnya itu, membuatnya sangat terhibur saat ini.


Mia menatap kesal pada Adelio. Tawa dari pemuda tampan itu, membuatnya semakin bertambah kesal. Tatapannya menghunus, mengisyaratkan kekesalannya yang berlebih pada pemuda tampan itu.


"Jika aku menjauh dari Adelia, siapa perempuan yang bisa aku dekati?" tanya Adelio ketika tawanya sudah reda.


"Banyak. Kamu saja yang tidak peka. Di sekitarmu pasti banyak perempuan yang menyukaimu. Hanya saja kamu gak mau melihat mereka," jawab Mia sambil menatap serius pada Adelio.


Dahi Adelio mengernyit mendengar jawaban dari Mia. Matanya masih fokus pada jalanan yang ada di depannya dan berkata,

__ADS_1


"Siapa? Apa kamu juga termasuk perempuan-perempuan itu?"


__ADS_2