Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Mengungkapkan yang sebenarnya


__ADS_3

"tenang aja, gue akan jaga rahasia lo. maafin gue yang terlalu emosi sama lo, dan malah nyalahin lo atas semua yang gue rasain ini". ujar Sisil menyesal


" Tapi apa Devan tahu semua ini? ". tanya sisil


" Kak Leon akan ngasih tahu dia, jika pernikahan kami terbongkar, maka aku akan pindah dari sekolah ini". Ujar Lea


"Lo masih mengharapkan Kak Devan untuk balik ke lo lagi? ". tanya Lea


" Hemmm.. tapi gue lebih pasrah jika memang bukan Gue yang Dia mau". ujar Sisil menganggukan kepala nya


" gue akan bantu lo dan gue juga akan bantu buat Kak Devan sadar, tapi gue nggak mau kalau Lo harus kecewa lagi, mending lo pikirin baik-baik ya". ujar Lea


"Kak Devan itu sebenar nya baik kok, gue merasa Jika dia melakukan itu semua tulus, tapi hanya saja karena niat awal nya yang sudah salah. tapi gue yakin dia sebenar nya baik dan gue nggak akan banyak berharap sama dia lagi". sahut Sisil


"Ya udah kita kembali ke kelas dulu yuk". aja Lea


Sisil pun menganggukan kepala nya dan kini mereka berdua langsung melangkahkan kaki nya untuk meninggalkan tempat itu.


setelah kepergian mereka, ada seorang wanita yang keluar dari suatu tempat yang selama ini menjadi tempat nya saat membutuhkan ketenangan.


Namun nyata nya wanita itu mendengar semua rahasia yang di ucapkan oleh Lea, Ya orang itu adalah Mutia, Wanita itu langsung melangkahkan kaki nya juga menuju ke dalam kelas.


...****************...


malam ini Lea memakai dress berwarna pink soft di atas lutut, dengan rambut nya yang di biarkan tergerai dengan indah.


balutan make up tipis menambah kecantikan nya malam ini, di samping nya ada lelaki yang sedang menggandeng tangan nya yang juga terlihat sangat tampan, Siapa lagi kalau bukan suami nya.


"sayang, kamu siap Dengan apapun konsekuensi nya setelah ini?". Tanya Leon memastikan


"siap, memang seharus nya Kak Devan tahu kan? Lea enggak takut untuk Apapun yang terjadi setelah ini karena Lea punya Mas". Ujar Lea tersenyum manis ke arah suami nya


Leon langsung tersenyum lebar dan mengecup bibir istri nya itu dengan sekilas, karena terlihat sangat menggemaskan di mata Leon.


Putra dan Satria yang baru saja datang tak sengaja melihat pemandangan yang membuat jiwa iri mereka meronta ronta


"Woi!! lo berdua pacaran mulu sih, nikah sana". teriak Putra

__ADS_1


"Ck!! seharus nya yang nikah itu lo berdua, gue mah udah ya". sahut Leon dengan mengejek


"Woi!! Leon udah kawin". Teriak Putra yang langsung mendapatkan pukulan dari Leon tepat di kaki Putra yang sakit akibat kecelakaan kemarin, membuat lelaki itu langsung meringis kesakitan.


"Aaassshhh... sakit ege!! kalau kaki gue di jahit lagi gimana". Ujar Putra merintih


"sekarang aja biar mulut lo juga di jahit". ketus Leon


"eh Dedek Sisil, Lo datang juga?". tanya Satria yang terkejut


mereka semua melirik ke arah manik mata Putra yang tertuju kepada Sisil, hingga membuat semua nya juga ikut terkejut.


mereka pikir jika Sisil tidak akan datang ke acara ini, karena masalah nya dengan Devan yang belum selesai.


"datang dong sama Cakra". jawab Sisil


"Mending sama Gue, dari pada sama cicak satu ini". ketus Satria


"Ini demi misi, diam aja deh lo". sahut Cakra


"kalian semua Ngapain di situ, ayo masuk".


setelah berkata seperti itu manik mata Devan melihat ke arah Sisil yang menggandeng tangan Cakra membuat nya merasa sedikit kesal.


namun ia langsung menggelengkankan kepala nya dan membalikkan tubuh nya.


