
Lea sedang duduk sendiri melamun, dia sedang berada di kamar Leon. kini wanita itu berada di rumah mama mertua nya, Entah ke mana Leon sedang pergi, membuat wanita itu sangat cemas memikirkan nya.
bahkan lelaki itu tidak ingin memberitahukan ke mana ia akan pergi hari ini, dan berkata akan menjelaskan nya nanti.
"kenapa Mas Leon nggak mau ngasih tahu sama aku sih kemana dia pergi, mana bosen banget lagi di sini". Keluh Lea
Lea pun langsung melangkahkan kaki nya keluar kamar untuk menemui Mama indah, wanita itu ingin meminta saran kepada mertua nya, agar diri nya menjadi lebih tenang saat ini.
"Mama..". Sapa Lea
"Eh.. Sayang sini duduk, ada apa? ". Tanya Mama Indah
"Mah, kenapa rumah nya sepi banget sihh, Cakra ke mana Mah?". tanya Lea
"Oh si cakra memang anak nya jarang di rumah, dia itu selalu aja keluyuran entah kemana, Padahal dia baru aja pindah, Kalau tadi sih keluar nya sama Leon, emang nya Leon tadi ke mana sayang? ". Tanya Mama Indah
"Enggak tahu mah, Mas Leon enggak ada ngasih tahu apapun tuh sama Lea, soal nya kalau di tanyain pasti jawab nya, Iya nanti mas jelasin gitu aja terus". ujar Lea
"Ya udah, paling mereka ada urusan kerjaan sama papa, sini duduk". Ucap Mama Indah
"Iya Mah, Mungkin aja Mas Leon lagi sibuk ". ucap Lea yang duduk di sebelah Mama indah dan mereka sedang menonton televisi bersama
"Mah, Lea mau cerita". Ujar Lea tiba tiba
"Cerita apa sayang?". Tanya mama Indah
"Gini mah, Lea punya teman nama nya sisil, dia itu baik banget. dari awal Lea masuk ke SMA Tunas Bangsa, cuma dia yang mau temenin Lea. tapi sekarang mungkin hubungan kami akan jadi renggang". ujar Lea sendu
"kenapa bisa jadi renggang?". Tanya Mama Indah yang langsung menatap Lea dengan Tatapan serius Iya
"soal nya ada laki laki, dia itu ketua OSIS di sekolah, nama nya Kak Devan. Sisil tuh suka banget sama dia, tapi Kak Devan cuma manfaatin Sisil buat deket sama Lea. padahal posisi nya Kak Devan udah tahu kalau Lea pacaran sama Mas Leon di sekolah, Lea jadi bingung mau jelasin Gimana sama Sisil". Ujar Lea
"sayang gini loh, kamu di sini tuh gk salah kok. yang salah itu sifat laki nya, tapi kamu bisa Coba jelasin baik-baik ke siapa tadi nama nya? devan ya? nah jelasin ke Devan, dia enggak boleh mengharapkan kamu lagi, setelah itu jangan pernah ikut menjauh dari Sisil, dia baik kan? mungkin dia lagi ingin menenangkan diri nya sendiri saat ini, jadi kamu harus sabar, kamu enggak boleh egois atau malah memusuhi nya dan mama yakin pasti dia akan kembali seperti Sisil yang kamu kenal dari awal dulu". jelas Mama indah memberikan saran
__ADS_1
"tapi, Sisil juga di kekang sama orang tua nya, dia selalu di tuntut harus menjadi sosok yang sempurna di segala bidang dan harus masuk ke Universitas terkenal di luar negeri Ma".
"Oh ya? Siapa nama orang tua nya?". tanya mama Indah ikut kesal
"Lea nggak tahu sih, mungkin Kak Putra sama Kak Satria tahu". Sahut Lea
"Coba berikan mama alamat nya ya". pinta Mama Indah
"Emang nya Mama mau ngapain? ". Tanya Lea yang heran dengan ucapan Mama mertua nya itu
mama indah hanya tersenyum manis, lalu dia mengelus ngelus lembut Puncak kepala menantu nya itu.
lalu ia mengarahkan pandangan nya dan menatap lurus ke arah depan dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan.
...****************...
