Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak

Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak
112. Anjloknya Saham


__ADS_3

Dua minggu berturut-turut masalah keluarga pengusaha kaya STAR.COP menjadi pencarian nomor satu di internet. Tak henti-hentinya media membahas tentang penceraian Adit Sayuda serta penangkapan anak pertamanya.


Internet, media sosial, radio, maupun televisi, hampir setiap hari memberitakan tentang penceraian Adit dan penangkapan Bayu. Menjadi trending nomor satu di platform media manapun. Bahkan mereka bersaing soal rating hanya dengan memberitakan masalah keluarga Adit Sayuda. Bila terus-menerus hanya membahas penceraian Adit dan penangkapan Bayu saja, orang-orang akan bosan. Media sampai mencari tahu tentang masalah lain dari keluarga Adit Sayuda. Sampai-sampai perselingkuhan Yeni maupun Adit terbongkar oleh media. Bahkan nama Janus pun ikut terseret mejadi bahan perbincangan oleh media.


Saat pernikahan Bayu, wajah Janus memang sempat terlihat oleh beberapa kamera wartawan, bahkan beberapa wartawan yang hadir di pernikahan Bayu pernah membahas tentang anak bungsu dari Adit Sayuda itu. Namun, karena saat itu status Janus merupakan anak dari istri yang tersembunyi, Adit lebih memilih membungkam media agar Janus tak terlalu di kenal sebagai anaknya. Karena tahulah bila media sampai membahas Janus, bisa-bisa media akan mencari tahu lebih seperti halnya sekarang. Adit bukan tak mau mengakui Janus sebagai anaknya, tapi melindungi anak serta citra perusahaan, merupakan prioritas utamanya.


Tapi berbeda dengan kali ini, Adit membiarkan media meliput serta membahas tentang masalah keluarganya. Oleh karena itu, status Janus yang merupakan anak dari istri keduanya terbongkar, bahkan status Bayu yang bukan darah dagingnya pun jadi ikut terbongkar.


Karena berita negatif dari keluarga Adit Sayuda, saham perusahaan STAR.COP sampai turun dua persen. Semua pihak yang terlibat dalam perusahaan terus berunding saja mengenai saham yang turun dua persen itu. Terutama para pemegang saham yang sangat di pusingkan tentang berita yang tengah viral ini. Mereka kebingungan, bila harus mencopot jabatan Adit sebagai pemimpin perusahaan, itu tidak mungkin. Karena Adit merupakan pemilik saham terbesar setelah Baskara meninggal. Dan kepemilikan perusahaan telah jatuh ketangannya di hari ayahnya meninggal.


Bila di hitung, total saham keseluruhan yang di miliki keluarga Adit adalah tujuh puluh lima persen, lima persen merupakan saham milik Bayu dan lima persen lagi merupakan milik Janus. Karena sekarang Bayu bukan anak kandungnya, saham lima persen milik Bayu kini jatuh ke tangan Adit. Dan total saham yang di miliki Adit sekarang jadi tujuh puluh persen.


Para pemegang saham sangat di pusingkan dengan berita keluarga Adit, apa lagi posisi direktur saat ini tengah kosong. Perusahaan sangat kewalahan akibat dari posisi penting yang kosong itu. Apa lagi Adit mendesak semua pihak agar menyetujui posisi direktur utama di isi oleh Janus. Sementara Janus tidak memiliki pengalaman bekerja di perusahaan, dan ia juga tak menjenjang pendidikan di dunia bisnis.


"Apa sebaiknya posisi direktur di isi dengan orang yang lebih berpengalaman. Anak bapak bisa masuk perusahaan sembari menjenjang pendidikan lagi, dan beri posisi lain selain direktur utama," saran dewan direksi.


"Apa kalian semua tidak mempercayai anak saya. Anak saya merupakan orang yang cepat belajar, bila di bimbing oleh pak Andy dia pasti bisa bekerja sangat baik," lontar Adit.


Semua yang hadir dalam rapat sangat bimbang dengan desakan Adit Sayuda itu.

