Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak

Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak
110. Pukulan Keras Untuk Yeni


__ADS_3

Seminggu setelahnya, Janus pergi ke kediaman keluarganya. Kebetulan Janus pergi pada hari minggu, di mana Adit saat itu sedang libur bekerja. Sengaja Janus pergi ke rumah orang tuanya pada hari minggu, karena di hari minggu Yeni juga pasti berada di rumah. Janus pulang ke rumah orang tuannya tak seorang diri, ada juga pak Andy yang menemaninya.


Selain ingin memberitahu ayahnya soal ia yang akan masuk perusahaan, Janus juga akan memberikan kejutan untuk Yeni.


Janus duduk di ruang tamu menunggu Ayah dan ibu sambungnya yang tengah di panggil oleh pembantu rumah tangga.


"Sudah lama sekali aku tak menghirup udara di rumah ini," gumam Janus ketika ia medaratkan diri di sofa ruang tamu.


Tak lama Janus duduk, Yeni dan Adit datang menghampiri.


"Tumben sekali kamu datang ke rumah," ucap Adit mendaratkan diri di sofa. Begitupun dengan Yeni yang juga ikut duduk di sebelah Adit.


Yeni mengerutkan kedua alisnya. "Ada apa pak Andy datang ke rumah kami di hari libur?"


"Iya, ada apa pak Andy datang ke rumah saya. Bukankah semua pekerjaan saya sudah selesai, dan sebelumnya saya sudah mengatakan, pada hari minggu saya tidak ingin di ganggu dengan pekerjaan, walaupun klien meminta jadwal pertemuan di hari minggu," lontar Adit heran.


"Bukan pak Andy yang ada perlu dengan ayah, tapi aku. Pak Andy ikut bersamaku hanya ingin menemaniku saja," ucap Janus sembari menunjuk dirinya sendiri.


Seketika Yeni menelan salivanya. "Jangan bilang kamu datang ke rumah karena ingin menyampaikan, bahwa kamu ingin mengisi tempat Bayu di perusahaan," ucapnya gelisah.


Janus mengacungkan jari jempolnya. "Binggo, tebakan anda benar."


Yeni menggelengkan kepalanya. "Kamu tidak bisa mengisi tempat Bayu." Ia lalu memegang lengan Adit seakan-akan ia membujuk suaminya itu. "Kamu tidak boleh menyetujuinya, bukankah Bayu di istirahatkan dari pekerjaan hanya sementara. Kumohon jangan biarkan dia mengisi posisi anak pertamamu."

__ADS_1


Adit menghembuskan nafasnya. "Perwakilan dari pemegang saham ingin posisi direktur segera di isi. Jika Janus ingin mengisi posisi itu aku akan mengijinkannya, dan nanti aku akan merundingkannya bersama dewan komisaris dan pemegang saham.


Yeni semakin panik dan gelisah. "Janus bahkan tidak menjenjang pendidikan di dunia bisnis, bagaimana bisa ia langsung di beri jabatan sebagai direktur. Terutama jabatan itu merupakan direktur, jabatan tertinggi setelah jabatanmu yang sebagai CEO."


"Saya akan membimbing penuh tuan Janus. Jadi, setelah tuan Janus masuk perusahaan, saya akan menjadi sekertarisnya, dan mantan sekertaris tuan Bayu akan bertukar posisi dengan saya," lontar pak Andy.


"Aku mengijinkan Janus mengisi posisi sebagai direktur tidak sembarangan. Aku sudah memikirkannya secara matang dari jauh-jauh hari. Karena aku tahu Janus anaknya pintar, bahkan dia mendapatkan gelar sarjana hanya dalam kurun waktu tiga tahun. Dan dengan bimbingan pak Andy, dia pasti bisa bekerja sangat baik di perusahaan," terang Adit.


Yeni kesal, ia takut bila Janus mengisi posisi di perusahaan, penerus perusahaan akan jatuh ke tangan Janus. Terutama Janus merupakan anak kandung dari Adit, sementara Bayu hanyalah anak dari hasil perselingkuhannya dengan pria lain.


"Aku tetap tidak setuju! Jika Janus mengisi posisi yang sebelumnya di tempati Bayu, berarti dia sudah melangkahi anak pertama kita. Lagi pula Janus hanyalah anak dari selingkuhanmu."


