Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Perasaan mengganjal


__ADS_3

"Ck! Kenapa kalian berdua Begitu?". Tanya Leon acuh


"ini beneran Lo Leon kan?". tanya Putra tak percaya


" Ck! Menurut lo siapa Hah! ". Sinis Leon merasa kesal dengan kedatangan dua curut ini, bisa di pastikan jika mereka akan mengganggu momen berdua nya bersama istri nya itu


"Hah jadi Lo Leon, setan apa yang udah masuk ke tubuh loh?". tanya Putra


" perasaan kalau setan ada nya di kuburan dah, kenapa sekarang ada di apartemen nya Leon hii..". ucap Satria bergidik ngeri


Leon yang merasa kesal dengan tingkah laku kedua nya, langsung melemparkan bantal sofa ke arah mereka berdua.


Leon juga mengambil ponsel nya, dan betapa terkejut nya lelaki itu saat melihat wajah nya sudah full make up seperti itu.


lalu ia melirik ke arah Putra dan juga Satria yang terus tertawa ynag melihat wajah nya.


"Ck! Leeeeaaaaaa!!!". teriak Leon kesal


lelaki itu langsung berlari masuk ke dalam kamar untuk membersihkan wajah nya itu, sedangkan Putra dan Satria tidak berhenti-henti nya untuk tertawa, bahkan tawa nya sampai terbahak-bahak


di dalam kamar mandi Leon langsung membersihkan wajah nya dengan kasar, namun make up itu tidak hilang sempurna, masih terlihat ada sedikit lipstik, lush on kemerahan dan juga pensil alis yang menempel pada wajah tampan nya.


Leon hanya bisa menghembuskan nafas nya dengan kesal dan mengusap kasar wajah nya kembali.


"Lea... dasar kamu ya udah berani nakal sama Mas, lihat aja nanti malam aku hukum kamu!". gerutu Leon


Lea sendiri sedang berjalan dengan santai menuju ke apartemen nya, tiba-tiba saja ponsel nya berdering.


Terlihat nama panggilan tertera di layar ponsel nya, dan yang menghubungi nya adalah bapak nya yang berada di desa.


Wanita itu langsung menjawab nya, lalu mendekatkan benda pipih itu ke telinga nya.


"Halo Pak". Sapa Lea dengan sumringah karna di hubungi oleh Bapak nya


" Halo Nduk, Kamu apa kabar?". Tanya nya dari sebrang telpon


"Baik kok Pak, kalau Bapak sama Ibu gimana kabar nya di desa?". tanya Lea balik


" Bapak sama Ibu baik juga Nduk, jadi gimana hubungan kalian berdua baik-baik saja kan? ". Tanya nya Lagi

__ADS_1


"Baik kok pak, Oh iya Pak Lea mau ngasih kabar sama Bapak dan Ibu, kalau tiga hari lagi Lea akan melakukan program pertukaran pelajar Selama tiga bulan lama nya Pak". jelas Lea


" Wah seriusan Nduk?". Tanya Bapak Lea tak kalah antusias karena merasa bangga pada anak semata wayang nya itu


"Iya Pak, Lea juga nggak nyangka banget sih bisa terpilih. padahal Lea juga masih terbilang anak baru kan di SMA Tunas Bangsa". Ujar Lea


"tapi kamu bahagia kan Nduk di sana? ". tanya bapak Lea


"jelas Bahagia dong Pak, apalagi mas Leon juga udah ngasih izin buat Lea ikut program pertukaran pelajar itu". Jawab Lea


"Ya udah Nduk, nanti kalau bapak kangen sama kamu, Bapak sama Ibu menyusul ke sana ya".


"seriusan Bapak sama Ibu mau nyusulin Lea". Tanya Lea dengan senyum sumringah


" Iya Nduk, mungkin beberapa hari aja ibu kamu nanti pasti rindu banget". ujar Bapak Lea dengan getir


" Iya Pak, oh ya Ibu ke mana Pak? Lea mau bicara sama ibu".


"oh ibu kamu lagi sibuk Nduk, tadi ke pasar kayak nya". jelas nya berbohong


perkataan bapak nya terdengar ganjil, akan tetapi Lea berusaha mengerti dan mempercayai ucapan dari bapak nya itu.


