Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak

Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak
67. Di Jaga Ketat


__ADS_3

Esok harinya, pagi sekali dua orang tamu bertubuh tinggi besar dengan pakaian setelan jas hitam datang ke apartemen. Wajahnya tampak asing bagi Astrid, keduanya tengah mengobrol dengan Janus. Entah apa yang di bicarakan mereka, yang membuat Janus tampak serius membahasnya. Astrid hanya sarapan seorang diri di meja makan. Sedangkan Janus masih di sibukan mengobrol dengan dua orang tamu bertubuh tinggi besar itu.


Tak lama Janus mengobrol, ia kemudian ikut bergabung sarapan bersama Astrid. Saat Janus melakukan sarapan, suara kedua orang tersebut masih sontak terdengar di ruang tengah. Astrid pun heran, mengapa dua orang tamu tersebut belum juga pergi. Sementara Janus meninggalkan keduanya hanya untuk sarapan.


"Siapa mereka?" tanya Astrid.


"Mereka yang akan menjagamu. Aku khawatir jika Vega dan Bintang terus mengusikmu di belakangku. Jadi aku mempekerjakan body guard untukmu," jawab Janus dengan mulut yang di sibukan menguyah makanan.


"Bukankah itu terlalu berlebihan jika aku harus di jaga oleh seorang body guard. Memangnya mereka boleh masuk ke sekolah?" tanya Astrid heran.


"Aku bukan berlebihan, tapi aku sangat mengkhawatirkanmu. Kemarin saja aku hampir kecolongan dari Vega, jika Titan tidak memberitahuku bahwa kamu di seret oleh Vega. Kamu mungkin sudah terluka karena mereka. Lagian aku sudah meminta izin sama pihak sekolah, dan mereka mengizinkannya. Asalkan mereka tidak ikut masuk ke kelas saat pembelajaran sedang berlangsung," jawab Janus.


"Tapi kan," ucap Astrid yang seketika di hentikan Janus. "Sttt, sudah habiskan saja sarapanmu. Jangan menolak saranku, karena aku tak suka jika kamu harus terluka karena ulah Vega dan Bintang."


Astrid pun mengangguk, terpaksa ia pun harus menerima saran suaminya tersebut. Ya walaupun sebenarnya ia merasa tak nyaman jika harus di jaga dua orang body guard. Terlebih lagi, Astrid tak suka jika harus di bicarakan orang-orang di sekolah tentang dirinya yang di jaga oleh seorang body guard.


Lima belas menit kemudian Astrid dan Janus telah menghabiskan sarapannya. Keduanya pun segera bersiap untuk berangkat sekolah.


Janus menyalakan layar ponselnya, lalu menunjukan foto Vega dan Bintang kepada dua orang body guard yang di sewanya itu. "Tolong jaga Astrid dari dua orang ini."


Salah satu body guard tersebut mengangguk. "Baik pak, kami akan menjaga nona Astrid sebaik mungkin."


Janus kemudian membukakan pintu mobil yang akan di tumpangi istri beserta kedua orang body guardnya tersebut. "Ayo masuk," ucapnya kepada Astrid.


"Bagaimana denganmu, apa kamu akan menaiki mobil ini juga?" tanya Astrid sembari memasuki mobil.

__ADS_1


"Aku akan mengendarai mobilku sendiri. Kamu berangkat sekolah bersama body guard. Karena kamu akan lebih aman jika kamu terus bersama mereka," jawab Janus.


"Lebih baik aku bersa..." Belum juga Astrid menyelasaikan ucapannya, Janus langsung saja menutup pintu mobilnya.


Raut wajah Astrid pun di tekuk kesal. Ia yang sebenarnya akan lebih nyaman jika pergi bersama suaminya. Namun, Janus malah menyuruhnya semobil dengan body guard.


Kedua body guard tersebut menaiki mobil di kursi depan. "Saya akan segera melajukan mobilnya. Apa ada tempat yang akan di kunjungi terlebih dahulu?" tanya salah satu body guard yang duduk di kursi supir.


"Tidak, langsung saja berangkat ke sekolah," jawab Astrid dengan ekspresi yang masih di tekuk kesal.


