
"Mas, belum tentu juga kan kalau Lea yang bakal terpilih nanti nya". Ucap Lea
" Apa tadi kamu nggak dengar apa kata Pak Budi kalau kamu itu ada peluang besar untuk terpilih di pertukaran pelajar itu". jelas Leon dengan mendengus kesal
"jadi gini deh, misal nya kalau kamu terpilih apa kamu akan tetap ikut aja dan ninggalin suami kamu ini? ". tanya Leon dengan menatap dalam kepada istri kecil nya
" Hem.. Tapi kan Mas juga bisa nyusul aku ke sana , Lea sendiri akan menjaga perilaku, Lea tahu kita sudah menikah, tapi Lea juga mau Mas menikmati masa SMA ini, nanti aku juga akan terus sama mas seterus nya. Nanti kita berdua bisa video call, juga bisa teleponan setiap hari atau bahkan jika perlu tiap detik". Jelas Lea berusaha membujuk suami nya itu
"jadi kamu tega lihat Mas tidur sendirian, Mas itu enggak bisa tidur nyenyak kalau enggak ada kamu di sisi Mas, bisa-bisa mas jadi tengkorak hidup kalau nunggu kamu dalam waktu 3 bulan kembali". Ujar Leon dengan lesu
"ya ampun Mas, suamiku ini kok makin lebay banget sih sekarang, hemm.. ya udah sini-sini peyukk peyukk dulu". Ujar lea merentangkan tangan nya agak lama supaya Leon memeluk diri nya
namun lelaki itu malah melipat kedua tangan nya di depan dada, seolah tidak memperdulikan perilaku Lea.
"Oh jadi enggak mau nih di puk sama aku, Ya udah kalau gitu oke fine!". Lea langsung melipat tangan nya dan ingin membuka pintu keluar dari mobil tersebut.
akan tetapi Leon langsung memeluk nya dari belakang dan meletakkan kepala nya di ceruk leher wanita itu, Lea langsung mengulumkan senyuman nya dan langsung berbalik badan membalas pelukan dari suami nya itu.
Lea sendiri juga bingung dengan keinginan nya saat ini, di satu sisi wanita itu ingin sekali ikut program pertukaran pelajar itu, namun di sisi lain, ia juga berat meninggalkan suami nya.
{asal Mas tahu< aku juga susah tidur kalau enggak ada kamu} Lea membatin
Leon langsung melepaskan pelukan nya dan ingin menyatukan bibir mereka berdua, Lea sendiri Memejamkan mata nya saat mengetahui apa yang di inginkan suami nya itu.
Tapi saat mendengar suara Devan dan seorang anak Osis lain nya sedang berbincang melewati mobil mereka, Sontak Lea dan Leon langsung membuatkann mata dan berusaha bersembunyi agar tidak terlihat dari arah luar.
"Jadi Leon berniat mengundurkan diri nya kalau bukan Lea yang jadi lawan main nya gitu?". tanya Devan sangat ketua OSIS
__ADS_1
"Iya.. yang gue dengar sih gitu desas-desus nya". Jawab Alex, salah satu anggota Osis
" Ck! sialan Si Leon, Jadi dimana sekarang Leon?". Tanya Devan kesal
Kini Mereka berhenti tepat di depan mobil Leon dan lelaki yang menjadi lawan bicara Devan tersebut menaikkan bahu nya, karena ia sendiri tidak mengetahui keberadaan Leon saat ini.
"Ya udah deh kalau gitu gue ke ruangan OSIS dulu". Ujjar Alex
Devan menganggukan kepala nya dan menghela nafas nya dengan panjang, ia melirik ke sebelah kanan nya, ternyata tepat berada mobil lelaki yang membuat diri nya merasa kesal itu.
Devan pun langsung menendang ban mobil milik Leon dengan cukup kuat.
"Leon sialan!! nyusahin aja sih kerjaan Lo, Arggg.. kalau kayak gini nyusahin pekerjaan orang aja Sialan! ". Umpat Devan
Kini Devan langsung melangkahkan kaki nya kembali untuk mencari Leon, sedangkan yang ia cari ternyata ada di dalam mobil yang baru saja dia tendang ban nya.
" Mas, Apaan sih.. enggak usah berantem-berantem gitu deh". Ujar Lea yang tak menyukai jika suami nya itu berkelahi
"enak aja, dia udah mengumpat di belakangku". sahut Leon dengan Kesal
" ya udah, kan emang Mas yang salah, Ayo masuk ke kelas. kalau kamu cari ribut dan masalah, aku enggak akan kembali lagi ke rumah! ". ancam Lea yang langsung melirik ke arah Leon dengan tajam
Leon sendiri langsung berubah seolah menjadi seperti seorang anak yang harus patuh terhadap ibu nya.
Kini Leon membawa Lea dalam pelukan nya karena merasa sedih jika harus di tinggalkan selama berbulan bukan oleh istri nya itu, sedangkan wanita yang di peluk nya menoleh ke arah kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada yang melihat hal ini.
Saat pulang sekolah, semua nama yang masuk ke dalam list program pertukaran pelajar telah berkumpul di ruang guru.
__ADS_1
semua siswa tersebut berjumlah sepuluh orang siswa dan siswi, yang terpilih hanya ada dua saja.
"Leaa jadi gimana? Kak Leon masih nggak bolehin Lo ikut program pertukaran pelajar ini? ". tanya Sisil penasaran
wanita itu langsung menggelengkan kepala nya sebagai jawaban atas pertanyaan dari Sisil
pada saat pengumuman tentang prestasi belajar dan nilai tertinggi oleh sepuluh siswa dan siswi tersebut jatuh kepada Sisil dan juga Lea, membuat kedua wanita itu membulatkan mata nya tak percaya.
"jadi kita berdua nih yang lolos?". tanya Sisil dengan tak percaya
Lea menganggukan kepala nya dengan antusias dengan senyuman mereka di bibir nya, Lea lantas memeluk Sisil yang berada di hadapan nya itu.
"Iya Selamat ya Sisil". Ujar Lea senang
Leon yang berusaha menguping dari luar ruangan, sontak membulatkan mata nya mendengar pengumuman tersebut.
seketika mood nya langsung berubah drastis, bahkan saat Putra dan Satria yang baru saja datang sampai tak di ketahui oleh Leon.
Putra menepuk pundak lelaki di hadapan nya, Namun karena merasa kesal dan tidak ingin di ganggu oleh seseorang. Leon langsung mengangkatbtangan Putra, hingga lelaki itu terangkat dan terbanting ke lantai.
memang benar, jika Leon sangat jago di bidang bela diri, sehingga ia sendiri sangat mudah membuat lawan nya tidak berdaya.
" Aduuhh... Gusti Tulang Gu.... Gueee!!". Teriak Putra kesakitan
Leon langsung membulatkan mata nya terkejut saat melihat Putra yang tenga terbaring di depan nya dengan meringis kesakitan, sedangkan Satria langsung terdiam hingga lelaki itu mematung kala melihat Putra di banting oleh Leon begitu saja.
kalau bisa Satria berharap jika Leon tidak melihat diri nya saat ini, bahkan ia menahan nafas agar lelaki itu tidak mendengar deru nafas nya
__ADS_1
"Woi... gue salah apa sih sama Lo bambang! Aduuhh.. aduhh pinggang Guee.. Aduhhh kayak nya Patah dah tulang Gue ini, aduuhh... Tanggung jawab Nihh, ganti Rugiii". Rintis Putra kesakitan