Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak

Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak
113. Permintaan Maaf


__ADS_3

Tiga hari setelahnya, Janus melakukan konferensi pers dengan awak media. Janus memberi keterangan tentang masalah keluarganya yang menjadi trending nomor satu di berbagai media. Janus tak menyangkal semua pertanyaan yang di ajukan wartawan, kecuali pertanyaan yang tidak benar adanya. Selain itu, Janus juga meminta maaf di hadapan awak media tentang masalah yang membuat orang-orang kecewa dengan keluarganya.


Satu minggu setelah menyelengarakan konferensi pers, Janus jadi lebih terkenal. Tagar tentang Janus bermunculan di media sosial, mulai dari tagar tentang pewaris tunggal yang tampan ataupun penerus tampan STAR.COP, tagar tersebut jadi nomor satu di media sosial. Kini komentar negatif tentang keluarga Adit Sayuda dan perusahaan STAR.COP perlahan mulai hilang berkat Janus. Topik berita yang selalu ada di berbagai media hanyalah pujian ketampanan dari Janus.


Bukan karena ketampanannya saja, tapi berkat perkataan Janus pula yang berhasil membuat banyak orang tersentuh. Di tambah dengan peluncuran produk baru yang di pasarkan perusahaan juga sedikit membantu.


Hanya butuh dua bulan, saham perusahaan kembali stabil seperti semula. Semua anggota di perusahaan cukup kagum dengan usaha Janus yang berhasil menstabilkan saham.


Namun, di balik keberhasilan Janus, ada kabar buruk dari Luna. Perusahaan STAR.COP mencabut kerja sama dengan perusahaan yang di kelola oleh ayah Luna, karena perusahaan yang di kelola ayahnya Luna ketahuan telah melakukan kecurangan. Akibat dari pencabutan kerja sama, perusahaan tersebut bangkrut hanya dalam kurun waktu dua bulan.


Setelah mendapat kabar dari kebangkrutan perusahaannya, ayahnya jatuh sakit selama berminggu-minggu. Tak lama jatuh sakit, ayahnya meningal dunia. Kabar tersebut sampai terdengar ke telinga Adit.


Janus dan Adit pergi melayat ke kediaman orang tua Luna. Mereka pergi kesana namun, tak di sambut hangat oleh keluarga Luna. Terutama ibunya yang sangat menyalahkan mantan besannya itu.


"Pergi dari sini, anda tak pantas melayat suami saya," ucap ibunya Luna kepada Adit dengan tatapan sinisnya.


Adit menghela nafasnya. "Saya datang kesini hanya ingin memberi penghormatan terakhir kepada mantan rekan bisnis saya."


Ibunya Luna memiringkan senyumnya. "Apa anda tak tahu malu setelah membuat perusahaan suami saya bangkrut. Gara-gara anda, suami saya jatuh sakit dan meninggal," ucapnya meninggikan suara.


Adit menyeringai. "Saya memutuskan kerja sama karena suami anda melakukan kecurangan. Jika perusahaan suami anda bangkrut itu bukan salah saya, tapi kinerja suami anda yang buruk."


Janus menarik lengan Adit, lalu berbisik di telinganya. "Lebih baik kita pergi saja dari pada menimbulkan keributan." Lalu Janus kembali menghampiri Luna dan ibunya. "Saya turut berduka dengan kepergian suami anda. Dan saya mewakili keluarga untuk meminta maaf bila berbuat salah. Saya pamit pergi sekarang," pamit Janus lalu segera melangkah kakinya.

__ADS_1


Tak ingin membuat masalah semakin besar, Janus terburu-buru membawa ayahnya pergi dari kediaman keluarga Luna.


Seperti biasa Janus pulang menggunakan mobil sport miliknya, sementara ayahnya pulang di antar oleh supir pribadinya.


Karena kediaman Luna dan rumah Janus tak jauh, Janus hanya membutuhkan waktu dua puluh menit untuk sampai ke rumahnya.


Janus memasuki rumahnya, namun ia di buat heran dengan adanya Yeni di rumah. Sontak Janus pun langsung saja menghampiri Astrid dengan raut wajah cemasnya.


Janus memegang kedua lengan Astrid. "Apa kamu baik-baik saja. Apa tubuhmu ada yang terluka?" tanyanya dengan panik.


Astrid mengerutkan kedua alisnya. "Aku sangat baik-baik saja. Tak ada yang terluka di tubuhku."


