Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Rencana Home schooling


__ADS_3

tiga hari lagi siswa kelas dua belas akan melakukan ujian akhir semester, maka hari ini semua nya telah berkumpul di Aula sekolah untuk membahas nya.


Leon yang merasa tidak tenang karena berada di dalam Aula saat ini, karena ia tidak bisa memantau keadaan istri nya.


Tiba tiba Marsha memegang erat tangan Leon, membuat lelaki itu tersentak dan langsung menepis kasar tangan Marsha.


"Apaan sih lo, pegang pegang gue segala!!". Ketus Leon


" Lo kenapa sih kok gelisah gitu , Lea juga bisa kali jaga diri. Emang dia ibu hamil apa yang harus lo jagain setiap saat? ". tanya Marsya dengan nada yang ketus membuat Leon membulatkan mata nya


"Mak..maksud lo apa? ".


"ya dia kan bukan ibu hamil, Jadi ngapain lo sampai khawatir kayak gini. santai aja kali, Asal Lo tahu dia itu enggak pantas buat lo Leon. Seharus nya Lo tuh buka mata Lo lebar-lebar". ujar Marsya


"menurut gue ya Lo yang enggak pantas buat siapapun sebelum lo benar-benar berubah". Ucap Leon yang menohok


"Leon, Lo jangan gitu dong. Papa Gue sama Papa Lo kan dekat teman bisnis, kenapa kita enggak Coba dekat juga. Kan baik nya juga untuk kedua Perusahaan kita". Ujar Marsha


"tanpa bantuan perusahaan lo, perusahaan bokap gue bisa menjadi lebih baik lagi dan ingat ya dengan mudah gue bisa hancurin usaha keluarga kalian. sekali lagi kalau Lo berani macam-macam sama Lea, maka habis Lo gue buat!!". ancam Leon


"hustt!!! stop.. stop.. stop... Ada apa nih, geser dong mbak kunti, Kenapa duduk di kursi gua ya? ". tanya Putra


"Mbak kunti sana dehh, ini kursi gue. please ya mending lo pergi aja". ujar Satria


"Diihhh dasar kumpulan makhluk enggak jelas kayak setan!!". Ketus Marsha dengan kasar


"Wooii Mbak Kunti, Lo jangan deketin Leon, Karena dia udah punya dua orang spesial". ujar Putra kepada Marsha membuat wanita itu hanya melenggang pergi


karena semua siswa dan siswi telah berkumpul di gedung ini, maka kata sambutan pun telah dimulai.


antusias dari para siswa dan siswi untuk mengikuti ujian terakhir mereka sangatlah besar, membuat para guru bangga pada mereka dan mungkin tahun ini adalah tahun untuk para kelulusan terbaik dari sekolah SMA Tunas Bangsa.


"kapan ya acara ini akan segera berakhir?".ujar Satria yang bertanya karena sudah mulai bosan dengan rangkaian dari acara itu


tak terdengar lama kemudian kepala sekolah pun berkata menggunakan mic


"Karena acara ini akan berakhir, maka Apa ada yang ingin dipertanyakan? ". Ujar Sang Kepala Sekolah

__ADS_1


Putra pun langsung mengangkat tangan nya membuat kepala sekolah tersenyum dan mempersilakan Putra untuk mengajukan pertanyaan nya


"Begini Pak, setelah Lulus apa ada info loker Pak? ". tanya Putra mengundang gelak tawa dari para siswa dan siswi


Satria dan Leon pun langsung menutup wajah mereka, karena meraea malu melihat tingkah salah satu dari teman nya itu.


"Put, Bapak Lo kan kaya raya, ya minta ajalah sama bapak Lo". teriak Syahnaz teman nya Putra


"Astaga, kamu ya tidak berubah dari dulu.. ini lagi serius, Kamu belajar dulu yang benar Biar lulus dengan nilai sempurna, lalu lanjut ke jenjang yang lebih tinggi yaitu...". Ucapan Pak Kepsek terpotong


"pernikahan ya Pak". teriak Putra memotong pembicaraan kepala sekolah, Pak kepala sekolah pun menggelengkan kepala nya saat mendengar perkataan dari Putra.


"Emang kamu sudah punya pacar? sudah punya calon untuk dibawa kejenjang pernikahan? ".