"Janus di perusahaan hanya sementara, dan setelah Bayu kembali mengisi posisinya, Janus harus menjenjang pendidikan di jurusan manajemen bisnis terlebih dahulu, bila ia ingin melanjutkan kerja di perusahaan," terang Adit.


"Apa maksudmu sebagai penerus, kamu tak sepantas mendapatkan posisi itu," ucap Yeni bernada marah.


Janus tersenyum menyeringai, ia melipatkan lengannya sembari menyender di punggung sofa. "Tadi anda bilang saya anak selingkuhan, bukankah Bayu juga sama anak selingkuhan. Bahkan di banding denganku, Bayu lebih tidak pantas. Karena dia tidak memiliki hubungan darah dengan ayah.


Ucapan Janus mampu membuat Yeni terkejut setengah mati. Ia bahkan sampai tak bisa berkata-kata setelah mendengarnya. Lain halnya dengan Adit yang merasa terheran-heran ketika mendengarnya.


"Apa maksud dari perkataanmu?" Adit menghela nafasnya sembari mengerutkan kedua alisnya. "Biarpun kamu membenci Bayu, kamu tak sepantasnya berbicara sembarangan."


Janus kembali menyeringai. "Aku tidak berbicara sembarangan, bahkan yang pertama tahu Bayu bukan anak ayah adalah kakek, sebelum meninggal dia sudah mengetahuinya sejak lama."

__ADS_1


Yeni panik, ia kembali memegang lengan suaminya. "Janus hanya berbicara sembarangan, dia hanya ingin mengambil posisi Bayu secara permanen, oleh sebab itu dia memfitnahku."


Janus menghembuskan nafasnya. "Fitnah kata anda? Pak Andy tolong tunjukan bukti foto perselingkuhan bu Yeni dan juga hasil tes DNA Bayu yang di berikan kakek."


Andy menunjukan hasil tes DNA dan juga bukti foto perselingkuhan Yeni dengan Rendy yang dulu di selidiki oleh Baskara.


Adit pun meraih kertas hasil tes DNA bayu dan bukti foto yang di letakan Andy di meja. Ia nampak syok saat melihat foto yang di lihatnya itu, terutama saat membaca hasil tes DNA dari anak pertamanya.


"Apa benar Bayu bukan anakku?" Tanya Adit menatap Yeni dengan penuh amarah.


"Aku memang pernah memiliki hubungan khusus dengan pria di foto ini, tapi Bayu anakmu bukan anak dari pria ini," jawab Yeni yang semakin panik.


Janus memiringkan senyumnya. "Apa perlu Bayu kembali di tes DNA. Lagi pula hasil tes DNA itu tidak palsu. Setelah kakek menyelidiki perselingkuhan bu Yeni dan pak Rendy, kakek langsung mestes DNA Bayu dan menyembunyikan hasilnya dari ayah. Karena ia sangat menyayangi Bayu dan sudah menganggapnya sebagai cucunya sendiri."


Seketika Adit meremas kertas DNA yang di pegangnya itu. "Aku sudah pasti akan percaya dengan bukti ini." Adit menghembuskan nafasnya. "Karena Bayu tidak ada hubungannya denganku, lebih baik kita bercerai saja."


"Aku tidak ingin berpisah denganmu, bukankah itu tidak adil bagiku. Kamu juga berselingkuh dariku, kenapa hanya aku yang merasa di pandang bersalah," ucap Yeni dengan isak tangis.


"Mengapa harus di lanjutkan, dari dulu aku tak pernah mencintai wanita lain selain Kim Yu Na. Kita menikah tanpa cinta dan karena di jodohkan. Jika kamu bilang aku berselingkuh, itu salah. Karena aku sudah menjalin hubungan dengan Yu Na jauh lebih lama sebelum kita bertemu. Bahkan setelah setahun pernikahan, ayahku mengijinkanku menceraikanmu. Jika bukan karena kamu hamil saat itu, aku mungkin sudah berpisah dengamu dan bisa hidup bahagia bersama Yu Na," terang Adit tanpa menatap Yeni sedikit pun.


Yeni meraih tangan Adit. "Aku sangat mencintaimu, dan aku tak ingin berpisah denganmu," ucapnya dengan tangis yang semakin pecah.


Lidah Adit berdecik. "Cih." Ia melepas tangannya dari genggaman Yeni. "Kamu tak pernah mencintaiku, tapi kamu hanya mencitai hartaku saja."

__ADS_1


__ADS_2