Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Tanggung Jawab Baru


__ADS_3

Setibanya di rumah, Andrew mendapatkan telepon dari kakeknya,sang kakek meminta Andrew untuk menemuinya di kediaman Afzriel Tan.


Zelia yang mendengar telepon itu memilih untuk mengikuti suaminya, meski Andrew melarang wanita itu agar tak terlalu lelah beraktivitas dan beristirahat di rumah saja.


Zelia tetap ingin ikut, Andrew akhirnya kembali menghela napas panjang, dia selalu kalah jika berdebat dengan istrinya itu.


Tak butuh waktu lama untuk Andrew tiba di kediaman sang kakek, kini dia dan Zelia sudah berhadapan dengan kakek mereka.


Dari tatapan dan juga raut wajah sang kakek, Andrew sudah bisa menebak pasti ada hal yang tidak baik yang akan dia sampaikan pada Andrew.


"Ada apa kek?" tanya Andrew memulai pembicaraan mereka.


"Ada hal buruk yang barusan kakek selesaikan," ucap sang kakek kemudian mengambil jeda sebentar.


"Hal buruk?" tanya Andrew semakin penasaran.


"Papamu sudah tahu semua kebusukan Merrie,dan dia langsung menceraikannya," ucap Afzriel serius.


"Bagus dong itu kek," ucap Andrew senang karena papanya bisa bebas dari semua belenggu wanita itu, Andrew sebenarnya sudah tahu masalah itu, tapi dia yakin sang kakek tak hanya ingin mengatakan hal itu saja.


"Tapi bukan itu intinya Ndrew, wanita itu ingin merebut semua harta yang keluarga Tan miliki, maka dari itu semua kekayaan yang kakek punya sudah kakek alihkan atas nama kamu," ucap Afzriel seketika membuat Zelia dan Andrew terkejut.


"Kakek serius?" tanya Andrew tak percaya.


"Tentu saja anak bodoh!" ucapnya yakin sambil memukul kepala Andrew dengan tongkatnya.


"Kek bisa nggak kalau berhenti memukul Andrew, aku kan sudah dewasa," rengek Andrew membuat Zelia tertawa kecil menyaksikan pertengkaran keduanya.


"Kalau begitu kamu sudah siap kan menerima semua tugas keluarga Tan?" tanya Afzriel seolah menantang Andrew yang sudah mengaku dewasa barusan.


"Em itu bukankah terlalu cepat kek, aku belum siap menerima semuanya, biarkan papa saja yang menghandle semua itu," tolak Andrew secara halus.


"Anak itu, bahkan dia bisa di bohongi oleh wanita di sampingnya bertahun-tahun, bagaimana kakek bisa mempercayainya lagi," ucap Afzriel Tan dengan nada kecewa.


"Tapi kek aku belum siap?" ucap Andrew lagi.


"Kakek tidak menerima penolakan, kamu harus mulai belajar tentang pengelolaan perusahaan, karena kakek sudah terlalu tua untuk mengurus semua ini," ucap Afzriel Tan dengan wajah terlihat sedih.


"Baiklah, baiklah, aku akan mencobanya," ucap Andrew akhirnya menerima semua itu.

__ADS_1


"Kenapa sih dia selalu menggunakan alasan sudah tua sebagai jurus mematikannya," batin Andrew kesal.


"Bagus kakek percaya padamu."


"Ngomong-ngomong bagaimana cicit kakek?" imbuh Afzriel Tan yang sudah mengetahui bahwa Zelia hamil dari Ariana, menantunya.


"Tentu saja dia sedang bersenang-senang di dalam perut sini," ucap Andrew sambil mengelus perut Zelia,Afzriel Tan hanya tersenyum menyaksikan hal itu.


"Bagus, kamu harus jaga dia jangan sampai cicit kakek sedih!" ucap sang kakek lalu pergi meninggalkan keduanya.


Merasa teracuhkan mereka akhirnya memilih untuk segera pulang, di dalam mobil Zelia mengaduh kesakitan karena merasakan perutnya sedikit kram.


"Kenapa sayang?" tanya Andrew panik saat melihat Zelia begitu pucat.


"Gak tahu tapi perutku kram sekali Ndrew," ucap Zelia.


Tanpa banyak bertanya lagi, Andrew melajukan mobilnya ke rumah sakit, dia segera menemui dokter kandungan di sana.


Zelia dengan cepat mendapatkan penanganan dari dokter yang sedang bertugas,yang bernama Eri itu.


