
Kini Leon dan Lea sedang berada di gudang sekolahan, lelaki itu sengaja mengunci pintu ruangan tersebut.
Leon langsung menarik Lea hingga dia bersandar di pintu, Lalu Leon mengunci pergerakan tubuh nya.
Lea nampak meneguk saliva nya dalam dalam saat melihat tatapan tajam milik suami tampan nya itu.
"Ka...Kak Leon Mau ngapain di sini? ini masih di sekolah kak". Ujar Lea dengan gugup
" Jelasin semua nya sekarang!". Perintah Leon
"Je.. Jelasin apa? ".
" Kenapa bisa kamu tiba tiba pulang tanpa ngabari aku terlebih dahulu? terus kenapa kamu gk pernah balas chatt ataupun telpon dari aku? kamu udah gk sayang sama aku? iya? apa kamu mau aku hukum dengan berat hah? ".
" Oke aku jelasin, sebenar nya Lea udah pulang dari kemarin. cuma aku mau ngasih kejutan sama suamiku ini saat di sekolah, jadi nya aku nginep di rumah Mama. Kalau tentang masalah chatt dan telpon itu karena aku gk mau kalau kamu terus susulin aku ke sana, itu bisa bikin kamu bolos sekolah terus menerus dan kamu tahukan kalau kamu sendiri sudah kelas dua belas, sebentar lagi akan lulus kan? jadi Lea mau, Kak Leon jangan main main lagi dan selesaikan semua nya dengan baik, karena nanti nya pasti anak kita nanti akan bangga mempunyai Papa seperti kamu"? Jelas Lea panjang lebar membujuk suami nya yang sedang kesal itu
"Anak kita? ". Tanya Leon dengan menaikkan satu alis nya
Lea menganggukan kepala nya dan Leon langsung menyeringai dengan tangan nya yang memeluk Pinggang Lea dan menarik nya sampai tubuh mereka bersentuhan satu sama lain.
" Ohh jadi kamu mau kita punya anak sekarang, begitu kan?". Tanya Leon dengan tersenyum smirk
{Aduuhh.. Mati aku, kayak nya aku salah ngomong nihh!!}. Gerutu Lea di dalam hati nya
"Bu... bukan begitu maksud nya, yakan nanti saat Lea sudah Lulus sekolah". Ujar Lea terbata bata
" Kalau mau punya anak sekarang juga gk masalah kok, gimana ni? kamu mau punya anak sekarang?".
"Kak Leon Iihh, ini masih di sekolah jangan ngomong kayak gitu, nanti kalau ada yang denger gimana? Awass ihh, sana sana jangan deket deket Lea". Usir Lea
Namun Leon tak mempedulikan perkataan dari istri mungil nya itu, lelaki itu terus mendekatkan wajah nya membuat Lea berusaha untuk terus menghindar, Namun Leon malah tersenyum dengan smirk dan terus mendekatkan wajah nya.
"Kak, iihh sana dehh!! Jangan macam macam ya Kak, kita ini masih berada di sekolahan loh!! ".
" Nanti kalau ada yang lihat kita gimana? terus mereka pada bilang, Leon si mesum, gimana coba?". Ujar Lea yang terus berusaha menghindari serangan dari Leon
Tiba tiba pintu di gedor gedor dari luar ruangan, membuat mereka berdua membulatkan mata nya dan saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
Lea sendiri meneguk saliva nya dengan susah payah, dan semakin melingkarkan tangan nya di pinggang Leon dan memeluk nya karena gemetar ketakutan karena takut ketahuan.
Leon sendiri malah tersenyum dengan lebar saat melihat ketakutan dari istri nya, yang membuat mereka berdua semakin tidak berjarak.
"Ada orang, Gue di dalam! Siapa yang berani ngusik waktu istirahat gue hah? ". Teriak Leon
Mendengar teriakan dari Leon membuat gedor anak pintu itu berhenti seketika.
"Gue satria, lo cepetan keluar! ".
...****************...