Putra dan yang lain nya berpencar untuk mencari alamat lelaki yang mengeroyok Lea dan Leon itu, mereka harus segera menemukan nya.
Leon telah menyiapkan beberapa Bodyguard untuk membantu mereka kali ini, kini Putra menuju arah selatan, ia melajukan motor nya kencang menuju salah satu markas yang terkenal dengan para preman sewaan.
Lelaki itu pun terguling-guling dari tengah jalan hingga ke samping, namun Ia terus saja menggulingkan tubuh nya hingga ke trotoar.
sebab tubuh nya sangat sakit jika harus bangkit terlebih dahulu.
"Maaf, gue minta maaf ya, Gue jalan nggak lihat-lihat tadi, Lo nggak ada yang luka kan? ". Tanya seorang wanita
Putra yang kini menunduk seraya memegang tangan nya yang sakit, lalu membulatkan mata nya begitupun dengan Mutia, ternyata orang yang menyebrang jalan dengan ceroboh itu adalah Mutia.
Putra pun langsung berdiri dan menatap tajam ke arah wanita itu.
" sialan lo! ternyata Lo, jalan tuh pakek mata!!". Ketus Putra
" Yaelah, kalau tahu ternyata itu Lo, Ih gue tarik deh kata maaf gue. lo harus tanggung jawab karena Lo mau nabrak gue". Ujar Mutia tak kalah ketus
__ADS_1
"sialan lo! Lo yang jalan nggak pakai mata, gue yang lo salahin! Enak aja lo,Lihat tangan gue nih sakit perih, lihat juga noh motor gue lihatin body-nya juga pasti rusak, Lo harus ganti dan gue minta kompensasi 50 juta". Ujar Putra
Mutia pun membulatkan mata nya karena terkejut dengan nominal yang di sebutkan oleh Putra.
"Apaan sih Lo, Enak aja! mau Lo, gue teriak teriak kalau lo mau perkaos gue hah?? udah deh, Ayo gue obatin luka Lo itu". ujar Mutia yang langsung membangkitkan motor Putra, lalu dia yang naik dan membawa nya, membuat Putra menatap tajam ke arah Mutia
"Woi!! lo mau ngapain motor gue hah?!". Ketus Putra
"emang bisa lo bawa motor sendirian dengan keadaan tangan lo yang luka? ". Sinis Mutia
"tapi nggak lo jatuhin lagi kan gue? ". ujar Putra dengan hati-hati naik ke atas motor nya.
Mutia mengikat rambut nya dan memakai helm nya seraya melajukan motor itu dengan kecepatan tinggi, membuat Putra membulatkan mata nya dan ingin memegang pinggang Mutia, namun ia langsung mengangkat tangan nya, lalu menggaruk belakang kepala nya yang tidak terasa gatal.
"Ck! depan salah, belakang salah.. aduh pegang belakang motor aja dah". ujar putra yang langsung memegang dengan kuat-kuat
terlihat aneh namun lebih baik begitu dari pada ia harus memegang Mutia.
"woi pelan-pelan! ".
"berisik banget sih Lo".
"Mut... lihat ke depan ada Nenek nenek mau nyebrang tuh, Woi!!". Putra pun memegang dada nya karena merasa lemas
"sialan Lo!! mending Lo jadi preman sekolahan aja deh, dari pada jadi pembalap liar, sekarang turunin gue". Ujar Putra
bukan nya mendengar ucapan Putra, Mutia semakin menambah kecepatan motor itu, hingga membuat Putra terus mengumpat dan memaki wanita yang ada di depan nya itu.
Sesampai nya di depan Rumah Sakit, Mutia menghentikan motor nya dan melihat Putra yang Langsung terjatuh ke bawah.
Mutia hanya menatap datar ke arah lelaki itu tanpa ingin menolong nya, lalu Putra langsung berdiri dan menatap kesal ke arah Mutia..
"Sialan Lo!! kalau gue mati gimana hah? ". Ketus Putra
__ADS_1
"Udah deh jangan terlalu banyak ngomong, Enggak usah lebay, enggak ada guna juga. udah ayo cepat! ".
Mutia menggandeng Putra dengan kasar untuk masuk ke dalam Rumah Sakit, Putra terus meringis karena tangan nya terasa sakit karena di pelintir oleh Mutia.