
"Lo kenapa sih diam aja Put?". tanya Satria yang sudah merasa putus asa, sudah berbagai cara ia lakukan untuk membuat Putra kembali seperti semula
"Oh ya, Gimana kalau kita hari ini bolos dan pergi ke warung trus kita nongkrong-nongkrong hilangin penat". usul Satria
Putra menaikkan satu alis nya dan langsung berdiri meninggalkan Satria, membuat lelaki itu berdecih dengan kesal
" Woi.. Lo malah pergi". Ujar Satria
"Lah lo tadi bilang apa? ya ayo". Ketus Putra
"Kalian mau ke mana?". tanya Leon yang baru saja datang
"udah deh jangan kebanyakan cincong, Ayo Lo ikut aja jangan banyak omong". Ucap Satria menarik tangan Leon untuk ikut bersama
mereka bertiga berkeliling untuk mencari warung yang akan membuat nyaman dan Sesampai nya di warung itu membuat Leon mengerutkan kening nya karena penjual nya terlihat sangat tidak ramah sama sekali.
"Pak pesan capucinno 3 sama roti bakar nya 3". ujar Leon dengan ramah
"yakin kalian mau pesan itu? ini bayar kan nggak hutang? kalian Kalau mau utang mending pergi aja dari sini, wajah kalian tampang tampang orang miskin yang nggak punya uang!!". ujar penjual tersebut dengan emosi yang tinggi
"sialan!! Apa lo bilang hah?". tanya Leon yang emosi ketika mendengar jawaban penjual itu
Lelaki itu langsung maju dan ingin mengajar penjual nya, namun di tahan oleh Satria.
suara gebrakan meja yang sangat kuat membuat semua nya terdiam dan kini terfokus kepada Putra yang ternyata pelaku penggebrak meja itu.
"Woi Capucinno 3 sana Roti bakar 3 sekarang, kalau nggak mau warung ini gue hancurin ya!". Bentak Putra
"Iya siap Mas, Silahkan duduk dulu ya, nanti saya akan mengantarkan pesanan nya". jawab penjual itu dengan ramah
Leon yang melihat perilaku ramah dari penjual itu, di buat tercengang dengan keadaan ini
ia menatap Satria dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan, sedangkan Satria hanya menaikkan bahu nya.
kini mereka bertiga duduk di kursi mereka masing-masing, dan Satria menepuk pundak Leon dengan pelan.
"lihat itu slogan warung ini, gue juga baru tahu kalau kayak gitu". ujar Satria
Dan Leon pun langsung menatap ke arah yang Satria tunjukkan. terlihat tulisan 'Anda Segan Kami Arogan, Anda Arogan Kami Segan'
" Hah? warung macam apa ini kok aneh".
"entahlah, mungkin penjual nya pengen di maki-maki". sahut Satria
__ADS_1
"Woi kok lama banget sih, kerjaan lo ngapain aja hah dari tadi!! nggak bisa apa lebih cepet, Gue udah lapar Woi!!". teriak pembeli lain nya membuat mereka bertiga terkejut dan langsung menatap ke arah lelaki yang baru saja berteriak dengan emosi itu
"aduh buset, Ngeri amat om-om itu". ujar Satria
" Lo nggak mau ngamuk? ". tanya Satria yang melirik ke arah Putra
"enggak minat gue buatbegitu". Jawab Putra datar
"Ayolah, Lo jangan kayak gini dong. dimana Putra yang gue kenal dulu?". Timpal Satria
" Kalau Lo kayak gini, nggak ada kawan goblok gue lagi, Leon kepinteran soal nya". lanjut Satria
Putra hanya melirik ke arah Leon, sekilas Leon yang di tatap seperti itu merasa sedikit kurang nyaman dan ingin sekali berkata sejujur nya karena masalah ini hubungan mereka berdua jadi renggang.
...****************...
saat sore hari, kini mereka sedang berlatih basket.
Leon mencengkal tangan Putra dan lelaki itu menepis nya dengan kasar.