__ADS_1


Di saat perusahaan tengah sibuk rapat, Janus yang berperan penting dalam pembahasan rapat kali ini malah belum datang. Hari ini seharusnya Janus menunjukan skillnya agar bisa membujuk semua pihak yang menentangnya itu. Tapi malah belum datang, padahal sudah hampir satu jam rapat sedang berlangsung.


Pak Andy sampai gelisah menunggu kedatangan Janus di depan gedung perusahaan. Beberapa kali Janus di hubungi, ia tak kunjung mengangkat teleponnya.


Hingga lima belas menit kemudian, Janus datang dengan mobil sportnya. Janus keluar dari mobil dengan pakaian berjas rapih serta sepatu pantofel hitam yang di pakainya. Semua mata yang memandang di buat tak berkedip menatap wajah tampan dari seorang penerus perusahaan besar STAR.COP itu. Terutama para karyawan wanita yang di buat terpesona oleh Janus.


"Dari mana saja, saya kan sudah bilang untuk datang pukul delapan pagi," tegur Andy ketika menghampiri Janus.


Janus tersenyum sembari menatap jam yang melingkar di tangan kirinya. "Ini baru jam sembilan pagi, belum telat ko pak."


Andy menggeleng. "Tuan Janus bilang belum telat, sudah satu jam rapat sedang berlangsung. Anda benar-benar keterlaluan telah membuat saya gelisah setengah mati.


Di pertengahan rapat yang sedang berlangsung, Janus langsung memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Maaf saya telat, tadi di jalan macet," ucap Janus tersenyum dengan kebohongannya.


Pak Andy berjalan ke depan dan langsung saja menyalakan proyektor.


"Maaf sebelumnya, tuan Janus akan langsung menyampaikan sesuatu kepada kalian."

__ADS_1


Janus pun berdiri di depan para anggota yang hadir dalam rapat.


"Kalian pasti sedang di pusingkan dengan anjlokannya dua persen saham perusahaan kan. Kali ini saya akan memberi arahan agar perusahaan kembali stabil," ucapnya dengan gugup.


Janus gugup setengah mati, saat semua mata yang hadir dalam rapat menatapnya. Terutama ini merupakan kali pertama baginya ikut dalam rapat perusahaan.


Mula-mula Janus menarik nafasnya terlebih dahulu untuk menenangkan kegugupannya itu, lalu dengan cepat ia menghembuskannya.


"Karena masalah yang terjadi pada keluarga saya, perusahaan jadi kena imbasnya. Oleh karena itu, kita perlu membuat berita yang viral ini jadi tidak ramai di bahas oleh media."


Salah satu orang mengacungkan tangannya. "Bagaimana caranya? Bukankah butuh beberapa minggu agar media dan orang-orang bosan dengan berita, bahkan bisa sampai berbulan-bulan. Ini baru dua minggu tapi saham sudah anjlok dua persen, bagaimana jika berminggu-minggu dan saham bisa anjlok lebih banyak lagi."


Janus menekan tombol next untuk memindahkan slide di layar. "Kita perlu meluncurkan produk baru, dan ini merupakan salah satu produk yang di sarankan oleh tim pemasaran yang di pilih oleh saya. Bukan hanya meluncurkan produk baru saja, saya juga akan melakukan konfersi pers dengan awak media. Saya akan mengakui dan tidak akan menyangkal semua masalah yang terjadi pada saya."


Orang yang tadi mengacungkan tangannya, kembali bertanya. "Jika Anda melakukan konfersi pers seperti itu, bukankah media akan lebih senang lagi membahasnya."


"Justru jika kita terus menutupinya, itu akan lebih parah lagi bila suatu saat kebohongan terbongkar. Kita perlu memberikan keterangan serta meminta maaf lewat awak media agar orang-orang yang kecewa bisa bersimpati serta memberikan komentar positif. Lalu setelah itu kita menimpahnya dengan peluncuran produk baru, buat produk menjadi viral dan di beritakan di mana-mana," terang Janus.


Penjelasan dari Janus mampu membuat semua orang yang hadir dala rapat sedikit mempercayai apa yang di sarankan Janus itu. Apa lagi Janus membahasnya secara detail dan terperinci.

__ADS_1


Bahkan setelah Janus selesai menyampaikan arahan, semua orang yang hadir sampai memberikan tepuk tangannya.


__ADS_2