Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Cemburu Buta


__ADS_3

"sana gih kasih minuman sama Kak Devan, biar hubungan Lo makin dekat". bisik Lea memberikan ide


"Oh iya ya, ya udah mana minuman yang gue beli tadi di kantin ya". Ujar Sisil yang langsung menuju ke arah tas nya dan ternyata minuman itu telah di minum oleh Satria hingga Habis tak tersisa


"Dedek Sisil, Makasih ya perhatian dan pengertian banget sih sama Abang Satria". Ujar Satria tersenyum dengan lebar


"Yah.. udah abis ini, Kak Satria Awas Lo ya". ujar Sisil sinis seraya melempar botol minuman yang kosong ke arah Satria


"Jangan marah marah gitu dong, I love you". ujar Satria membentuk Hati dan langsung berlari ke arah lapangan


Lea yang melihat itu hanya tertawa keras dan langsung berlari memberikan minuman kepada Leon, namun Marsha sudah terlebih dulu memberikan nya.


jadi saat ini terdapat dua botol minuman yang berada di hadapan Leon, Lea melirik tajam ke arah Marsha, sedangkan Marsha tersenyum manis ke arah Leon.


jelas tentu saja Leoon mengambil minuman milik Lea dan merangkul wanita itu untuk duduk di kursi , Lea sendiri langsung tersenyum manis dan menolehkan kepala nya ke belakang seraya menjulurkan lidah nya meledek ke arah Marsha.


"Awas ya lo, Tunggu pembalasan gue". Geram Marsha


Putra langsung mengambil minuman dari tangan Marsha dan meneguk nya hingga habis membuat Marsha menatap nya dengan kesal, minuman yang ingin di berikan kepada Leon langsung kosong di buat oleh Putra.


"sialan Lo, beli sendiri brengsek!!". Ujar Marsya mengejar Putra yang berlari kencang di pinggir lapangan


tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menghampiri Lea saat sedang mengobrol dengan Leon, lelaki itu tak lain adalah Bima.


"Lea..". sapa Bima


mendengar seorang lelaki menyapa istri nya, membuat Leo langsung berdiri dan menatap tajam ke arah lelaki itu.


mata nya menatap lekat dan mengingat-ingat jelas lelaki di hadapan nya itu, lelaki yang dengan sengaja mendorong nya saat di pertandingan tadi, bahkan saat ini ia Memanggil nama istri nya membuat Leon semakin tidak menyukai Bima.


"Lo tadi yang udah ngedorong gue kan, maksud lo apaan hah?". tanya Leon dengan kesal


" Oh iya kah? sorry ya gue nggak sengaja". Ujar Bima dengan tersenyum


"Bima..". Lirih Lea


" Kamu kenal sama dia?". ujar Leon yang langsung melirik ke arah area Lea

__ADS_1


"Lea ternyata kamu pindah di sekolah ini ya, Pantesan sih kemarin kata nya kamu udah pindah ke kota. aku seneng banget bisa ketemu lagi sama kamu di sini, kapan kapan kita bisa main bareng ya". ujar Bima dengan suara yang terdengar lembut


" dia Bima teman satu sekolah aku waktu di desa dulu kak". ujar Lea menghela nafas nya dan menatap ke arah Leon


"Oh cuma teman, kenalin gue pacar nya". Ujar Leon mengulurkan tangan nya, Bima juga membalas uluran tangan itu hingga mereka berdua berjabat tangan.


"kenalin gue Bima, lelaki yang pernah menyukai Lea bahkan sampai sekarang rasa itu tetap sama seperti dulu". ujar Bima terus terang membuat Leon mengeraskan rahang nya dan menatap tajam ke arah lelaki itu


Hera yang mendengar perkataan dari Bima langsung menghentikan langkah nya saat ingin menghampiri lelaki itu, dia nampak menghela nafas nya dengan panjang dan menguatkan hati nya kembali, lalu menghampiri Bima dan merangkul lengan nya membuat Bima menoleh ke arah hera dengan berdecih kesal.


"gue ingetin sama lo, hilangkan perasaan lo itu, kalau nggak mau lo berurusan sama gue! ". ancam Leon


"santai bro, Lo nggak ada Gak buat ngelarang perasaan orang lain". sahut Bima


"Ck! Sialan Lo! ". Ujar Leon yang ingin memukul wajah Bima, namun di halangi oleh Lea dengan cepat


"Hera, mending lo bawa Bima deh dari sini". perintah Lea


Hera langsung menarik Bima dan meninggalkan mereka berdua, sedangkan Leon menatap Lea dengan Tatapan yang tajam.


lelaki itu benar-benar merasa cemburu hingga tidak dapat mengontrol diri nya saat ini.


