Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Belum Menyerah


__ADS_3

Tiga tahun berlalu sejak kejadian penculikan Alea. Andrew dan Afzriel Tan bahkan tak mampu melacak keberadaan penculik itu.


Mereka tak pernah berfikiran bahwa penculik itu adalah Bram. Karena seperti yang di ketahui bahwa Bram tewas dalam kebakaran beberapa bulan sebelum Zelia melahirkan.


Mereka tak tahu bahwa mayat yang mereka temukan bukanlah Bram. Melainkan pelaku yang membakar rumah itu.


Karena merasa bukan Bram yang melakukan, Andrew berfikir apa mungkin ulah dari Frielda atau Liera. Dua wanita yang serba nekat karena menginginkan posisi Zelia.


Namun hasil penyelidikan tak menunjukkan keduanya terlibat dalam penculikan itu. Andrew bahkan merasa sangat pusing memikirkan siapa dalang dari penculikan ini.


Meski sudah beberapa tahun berlalu, Andrew masih berusaha keras menemukan anaknya. Dia akan menemukannya jika Alea masih mengenakan kalung yang berliontin cincin darinya.


Andrew percaya suatu saat mereka akan di pertemukan kembali. Meski entah kapan itu waktunya.


Zelia pun berfikir sama seperti Andrew, meski sangat berat berpisah dengan Alea. Dia dan suaminya sudah berusaha. Kini hanya doa yang bisa dia panjatkan untuk keselamatan Alea. Di manapun dia berada saat ini.


"Sayang kok bengong lagi, udah siap belum?" tanya Andrew pada Zelia yang sedang termenung di kamar mereka.


Malam ini mereka harus menghadiri pesta pernikahan Defin dan Adel. Ya akhirnya keduanya menikah setelah lulus dari universitas yang sama.


Meski keduanya kini bekerja dalam bidang yang berbeda, namun cinta mereka akhirnya bisa bersatu kembali.


Banyak lika-liku dalam hubungan mereka,terlebih saat ada seseorang yang mengejar Adel. Defin bahkan harus berebut dengan pria itu,dan akhirnya Adel memilih Defin kembali.


"Udah ayo kita berangkat Ndrew, Arkan juga harus ikut," ucap Zelia.


"Baiklah, aku gendong Arkan sampai ke mobil," ucap Andrew lalu menggendong Arkan.


Anak itu malah tak mau di gendong, dia kembali ke lantai dan mengurai tangan Andrew yang masih memegang tubuhnya.


"Arkan kenapa turun lagi?" tanya Andrew.


"Arkan gak mau di gendong kayak anak kecil," ucap Arkan dengan suara khas anak kecil.


Bahkan Arkan terlihat begitu menggemaskan saat ini. Andrew tersenyum kecil lalu menuruti keinginan putranya.


"Baiklah papa nggak akan gendong Arkan lagi," ucap Andrew lalu mengikuti Arkan yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Zelia hanya mengamati keduanya, ada kebahagiaan di depan matanya,tapi ada pula rasa kehilangan di sana saat melihat Arkan.

__ADS_1


Zelia selalu memikirkan Alea, saat melihat setiap tingkah dan pertumbuhan Arkan.


"Seharusnya kamu sudah seperti kakakmu ya Alea," batin Zelia.


Ketiganya kini sudah sampai di tempat acara resepsi pernikahan Defin dan Adel.


Kedua mempelai itu terlihat sangat serasi tampan dan cantik.


Zelia dan Andrew memberi selamat kepada mereka.


"Selamat ya Def, Adel kalian akhirnya resmi bersama. Semoga langgeng sampai tua nanti," ucap Zelia tulus.


"Makasih ya Zelia dan Andrew," balas Adel menyalami keduanya diikuti Defin melakukan hal yang sama.


"Oh ya ini kado untuk kalian," Andrew memberi dua buah tiket bulan madu ke Jepang.


"Wah ini serius?" tanya Adel tak percaya. Andrew mengangguk yakin.


"Makasih banget Ndrew," ucap Adel senang.


"Cepat-cepat kalian buat sepupu untuk Arkan ya," kali ini Zelia yang mengucapkannya.


