Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Masalah Selesai


__ADS_3

Happy reading guys 😁


Baca Novelku yg lain jg yaa


***


Kedua Orang tua Mira pun bergegas ke rumah sakit yang di katakan Anza.


Selama perjalanan menggunakan mobil, mereka berdua mengalami dua kali pemberhentian karena lampu merah dan itu sangat membuat Farki yang mengemudi menjadi kesal setiap berhenti.


Masalah lampu merah pun selesai, kini mereka berdua sedang berjalan dengan tergesa menuju ruang tempat Mira di rawat.


Mereka berjalan dengan tergesa dan cepat, tapi tidak berlari.


Setelah sampai di depan ruangan, pas sekali mereka berpapasan dengan dokter yang menjahit tangan Mira.


Tanpa basa-basi, mereka berdua langsung berbicara pada intinya dan melakukan pendonoran darah.


Selesai sudah donornya dan Acha serta Farki langsung berjalan dan menerobos masuk ke ruangan Mira.


Ketika masuk, mereka langsung di suguhi dengan pemandangan Mira yang terbaring sembari menutup mata serta wajah yang pucat seperti tak ada darahnya.


Perlahan mereka berdua berjalan mendekat ke arah Mira dan Anza yang sedang duduk di samping ranjang rumah sakit setelah tadi mondar-mandir.


Tidak lama kemudian, pintu ruangan kembali terbuka dan menampilkan sesosok dokter dan suster yang membawa sekantong darah untuk transfusi darah.


Anza pun menjauh agar sang dokter leluasa melakukan transfusi darah.


Sebuah jarum pun menancap di lengan Mira dan cairan berwarna merah turun dari kantung darah yang di gantung di tiang kecil khusus untuk menggantung kantung darah atau kantung cairan infus.


Setelah selesai melaksanakan kewajibannya, sang dokter pun langsung pamit undur diri dan melangkah keluar.


Berhubung Anza meminta Mira di pindahkan, jadi sekarang mereka sudah ada di kamar khusus dan pribadi serta ada sofa untuk yang menjenguknya.

__ADS_1


Acha, Farki, dan Anza pun mendudukkan diri mereka di sofa setelah tadi berdiri dan memperhatikan Mira yang hendak tranfusi darah.


Acha dan Farki pun mulai bertanya kronologi kejadian, kenapa sampai Mira bisa kekurangan darah.


"Jadi ......." ucap Anza panjang lebar dan mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada mertua.


***


Cerita-cerita pun selesai, Anza mengeluarkan handphone nya untuk memesan makanan karena hari sudah gelap meski tak terasa.


Setelah Anza selesai memesan makanan, pintu ruangan terbuka dan muncullah dokter serta suster yang ternyata hendak mencabut jarum yang terpasang di lengan Mira.


Anza pun lega karena selesai sudah masalah kekurangan darah.


Setelah mencabut jarum dan merapikan semua alat-alat nya, dokter pun langsung pamit undur diri dan melangkah keluar.


Beberapa menit berlalu dan suara ketukan pun terdengar.


Anza memperbolehkan masuk dan orang itu pun masuk.


Ternyata Anza memberitahu tentang Mira dan sekalian meminta tolong untuk dibawakan makanan karena sudah masuk waktu makan malam.


Wangi makanan pun mengisi ruangan ber AC tersebut.


Mira mencium wangi makanan yang ia suka dan mulai mengerjap-ngerjapkan matanya.


Acha seketika reflek dan langsung berjalan menghampiri Mira.


"Ada yang sakit?" ucap Acha bertanya.


"Nggak, cuma pusing aja" ucap Mira jujur.


"Ma, ada makanan yaa?!" ucap Mira bertanya dengan semangat.

__ADS_1


"Ada, kamu lapar?" ucap Acha bertanya.


"Iya!" ucap Mira secara langsung.


Anza dan Faka pun berjalan mendekati ranjang.


Setelah melihat ketiga orang yang mengerubungi Mira, Farki pun berdiri dari duduknya dan berjalan perlahan menuju ranjang.


"Ini papa kandung kamu!" ucap Acha ketika Mira hendak bertanya.


Tanpa aba-aba, Farki langsung memeluk Mira dan disambut dengan hangat oleh Mira.


"Jangan terluka lagi ya nak!" ucap Farki mengingatkan.


"Hehe, kalau itu sih aku gak jamin pa!" ucap Mira sembari melepas pelukannya dan menatap papanya serta tertawa kecil.


"Pa, percuma pa, dia mah sama kayak papa, sama-sama gak bisa di atur kalau masalah begituan" ucap Acha.


"Ya udah yuk, mendingan kita makan, aku lapar" ucap Mira menyelesaikan semua.


Anza pun langsung menyiapkan makanan dengan sepenuh hati dan ternyata itu hanya untuk Mira.


Akhirnya Acha lah yang menyiapkan makanan untuk yang lainnya.


Setelah makan nya sudah siap, Anza langsung berjalan menuju ranjang dan duduk di kursi yang tersedia di samping ranjang.


Mira hendak meraih makanan yang dipegang oleh Anza, tapi Anza menjauhkan nya.


"Aku yang suapin, sekalian aku makan" ucap Anza tanpa bantahan.


"Oke" ucap Mira apa adanya.


Makan satu piring berdua dan juga Anza yang menyuapi itu sungguh romantis.

__ADS_1


***


BERSAMBUNG


__ADS_2