Saat ini Leon melihat Lea sedang asyik bersama dengan Sisil dan juga lain nya, lalu ia mengarahkan pandangan nya melirik ke arah devan yang juga sedang menatap ke arah Sisil dan Lea berada.


namun Leon tidak tahu, siapa yang di tatap seperti itu oleh Devan. ia mendekatkan langkah nya ke arah Devan dan mencengkal kuat tangan lelaki itu, hingga mereka berdua saling bertatapan satu sama lain.


"Gue peringatan sekali lagi, jangan dekat dengan Lea, Karena dia sudah punya gue. Lea itu istri gue dan kami sudah lama menikah, jadi gue peringatin lagi sama lo, jauhin Lea dan Buang jauh-jauh perasaan lo sama dia!". jelas Leon tanpa basa-basi lagi yang membuat Devan membulatkan mata nya dan menatap ke arah Leon tidak percaya


"Maksud lo apa? ". Tanya Devan


"Lea itu istri gue semenjak dia pindah ke sekolah, Lo harus jauhin dia kalau nggak mau berurusan sama gue.". ancam Leon


Buhghg...

__ADS_1


pukulan keras mengarah ke arah Leon, yang membuat Hening tempat itu dalam beberapa detik kemudian.


semua nya langsung berpandangan dan saling berbisik satu sama lain.


Leon mengusap kasar sudut bibir nya yang nampak mengeluarkan darah, ia lalu menyeringai ke arah devan.


Lea yang melihat itu langsung berlari, di ikuti oleh Sisil dan yang lain nya.


Lea mendorong kuat tubuh Devan dan menatap nya tajam, lalu mengarahkan pandangan nya ke arah depan dan mengusap sedikit darah yang ada di bibir suami nya itu.


"Kak Devan, lo apa-apaan sih! lo enggak ada habis nya ya buat ulah". teriak Lea yang benar-benar merasa kesal dan tidak terima jika suami nya di perlakukan seperti itu


" kalian berdua yang keterlaluan!! Coba lo jelasin ke gue kalau yang di bilang sama Leon itu salah! Kenapa kalian berdua sudah men...". belum selesai Devan berbicara, Putra sudah menutup mulut Devan dengan kuat, membuat lelaki itu memberontak


"lepasin Put". Teriak Devan


"Jaga omongan lo ya, kalau semua anak Tunas Bangsa tahu Lo beneran habis sama kita". ancam Satria berbisik di telinga devan saat itu juga, membuat Devan berhenti memberontak. lalu menatap ke arah Satria


" jadi itu benar?".


Satria menarik satu alis nya, Leon langsung menarik tangan Devan ke tempat yang lebih sepi.


sedangkan Putra dan Satria mengamankan keadaan agar tidak terjadi keributan lagi.


Di taman belakang rumah Devan, kini mereka bertiga saling berhadapan satu sama lain.


Devan menarik nafas nya dengan panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan.


"berarti yang di omongin Leon benar, dan lo hamil ya karena Leon! ". Ucap Devan menerka


Plakkk...


tamparan keras mendarat di pipi Devan membuat Leon tersenyum penuh arti.


"itu tamparan kena lo berani nyakitin suami gue, Kak Devan.. gue tahu perasaan lo itu nggak sepenuh nya ke gue, lo Cuma terobsesi dapetin gue buat ngalahin Leon. mending sekarang lo buka lebar-lebar mata dan pikiran lo, sebelum lo benar-benar kehilangan orang yang tulus sayang sama lo, kak..". jelas Lea


"Dan satu lagi, gue saat ini nggak hamil. Tapi sebentar lagi gue akan mengandung anak nya Kak Leon, terdengar konyol bukan? iya sih, tapi gue cuma mau Kak Devan paham kalau Obsesi Kakak itu salah dan bisa hancurin diri Kakak sendiri!. kenapa sih Kalian nggak coba untuk berbaikan? Apa kalian dulu nya pernah hidup di masa lalu dan punya dendam tersendiri?". Tanya Lea

__ADS_1


__ADS_2