Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak

Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak
65. Makhluk Paling Menyebalkan Di Muka Bumi


__ADS_3

Satu minggu sudah Astrid di bicarakan murid-murid di sekolah. Satu minggu yang di lewatinya adalah hari-hari yang penuh kecemasan. Dimana Vega beserta teman-temannya terus saja usil menganggu Astrid. Yang Astrid takutkan adalah ketika Vega yang tak puas menganggu Astrid, akan mencari tahu kelemahannya. Di mana kelemahan Astrid yang sangat di khawatirkannya selama ini adalah, statusnya sebagai murid yang menikahi gurunya sendiri.


Tiap kali Astrid berpapasan, selalu saja Vega beserta teman-teman mencari perkara padanya. Dan tiap saat itu pula Astrid beserta kedua temannya bertengkar dengan rombongan Vega. Kehidupan Astrid di sekolah sudah tidak tenang seperti dulu.


Astrid selalu saja menyalahi dirinya. Ia terus berandai bahwa dirinya ingin kembali ke masa di mana ia tak kenal dekat dengan Bintang. Ataupun ia ingin kembali ke masa di saat Bintang memintanya untuk jadi kekasihnya. Astrid mungkin akan menolaknya dengan tegas. Karena semua akar masalah yang terjadi pada dirinya adalah berawal dari kedekatannya dengan laki-laki paling menyebalkan di sekolah.


Astrid terlalu lelah untuk menginjakkan kakinya di sekolah. Terlebih lagi ia penuh kecemasan dengan privasinya sebagai istri dari anak pengusaha terkemuka. Astrid akan malu jika orang di sekolah tahu tentang statusnya sebagai istri Janus. Bukan hanya Astrid saja yang akan malu, tetapi Janus juga pasti akan malu. Karena ia dan suaminya telah membohongi satu sekolah.


Astrid semakin gelisah saja, di hari ia akan menginjakkan kakinya di sekolah. Bintang bersama teman-temannya mungkin akan kembali bersekolah. Setelah satu minggu lebih mereka di skorsing. Kali ini mungkin bukan hanya Vega yang akan di hadapi Astrid, tapi juga Bintang sang mantan kekasih yang selalu di sebutnya sebagai makhluk paling menyebalkan di sekolah.


"Aku bisa gila, bila harus sekaligus menghadapi Bintang dan Vega," gumam Astrid di batinnya dengan tubuh yang berdiri kaku di depan gerbang sekolah.


Astrid sangat ragu untuk menginjakkan kakinya di sekolah. Ia hanya diam mematung sembari memperhatikan gedung sekolah yang berada tepat depannya itu.


Tiap kali ia akan melangkahkan kakinya, selalu saja tubuhnya bergetar ketakutan. Pikirannya kacau, ia takut jika ia mulai memasuki pintu gerbang. Mungkin saja ia akan berpapasan dengan Bintang. Astrid bisa saja menghadapi perempuan seperti Vega. Tapi Bintang, dia kan seorang laki-laki.


Jika hanya menghadapi Vega, yang di lakukan Astrid hanyalah adu mulut. Menggunakan fisik pun hanya sekedar saling jambak dan saling dorong. Bagaimana bisa ia menghadapi seorang laki-laki, tubuhnya yang mungil dan lemah gemulai tak mungkin bisa adu fisik dengan seorang laki-laki. Baku hantam dengan Bintang, Astrid sudah pasti kalah. Terakhir kali Bintang mencengkram lengannya dengan kuat, Astrid tak mampu melepasnya. Jika saat itu Titan tidak datang, Astrid mungkin sudah terluka parah oleh perlakuan kasar Bintang padanya.


Astrid menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Tak di sangka saat Astrid menatap jam, tiga menit yang akan datang bel akan berbunyi. Astri pun menarik panjang nafasnya, lalu menghembuskannya dengan cepat. Ia yang tengah di landa kecemasan itu, melangkah masuk ke pintu gerbang.


Namun, saat sepuluh langkah ia menginjakkan kakinya di sekolah. Tak di sangka Bintang berserta teman-temannya berada tepat di sebelahnya berjalan.

__ADS_1


"Sial," gumam Astrid dengan suara rendah.


