Ternyata Mereka Duo Luar Biasa

Ternyata Mereka Duo Luar Biasa
Bab 43 Kakak Luar Biasa


__ADS_3

Adelia terkesiap mendengar pertanyaan yang dilontarkan dari Kenzo. Dia tidak mengira jika Kenzo sempat melihat mereka berdua.


Jangan-jangan... Apa dia mendengar Arion memanggilku dengan sebutan sayang? Adelia berkata dalam hatinya.


"Adelia... Sayang... Apa kamu mendengarnya?" tanya Kenzo sambil fokus pada kemudinya.


"Iya, ada apa Ken?" tanya Adelia dengan sedikit gugup.


"Boleh tau, siapa laki-laki yang bersama denganmu tadi?" tanya Kenzo kembali, tanpa menoleh ke arah Adelia.


Adelia menghela nafasnya. Dia menoleh ke arah Kenzo dan berkata,


"Seperti yang aku bilang tadi, dia hanya seorang security di sini. Kita cuma ngobrol biasa, tidak dekat juga."


"Benar seperti itu?" tanya Kenzo kembali, seolah dia tidak percaya dengan jawaban dari Adelia.


"Kamu gak percaya padaku Ken?" tanya Adelia dengan dahinya yang mengernyit.


Seketika Kenzo menepikan mobilnya. Dia mematikan mesin mobil tersebut dan menatap intens manik mata Adelia, seraya berkata,


"Jika aku gak salah dengar, tadi dia memanggilmu dengan panggilan sayang. Apa itu benar?"


Deg!


Jantung Adelia serasa berhenti berdegup. Apa yang ditakutkannya ternyata benar adanya. Kini dia harus mencari cara agar Kenzo percaya padanya. Tidak hanya itu saja, dia harus mencari cara agar sebisa mungkin memutuskan hubungannya dengan Arion, sehingga Arion tidak lagi bisa mendekatinya.


"Sepertinya itu hanya salah pendengaranmu saja," jawab Adelia sambil tersenyum manis, untuk menutupi kegugupannya.


Kenzo menghela nafasnya. Dia merasa tidak bisa memaksa Adelia. Lebih tepatnya, dia tidak ingin hubungannya dengan Adelia terganggu hanya karena pertanyaannya.


Pemuda tampan itu mencoba tersenyum semanis mungkin, agar Adelia tidak merasa terganggu dengan pertanyaannya. Tangannya mengusap lembut rambut Adelia dan berkata,


"Lupakan saja. Mungkin hanya pendengaranku saja yang kurang tajam."


Adelia menatap Kenzo dengan tatapan yang penuh rasa bersalah. Dia tersenyum membalas senyuman dari pemuda yang menjadi calon tunangannya itu.


Mobil itu kembali melaju, menuju rumah Adelia. Hanya beberapa saat saja, mobil mewah Kenzo masuk ke dalam area rumah yang sangat besar dan mewah milik keluarga Atmaja.

__ADS_1


Seperti biasa, Kenzo turun dan mengantar Adelia masuk ke dalam rumah tersebut. Dia mendapatkan sambutan hangat dari keluarga Adelia. Bahkan mereka makan malam bersama di rumah itu.


Setelah mengobrol banyak hal, Kenzo berpamitan pulang pada Rafael dan Ayana. Sambutan mereka tidak berbeda pada saat Arion datang ke rumah tersebut. Hanya saja mereka memang lebih akrab dengan Kenzo, sehingga terlihat seperti lebih memihaknya.


"Sayang, aku pulang dulu ya," ucap Kenzo sambil memegang kedua tangan Adelia.


Adelia tersenyum dan menganggukkan kepalanya, seraya berkata,


"Hati-hati di jalan."


"Sayang, apa aku bisa membawamu pulang? Rasanya aku gak mau jauh darimu," ujar Kenzo sambil terkekeh.


Hati Kenzo mengatakan semuanya. Dia merasa sangat bahagia mendapatkan perhatian dari Adelia, gadis yang dijodohkan oleh orang tuanya.


Adelia tersenyum malu mendengar perkataan dari Kenzo. Bahkan saat ini tersirat rona merah di wajahnya.


"Aku harap kita segera menikah, Sayang. Jadi, aku gak perlu lagi menahan keinginanku untuk tetap bersamamu," tutur Kenzo sambil tersenyum manis pada gadis cantik yang ada di hadapannya.