"loh kalau itu sih ya belum Pak". sahut Putra


"Duhh mending Lo diam aja Anjir, lo duduk aja dengan tenang, Anjjj... malu-maluin kita aja Lo". Satria menarik baju Putra agar ia duduk kembali


Setelah Selesai, Leon langsung menyusul ke kelas lea saat semua nya sudah pulang, tapi lelaki itu terlambat pulang karena banyak tugas yang harus ia selesaikan.


tanpa Butuh waktu lama, akhir nya Lea langsung mengangkat panggilan dari suami nya.


"Sayang kamu di mana?". Tanya Leon yang khawatir


"Maaf ya Mas, Aku sekarang ada di rumah Mama, tadi pulang bareng Cakra, karena kata Kak Putra kamu masih banyak tugas". jawab Lea


"Ya udah deh kalau gitu mas susul ke rumah mama ya". ujar Leon yang langsung mematikkan sambungan telepon nya dan berlari menuju ke arah parkiran


Leon melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi sambil menghidupkan sebuah lagu yang bisa membuat nya menjadi lebih rileks, Leon memang selalu khawatir berlebihan jika tentang keadaan Lea, sebab wanita itu sedang mengandung anak nya.


"Kasihan banget nggak sih ke sekolah harus bawa bawa perut yang ada isi nya, tapi gimana juga aku kan enggak sengaja. apa aku harus mengurus home schooling nya Lea mulai sekarang ya? ". Tanya Leon yang kebingungan


Lelaki itu menggaruk belakang kepala nya yang terasa tidak gatal.


"ah kalau kayak gini tanya Mama aja deh". ujar Leon


sesampai nya di rumah mama nya, ia langsung masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan istri nya itu, namun tidak ada kelihatan dan hanya terlihat sepupu nya yang menyebalkan itu saja.

__ADS_1


"heh!! mana kakak ipar lo? ". tanya Leon kepada Cakra


akan tetapi bukan nya menjawab, Cakra malah terus bernyanyi layak nya orang kesurupan, karena ia berlari ke sana kemari dan terus menjerit seakan banyak penonton yang sedang menikmati lagu nya itu, membuat Leon gemas dengan tingkah nya.


di sekolah Leon bertemu dengan dua makhluk yang selalu membuat nya kesal dan kini di rumah nya juga terdapat jelmaan iblis yang membuat darah tinggi nya selalu kumat.


Leon pun melangkahkan kaki nya mendekat dan menarik kerah baju cakra, membuat lelaki itu terdiam dan menoleh ke arah Leon dengan menyengir.


"eh kakak sepupuki yang paling ganteng, ngapain lo ke sini? Apa apartemen Lo disita ya?". tanya Cakra mengasal


Leon hanya tersenyum dengan miring mendengar perkataan Cakra


"iya, sebentar lagi lo yang akan gue jadiin jaminan nya".


"Aduh jangan dong, baru juga gue nikmati Indah nya hidup ini". ujar Cakra tersenyum dengan manis seperti orang yang baru saja jatuh cinta


"eh ngapain Lo kayak gitu, jangan bilang Lo lagi jatuh cinta ya?". tanya Leon dengan tertawa geli


"apa ini nama nya jatuh cinta? Ah masa sih". Ujar Cakra yang centil


" Jadi di mana Lea? ". Tanya Leon lagi


"Oh kakak ipar..".


Leon pun langsung menatap tajam ke arah Cakra, ia tersenyum kaku dan menutup mata Leon menggunakan tangan nya.


namun Leon langsung menarik tangan Cakra dan memutar nya, membuat Cakra terus memohon ampun.


"Leon ngapain disini? Lea dari tadi nungguin kamu, kenapa kamu malah bertengkar sama Cakra di sini?". tanya Mama Indah yang mendengar keributan


"mana Lea Ma? ". Tanya Leon


" Dia ada di kamar". Jawab Mama Indah


Leon langsung melepas tangan Cakra, dan mendorong nya, hingga lelaki itu tersungkur ke sofa, lalu ia meringis kesakitan sambil memegang tangan nya


"Sakit banget, Aduh... ". Rengek Cakra

__ADS_1


__ADS_2