Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
TMM *59


__ADS_3

Berita tentang kehamilan Clara pun menyebar kepada mama dan papa Erlan serta mama dan papa Clara, mereka meminta Erlan untuk lebih hati-hati lagi dalam menjaga Clara, apalagi usia kandungan nya terbilang masih sangat muda, hal ini juga di ketahui oleh Nabila dan Angga yang sedang sibuk-sibuknya untuk mempersiapkan pernikahan mereka yang akan berlangsung beberapa hari lagi.


Mereka pun memutuskan untuk berkunjung ke apartemen Clara dan sekaligus juga mengundang Clara datang ke pesta pernikahan mereka nanti.


Sebagai sahabat, Nabila tidak ingin di hari pernikahan nya, tidak ada Clara, jadi dia berusaha untuk membujuk Erlan agar membawa Clara ke pernikahan nya dan Erlan pun menyetujui nya meskipun saat ini dia benar-benar khawatir untuk menabawa Clara keluar.


Ya maklum saja, namanya juga anak pertama dan sangat di jaga oleh semua keluarga atas kehamilan Clara ini.


Tiga hari kemudian.


Ini adalah hari bahagia bagi Angga dan juga Nabila, karena mereka akan segera melangsungkan pernikahan mereka.


"Sayang, pelan-pelan."Ucap Erlan membantu Clara Turun dari mobil dan masuk ke dalam gedung resepsi yang mewah itu.


"Aku rasa upacara pernikahan nya sudah selesai, maaf kan aku aku sangat lambat."Ucap Clara kepada Erlan.


"Udah, gak apa-apa ayo."Jawab Erlan dengan santai nya sambil tersenyum.


Mereka pun berjalan masuk ke dalam aula, ternyata upacara pernikahan sama sekali belum di mulai, ini permintaan Nabila karena dia ingin Clara ada di saat pernikahan nya.


Setelah melihat Clara yang sudah Tiba, pernikahan pun di langsung kan, sungguh ini adalah hal yang sangat di tunggu-tunggu okeh Clara, dan pada saat mereka sudah sah menjadi suami istri, Clara menitikkan air mata bahagia nya.


"Akhirnya Angga nikah juga."Ucap Erlan sambil terus memegang tangan dan pingan istri nya, terlihat benar-benar khawatir.


"Hmm, sayang aku bisa berdiri tegap sendiri, kan masih baru, gak apa-apa kok lepasin aja."Ucap Clara.


"Gak, enak aja."Jawab Erlan super duper khawatir.

__ADS_1


Clara pun hanya bisa menuruti apa yang di katakan Erlan dia tidak mau nanti suaminya itu menagis karena khawatir dengan dirinya dan bayi nya, seperti yang terjadi kemarin.


Namun saat ini, tiba lah di mana sesi lempar bunga dari Nabila dan juga Angga.


"Sayang boleh ikut gak?"Tanya Clara hendak pergi untuk menyambut bunga dari pengantin wanita.


"Apa? Ada-ada saja, engak, gak boleh, ingat sekarang sedang hamil dan kau mau bunga itu untuk apa sayang? Sudah menikah sadar lah."Ucap Erlan mengomel.


"Astaga, menyebalkan."Jawab Clara tetap diam di posisi nya.


"Satu." ...


"Dua" ...


"Tiga." ...


Dan alangkah kagetnya orang-orang termasuk Clara, Nabila, Angga dan juga Erlan, bunga tersebut jatuh di hadapan Riky dan juga Lana yang saat itu hanya berdiri diam sambil meminum minuman mereka dan juga makan kue.


"Apa? Astaga adik kelas."Ucap Lana sambil menutup muka nya menahan malu.


Namun Riky mengambil nya sambil tersenyum."Mengapa kalau adik kelas? Toh aku lebih tinggi dari mu kakak kelas."Ucap Riky sambil memberikan bunga tersebut kepada Lana.


Suasana pun ricuh dengan suara tepuk tangan para tamu undangan dan juga suara gelak tawa Clara, Erlan, Nabila dan juga Angga melihat kelucuan Lana dan juga Riky.


Suasana hari itu benar-benar di penuhi kebahagiaan.


"Selamat ya."Ucap Clara memeluk Nabila.

__ADS_1


"Selamat bro!"Ucap Erlan kepada Angga.


"Lo berdua selamat ya."Ucap Lana dan Riky kepada Angga dan Nabila.


"Lo berdua juga harus nyusul."Ucap Nabila lagi.


"Iya bener."Turur Clara.


"Oh iya, hati-hati, di sini ada bumil, awas kesengol sedikit ngamuk suaminya."Ucap Angga.


"Wahh? Serius? Clara udah isi?"Tanya Lana kaget.


"Iya,baru kok."jawab Clara.


"Wahh selamat ya, gak nyangka gue bakal punya ponakan."Ucap Riky lagi.


"Selamat ya, Clara."Ucap Lana lagi.


"Makasih semuanya, eh, gimna kalau kita foto-foto bersama? Momen ini gak terulang lagi loh buru deh."Ucap Clara.


"Ide bagus."Jawab Nabila.


Ketiga pasang sahabat itu pun kini terlihat begitu bahagia, dan melakukan foto bersama, untuk kenang-kenangan mereka.


Karena belum tentu kebersamaan ini akan terulang kembali.


TAMAT.

__ADS_1


Man teman author minta maaf ya, gak bisa bikin sampai Clara melahirkan anak pertama mereka, karena bagi author happy ending nya di pernikahan Nabila aja, udah gak sanggup lagi ke momen persalinan hehe.


__ADS_2