Janus melirik ke arah Yeni. "Ada perlu apa ibu datang ke rumahku? Jangan bilang ibu datang hanya ingin mengajakku bertengkar."


"Jadi, apa yang ingin ibu bicarakan padaku?" Tanya kembali Janus.


"Bayu memintamu untuk pergi menemuinya," jawab Yeni sembari melipat lengannya.


Janus memiringkan senyumnya. "Untuk apa aku pergi menemuinya. Dia pasti memintaku datang hanya untuk menyalahkanku saja."


Yeni kembali menghela nafasnya. "Jangan asal menuduhnya, aku tahu anakku sudah berbuat jahat padamu, tapi dia memintamu datang hanya ingin menyampaikan permintaan maafnya." Yeni berdiri dari duduknya. "Ku harap kamu bisa datang, karena aku tahu kamu merupakan orang yang baik." Ia lalu segera beranjak pergi dari rumah mantan anak sambungnya itu.


Janus tak bisa percaya bila Bayu memintanya datang hanya ingin menyampaikan permintaan maaf. Janus yang sangat tahu sifat dari Bayu merasa ragu bila Bayu akan meminta maaf padanya. Sampai ia di buat bimbang, apa ia perlu datang menemuinya ataupun tak perlu sama sekali.

__ADS_1


Astrid lalu meraih tangan suaminya. "Mungkin kak Bayu tulus ingin meminta maaf padamu. Bila ia menyuruhmu hanya ingin membuat pertengkaran, itu tidak mungkin. Lagi pula dia berada di tahanan yang penuh petugas, dia mana berani membuat keributan."


"Aku ragu karena Bayu memiliki sifat yang angkuh, mana bisa ia mengeluarkan kata maaf dari mulutnya."


Astrid tersenyum menatap Janus. "Yakin dan percaya saja, bahwa kak Bayu memang ingin meminta maaf padamu. Dan perkataan bu Yeni tadi memang benar, bahwa kamu orang yang baik. Kamu tak patut berprasangka buruk padanya."


Janus menghela nafasnya. "Baiklah, aku akan percaya."


...****************...


Esoknya Janus datang ke tahanan untuk menemui Bayu. Saat bertemu, penampilan Bayu sangat berantakan. Pakaian khusus tahanan berwarna orange, rambut yang di pangkas habis, tubuh yang semakin kurus, serta wajah sayu yang tampak seperti kelelahan. Penampilan tersebut sangat jauh berbeda dari Bayu yang terakhir kali Janus lihat.


Janus duduk di kursi sembari menyilangkan kaki dan melipat lengannya. "Karena aku sangat sibuk bekerja, aku hanya memiliki waktu sebentar untuk menemuimu. Jadi, apa yang ingin katakan padaku?"


Tiba-tiba saja Bayu berlutut di hadapan Janus sembari menangis. "Aku hanya ingin meminta maaf padamu. Aku tahu, perlakuan jahatku tak bisa kamu maafkan. Tapi aku hanya ingin meminta satu hal padamu, tolong jaga Luna. Karena saat ini ia sedang terpuruk."


Karena Bayu berlutut, Janus jadi merasa tidak enak, ia pun langsung saja membantunya berdiri. "Aku akan memaafkanmu, jadi tak perlu berlutut. Tapi, aku tak bisa menjaga Luna, kamu tahu kan aku adalah pria beristri, dan aku ingin menjaga perasaan istriku. Luna memang bukan lagi siapa-siapa bagiku, tapi dulu aku pernah menjalin hubungan dengannya. Aku tak ingin membuat Astrid cemburu."


Bayu kembali berlutut. "Kumohon jaga dan bantu Luna dari keterpurukannya, aku tak akan memohon bila keadaan Luna tidak sedang terpuruk. Saat ini perusahaan milik ayahnya bangkrut, dan baru-baru ini ia di tinggal pergi ayahnya. Aku mendapati kabar bahwa psikisnya saat ini terganggu, terutama trauma yang di sebabkan olehku. Sekarang aku tak bisa berbuat apa-apa, hanya kamu yang bisa ku mintai tolong."


Janus menghembuskan nafas panjangnya, mau tak mau Janus harus menerima permintaan Bayu. Terutama Janus juga pernah mengalami psikis yang terganggu. Ia jadi merasa kasihan, dan saat ini Luna memang perlu di bantu.


"Baiklah, akan ku pikirkan kembali," ucap Janus.

__ADS_1


__ADS_2