Astrid menghiraukannya, ia fokus berjalan sembari menundukan kepalanya. Siapa tahu dengan berjalan sembari menunduk, Bintang tak akan menyadari bahwa Astrid berada di dekatnya. Astrid pun terburu-buru melangkahkan kakinya dengan langkahnya yang panjang.


"Woy." Seketika suara Bintang terdengar seperti berteriak memanggil.


Astrid menghiraukan teriakan Bintang, ia tetap berjalan fokus ke depan. Namun, tiba-tiba saja seseorang menarik tasnya dari belakang.


"Lepaskan," teriak Astrid yang sontak merasakan kaget.


Seketika Astrid berbalik, mengahadapkan tubuh ke arah orang yang menarik tasnya tersebut. Ia pun terkejut, bahwa orang yang menarik tasnya adalah orang yang sangat tak ingin di lihatnya. Siapa lagi kalau bukan Bintang, si pria paling menyebalkan di muka bumi.


Astrid memiringkan senyumannya. "Gendang telingaku akan pecah jika mendengar pujian dari mulut busukmu," ucapnya yang kemudian kembali melangkahkan kakinya.


Baru dua langkah Astrid berjalan, Bintang tiba-tiba saja menarik lengannya. "Dasar sombong."


Sontak Astrid pun panik saat Bintang menarik lengannya dengan cengkraman yang cukup kuat.


"Lepaskan aku Bintang," teriak Astrid berusaha melepaskan lengannya dari tangan Bintang.


Bintang menghiraukannya, ia terus saja menarik lengan Astrid hingga ke belakang sekolah. Yang langkah keduanya di ikuti oleh teman-temannya Bintang. Betapa takutnya Astrid, saat Bintang mulai mendorongnya ke tembok dan mengurung tubuhnya dengan kedua lengannya.

__ADS_1


Bintang kemudian membelai wajah Astrid, tangannya menyusuri setiap inci dari wajah istri Janus Geo Sayuda. Astrid bergetar ketakutan, ingin sekali ia menangis. Namun, jika ia menangis maka Bintang akan semakin meremehkannya. Sekuat mungkin ia pun menahan tangisnya.


"Hari ini kamu benar-benar cantik. Bagaimana jika kita balikan lagi. Aku janji akan memperlakukanmu layaknya seorang kekasih," ucap Bintang dengan wajahnya yang semakin dekat ke arah wajah Astrid.


"Bagaimana dengan Vega, bukankah dia pacarmu," ucap Astrid dengan nada yang bergetar.


"Dia hanya mainanku saja. Begitu aku balikan lagi sama kamu, maka akan ku putuskan Vega. Bagaimana? mau kan mulai lagi dari awal denganku," tawar Bintang.


Astrid memalingkan wajahnya dari Bintang. "Oh jadi maksudmu, kamu sudah bosan dengan Vega. Lalu jika kamu sudah bosan denganku, maka aku pun sama dengan Vega yang akan kamu buang seperti sampah," ucapnya dengan lantang.


"Tidak mungkin aku berpaling dari wanita secantik ini," ucap Bintang yang tak henti membelai wajah Astrid.


Seketika Astrid menghempas tangan Bintang dari wajahnya. "Berhenti menyentuhku. Aku tak mungkin kembali padamu, karena aku sudah bertunangan dengan pria yang jauh lebih baik dari pria brengsek sepertimu."


Bintang kembali mencengkram kuat lengan Astrid. "Apa katamu? aku brengsek. Harusnya kamu senang kembali bersama pria gaul sepertiku," ucapnya meninggikan suaranya.


Astrid semakin ketakutan saja saat Bintang mencengkram lengannya sembari membentak. Saking takutnya, mulutnya pun sampai membisu. Ingin sekali ia berteriak meminta tolong. Tapi, Bintang tengah bersama rombongan teman-temannya. Astrid tak bisa berbuat apapun, ia hanya bisa memenjamkan mata sembari berharap bahwa akan ada orang yang datang menolongnya.


Lalu tiba-tiba terdengar suara langkah orang yang datang menghampiri. "Apa yang kau lakukan padanya," teriak yang terdengar seperti suara Janus.


Spontan Astrid pun langsung saja membuka kedua matanya. Astrid merasa lega, saat tahu bahwa orang yang datang itu adalah suaminya. Tak hanya suaminya saja yang datang, tapi ada juga Titan yang datang ke tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2