"Ya udah kalau gitu Pak, soal nya ini Lea lagi di luar Pak, mau pulang ke apartemen, Bapak sama Ibu sehat sehat ya, Jangan lupa makan yang teratur".


Lea langsung menghela nafas nya dan Menatap ke arah layar ponsel yang sudah mati dengan Tatapan yang sulit di artikan.


"Hem..Ada apa ya? Kenapa tiba-tiba perasaanku menjadi tidak ada tenang seperti ini". Ujar Lea dengan gelisah


wanita itu kembali melangkahkan kaki nya menuju ke apartemen, Sesampai nya di apartemen, Lea bergegas untuk membuka pintu menggunakan kunci akses nya.


Setelah terbuka, ia langsung masuk ke dalam hingga manik mata wanita itu melihat ternyata di dalam apartemen nya masih terdapat Putra dan juga Satria saat ini.


Sebenar nya Lea saat ini ingin sekali masuk ke dalam kamar dan beristirahat, namun melihat kedua curut itu di sini, hal itu menjadi tidak mungkin.


" kenapa wajah Lo di tekuk kayak gitu Le..". tanya Putra dengan tatapan bingung


"Hemm Enggak apa-apa kak". Ujar Lea yang langsung duduk di atas sofa, seraya memejamkan mata nya.


tangan nya memegang barang belanjaan nya yang ia jatuhkan begitu saja.

__ADS_1


Putra Dan Satria mereka berdua saling menatap satu sama lain, karena tak tahu dengan alasan perubahan sikap Lea.


"sutsut.. Kenapa tuh?". Tanya Putra berbisik


"mungkin makanan kesukaan nya habis kali di supermarket, atau dia lagi PMS kali". jawab Satria ngasal


Kini Leon yang baru saja keluar dari kamar langsung Menatap Lea dengan tetapan yang tajam, Leon berjalan mendekati Lea dengan menatap nya terus terusan, namun wanita itu terlihat lesu dan tak melihat tatapan yang di tunjukkan oleh Leon.


"Kamu kenapa sayang?". tanya Leon kebingungan


Lea langsung membuka mata na, seraya tersenyum manis saat melihat wajah suami nya itu sudah tidak bermake up lagi.


Lea langsung memeluk Leon dengan melingkarkan tangan nya di leher lelaki itu, Entah Kenapa perasaannya benar-benar merasa sedih, dan seperti ada yang mengganjal di hati nya.


Leon membalas pelukan istri nya itu dengan erat, sedangkan kedua jomblo yang menyaksikan itu hanya menutup mata mereka dengan kedua tangan dan mengintip sedikit dari sela-sela jari.


"jangan ngintip deh Lo, lagian lo belum cukup umur". ujar Putra


" Hadeh lo kali ya belum cukup umur". Sinis Satria


" Ya udah pulang yuk, gue capek kalau jadi obat nyamuk mulu di sini, mending juta cabut aja". Ujar Putra


" Ya udah Ayolah gue juga males ngelihat keromantisan Cinderella dan pangeran katak nya". Ucap Satria melirik sinis pasangan itu.


"Ya udah sini gue peluk juga Lo". Ujar Putra


"Idih, Najong eyke..". Ucap Satria membuat Putra terkekeh pelan


kini mereka berdua langsung berhenti keluar dari apartemen itu, sebenar nya mereka ke sini karena ingin memberitahukan jika besok ada pertandingan basket antar sekolah.


" Yaudah Nanti aja Lo telepon deh si Leon itu".


"males ah, Lo aja ya".


" Ya udah deh, Ayo". Ketus Putra


Kini suasana hati lihat masih belum membaik, saat ini sudah pukul tujuh malam dan Lea sedang duduk di meja makan dengan memperhatikan suami nya yang tengah memasak untuk diri nya.


"kamu yakin bisa masak mas? Kalau gk sini biar aku aja yang masak". tanya Lea

__ADS_1


" Sayang, kamu meragukan aku? Sudah kamu tenang aja, semua bisa aku lakukan dengan mudah". ucap Leon membanggakan diri nya, Lea sendiri tampak memangguk-manggukan kepala nya


"Perasaan apa ini? kenapa seperti ada yang mengganjal dan membuatku merasa tidak tenang". Lea membatin


__ADS_2