Lea hanya tersenyum lalu terkekeh sampai ia menutup mulut nya dengan tangan nya, sedangkan Leon yang kesal merasa aneh dengan Menatap Lea dengan Tatapan yang kesal.


"Kamu kenapa jadi tertawa sih, apa nya yang lucu coba".


" Hehe Soal nya kamu lucu tahu kalau lagi cemburu kayak gini, gemesin banget dehh". ujar Lea dengan tertawa kecil


"Ck! aku nggak lagi bercanda ya, jawab pertanyaanku tadi!". sungut Leon


Lea tidak mempedulikan perkataan Leon, ia meninggalkan lelaki itu membuat Leon menutup Punggung Lea dengan rasa amarah nya Semakin menjadi, karena tak mendapatkan jawaban dari istri nya itu.


Lea tiba-tiba berhenti dan membalikan tubuh nya dan tersenyum manis ke arah Leon dengan membentuk hati dengan kedua Tangan nya di atas kepala


" I love you Leon". Ucap Lea


"Ck! nggak bisa marah dah kalau kayak gini, Duhh istri siapa sih kok gemesin banget".

__ADS_1


Leon langsung tersenyum dan melangkah kakibnya menuju ke arah Lea, sedangkan wanita itu malah beralih menjauh dan bersembunyi di belakang Satria dan juga Putra


"Dedek Lea, akhir nya Lo sadar juga dan memilih kami berdua". ujar Putra


" kami? Jadi maksud nya kalau gue pacaran sama Kak Putra bonus pacaran sama Kak Satria juga gitu?". tanya Lea dengan polos


"Iya dong begitupun juga sebalik nya". jawab Putra


" Heh Kalian ngapain dekat-dekat sama cewek gue".


"bro santai bro, dia itu udah sadar jadi lebih baik Lo ikhlasin aja ya Babang Leon". Ucap Satria dengan memajang wajah sedih


" Ck! lo itu cocok nya sama Tuti". Jawab Leon yang langsung menarik tangan Lea dan meninggalkan Putra dan juga Satria


Satria dan Putra juga langsung bangkit dari duduk nya dan meninggalkan lapangan


"Eh, itu tadi yang dorong Leon kan?". tanya Putra


"Iya itu, apa Masalah dia sama Leon ya? emang nya Leon kenal sama dia?". tanya Putra Penasaran


"ya udah ayo kita tanya aja". Ucap Putra yang langsung berjalan menuju ke arah Bima, namun kerah baju Putra langsung di tarik oleh Satria hingga lelaki itu menghentikan langkah nya kembali


" gunanya apa lo nanya masalah dia sama Leon? Tanya Leon aja kalau begitu, tolol banget sih lo jadi temen".


"Lo tadi yang udah ngedorong Leon kan?". ujar Satria yang berjalan mendorong tubuh Bima hingga ia terjatuh


"eh Bima, Lo nggak apa-apa kan? ". tanya Hera yang membantu Bima berdiri


"sorry ya gue enggak sengaja, enggak ada lihat tadi, Gue kirain enggak ada orang.". ujar Satria sinis menyapa tajam ke arah Bima


" Ck sialan! Emang Lo anggap gue apa? ". tanya Bima dengan kesal


"sekali lagi, Jangan pernah Lo cari masalah sama Leon, kalo Lo masih berani gangguin Leon urusan Lo sama kita berdua". Ancam Satria


"Oh Ternyata kalian suka nya main keroyokan ya, jadi leon yang nyuruh kalian begini, cih dasar payah". ledek Bima membuat Satria langsung mencengkram baju nya dan menatap nya tajam


"Inget ya omongan gue, jangan pernah lo ganggu Leon, gue harap lo masih sayang sama nyawa loh ini". Ujar Satria melepaskan genggaman nya dengan mendorong kecil tubuh Bima, lalu dia melangkahkan kaki nya meninggalkan mereka begitu dengan Putra

__ADS_1


"Anjaayy wakgilasehhhh.... ". Ujar Putra terkagum kagum


" Gimana? Keren gk gue tadi? ". Tanya Satria tersenyum dengan bangga


__ADS_2