Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak

Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak
127. My Happy Ending


__ADS_3

Sesampainya di korea, Astrid cukup terkagum-kagum ketika melihat rumah yang sama besar dan mewahnya seperti rumahnya yang berada di Indonesia. Apa lagi, rumah sudah lengkap dengan funiture. Astrid dan Janus tidak perlu lagi membeli barang-barang untuk mengisi rumahnya.


"Sejak kapan kamu menyiapkan ini semua? Padahal kamu sangat sibuk bekerja, dan tak ada waktu bila harus menyiapkan ini," ucap Astrid heran.


Janus tersenyum. "Bukan aku yang menyiapkannya, tapi ayahku yang menyiapkannya. Ayah juga sama sibuknya sepertiku, dan sepertinya dia menyuruh orang menyiapkan rumah ini untuk kita."


Rumah terbilang sangat bagus, bahkan lebih bagus dari rumah yang berada di Indonesia. Astrid sangat menyukainya, terlebih lagi ketika ia melihat kamar bayi di rumah tersebut. Astrid sangat senang ketika melihatnya, karena kamar sudah lengkap dengan perlengkapan bayi. Tak hanya kamar bayi saja, tapi ada pula ruangan tempat bermain yang penuh dengan mainan. Astrid jadi tak sabar ingin segera melahirkan anaknya.


Awalnya Astrid sangat bersedih karena harus meninggalkan negara tempatnya di lahirkan. Tapi semakin lama ia tinggal, Astrid jadi betah tinggal di korea. Dan hari demi hari, Astrid jadi pandai berbicara bahasa korea. selain Janus yang mengajari, Astrid juga di ajari oleh guru yang telah di siapkan Janus untuk istri dan kedua asisten rumah tangganya.


Ketika usia kandunganya sudah menginjak dua belas minggu, Astrid di nyatakan mengandung janin kembar oleh dokter. Astrid dan Janus cukup terkejut, mereka tak menyangka akan mendapatkan dua anak sekaligus. Astrid dan Janus juga sangat senang ketika mengetahuinya. Mereka bahkan ingin sebuah kejutan lagi, mereka menyuruh dokter untuk tak memberitahu jenis kelaminnya sebelum lahir.


**

__ADS_1


Bulan demi bulan perut Astrid semakin membesar, ia bahkan sangat kelelahan bila berjalan terlalu lama. Sesekali ia mengusap perutnya dan berharap dua bayinya akan segera terlahir ke dunia. Sudah sangat tak sabar baginya untuk melihat rupa dari kedua bayinya tersebut. Termasuk juga dengan Janus yang sama tak sabarnya ingin segera menimang kedua anak kembarnya.


Pada usia kandungan Astrid menginjak sembilan bulan sepuluh hari, Astrid melahirkan anak kembarnya. Janus menangis bahagia ketika dua bayi kembarnya keluar dari rahim Astrid. Ia juga sangat terkejut, karena anaknya terlahir dengan jenis kelamin yang berbeda. Satu anaknya yang terlahir lebih dulu berjenis kelamin perempuan dan satu anaknya terlahir berjenis kelamin laki-laki.


Janus memberikan masing-masing nama untuk kedua anaknya. Bukan hanya sekedar nama saja, Janus juga memberikan dua marga di nama dua anaknya tersebut. Satu marga dari ibunya yang Janus letakan di depan nama, dan satu marga dari ayahnya yang di letakannya di belakang. Dan nama tersebut ialah Kim Hari Sayuda untuk anak perempuannya. Lalu untuk anak laki-lakinya, Janus memberi nama Kim Haru Sayuda.


"Apa kamu suka dengan nama yang ku berikan kepada mereka?" Tanya Janus sembari menimang anak perempuannya.


"Tentu saja aku sangat suka, nama mereka sangat bagus," jawab Astrid tersenyum.


Tak lama anaknya terlahir, Janus dan Astrid mendapati beberapa kabar dari teman-temannya. Mereka mendapati kabar bahwa Bianca dan Wandi akan segera menikah, lalu kabar dari Rio yang bertunangan dengan Hilda. Dan dari dua kabar tersebut, ada satu kabar yang membuat Astrid dan Janus sangat terkejut, yaitu kabar Titan dan Alula yang resmi berpacaran. Janus dan Astrid sampai di buat tak menyangka dengan kabar tersebut.


...****************...

__ADS_1


Sebulan setelah kelahiran anaknya, Astrid dan Janus mengadakan syukuran di rumah. Mereka mengundang keluarga dan semua teman-temannya untuk datang ke korea. Tak hanya mengundang saja, mereka bahkan membiayai perjalanan semua teman dan keluarganya ke korea.


Rumah jadi sangat rame dengan kedatangan orang-orang. Bahkan satu persatu silih bergantian memangku Hari dan Haru. Semuanya berebut ingin memangku kedua anak kembar Janus dan Astrid.


"Anak perempuanmu sangat cantik, mirip dengan Astrid," ucap Alula sembari menimang Hari. Sementara Haru tidur pulas di pangkuan Titan.


"Sepertinya Alula sangat senang menimang anakku. Kenapa kalian tidak segera menikah saja," lontar Janus kepada Titan dan Alula.


"Maaf, aku tidak seperti kamu yang menikah di usia muda. Aku masih harus menyelesaikan pendidikan, setelah lulus dan sukses, baru aku akan melamarnya," ucap Titan.


"Kamu bisa menikah sambil menyelesaikan pendidikan. Lebih baik menikahinya dulu, sebelum dia di rebut oleh pria lain."


Seketika lidah Bianca berdecik. "Ck, aku tidak setuju bila dia melangkahiku. Biarpun aku sudah di lamar, tapi pernikahanku akan berlangsung lima bulan lagi."

__ADS_1


Janus tergelak menertawai Bianca. "Aku lupa, ternyata kakaknya belum menikah."


Hanya dengan berkumpul dengan teman dan keluarga, kebahagian Janus dan Astrid sangat sempurna. Sudah lama sekali mereka tak bertemu setelah pindah ke korea. Ini berkat lahirnya kedua anaknya, semuanya bisa meluangkan waktu di tengah kesibukan. Dan berkat lahirnya mereka pula, Astrid dan Janus jadi lebih bersyukur dan sangat berterima kasih kepada tuhan.


__ADS_2