Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak

Terpaksa Menikah Dengan Guru Galak
45. Pangeran Dan Putri Dari Negeri Dongeng


__ADS_3

Untuk membuat Astrid jadi lebih cantik, Janus tak hanya mengubah pakaiannya saja. Ia juga membawa Astrid kesebuah salon untuk make over wajah dan juga mengubah rambutnya. Mata Janus tak henti menatap Astrid ketika semua tampilannya selesai di ubah.


"Akan lebih sempurna jika kaki jenjangnya menggunakan sepatu cantik." Pikir Janus sembari menatap kaki Astrid.


Seusai membayar tagihan salon, Janus pun segera beranjak pergi membawa Astrid ke sebuah toko sepatu.


"Kita mau kemana lagi? sebentar lagi acara pernikahannya akan di mulai," ucap Astrid heran.


"Penampilanmu kurang sempurna, dengan sepasang sepatu cantik. Itu akan membuatmu jauh lebih cantik lagi," ucap Janus.


"Sepatuku masih bagus dan cantik. Lebih baik kita tak usah membeli sepatu."


"Tidak, aku akan tetap membelikanmu sepasang sepatu," tegas Janus sembari keluar dari mobilnya. Lalu di ikuti Astrid yang juga keluar dari mobil.


Saat memasuki toko, Janus memilihkan beberapa sepatu hak tinggi untuk di coba istrinya. Janus terlalu bersemangat memilih sepatu yang akan di kenakan istrinya ke acara pernikahan kakaknya itu. Hingga membuat Astrid tampak kelelahan, karena beberapa sepatu yang di pilih Janus untuknya masih saja tak ada yang cocok menurut pandangan Janus.


"Menurutku semua sepatunya bagus, aku sudah lelah. Kenapa masih saja tidak ada yang cocok. Bagaimana jika kita membeli yang itu saja." Astrid menunjuk ke salah satu sepatu yang di jejerkan Janus.


"Seleramu benar-benar sangat jelek. Aku tidak setuju dengan sepatu itu, lebih baik kita memilih kembali beberapa sepatu lagi." Janus menarik lengan Astrid menuju etalase.


Tiba-tiba salah seorang pelayan datang menghampiri sembari membawa sepasang sepatu. "Saya rekomendasikan sepatu ini untuk di coba," ucapnya menunjukan sepasang sepatu yang di pegangnya.

__ADS_1


"Saya akan coba yang itu." Astrid meraih sepatu yang di bawakan pelayan toko, lalu di kenakannya. "Bagaimana menurutmu?" tanyanya kepada Janus sembari berputar menunjukan seluruh penampilannya."


"Perfect." Janus mengacungkan dua jempolnya kepada Astrid. " Saya akan membeli sepatu itu." Ucapnya kepada pelayan toko.


Janus dan Astrid pun pergi ke meja kasir untuk membayar tagihan sepatu tersebut. Astrid cukup tercengang ketika melihat tagihan untuk sepatunya seharga 15 juta.


"Lebih baik kita tidak jadi membeli sepatu itu," bisik Astrid.


"Tapi aku akan tetap membeli sepatu itu." Bisik Janus sembari mengeluarkan kartu debit dari dompetnya dan memberikan kartu tersebut kepada kasir.


Jika di hitung-hitung, Janus sudah menghabiskan hampir 20 juta lebih. Ini benar-benar hal fantatis bagi Astrid, karena untuk kali pertama ia membeli pakaian, sepatu, dan juga pergi ke salon mewah dengan bayaran yang cukup mencenggangkan. Memang benar apa kata orang, tampil cantik itu butuh modal. Janus benar-benar suami tipe ideal yang mampu membuat istrinya tampil cantik dengan uang yang di milikinya. Seusai itu, Janus dan Astrid pun bergegas memasuki mobil.


"Gaun dan sepatu yang ku kenakan sudah menghabiskan uangmu. Bukankah gaji dari seorang guru tidak besar," ucap Astrid ketika sudah memasuki mobil.


Janus menatap jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukan pukul 09.30. Karena tak ingin terlambat ke acara pernikahan kakaknya, Janus pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Hanya butuh 15 menit Janus sudah sampai membawa mobilnya ke gedung yang akan melaksanakan upacara pernikahan Luna dan Bayu.