*FLASHBACK
Ternyata sebelum nya di tempat lain, saat Putra sedang asyik bercanda dengan para teman teman nya itu, Ia mendapatkan sebuah panggilan telepon dari pihak rumah sakit yang merawat ibu nya.
" Hallo, iya ada apa Dok? ". Tanya Putra dengan raut wajah yang cemas
"Kamu segera datang ke sini ya, Ibu kamu telah berpulang dan menghembuskan nafas terakhir nya beberapa menit yang lalu". Ujar Dokter itu dengan suara yang terdengar getir
Air mata lelaki itu meneteskan begitu saja, teman teman nya yang lain malah menertawakan nya karena mengira jika itu adalah sebuah akting.
Satria sendiri yang tahu perubahan dari sikap Putra langsung segera mendekat dan menghampiri lelaki itu.
" Put, Lo kenapa? ". Tanya Satria
Sisil yang tak jauh berada di sana pun ikut mendekat ke arah Putra seraya mengusap air mata nya
" Ternyata Putri Silji bisa akting nangis juga ya".
"Mama Gue meninggal". Ucap Putra dengan getir
Sisil dan Satria, begitupun dengan teman teman yang lain nya sontak membulatkan mata nya karena terkejut mendengar pernyataan dari Putra.
Sisil yang merasa bersalah, langsung mendekat dan mengusap punggung lelaki itu seolah memberikan semangat untuk nya.
" Kakak yang sabar ya, Kakak harus kuat. Mama Kakak pasti udah bahagia sekarang di tempat baru nya". Ujar Sisil dengan tatapan sendu.
__ADS_1
Putra melepaskan wig dan mahkota yang ia pakai secara kasar, ia melemparkan nya dan berlari pergi meninggalkan mereka semua begitu saja.
"Sil, Lo ikutin Putra sekarang ya". Pintar Satria
" Kak, Gue ikut! Tungguin Gue!!". Teriak Sisil yang langsung mengejar Putra menuju parkiran dan menghadang motor lelaki itu yang sudah siap untuk melaju
"Please.. Lo jangan halangin Gue, sekarang ini Gue gk bisa jamin keselamatan Lo".
" Gue gk peduli Kak, Gue mohon Lo jangan bahayain nyawa Lo sendiri". Ujar Sisil
"Sana Pergi, Minggir Gue Bilang!!". Ketus Putra
Sisil sendiri nampak menggelengkan kepala nya, Putra sendiri langsung menangis begitu saja di tempat itu karena tak mampu menahan kesedihan nya yang begitu mendalam.
Kehilangan sosok Mama yang sangat begitu di sayangi Oleh Putra, bahkan ketika Sang Papa pergi meninggalkan mereka begitu saja, ia hidup hanya berdua dengan Mama nya.
Dan kini Mama nya telah berpulang, hal ini meruntuhkan seisi dunia milik Putra. kini lelaki itu kehilangan separuh hidup nya.
Sisil tanpa sadar ikut meneteskan air mata nya saat melihat keterpurukan dan kesedihan dari seorang pria yang selalu begitu ceria di sekolah.
Sisil langsung berjalan mendekati Putra dan memeluk lelaki itu.
Putra sendiri langsung melepaskan pelukan itu dan ingin melakukan motor nya, Namun dengan cepat Sisil langsung menahan nya dan naik ke atas boncengan motor itu.
" Turun Lo!!". Perintah Putra
"Gk! Kak, kami semua ini teman teman Lo. Jadi Lo jangan pernah ngerasa kalau Lo itu sendirian, Lo masih punya kita semua" . Ujar Sisil yang langsung melingkarkan tangan nya di pinggang Putra
Putra sendiri menghela nafas nya dengan panjang, dan langsung melajukan kendaraan milik nya itu.
Sedangkan di sisi lain, Leon, Lea, dan juga Satria langsung berlarian menuju ke arah parkiran sekolahan, mereka langsung mengikuti Putra.
Karena selama ini, mereka sama sekali tidak ada yang mengetahui tentang keadaan Mama dari Putra.
Selama ini Putra selalu menutupi kondisi keluarga nya semenjak perceraian dari kedua orang tua nya.
.
__ADS_1