***


Sesampainya di sekolah, saat Astrid beranjak turun dari mobil orang-orang terpaku menatapnya. Astrid malu sekali dengan tatapan orang-orang tersebut. Dia yang turun dari mobil sudah seperti orang penting yang tengah di jaga oleh seorang body guard. Terlebih lagi kedua orang body guard tersebut mengenakan setelan jas. Astrid sangat malu, hingga membuatnya berjalan sembari menundukan kepala.


"Kak Janus benar-benar sudah membuatku malu," gumam Astrid di batinnya.


"Mau apa anda kesini?" tanya body guard dengan raut wajah tegas.


Bintang memiringkan senyumanya. "Saya ingin menemui wanita yang di belakangmu," tunjuk Bintang kepada Astrid.


"Saya tidak mengijinkan anda menemuinya. Jadi lebih baik anda segera pergi dari hadapan kami," ucap salah satu body guard.


Bintang menghiraukan body guard tersebut, ia langsung saja menerobos tubuh body guard. Spontan kedua body guard tersebut langsung menarik lengan Bintang dengan cengkramannya yang cukup kuat.


"Saya bilang sekali lagi, jangan pernah mendekati nona Astrid," ucap body guard meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Ahh iya...iya maaf," ucap Bintang merintih kesakitan.


Astrid pun tertawa menatap Bintang yang tengah merintih kesakitan setelah di cengkram oleh kedua body guardnya. Ia juga sangat puas menatap pria yang di sangat di bencinya itu kesakitan. Setelah menghadang Bintang, Astrid beserta kedua body guardnya beranjak pergi ke kelas.


Semua teman di kelasnya heboh saat Astrid memasuki kelas. Mereka tak menyangka bahwa salah satu teman di kelasnya itu membawa seorang body guard.


"Wah gila nih, udah kaya presiden saja di jaga body guard. lontar Hilda yang kemudian mendekatkan bibirnya di telinga Astrid. "Suamimu memang pengertian, sampai-sampai menyewa body guard."


"Aku malah malu jika harus di jaga oleh body guard," ucap Astrid sembari duduk di bangkunya.


"Kenapa harus malu, kamu sudah terlihat seperti orang kaya. Karena ke sekolah saja harus di jaga oleh seorang body guard," ucap Alula.


"Bukankah teman kita memang sudah kaya karena pasangannya kan memang dari keluarga konglomerat," ucap Hilda.


Tiba-tiba salah satu teman di kelasnya menghampiri Astrid. "Pasangan yang kamu maksud itu tunangannya kan?" tanyanya kepada Hilda


"Iya bisa di bilang begitu sih," jawab Hilda.


"Wah kamu beruntung Trid. Kamu memiliki sepupu kaya dan tampan seperti pak Janus, lalu kamu pun bertunangan dengan seorang pria kaya," ucap murid tersebut.


"Dari mana kamu tahu kalau pak Janus kaya?" tanya Astrid heran.


"Sudah terlihat dari mobilnya kalau dia merupakan pria kaya."


Astrid tersenyum atas pujian yang di lontarkan temannya itu. Ia juga sampai menggelengkan kepalanya, karena sebenarnya pujiannya tersebut mengarah kepada satu orang yaitu Janus yang merupakan suaminya. Baik tunangan atau pun sepupunya, itu merupakan satu orang yang sama.

__ADS_1


Dan dengan Astrid yang di jaga oleh body guard, baik Vega maupun Bintang tak berani lagi mengganggu Astrid. Bahkan saat keduanya menatap Astrid, para body guardnya tersebut langsung siap siaga menjaga istri dari majikannya tersebut.


Ada untungnya Janus menyewa body guard untuk istrinya. Namun, di balik body guard yang menjaga istrinya tersebut. Astrid semakin di bicarakan oleh orang-orang di sekolah. Banyak rumor yang bermunculan, bahwa Astrid merupakan seorang anak dari pengusaha sukses. Padahal Astrid sendiri hanyalah seorang anak dari pria yang bekerja sebagai pegawai kantor biasa. Dan ada pula yang menyebut bahwa Astrid di jodohkan dengan seorang pria kaya. Bahkan ada juga yang menyebut Astrid merupakan orang kaya baru. Astrid jadi merasa tak nyaman bersekolah setelah banyak rumor yang bertebaran mengenai dirinya. Tapi Astrid hanya perlu bersabar, karena masa SMA yang sudah di jalaninya selama tiga tahun itu, sebentar lagi akan segera berakhir.


__ADS_2