Andrew di samping Zelia dengan wajah panik akhirnya menanyakan apa yang sedang terjadi pada istrinya.


"Tenang tuan, ini hanya efek dari kelelahan yang istri anda rasakan, tapi sebaiknya jangan terlalu banyak kegiatan dahulu, karena sepertinya kehamilan nyonya Zelia sedikit lemah," penjelasan dokter tersebut membuat Andrew lebih siaga dalam menjaga Zelia.


"Sampai saat ini baik-baik saja nyonya Zelia, saya akan memberi vitamin penguatnya," ucap sang dokter.


Zelia mengangguk sambil mengelus lembut perutnya yang mulai sedikit membuncit.


"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja, kamu hanya perlu beristirahat sayang," ucap Andrew menenangkan Zelia.


"Iya sayang, aku gak mau dia sakit di dalam sini," ucap Zelia, aura keibuannya mulai muncul, Andrew mengecup kening wanita itu dan memeluknya.


"Dia pasti baik-baik saja," ucap Andrew lagi.


Setelah mendapat resep obat dan menebusnya, Andrew merangkul Zelia untuk pulang ke rumah mereka.


Dengan penuh hati-hati pria itu menjaga Zelia hingga sampai rumah, dan meminta wanita itu untuk segera beristirahat, Zelia menuruti apa yang di minta suaminya, memang dia merasa sangat lelah akhir-akhir ini.


Tapi semangatnya dalam beraktivitas juga sangat tinggi, mungkin karena itu dia menjadi sedikit kram perut.

__ADS_1


Esok harinya Andrew mulai ke perusahaan milik sang kakek, berbeda dengan yang di pegang oleh sang ayah, Andree langsung di awasi oleh sang kakek sendiri.


Andrew hanya bisa hadir di kantor beberapa jam saja sebelum dia ke kampus, dia tak bisa sepenuhnya di perusahaan, dan untungnya sang kakek mengerti hal itu.


Bagaimanapun Andrew adalah pewaris tunggal kekayaan keluarga Tan, Afzriel tak mau dia hanya berpangku tangan saja tanpa mengerti bagaimana usaha yang sudah di rintis oleh kakeknya.


Banyak hal yang Andrew pelajari di perusahaan, setelah selesai memperlajari beberapa hal di sana, dia harus ke kampus dan dia juga tak boleh lupa tentang kesehatan Zelia.


Wanita itu juga ke kampus tapi dengan syarat harus di antar jemput oleh supir keluarga Tan, karena Andrew tak sempat mengantar jemputnya, hanya ketika pulang dari kampus Andrew bisa memperhatikan wanita itu.


Zelia pun tak mempermasalahkan kesibukan Andrew, dia senang karena Andrew mulai belajar bagaimana tanggung jawab sebagai seorang cucu sekaligus suami bagi dirinya.


"Sayang maaf ya kalau akhir-akhir ini aku akan sibuk banget, kamu gak apa-apa kan?" tanya Andrew ketika mereka di ranjang kamar malam itu.


"Iya Ndrew, aku gak apa-apa kok, lagian semua itu juga untuk masa depan keluarga kecil kita suatu saat nanti," ucap Zelia.


"Uluh-uluh istri ku tercinta udah dewasa aja nih," goda Andrew membuat Zelia merona.


"Udah ah ayo tidur ngantuk nih," ucap Zelia menyembunyikan rona di pipinya.


Andrew hanya tertawa kecil lalu dia memeluk Zelia dari belakang.


"Aku sayang kamu," ucapnya berbisik di telinga Zelia, membuat wanita itu semakin merona saja.


Zelia berpura-pura menutup matanya saat Andrew melakukan hal itu.


"Eh sudah tidur?" Andrew yang tak mendapatkan jawaban dari sang istri lalu melihat ke arah wajah Zelia yang sudah terlelap.


"Cepatnya, selamat malam sayang," ucap Andrew lalu mencium pipi Zelia.


Dalam gelap bibir Zelia terukir senyuman, hatinya begitu bahagia mendengar semua yang di ucapkan oleh Andrew.


"Selamat malam dan aku juga cinta sama kamu, cinta banget malahan," batin Zelia lalu dia terlelap dalam tidurnya.


*****


Makasih ya teman-teman yang udah mendukung karyaku sampai saat ini, tetaplah bersamaku.


Like, vote dan rate kalian berharga bagiku, terlebih lagi jika kalian menikmati karya ini, itu sangat berarti sekali.

__ADS_1


Semangat buat diriku dan juga kalian semua.


Miss u all.


__ADS_2