Setelah mengatakan hal itu, Kenzo mencium lembut telapak tangan Adelia, sehingga apa yang dirasakannya bisa tersampaikan pada gadis tersebut.


Lagi-lagi Adelia dibuat berdebar-debar oleh perkataan Kenzo. Pemuda tampan yang telah dijodohkan olehnya itu, berhasil mengobrak-abrik hatinya.


"Aku pulang dulu," ucap Kenzo kembali, yang mendapatkan anggukan kepala dari Adelia.


Seketika dia terkesiap ketika membalikkan badannya, dan mendapati sosok Adelio telah berdiri tidak jauh di belakangnya.


"Hai Ken, sudah lama?" tanya Adelio sambil mengembangkan senyumnya pada Kenzo.


"Sudah sejak tadi. Sempat makan malam juga dengan Om dan Tante. Sekarang aku mau pulang. Pantas saja kamu gak ikut makan malam, ternyata kamu baru saja pulang," jawab Kenzo sambil tersenyum.


"Aku sedang banyak kerjaan, jadi gak bisa makan malam bersama di rumah," ujar Adelio sambil berjalan ke arah saudara kembarnya.


Tatapan mata Kenzo mengikuti gerakan Adelio yang sedang berjalan melewatinya. Kemudian dia berkata,


"Aku pulang dulu."


Seketika Adelio menoleh ke arah Kenzo dan berkata,

__ADS_1


"Ken, aku ingin berbicara denganmu. Jika ada waktu, tolong hubungi aku."


"Oke, akan aku usahakan secepatnya," jawab Kenzo dengan sangat yakin.


Adelio merangkul pundak saudara kembarnya seolah memberitahukan bahwa dialah pelindung gadis cantik yang bernama Adelia. Dia tersenyum pada Kenzo, yang sedang melihat ke arah saudara kembar tersebut dari dalam mobilnya. Kedua saudara kembar itu melambaikan tangannya, mengiringi kepergian Kenzo dari hadapan mereka.


"Sepertinya kamu suka padanya," ucap Adelio sambil terkekeh, menatap saudara kembarnya yang berada di sebelahnya.


"Apa begitu terlihat jelas, Kak?" tanya Adelia sambil menyipitkan matanya, menatap Adelio seolah sedang mencari jawaban darinya.


"Jelas. Bahkan sangat jelas sekali. Kamu gak pernah terlihat sebahagia ini ketika bersama dengan Arion," jawab Adelio sambil terkekeh dan mencubit gemas hidung adik kembarnya itu.


Seketika raut wajah Adelia memberengut kesal. Dia teringat kembali akan Arion saat ini. Tadinya dia sudah melupakannya karena kehadiran Kenzo ketika makan malam bersamanya dan kedua orang tuanya. Kini dia kembali teringat, karena saudara kembarnya menyebutkan nama Arion di hadapannya.


Adelia menghela nafasnya yang terasa sangat berat di dalam dadanya. Kemudian dia berkata,


"Kak, kenapa Lia selalu menurut pada permintaan Arion? Apa karena Lia suka padanya?"


"Bodoh! Jelas-jelas kamu gak suka padanya. Kamu hanya kasihan sama dia," jawab Adelio sambil mengacak-acak rambut saudara kembarnya.


"Apa benar begitu, Kak? Lalu, aku harus bagaimana?" tanya Adelia dengan memperlihatkan puppy eyes nya.


"Kamu harus bisa mengatakan keinginanmu untuk memutuskan hubungan kalian meskipun belum ada satu bulan, sesuai dengan perjanjian awal kalian," jawab Adelio sambil menatap serius pada saudara kembarnya.


Adelia mengerjapkan matanya, sehingga bulu mata lentiknya bergerak naik turun, dan berkata,


"Kok Kak Lio tahu semuanya?"


Adelio terkekeh melihat ekspresi wajah Adelia. Tangannya mencubit gemas kedua pipi gadis itu, seraya berkata,


"Ingat, Kakak tahu semua tentang kamu. Jadi, kamu gak bisa bohong pada Kakak."


Gadis cantik kembaran dari Adelio itu, menghela nafasnya. Dia menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Kakakku memang luar biasa."


Adelio pun terkekeh mendengar ucapan dari adik kembarnya, seraya merangkul erat pundak gadis cantik kembarannya itu.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara kendaraan yang masuk ke dalam halaman rumah tersebut, dan berhenti tepat di hadapan mereka.


"Adelia, bisa kita berbicara sebentar?"


__ADS_2