"Tunggu sebentar jangan dulu keluar, aku akan membukakan pintu untukmu." Janus terburu-buru keluar dari mobil lalu membuka kan pintu untuk Astrid.


Setelah pintu terbuka, Janus memberikan tangannya untuk di raih Astrid. Tindakan romantis Janus telah membuat Astrid bahagia setengah mati. Semua mata yang memandang pun di buat iri pada pasangan yang keluar dari mobil mewah tersebut. Di tambah outfit yang di kenakan Astrid dan Janus yang membuat pasangan ini benar-benar bak seperti seorang pangeran dan putri. Mereka telah mengalahkan pasangan pengantin yang sebagai pemeran utama di acara pernikahannya. Hingga membuat gaduh para tamu undangan yang hadir.

__ADS_1


Beberapa tamu undangan, hingga berspekualifikasi bahwa Janus yang di pandang mereka sebagai anak bungsu dari pasangan Yeni dan Adit Sayuda akan menjadi wajah baru yang idolakan kaum hawa sebagai salah satu penerus dari perusahaan STAR CORP. Mungkin akan lebih heboh lagi jika semua media memberitakan Janus yang tak hanya memiliki parasnya yang tampan saja, tetapi juga sebagai pria yang cerdas. Kedatangan Astrid dan Janus tak hanya membuat gaduh para tamu undangan. Kedatangan mereka juga telah membuat Bayu dan juga Yeni marah. Karena adanya mereka semua orang jadi membicarakan pasangan yang bagaikan pangeran dan putri di negeri dongeng.


Dengan ekspresi marah, Yeni menghampiri Janus dan Astrid. "Jangan tampil mencolok, bagaimana jika mereka akan mencari tahu tentang statusmu sebagai anak haram dari ayahmu," bisiknya.


"Kami tidak tampil mencolok. Mungkin karena mata mereka lebih nyaman menatap kami di bandingkan pasangan pengantinnya," ucap Astrid dengan suara pelan.


"Dasar kurang ajar. Kalian benar-benar pasangan yang serasi." Yeni seketika mengangkat tangannya yang seperti akan menampar.


"Jika anda akan menampar saya, bukankah orang-orang akan lebih memperhatikan kita. Bagaimana jika orang-orang akan tahu bahwa anda merupakan seorang ibu tiri yang kejam," ucap Astrid tersenyum menyeringai.


Yeni pun menghembuskan nafas panjangnya, lalu melangkah pergi sembari menahan amarahnya yang tengah membludak itu.


Seketika Janus pun tertawa menatap ibu sambungnya yang kesal atas ucapan Astrid tersebut.


"Wah istri bar-barku ternyata cukup hebat membuat nenek sihir itu marah." Janus mengacungkan dua jempolnya kepada Astrid.


"Wanita tua seperti itu memang perlu di lawan agar mulut busuknya berhenti mengucapkan kata-kata yang tajam," ucap Astrid tersenyum.


Menjelang beberapa menit akad akan di mulai, tiba-tiba Rio, Wandi, dan juga Bianca datang menghampiri Janus dan Astrid. Kini yang heboh bukan lagi orang lain yang hadir di acara pernikahan tersebut. Malainkan kedua teman Janus dan juga Bianca yang di buat terkagum-kagum menatap pasangan muda yang membuat Yeni jengkel saat ini. Mungkin teman-teman Janus sudah biasa melihat wajah tampan dari pria yang berdarah campuran Korea dan Indonesia itu. Lain halnya ketika menatap tampilan wanita cantik yang di miliki pria blasteran tersebut.


"Cantik banget Trid. Gimana kalau ceraikan Janus dan menikahlah denganku yang jomblo ini," ucap Rio tersenyum sembari menatap Astrid tanpa berkedip sedikit pun.

__ADS_1


"Terima kasih, tapi aku tidak tertarik pada kak Rio," ucap Astrid tersenyum membalas senyuman dari pria yang memujinya.


"Jika aku cerai dengannya, aku tak akan pernah rela jika dia harus menikahi pria sepertimu." Janus menjauhkan Astrid dari Rio.


__ADS_2