Rona merah di wajah Adel langsung terlihat. Membuat Zelia menahan tawanya. Ternyata menggoda pengantin baru itu begitu menarik, itulah yang ada dalam pikiran wanita itu


"Baiklah," Zelia akhirnya menuruti ucapan suaminya. Defin dan Adel kembali menyambut para tamu yang lain.


Acara pesta itu berlangsung dengan sangat meriah. Hingga akhirnya Zelia dan Andrew berpamitan untuk pulang segera. Karena Arkan sudah tidur di gendongan Andrew.


"Terima kasih Ndrew, Zelia kalian mau datang ke acara kami," ucap Defin.


"Tentu saja, kalian adalah bagian dari keluarga kita," ucap Zelia.


Setelah berpamitan ketiganya akhirnya naik ke dalam mobil. Dalam perjalanan pulang Zelia tak sengaja melihat seorang pria yang tengah menggendong seorang anak.


Wajah anak itu mirip dengan Arkan. Seketika itu Zelia meminta Andrew menghentikan mobilnya.


"Ndrew berhenti dulu," ucap Zelia sedikit panik.


"Ada apa sayang?" tanya Andrew,namun Zelia tak langsung menjawabnya.

__ADS_1


Wanita itu malah turun dari mobil dan menuju ke arah dimana dia tadi melihat pria itu.


Pandangannya mengedar ke semua tempat, tapi tak menemukan keberadaan pria itu dengan anak yang mirip dengan Arkan. Andrew lalu mendekati Zelia.


"Ada apa sayang?" tanya Andrew lagi.


"Aku tadi melihat seorang pria menggendong anak kecil mirip dengan Arkan," jelas Zelia.


"Benarkah? Dimana?" kali ini Andrew juga penasaran apa benar yang dilihat oleh istrinya itu mungkin saja anaknya.


"Disebelah sana tadi Ndrew," tunjuk Zelia ke arah tempat pria itu tadi berdiri.


Andrew segera berlari ke arah yang di tunjuk oleh Zelia. Tak ada siapapun di sana.


Zelia yang mengikuti Andrew juga kebingungan setelah melihat tak ada siapapun di sana.


"Aku yakin tadi mereka disini Ndrew," jelas Zelia.


"Sudahlah mungkin kamu salah lihat, ayo kita kembali ke rumah, kasihan Arkan."


Zelia akhirnya menuruti ucapan Andrew, mereka kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka.


Dari balik tembok di sebelah Andrew dan Zelia mencari pria itu. Bram muncul dari sana,dia menghela napas panjang setelah lolos dari kedua orang yang mencarinya tadi.


"Hampir saja mereka menemukanku, kenapa mereka bisa sampai ke sini?" gumam Bram.


Bram kini sedang berjalan kembali ke rumah yang saat ini dia tempati bersama putri kecil Andrew.


Jika tadi dia tak segera bersembunyi pasti Andrew dan Zelia bisa menemukan mereka. Itu diluar rencananya.


Di gendongannya gadis kecil yang saat ini Bram beri nama Mona itu tengah tertidur pulas. Keduanya baru saja pulang dari tempat Bram bekerja.


Pria itu memang membawa Mona saat bekerja. Karena tak ada yang menjaga Mona saat dia di rumah.


Bram saat ini hanya bekerja sebagai penjaga toko bunga milik orang lain. Dari gajinya itu cukup untuk menghidupinya dan juga Mona.


Satu tahun yang lalu Bram harus kembali ke rumahnya setelah dia melarikan diri jauh ke luar negeri. Dia terpaksa harus pulang karena Liera jatuh sakit di dalam penjara.


Bram akhirnya menjenguknya dan menceritakan semua hal dia lakukan pada keluarga Andrew. Setelah mengetahui hal licik yang di rencanakan oleh Bram, Liera akhirnya bisa mengerti. Wanita itu meminta Bram untuk menunggu kebebasannya. Dan akan membalas dendam bersama.

__ADS_1


Besok adalah hari dimana Liera akan di bebaskan. Karena itu malam ini Bram sengaja keluar rumah untuk memberikan beberapa kebutuhan rumahnya untuk menyambut Liera.


Meski wanita itu dahulu pernah menolaknya, sekarang Liera mau menerima Bram. Pria itu sangat senang saat Liera bersedia bersamanya setelah keluar dari jeruji besi. Mereka ingin memulai kembali hidup dari nol, itu rencana dalam pikiran Bram.


__ADS_2