"Maksud lo kayak gini apa?". ucap Leon
Putra melirik tajam ke arah Leon
"Lo gk harus seperti ini! masalah Lo sekarang apa sih? gue udah bilang kalau gue nggak minat, jadi tolong jangan gangguin gue dulu". Ketus Putra
"Lo mau cerita ke semua orang tentang pernikahan gue sama Lea? Iya? ceritain aja, Lo masih berpikir kalau gue sama Lea udah ngelakuin hal yang buruk jadi Gue di nikahin cepet cepetan? nggak nyangka gue punya sahabat macam lo, Put. Lo itu sahabat gue dari kecil, Lo yang lebih tahu gue gimana sama cewek, bisa bisa nya Lo percaya kalau Gue hamilin Lea". Ucap Leon menggebu gebu
Putra langsung menonyor kepala Leon karena merasa kesal atas perkataan lelaki itu.
"Lo itu emang pintar, tapi rada hodob juga ya. gue nggak ada permasalahan itu brengsek! gue cuma lagi mikirin surat yang Lo kasih kemarin". Jawab Putra
"Oh surat dari bokap lo?". Tanya Leon dan Putra pun menganggukan kepala nya
" Iya surat itu belum di buka, surat itu bukan macam-macam kan atau surat utang lelaki itu yang harus di bayar sama gue". Tanya Putra
"iya Mana gue tahu, kenapa nggak lo Buka kalau lo penasaran, Mungkin aja bener itu surat hutang hutang bokap Lo". Ucap Leon
"Woi kalau berdua Ngapain sih ngumpul di sini?". tanya Satria yang baru saja datang
" surat apa maksud kalian? ". tanya Satria namun tidak ada yang memperdulikan perkataan nya
"tapi gue males aja sih buka nya, Gimana kalau lo aja deh yang buka. minta tolong gue bukain". Pinta Putra
__ADS_1
"Anjir sialan! udah males lagi gue lihat kalian dah, Gua dari tadi ngomong nggak ada yang nyautin". ucap Satria berjalan pergi meninggalkan mereka berdua
Putra dan Leon mengerutkan kening nya dan menatap ke arah Satria Sekilas, namun mereka berdua kembali fokus ke arah surat yang sudah di bawa oleh Putra.
Satria hanya mendengus dengan kesal dan berbalik badan untuk menghampiri Mereka lagi.
"Itu surat apa? ". Tanya Satria
"Woi Jawab kek!! Lo berdua bisu apa budek!". teriak Satria dengan kesal, lalu lelaki itu langsung duduk di sebelah Putra dengan memperhatikan nya yang sedang membuka surat
"hayo ngapain itu kalian?". tanya Lea yang mengejutkan mereka
"Eh Sayang, kamu ngapain ke sini? ". tanya Leon
" Enggak ada sih, mau lihat kamu latihan aja, aku juga ajak Sisil kok". jelas Lea
"Lea Lo sebenar nya salah besar datang ke sini, tapi karena Lo bawa Sisil jadi ya Enggak apa-apa sih". ujar Satria
" Lah? salah gue apaan? kan gue ke sini mau lihat pacar gue". Ucap Lea mengerut kening nya tak mengerti maksud dari ucapan Satria
"Soal nya kalian berdua kan bucin takut, dan gue kan jomblo, jadi apes deh nasib gue kalau kalian menampilkan kemesraan di depan jomblo!!". Ucap Satria mendramatis
"ya makanya gue bawa Sisil untuk Lo kak". Sahut Lea
"Ya ide yang bagus itu". Ucap Satria tersenyum dengan lebar
"Dedek Sisil jangan di situ, sini duduk sama babang Satria".
Teriak Satria saat Sisil hendak duduk, membuat wanita itu terkejut dan menatap tajam ke arah Satria.
"Idih apaan sih, emang nya kenapa kalau gue duduk di sini? ". tanya Sisil
"di situ panas, mending duduk nya di hati abang aja biar adem". jawab Satria tersenyum dengan lebar
Sisil tak menghiraukan ucapan Satria, ia langsung kembali duduk membiarkan Satria menggerutu dengan kesal.
Leon kini fokus kembali dan membuka surat-surat tersebut, lelaki itu tercengang dengan isi dari surat-surat itu.
"ini semua isi nya harta warisan untuk lo dan nggak ada hutang tuh". Ujar Leon
" Lo serius? ". tanya Putra
"Iya, di sini semua warisan yang udah di kumpulin sama bokap Lo, dan hanya untuk lo seorang. ini juga ada surat dari bokap Lo, kayak nya ini sih tulisan nya beliau sendiri ya, coba aja baca". perintah Leon
__ADS_1